Feng Ying

Feng Ying
92 -Kembali Ke Sekte


__ADS_3

Kini, Feng Ying dan Gong sudah sampai di depan sebuah gua yang besar. Di mulut langit langit gua terlihat es es tajam yang menempel. Dari depan mulut gua sampai beberapa meter ke dalam, nampak salju salju putih yang dingin bertebaran.


Feng Ying turun dari atas tubuh Gong. Ia memperhatikan sekitar gua. "Sebaiknya aku pergi masuk ke dalam sekarang. Kau tunggu di sini, Gong."


Kwaaakk


Gong menggelengkan kepala seakan tidak mau. Karna ia takut bila sesuatu yang buruk terjadi pada Feng Ying bila ia membiarkannya mausk ke dalam gua sendirian.


"Kau tidak perlu mengkhwatirkanku. Aku adalah orang yang kuat, kau tau? Bahkan ayah dari griffin itu kalah melawanku." Ucap Feng Ying dengan percaya diri.


Kwaaakk


"Kalau begitu, kau tunggu di sini. Aku akan kembali menemuimu nanti setelah melenyapkannya." Feng Ying langsung masuk ke dalam gua. Ia baru memperhatikan dengan jelas bila salju yang berada dalam gua terlihat memiliki bercak darah. Iapun melihat ke belakang dan ia kembali melihat bercak darah menuju pintu masuk, juga di luar gua. "Ternyata benar, griffin itu ada di sini sekarang."


Feng Ying terus berjalan masuk ke dalam dengan hati hati dan waspada. Bisa saja akan ada serangan mendadak dari griffin yang ada di dalam gua ini.


***


Puluhan menit kemudian, Feng Ying berjalan keluar dari gua. Ia menemui Gong yang masih setia diam di depan gua. Penciuman griffin itu menangkap bau darah. Jadi, ia langsung berdiri dan melihat Feng Ying keluar dari gua.


Ia tak bisa membayangkan apa yang dilakukan Feng Ying pada griffin di dalam gua. Karna ibunya pernah mengatakan bahwa Feng Ying dulu pernah menyiksa griffin sebelum akhirnya membunuhnya, sehingga membuat tubuh demonic beast itu sangat menyedihkan. Bahkan tidak dapat dikenali lagi daging apa yang berceceran pada saat itu bila dilihat dari bentuknya.


"Aku sudah mengurusnya. Kita kembali Gong." Ucap Feng Ying dengan senyuman manis. Sepertinya sesuatu yang baik sudah terjadi pada bocah itu. Wang Chen sendiri tak pernah melihat Feng Ying tersenyum seperti itu. Apalagi Gong.


Kwaakk?


"Hihi aku mendapatkan banyak harta di dalam sana. Bahkan bisa dikatakan, tempat itu seperti tambang emas, karna memiliki banyak uang dan pedang yang bisa kujual nanti." Ucap Feng Ying dengan mata berbinar senang dan semangat.


Gong tak habis pikir, Feng Ying bisa sampai sesenang itu hanya karna harta. Sepertinya, Tuannya ini penggila harta atau juga orang yang sangat menginginkan kekayaan.

__ADS_1


"Kita kembali sekarang," Feng Ying segera naik ke atas tubuh Gong dan demonic beast itu langsung terbang ke atas langit kala Feng Ying sudah menyuruhnya terbang.


***


"Aku sudah mendapatkan core yang kita butuhkan." Ucap Feng Ying sambil berjalan mendekat pada Wang Chen yang sudah menunggunya cukup lama di gua.


Wang Chen dan Wang Feng berlari ke arah Feng Ying dan nampak khawatir. "Apa kau terluka, Ying? Kenapa ada banyak darah di tubuhmu?" Ucap Wang Chen. Ia memeriksa tubuh Feng Ying dan membalik balikan tubuhnya.


"Chen, aku baik baik saja. Tak perlu khawatir. Ini hanya darah dari griffin itu." Ucap Feng Ying enteng.


Wang Chen menatap Feng Ying dengan terkejut, "Jadi kau sudah mendapatkan core griffin?"


Feng Ying mengangguk, "Kita bisa kembali sekarang."


"Bagaimana dengan kedua griffin bawahanmu itu?"


Wang Chen menatap ke arah Kai dengan sedih dan kembali menatap Feng Ying. Iapun mengangguk setuju. Karna bagaimanapun, ucapan Feng Ying tadi memang benar.


***


Beberapa hari kemudian, di tempat penerimaan misi. Tampak beberapa murid berkumpul. Mereka menatap dua orang bocah yang sedang dimarahi oleh seorang tetua. Untuk pertama kalinya, mereka melihat tetua itu memarahi murid. Sehingga mereka berkumpul di sini. Terlebih karna mereka tau siapa kedua bocah itu yang tak lain adalah murid baru yang langsung masuk murid dalam pada saat itu.


