
Beberapa hari telah berlalu dengan sangat cepat. Feng Ying sudah terbiasa dengan kehadiran Jiang Fu saat ini. Namun masih ada perasaan aneh yang dirasakan Feng Ying ketika dirinya dekat dengan Jiang Fu. Seakan Jiang Fu memiliki aura dingin tersendiri yang akan sulit dirasakan orang lain. Namun perasaan itu sangat samar, membuat Feng Ying masih tetap diam untuk saat ini.
Ketika ketiganya sedang berjalan menyusuri sebuah kota, tiba tiba seseorang muncul di depan, seakan menghadang jalan ketiganya.
"Kenapa kau menghalangi kami?" Ucap Wang Chen dengan tatapan tak suka pada pria di depannya yang bereskpresi datar.
Tidak ada jawaban sama sekali dari pria itu. Ia hanya terus menatap Jiang Fu, seakan sedang menatap mangsa. Ia dengan cepat berusaha merebut Jiang Fu dari samping Wang Chen. Namun Wang Chen yang menyadarinya dengan sigap menepis tangan itu dan langsung menendang perutnya, hingga pria itu terlempar ke arah patung di tengah kota.
"Apa itu?!" Para warga yang melihat hal itu terkejut. Sebagian dari mereka adalah seorang kultivator. Jadi mereka langsung bersiap bila saja ini adalah serangan. Sementara warga biasa hanya bisa menatap dedebuan tanpa melakukan apapun.
Seseorang langsung melesat keluar dari balik dedebuan. Ia dengan sangat cepat menyerang. Bukan Wang Chen ataupun Jiang Fu, tetapi Feng Ying.
Feng Ying menangkis serangan dan ketika melihat serangan tinju mengarah pada wajahnya, Feng Ying menahan tangan itu, "Kenapa sekarang kau malah menyerangku?!" Kesalnya. Ia dengan cepat melompat ke atas kala tendangan bawah dilakukan pria itu.
Tidak berhenti di sana, pria asing yang tidak diketahui asal usulnya itu melompat tinggi dan memberikan serangan pukulan pada Feng Ying yang masih di udara. Feng Ying memiringkan kepala ke samping untuk menghindarinya. Ia memukul wajah pria itu dengan keras, hingga membuatnya terjatuh menghantam tanah.
Baaamm
Para kultivator berdiri di dekat pertarungan untuk melindungi para warga dan bersiap bila pertarungan itu akan melukai orang orang, terutama penduduk biasa.
Wang Chen menatap ke arah tempat terjatuhnya pria itu. Bersamaan dengan hal ini, Feng Ying sudah turun ke bawah. Ia menatap pria yang sudah ia kalahkan itu, sangat mudah.
Wajah pria itu sudah remuk karna terkena pukulan Feng Ying. Para warga biasa yang melihatnya ketakutan. Sebagian dari mereka lari menjauh. Sementara para kultivator, mereka hanya terkejut karna pukulan Feng Ying ternyata sangat kuat. Padahal menurut pengamatan mereka tadi, Feng Ying tak memakai Qi untuk memukul.
Feng Ying sendiri terkejut. Padahal seharusnya pria itu tidak langsung mati dengan keadaan wajah rusak seperti itu hanya karna pukulannya. Ia berniat menyentuh tubuh pria asing. Namun, kepalanya tiba tiba saja pusing. Feng Ying memegangi kepalanya dengan dua tangan. "Jangan lagi.." Gumamnya.
"Ying?! Kau baik baik saja?" Wang Chen berlari mendekat pada Feng Ying. Ia melihat Feng Ying nampak agak aneh saat ini. Karna itu pun, Wang Chen mulai menyentuh bahunya dari belakang.
"Jangan menyentuhku! Pergilah!" Teriak Feng Ying. Ia menghempaskan tangan Wang Chen dengan keras dan langsung memukul perut pemuda itu hingga membuat Wang Chen terlempar.
Feng Ying menggertakkan gigi. Namun tak lama kemudian, ia menurunkan tangannya dari wajahnya yang awalnya ia tutupi. Sepasang mata dengan iris merah kini terlihat.
