Feng Ying

Feng Ying
21 -Feng Lian


__ADS_3

Halo, kita ketemu lagi di novel Feng Ying๐Ÿ™Œ๐Ÿ˜Š Terimakasih buat yang masih setia menunggu updatenya novel Feng Ying. Maaf juga selama seminggu ga up. Tapi hari ini, author mengupload 5 chapter. Semoga kalian suka. Happy reading!โ˜บ


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Lian?!", Feng Ying sangat terkejut akan kedatangan orang yang sangat ia kenal ini. Ia tak menyangka akan bertemu wanita itu di sekte phoenix api. Apalagi ketika diadakannya turnamen.


"Aku sudah bilang agar kau memanggilku kak Lian, Ying'er" ucap wanita berwajah datar di hadapan Feng Ying.


Feng Ying tidak mempedulikan apa yang dikatakan wanita itu, "Apa yang ingin kau lakukan di sini? Apa kau sedang mencariku untuk membawaku pulang?" ucapnya dengan mata menyipit kala manatap wanita itu.


Wanita di depan Feng Ying menggelengkan kepala, "Mereka tidak menyuruhku mencarimu, Ying'er. Kita bertemu karna kebetulan saja. Aku di sini karna aku memiliki tugas untuk membunuh cucu dari Kaisar Luo."


Feng Ying mengerutkan kening, "Marga Luo? Bukankah itu keluarga kekaisaran yang ada di benua tengah? Lalu kenapa kau mencarinya di benua timur ini? Juga, bukankah banyak keluarga Luo yang sudah mati karna pemberontakan yang dilakukan sekte aliran hitam yang saat ini sudah mengambil alih kekaisaran?


Sementara, keluarga Luo yang masih selamat saat ini ditahan oleh orang yang menjadi Kaisar baru di sana. Lalu, kenapa cucu Kaisar Luo bisa ada di sini?"


"Sebenarnya ada dua orang keluarga Luo yang selamat. Karna sudah lama tidak bisa menemukan kedua orang itu, jadi mereka meminta bantuan pada keluarga kita beberapa minggu lalu, untuk menemukan mereka dan membawa kepala kedua orang itu.


Aku sudah menemukan satu orang, dia adalah orang yang duduk di sampingmu dan berbicara denganmu tadi. Jadi, aku akan segera membawa kepalanya untuk menyelesaikan sebagian tugas ini" ucap wanita di depan Feng Ying dengan datar.


"A- apa?! Chen?!", Feng Ying terkejut ketika mendengar ucapan wanita itu.


Wanita di hadapan Feng Ying merupakan kakak perempuannya, bernama Feng Lian.


"Aku akan mengatakan keadaanmu pada ibu, ayah juga yang lainnya nanti setelah aku kembali dengan membawa kepala anak itu," Feng Lian berbalik membelakangi Feng Ying. Iapun berniat kembali ke dalam colosseum.


Namun, tangannya segera dicengkram kuat dari belakang. "Hm?", Feng Lian menengok ke belakang tanpa menggeser tubuhnya. "Kenapa kau menahanku? Ada apa, Ying'er?"


Feng Ying menatap Feng Lian dengan kesal, "Jangan coba coba melukai dia. Karna dia adalah temanku!"


"Kau tidak membutuhkan teman, Ying'er. Teman hanya akan menghambatmu saja" ucap Feng Lian. Iapun mencoba melepaskan tangan Feng Ying darinya dengan perlahan agar tidak melukai bocah itu.


Bukannya lepas, Feng Ying semakin kuat mencengkram tangan Feng Lian, "Aku sudah bilang bahwa aku akan melakukan apapun yang kumau. Mau aku diperbolehkan memiliki teman atau tidak oleh mereka, aku tak peduli! Aku tidak butuh izin dari kalian!"


Feng Lian memiringkan kepalanya, "Apa yang membuatmu tertarik dengannya? Apa hanya karna tubuh petir yang ia miliki?"


Feng Ying menggelengkan kepala, "Dia adalah temanku. Maka dari itu, aku takkan membiarkanmu membawanya."


Feng Lian berbalik dan melepaskan tangan Feng Ying darinya dengan paksa. Ia menatap ke arah Feng Ying, "Kita lihat saja, apa dia pantas untuk tetap hidup atau tidak. Bila dia bisa menggoresku, walaupun sedikit.. Maka aku akan melepaskannya. Namun bila tidak, maka.. Kau tidak bisa mencegahku untuk membunuhnya, Ying'er," iris mata Feng Lian yang berwarna biru berubah menjadi merah.


Mata Feng Ying bergetar ketika menatap mata Feng Lian. Ia menggertakkan giginya sambil menatap Feng Lian dengan kesal.

__ADS_1


Iris mata Feng Lian kembali berwarna biru, "Bagaimanapun.. Kau tidak memerlukan teman, Ying'er," Feng Lian langsung berbalik dan menghilang begitu saja.


Feng Ying terdiam di tempat. Kakaknya itu saat ini menyamar menjadi murid dari sekte teratai bulan. Sehingga tidak ada yang tau bahwa ada penyusup yang masuk ke sekte phoenix api.


Nafas Feng Ying tidak beraturan, keringat sedikit keluar dari pelipisnya. Iapun mencoba untuk tenang dan bersikap seperti biasa kembali. "Huft.."