"Kau berisik sekali..! Padahal kami baru saja sampai, tapi kau sudah sangat berisik! Apa kau tidak lelah berbicara, huh?" Ucap Feng Ying.


"Keterlaluan..! Kau ini, apa tidak diajarkan sopan santun, bagaimana cara berbicara pada yang lebih tua, hah?!" Ucap tetua. Ia adalah tetua Hong Liang. Orang yang memberikan misi saat itu pada Feng Ying.


Tetua Hong menarik telinga Feng Ying dengan keras. Ingin rasanya menyumpal mulut bocah ini dengan batu berukuran besar, agar dia tidak bisa berbicara.


"Aaahh, lepaskan paman! Paman jahat! Hei, kalian! Kenapa diam saja?! Kalian tidak lihat? Ada murid yang kesulitan di sini, seharusnya kalian membantu!" Ucap Feng Ying sambil merintih. Ia memegangi tangan tetua Hong dan mencoba melepaskan tangan tetua itu. Namun, telinganya semakin ditarik keras, "Aahhh! Hentikan! Kau ingin telingaku lepas, hah?!"

__ADS_1


"Telingamu tidak akan lepas hanya karna hal seperti ini." Tetua Hong mendengus kesal. Gara gara bocah inilah, dirinya dihukum oleh patriarch pada saat itu dan gara gara bocah ini juga yang membuatnya terkena masalah selama bocah itu belum kembali.


"Um.. Te-- Tetua, bisa lepaskan telinga Ying? Kami sudah menyelesaikan misi yang Anda berikan saat itu." Ucap Wang Chen dengan raut wajah kasihan ketika melihat Feng Ying.


Tetua Hong Liang terkejut. Ia melepaskan tarikannya dari telinga Feng Ying. Nampak bahwa telinga bocah itu sangat merah. Matanya juga nampak agak berkaca kaca. Mungkin karna merasa perih telinganya ditarik keras.


"Aahh sstt, sakit.. Ini menyebalkan! Kenapa kau hanya menarik telingaku?! Chen juga ikut bersama denganku!" Protes Feng Ying.


Tetua Hong menatap Feng Ying dengan raut yang kembali berubah kesal, "Karna kau biang keroknya! Kau pasti yang mengajak dia untuk ikut denganmu!"


Feng Ying menggelengkan kepala, "Tidak! Kau tanya saja pada Chen. Aku tidak memaksa untuk ikut denganku. Dia sendiri yang ingin mengikutiku. Jadi jangan menyalahkanku. Lagi pula, bukankah ini salahmu juga? Kau yang memberikan kertas misi itu."


Tetua Hong Liang tertegun ketika mendengar ucapan terakhir Feng Ying. Memang dirinya yang memberikan misi untuk mengambil core dari seekor griffin. Tapi dia sama sekali tak mengetahui tentang misi itu dan merasa tidak memberikannya pada Feng Ying.


Dalam hati, Feng Ying tersenyum dan tertawa, "Hahaha, kau mau berkata apa? Tak bisa mengatakan apapun ya?"


Saat itu, Feng Ying menggunakan ilusinya pada tetua Hong agar tetua itu memberikannya kertas misi yang memiliki jangka waktu panjang, tanpa disadari pria itu sendiri bahwa dirinya terkena ilusi.


Tak lama setelah diamnya tetua Hong, terdengar sebuah suara yang sangat familiar bagi semua orang. "Ada apa ini?"


Semua orang menoleh ke asal suara dan langsung memberikan hormat. Kecuali Feng Ying. Ia hanya berdiri diam dan menatap pria tua dengan janggut dan rambut putih itu.


Pria tua yang tak lain adalah Lao Tzu, sekaligus patriarch sekte phoenix api menatap dua bocah yang sudah cukup lama ia cemaskan. Ia merasa sangat lega ketika melihat dua bocah itu selamat tanpa luka saat ini. Ia menatap para murid dan mengangguk, "Kalian boleh pergi sekarang."


Para murid kembali memberikan hormat dan langsung pergi tanpa mempertanyakan perintah patriarch mereka.


Patriarch Lao kembali menatap Feng Ying dan Wang Chen bergantian. Ia juga melihat bahwa harimau bulan milik kedua bocah itu masih ada pada mereka, "Kalian berdua, ikut aku. Termasuk kau, tetua Hong."


Feng Ying dan Wang Chen saling tatap. Sementara tetua Hong, ia merasa gugup. "Apa mungkin aku akan diberikan hukuman tambahan lagi? Sial, ini semua salah bocah itu!"

__ADS_1


__ADS_2