Beberapa kultivator yang melihat perubahan Feng Ying terkejut. Apalagi ketika melihat iris mata pemuda itu. Feng Ying memang menjadi pusat perhatian saat ini karna sebelumnya sudah membunuh seorang pria. Jadi perubahan Feng Ying dilihat oleh mereka.
"Dia.."
"Tidak mungkin.."
__ADS_1
"Keluarga Zhang!"
Para kultivatir lain yang mendengar suara itu langsung melihat ke arah yang ditatap. Mereka ikut terkejut ketika tahu ada seseorang yang berasal dari keturunan keluarga Zhang kini ada di hadapan mereka. "Kau.. Bagaimana mungkin.."
Kuku kuku di tangan Feng Ying memanjang. Ia menatap orang orang di depannya dengan tatapan buas. Namun bibirnya terukir senyuman sinis.
Jiang Fu sudah lari menjauh dari Feng Ying terlebih dahulu sebelum perubahan terjadi pada kuku pemuda itu. Ia menghampiri Wang Chen dengan raut cemas. "Kak Chen! Apa kau baik baik saja?!"
"Uhuk.." Wang Chen terbangun dari posisi berbaringnya. Pukulan tadi sangat menyakitkan, tak ia sangka Feng Ying bisa memukulnya sekuat ini. "A-aku baik baik saja.." Wang Chen berdiri sambil memegangi perutnya. Ia melihat ke depan, dimana punggung Feng Ying dapat ia lihat. "Ying?!" Wang Chen terkejut melihat kuku yang ada di kedua tangan Feng Ying memanjang.
Jiang Fu juga melihat itu. Ia bersembunyi di balik punggung Wang Chen, "Ada apa dengan kak Ying, kak Chen?" Ucapnya dengan suara agak bergetar.
Wang Chen melirik ke belakang. Namun ia tak mengatakan apapun. Karna ia juga tidak tau apa yang sedang terjadi.
Feng Ying menghilang dari tempatnya berada. Bersamaan dengan itu, terdengar suara jeritan beberapa orang. Para kultivator yang ada di tempat itu segera mengeluarkan senjata masing masing dan bersikap waspada. "Keluarlah! Jangan bersembunyi!" Teriak salah satunya.
Semua warga berlarian kesana kemari. Namun tetap saja, beberapa dari mereka mati terkena serangan. Para kultivator yang melihatnya langsung terkejut. Karna bukan hanya ada satu atau dua, tetapi sudah ada belasan warga yang mati dengan tubuh tak utuh. Ada yang tangan, kaki, kepala, punggung maupun perut yang terpisah dari tubuhnya. Bahkan ada juga yang isi perutnya dikeluarkan. Sungguh mengerikan.
Beberapa kultivator merinding takut melihat korban yang mati. Mereka mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Lalu bagaimana dengan mereka nanti? Apa tangan dan kaki mereka akan dipotong, kepala dipeganggal dan isi perut dikeluarkan? Membayangkannya saja sudah membuat mereka mual dan takut.
Kultivator itu melakukan gerakan menendang. Tetapi, Feng Ying yang menyadari itu langsung melompat tinggi ke atas sambil melemparkan warga yang ia siksa tadi kepada kultivator itu.
Kultivator itu segera menangkap warga yang dilempar Feng Ying. Nampak bila wanita itu kesakitan bahkan menangis. Satu bola matanya sudah dicungkil dengan kasar, bahkan membuat pipinya pun tergores kuku Feng Ying tadi. Darah membasahi wajahnya. "K-kau baik baik saja?"
"Hiks.. Hiks.." Wanita itu tak menjawab dan hanya menangis.
"Sebaiknya kau pergi dengan cepat dari tempat ini! Maaf aku tak bisa menolongmu untuk pergi."
Wanita itu mengangguk. Ia dengan langkah kesulitan berlari menjauh dari Feng Ying dan kultivator itu.
Kultivator itu memiliki kekuatan di tingkat kaisar. Ia pun terbang mendekat pada Feng Ying yang berada di atas langit. Dengan segera dan secepat yang dirinya bisa, ia menyerang pemuda itu. "Mati saja kau!"
"Hm.. Kau lumayan bisa menghiburku.Sebaiknya aku tidak cepat mengakhiri pertarungan ini denganmu." Ucap Feng Ying disela sela pertarungan. Ia tersenyum sinis dan matanya berkilat merah. Tatapannya sangat berbeda saat ini.