"Kakak tidak mungkin menyerang Chen sekarang. Karna Chen baru saja bertarung tadi, sehingga dia tidak akan bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya. Kak Lian tidak akan melawan orang yang sedang tidak memiliki seluruh kekuatannya, sebab dia ingin mengetes kelayakan kekuatan yang dimiliki Chen. Bukan membunuhnya secara langsung" gumam Feng Ying.


Feng Ying menghela nafas panjang, "Hah.. Kenapa secepat ini aku bertemu dengannya?"


Feng Ying kini tidak jadi buang air. Ia lebih baik kembali.


***


Melihat kedatangan Feng Ying, Wang Chen berkata setelah temannya itu duduk, "Ternyata kau cepat juga kembali. Jadi, kau tidak akan ketinggalan ujian ketiga ini."


"Iya," jawab Feng Ying dengan singkat. Tatapannya kini terarah pada tempat duduk murid sekte teratai bulan. Saat meneliti satu persatu wajah orang itu, Feng Ying dapat menemukan kakaknya di sana.


Ketika ia memperhatikan kakaknya, Feng Lian juga menatap ke arah Feng Ying. Mulut wanita itu bergerak seolah sedang berbicara pada Feng Ying. Feng Ying mengerutkan kening dan ketika mengerti apa yang kakak perempuannya itu katakan, ia langsung terdiam dan nampak berfikir.


Melihat Feng Ying yang melamun, Wang Chen menyenggol tangan temannya, "Ada apa denganmu? Kenapa kau diam saja?", Wang Chen mulai menatap ke arah yang ditatap oleh Feng Ying.


"A- ah, tidak ada," Feng Ying tertawa canggung. "Nanti malam dia akan menemui Chen. Walaupun tenaga Chen sudah pulih nanti, tapi.. Apa dia bisa menggores kak Lian? Bahkan hanya untuk goresan sedikit saja kemungkinan Chen akan sangat sulit melakukannya."


Puluhan menit peserta di bawah terus bertarung. Hingga akhirnya seorang pemuda yang terlihat berusia 14 tahun menang. Peserta yang terluka pun langsung dibawa ke ruangan pengobatan.


"Baiklah, kini tersisa dua peserta lagi. Peserta dengan nama Feng Ying dan Hao Yu dari sekte bambu kuning, silahkan masuk ke arena!" ucap panitia.


Mendengar namanya dipanggil, Hao Yu juga Feng Ying naik ke arena. Keduanya berhadapan di jarak beberapa meter. Panitia pun melihat ke arah Feng Ying dan Hao Yu secara bergantian, "Ada apa dengan murid sekte bambu kuning itu? Dia terlihat sangat membenci bocah ini," panitia langsung menatap Feng Ying kembali.


"Apa kalian siap?" ucap panitia. Iapun mendapat anggukan dari dua peserta. "Mulai," panitia langsung menjauh dari arena pertarungan.


"Sekarang seorang bocah kembali menjadi lawan bertarung murid bambu kuning itu. Apa sekte phoenix api memang sengaja melakukan ini?" bisik salah satu penonton.


"Sekarang aku tidak mau meragukan bocah itu. Mungkin dia juga sekuat bocah yang tadi" ucap penonton lain.


Mereka kembali berkomentar. Setiap penonton memiliki komentarnya masing masing.


Hao Yu menatap Feng Ying dengan bahagia, "Hehe.. Keinginanku terwujud. Aku akan membalas semua permuatanmu padaku. Akan kubuat kau patah tulang dan lumpuh."


Feng Ying tersenyum ringan, "Coba saja bila kau bisa melakukannya."

__ADS_1


Hao Yu merasa geram ketika mendengar ucapan Feng Ying yang terdengar seperti sebuah ejekan, "Cih.. Kau akan menyesal karna sudah mempermainkanku beberapa kali!"


Hao Yu memperkuat pijakan kaki. Iapun melesat cepat ke arah Feng Ying. Kedua kepalan tangannya mengeluarkan api yang membara. Hao Yu melakukan pukulan beruntun pada Feng Ying. Namun, semua pukulan dihindari dengan mudah oleh bocah itu.


Hao Yu menggertakkan gigi. Iapun langsung melompat mundur sambil mengambil pedang yang ada di pinggangnya. Ketika masih berada di udara, ia mengayunkan pedang secara horizontal ke arah Feng Ying. Seketika, api yang juga membentuk garis horizontal melesat ke arah Feng Ying.


Bersamaan dengan Hao Yu yang menapak di tanah dengan mulus, tempat di mana Feng Ying berada saat ini terdengar ledakan, disertai asap yang mengepul.


Melihat hal itu, Hao Yu tersenyum percaya diri, "Heh.. Hanya itu saja sudah kalah."


Awalnya, banyak penonton juga Hao Yu mengira Feng Ying telah kalah dengan cepat. Namun, ketika asap mulai menghilang, terlihatlah Feng Ying yang berdiri tanpa luka.


Melihat hal tersebut, Hao Yu menjadi geram. Iapun melesat cepat ke arah Feng Ying. Ia terus mengayunkan pedang ke arah bocah itu.


>> Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7


*Langit\=1-7


*Immortal

__ADS_1


__ADS_2