Feng Ying

Feng Ying
130 -Shan Ming


__ADS_3

Feng Ying menenangkan diri dan menatap anak perempuan itu sejenak. Ia pun menatapnya dengan acuh tak acuh, penuh ketidaktertarikan. "Maaf.. Aku tidak jadi membuat kontrak, bila itu dengan anak perempuan lemah sepertimu."


Anak perempuan itu menatap Feng Ying dengan marah, "Siapa yang kau bilang anak perempuan hah?! Aku laki laki!"


Feng Ying nampak agak terkejut mendengar ucapan anak itu. Padahal menurutnya, anak di depannya tidak terlihat seperti laki laki dan malah terlihat seperti anak perempuan. Apa mungkin ini karna wajahnya yang nampak lebih pada cantik daripada tampan?


"Tapi kau terlihat seperti anak perempuan! Bukan laki laki!" Celetuk Feng Ying.


Anak laki laki itu mengepalkan tangan dengan kesal. Ia menunjukkan kepalan tangan kanannya pada Feng Ying, "Sekali lagi kau mengatakan itu, maka aku akan langsung memukulmu!"


"Hmph! Aku tak ada waktu meladeni anak lemah sepertimu. Lebih baik aku kembali, aku tidak jadi melakukan kontrak." Ucap Feng Ying ketus.


"Heh, kau pikir bisa kembali dengan begitu mudahnya, setelah kau masuk ke tempat ini?" Ucap laki laki itu dengan senyum sombong.


Feng Ying menatap anak itu dengan sebal. Ia tahu bila setelah masuk ke dalam ruang jiwa dimana roh senjata berada, maka ia tak bisa keluar dengan sendirinya. Ia harus mendapat izin dari roh senjata itu untuk bisa keluar dari tempat ini. "Kalau begitu, keluarkan aku sekarang!"


"Hmph! Jangan harap! Kau bocah ingusan yang tidak tahu sopan santun pada orang yang lebih tua sepertiku! Itu sangat menjengkelkan." Ucap anak laki laki itu sambil mendengus kesal.


"Untuk apa aku bersikap sopan padamu? Kau hanyalah roh bocah lemah!" Ketus Feng Ying.


"Beraninya kau..! Aku sudah berumur sekitar 500 an tahun! Sementara kau lebih muda dariku! Kau harusnya bersikap hormat padaku, karna aku lebih tua darimu!"


Feng Ying memandang anak itu dengan remeh, "Kalau kau sudah berumur ratusan tahun, kenapa tubuhmu kecil sekali? Kau terlihat seperti anak kecil! Kau bahkan lebih pendek dari diriku."


Anak itu memandang Feng Ying kesal, "Tubuhku memang seperti ini! Jangan menghinaku! Dasar bocah ingusan!"


"Apa kau bilang?! Kau menghinaku?!"


"Heh, itu kenyataan! Bukan menghina!"


Feng Ying mengepalkan tangan kesal, "Bagaimana bila sekarang kita bertarung dan tentukan siapa yang terkuat?!"


"Boleh saja. Bila aku menang, maka kau harus menuruti satu permintaanku. Apapun itu."


Feng Ying mengangguk percaya diri, "Setuju. Tapi bila kau kalah, maka kau harus melakukan kontrak denganku dan mengeluarkanku dari tempat ini!"


"Baiklah, aku setuju. Tapi pertama tama, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Shan Ming, roh phoenix api yang ada di 'pedang kembar bunga phoenix'."


Feng Ying menyipitkan mata, "Aku Feng Ying. Kita mulai sekarang."


Feng Ying dan Shan Ming menghilang dari tempat mereka berada sebelumnya. Mereka muncul di jarak yang berjauhan.


Tubuh Shan Ming tiba tiba terbakar saat ini. Namun tak lama, ia berubah wujud menjadi phoenix api. "Heh, kemarilah bocah sialan!"


Feng Ying mendengus. Ternyata bentuk Shan Ming saat berubah menjadi phoenix terlihat gagah, namun juga indah secara bersamaan. Ukurannya juga besar, mungkin sekitar 3 meter. "Huh, lihat saja.. Aku yang akan menang dan kau harus bersiap siap menjadi bawahanku!"

__ADS_1


Feng Ying mengepalkan kedua tangan dan bersiap bertarung. Ia tak bisa mengeluarkan barang dari cincin ruang sama sekali. Karna dirinya saat ini hanyalah roh yang masuk ke ruang jiwa dari pedang kembar bunga phoenix. Feng Ying juga tak bisa mengeluarkan darah Shan Ming karna anak itu tak memiliki darah. Lagi pula, dia hanya roh.