***
Wang Chen melihat ke atas langit. Ia hanya melihat kilatan kilatan yang saling berbenturan dan suara nyaring dari senjata yang berbenturan. Ia juga bisa sedikit melihat Feng Ying bertarung dengan seseorang.
__ADS_1
"Bunuh dia!"
"Keluarga Zhang harus dimusnahkan!"
Teriakan para kultivator terdengar. Sebagian dari mereka membantu mengungsikan para penduduk untuk menjauh dari tempat ini. Sebagian lainnya bersiap untuk bertarung bila Feng Ying turun ke bawah.
Hanya dengan melihat bagaimana Feng Ying bertarung saja, mereka sudah tau bila Feng Ying kuat. Tapi, mereka tidak boleh pergi begitu saja dan membiarkan Feng Ying hidup. Maka dengan sebisanya, mereka akan membunuh Feng Ying atau setidaknya melukai pemuda itu dengan parah.
Wang Chen memandang ke arah para kultivator. Mereka terlihat serius. Wang Chen kembali melihat ke langit, dimana Feng Ying berada. Ia khawatir dengan sahabatnya. "Ying tidak biasanya seperti ini.." Gumam Wang Chen.
Sesuatu jatuh menghantam tanah dengan keras dan menyebabkan dedebuan beterbangan kemana mana. Para kultivator maupun Wang Chen melihat ke arah suara keras berasal.
Setelah dedebuan menghilang, terlihat Feng Ying yang sedang mencengkram kuat leher seorang kultivator yang tadi bertarung dengannya. Bahkan kedua kaki kultivator itu tak menapak pada tanah.
"Kita akhiri saja ini. Aku bosan denganmu." Ucap Feng Ying. Ia meremas kuat leher kultivator itu dan membuat kuku yang ada di tangannya menancap indah di leher kultivator yang ia cengkram. Tidak sampai di sana, satu tangan Feng Ying yang satunya menusuk jantung kultivator itu dan langsung mengambil jantung. Ia melemparkan jantung ke tanah dan menginjaknya kuat hingga pecah.
Kini kultivator itu telah mati dengan mengenaskan. Wajah Feng Ying terciprat darah yang membuatnya tampak menyeramkan. Ditambah dengan tatapan buas dan senyuman sinisnya itu.
Para kultivator lain menelan ludahnya dengan kesulitan ketika melihat apa yang dilakukan Feng Ying. Sungguh kejam.
Feng Ying kini melemparkan tubuh tanpa nyawa itu ke kerumunan kultivator dan mengenai beberapa orang di sana. Ia menatap orang orang itu dengan buas, "Sekarang giliran kalian!" Ia melesat ke arah kultivator yang berada paling depan dan langsung mencakar wajah maupun perutnya.
"Aarghhh!"
"Lepaskan dia!" Seorang kultivator wanita menancapkan pedangnya ke tanah dan mulai muncul api dari bawah tanah dimana Feng Ying berada.
Feng Ying yang menyadarinnya langsung melompat mundur. Ia dengan gerakan cepat, langsung membunuh wanita yang mengganggunya tadi dengan menusuk lehernya.
"Adik!" Teriakan seorang kultivator terdengar. Ia sangat terkejut melihat adiknya yang mati dengan sangat cepat oleh Feng Ying. Ekspresinya berubah marah. "Beraninya.. Beraninya kau membunuh adikku!"
"Semuanya! Serang dia! Hapuskan dia dari dunia ini, jangan biarkan dia hidup dengan tenang! Menyebar dan kepung dia!" Ucap salah satunya. Ia memiliki kekuatan di tingkat kaisar.
Karna orang yang berteriak adalah satu satunya orang yang lebih kuat dari mereka yang tersisa, para kultivator akan melakukan perintah sesuai ucapannya tadi. Mereka menyebar dan mengelilingi Feng Ying.
***
Di suatu tempat yang jauh dari tempat Feng Ying berada. Seorang pemuda duduk di dalam ruangan yang minim cahaya. Ia menutup satu matanya dengan tangan dan seolah mengetahui apa yang terjadi saat ini di suatu tempat. "Ini adalah awal bagimu, Feng.. Ying.. Aku akan membalasmu." Ia tersenyum sinis.
__ADS_1