
Beberapa waktu berlalu, di dalam sebuah ruangan bawah tanah yang minim akan cahaya, terlihat seorang pria paruh baya yang duduk di depan meja. Ia terlihat sedang membaca buku dan tidak mengetahui keributan apa yang sedang terjadi di rumahnya.
Kini, mulai terdengar suara langkah kaki menuruni tangga. Karna tempat yang sunyi, maka orang yang ada di dalam ruangan akan sangat mudah mengetahui bahwa akan ada seseorang yang menemuinya di ruangan bawah tanah ini.
Hanya beberapa pelayan saja yang mengetahui ruangan bawah tanah miliknya. Jadi ia mengira bila langkah itu merupakan pemilik dari salah satu pelayannya yang mungkin ingin mengantarkan makanan dan minuman yang ia suruh buatkan tadi.
KREEETT
Pintu mulai terbuka, hingga membuat Hao Jin yang berada dalam ruangan menoleh ke belakang. Karna dirinya membelakangi pintu. "Saya sudah membereskan mayatnya, Tuan Hao." Ucap orang itu yang tak lain adalah pelayan pribadi Hao Yu.
Hao Jin mengangguk, "Sekarang kau boleh pergi." Ia kembali menatap ke arah bukunya dan membaca.
"Sebelum itu, Tuan Hao. Ada yang ingin saya bicarakan. Apakah bisa?" Ucap pelayan dengan hormat.
Hao Jin mengangguk, "Tentu. Kemarilah dan katakan apa yang ingin kau katakan."
"Pertama tama, saya ingin meminta maaf. Karna saya tidak bisa menjaga rumah Anda, Tuan Hao." Walaupun berkata seperti itu, sebenarnya pelayan ini tidak benar benar meminta maaf. Ia hanya ingin berbicara cukup lama saja dengan Hao Jin.
Hao Jin mengerutkan kening. Iapun langsung mengubah arah kursinya hingga menghadap pada pelayan yang bernama Tao Mu itu, "Apa maksudmu? Katakan dengan jelas."
"Rumah saat ini sudah diserang oleh seseorang. Seluruh tempat menjadi berantakan dan semua penjaga maupun pelayan sudah mati karna dibunuh orang itu. Saya tidak bisa menjaga kediaman anda, Tuan Hao. Maafkan saya."
"Apa?! Diserang?!", Hao Jin langsung terkejut, "Lalu kenapa kau malah diam di sini, hah?! Cepat lakukan sesuatu!" marahnya.
"Saya sudah melakukannya, Tuan Hao. Tapi dia berhasil mengalahkanku dan kini saya berada di pihaknya."
Setelah mengatakan itu, Tao Mu langsung muncul di samping Hao Jin dan menusukkan sebuah belati ke arah dada kiri pria paruh baya itu. "Aku tidak membutuhkanmu lagi, Tuan Hao. Karna saya sudah mendapatkan apa yang saya mau dari Anda dengan dibantu oleh orang itu dan nama asli saya bukan Tao Mu, tetapi Zhou Yuan."
__ADS_1
Hao Jin langsung memuntahkan seteguk darah dan menatap Zhou Yuan yang ada di sampingnya dengan tak percaya. "Tidak mungkin.."
"Apa yang tidak mungkin, Tuan Hao? Kau pikir, aku juga mati bersama yang lainnya? Heh, keberuntungan masih berpihak padaku. Salah satu orang dari pembunuh bayaran 'bunga kematian' itu membiarkanku hidup. Dia juga memberitaukanku siapa orang yang sudah menyewa mereka.
Kau tau, mengapa selama ini aku menjadi pelayan di keluargamu, padahal aku memiliki kekuatan tingkat Jenderal? Itu karna aku ingin mencaritau di mana kau menyimpan koleksi bonekaku yang kau ambil. Kau menyewa kelompok itu karna kau menginginkan boneka itu dan jurus pengendali boneka milik kami. Tapi kau hanya bisa mendapatkan bonekanya saja." Ucap Zhou Yuan.
Hao Jin kembali memuntahkan darah. Wajahnya nampak pucat dan kulitnya mulai dingin, "Beraninya.. Kau menipuku..! Dasar penipu!"
"Penipu? Haha, mendengarmu mengatakal hal seperti itu, terdengar seperti lelucon bagiku. Apa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri? Kau juga menipu anakmu. Kau awalnya berbuat baik ketika dia pulang dan mengatakan akan membantunya membalaskan dendam. Kau seolah tak masalah ketika melihat keadaan anakmu pada saat itu. Tetapi ujung unjungnya, kau membunuh anakmu sendiri dan memperlihatkan sikapmu yang sebenarnya. Maka apa yang kulakukan saat ini tidak berbeda jauh dengan apa yang kau lakukan. Walau begitu, aku tidak suka disamakan oleh orang sepertimu yang menjadi penyebab kematian seluruh keluarga Zhou ku!"
Setelah mengatakan itu, Zhou Yuan langsung mencabut belati dari tubuh Hao Jin. Ia kembali menusuk tubuh pria paruh baya itu beberapa kali dan seperti melampiaskan emosinya pada orang ini. "Karnamu, keluargaku mati! Karna dirimu, semua koleksiku yang lain rusak! Karna dirimu juga, tempat tinggalku hancur berantakan!"
Darah membasahi seluruh tubuh Hao Jin. Tubuhnya mulai terjatuh dari kursi yang diduduki setelah Zhou Yuan terakhir kali menusuk tubuhnya dengan belati. Ia sudah dipastikan mati, entah itu karna kehilangan banyak darah, maupun karna tusukan belati pada jantungnya.
Keluarga Zhou. Tidak ada yang tau bila keluarga itu memiliki jurus yang hebat. Karna di keluarga Zhou sendiri, hanya ada beberapa orang saja yang menguasai dan mempelajari jurus itu. Dikarenakan pemimpin keluarga yang tidak mengizinkan semua keluarga Zhou mempelajari jurus itu. Ia takut bila keluarga Zhou malah akan dibantai, seperti keluarga Zhang yang dibantai pada ratusan tahun lalu. Memang, alasan keluarga Zhang dibantai bukan hanya karna ramalan saja. Namun juga karna banyak orang yang takut dengan kemampuan mata mereka.
Namun ternyata, Hao Jin yang merupakan seorang pedagang kaya raya mengetahui rahasia mereka. Ia langsung menyewa pembunuh bayaran profesional 'bunga kematian' untuk mengambil kitab jurus milik keluarga itu. Ia juga menginginkan boneka terkuat yang dibuat oleh keluarga Zhou. Untuk mengantisipasi balas dendam keluarga Zhou, Hao Jin menyuruh pembunuh bayaran untuk menghapuskan seluruh orang keluarga Zhou.
Boneka yang digunakan keluarga Zhou bukanlah boneka biasa. Boneka itu terbuat dari tubuh manusia yang sudah mati. Mayat yang sudah dijadikan boneka oleh keluarga Zhou, biasanya akan memiliki sebuah segel di punggungnya, karna dia sudah dijadikan boneka. Kemampuan dan kekuatan dari boneka itu juga tergantung dengan mayat manusia ketika masih hidup. Biasanya keluarga Zhou akan membentuk benang benang Qi pada boneka mereka dengan cara yang terdapat pada kitab pengendali boneka juga. Jadi, dalam kitab pengendali boneka, terdapat cara menjadikan mayat menjadi boneka dan membuat benang benang Qi untuk mengendalikannya.
Walaupun Zhou Yuan bukan pemimpin keluarga, tapi karna dirinya sudah dekat dengan pemimpin keluarga Zhou, ia tau di mana letak kitab jurus itu. Namun untuk saat ini, dirinya tidak tau. Apakah kitab itu masih ada ataukah tidak.
Zhou Yuan menarik nafas panjang dan menatap mayat Hao Jin dengan dingin. Setelahnya, ia langsung pergi meninggalkan mayat Hao Jin dan tak peduli bila mayat pria itu membusuk di tempat ini.
***
"Hah.. Hah.. Akhirnya selesai juga. Terimakasih Wang Feng, karna sudah membantuku." Ucap Wang Chen dengan senyuman lelahnya. Qi nya saat ini sudah hampir habis karna melawan orang orang yang memiliki tingkat kultivasi di atasnya itu. Beruntung Wang Feng ada di sini untuk membantunya. Bukan karna itu saja yang membuat mereka bisa menang dari para penjaga yang memiliki kekuatan di atas mereka. Namun juga karna elemen es Wang Chen juga.
__ADS_1
Nyawn~
Ukuran tubuh Wang Feng mengecil. Ia sudah memakan 2 penjaga tadi dan itu membuatnya sangat kenyang. Sehingga, sekarang ini masih ada beberapa mayat penjaga yang masih tergeletak di permukaan tanah.
Wang Feng melihat ke arah kanan dan merasa bahwa ada beberapa energi kehidupan yang berjalan menuju tempatnya berada. Sepertinya, karna pertarungan tadi, beberapa warga yang ada di sekitar lokasi langsung ke tempat ini.
Nyawn! Nyawn!
"Apa?!", Wang Chen terkejut ketika mengetahui bila Wang Feng berkata bahwa ada orang yang akan pergi ke tempat ini. Ia segera bergegas masuk ke dalam gerbang dan menyuruh Wang Feng ikut dengannya.
Awalnya Wang Chen ingin memasukkan semua mayat ke dalam cincin ruangnya dan langsung menutup gerbang, bersama dirinya yang masuk ke dalam. Namun ia sadar, bila orang orang yang akan datang itu pasti akan mengetahui adanya pertarungan. Karna ada bercak darah di tanah dan retakan tanah. Jadi lebih baik, dirinya tidak membawa mayat mayat itu dan membiarkannya saja. Lagi pula, orang orang itu pasti akan tetap tau bila ada penyerangan, walaupun dirinya sudah membersihkan mayat di depan gerbang.
***
Beberapa menit kemudian, Feng Ying yang sedang berada di lorong dan berjalan menuju pintu keluar, dikejutkan dengan kedatangan Wang Chen dan Wang Feng yang berlari masuk ke dalam, "Hei, aku sudah bilang agar kalian menunggu di luar bila sudah se--"
"Beberapa orang mulai berdatangan ke tempat ini. Apa yang harus kita lakukan, Ying?" Ucap Wang Chen dengan terengah engah. Karna masih lelah setelah bertarung.
"Kita habisi mereka saja, bila mereka melihat kita." Ucap Feng Ying dengan entengnya.
"Hah?! Tidak mungkin kita membunuh orang orang itu, Ying. Kita bersembunyi saja dari mereka. Karna bagaimanapun, mereka tak ada hubungannya dengan kejadian ini." Ucap Wang Chen serius.
"Lebih mudah membunuh mereka."
"Tidak, aku takkan membiarkan itu. Ikut aku, kita akan pergi mencari tempat sembunyi." Wang Chen langsung menarik tangan Feng Ying dengan cepat.
Feng Ying kali ini tidak memberontak sama sekali. Karna yang penting baginya, ia sudah mengambil semua harta milik Hao Jin dan beberapa barang berharga yang dimiliki pria itu.
__ADS_1