Shan Ming melesat terbang dengan cepat ke arah Feng Ying sambil melemparkan bola bola api dari dalam mulutnya. Bahkan, setiap ia mengepakkan sayap ke arah Feng Ying, maka akan membentuk serangan garis api yang melesat pada pemuda itu.


Feng Ying terus menghindari serangan dengan cukup mudah. Ternyata Shan Ming lumayan cepat baginya. "Kau lumayan juga.. Tapi aku takkan kalah darimu."


Feng Ying menghilang dengan cepat dari pandangan Shan Ming. Ia muncul di belakang Shang Ming dan melompat tinggi, lalu memukulnya, hingga membuat Shan Ming tergeser dari tempatnya berada.


Shan Ming menatap ke bawah, dimana Feng Ying berada saat ini. "Kau..!!"


Kali ini, Shan Ming melemparkan cincin api dari mulutnya dan langsung mengikat Feng Ying ke dalamnya.


"Akh," Feng Ying sedikit berteriak. Cincin api ini melukai dirinya dengan panas. Dengan segera, Feng Ying memusatkan banyak Qi di tangannya dan langsung memutuskan cincin api yang mengikatnya. "Hah.. Hah.. Panas sekali.."


Shan Ming terkejut melihat Feng Ying yang bisa melepaskan cincin apinya. "K-kau.. Bagaimana bisa melepaskan cincin apiku?! Seharusnya kau tak bisa melakukan itu!"


Feng Ying menatap Shan Ming, "Tentu saja bisa! Kau kira aku lemah apa?!"


Shan Ming tertegun. Ia perlahan mendarat ke bawah, beberapa meter dari Feng Ying. Ia merubah tubuhnya kembali menjadi wujud manusia. "Seharusnya tidak ada yang bisa memutuskan cincin apiku. Tapi sekarang.. Kau telah membuktikan bila kau layak." Ucapnya masih dengan nada sombong.


"Cih, kau mengaku kalah?" Ucap Feng Ying dengan kesal.


"Ya.. Sekarang aku akan menuruti perintahmu." Ucap Shan Ming.


Shan Ming tiba tiba muncul tepat di depan Feng Ying dengan sangat cepat. Ia menyambar tangan Feng Ying dan mengambilnya begitu saja tanpa izin.


Feng Ying terkejut dengan tindakan Shan Ming yang tiba tiba. "Apa yang ingin kau lakukan?"


Shan Ming menempelkan telapak tangannya pada telapak tangan Feng Ying beberapa saat. Setelahnya, ia langsung melempar tangan Feng Ying begitu saja. "Cih, kau sebenarnya sedang apa tadi?!" Kesal Feng Ying. Ia melihat telapak tangannya dan terdapat simbol phoenix dengan warna sebagian merah dan sebagian biru.


"Itu berarti sekarang kau adalah pemilik sepenuhnya dari pedang yang kutempati ini. Kau juga pemilik dariku. Karna kau sudah melakukan kontrak denganku." Ucap Shan Ming acuh tak acuh.


Feng Ying menaikkan sebelah alisnya, "Bukankah seharusnya aku menempelkan darahku di keningmu? Itu yang kubaca di buku bila ingin melakukan kontrak dengan senjata yang memiliki roh."


"Kau pikir aku ini senjata yang sama saja dengan senjata lainnya?!" Kesal Shan Ming. "Aku berbeda dengan mereka! Enak saja, kau menyamakanku dengan senjata senjata lain!"


Feng Ying memandang Shan Ming dengan malas, "Terserah kau saja.. Yang terpenting, kau harus bisa dipakai dengan baik. Bila tidak, aku akan langsung membuangmu ke sungai dan menenggelamkanmu!"


"E-eh? Jangan seperti itu! Dasar bocah tak tahu sopan santun!" Celetuk Shan Ming.


Feng Ying mendengus, "Hmph! Biarkan saja. Aku tidak peduli pendapatmu. Sekarang kau adalah bawahanku!" Ia menatap Shan Ming dengan angkuh karna berhasil membuat roh sombong itu menyerah padanya, hanya dengan satu tindakan saja.


Shan Ming menggeram kesal melihat tatapan Feng Ying yang seakan menghinanya, "Apa kau lihat lihat?! Kau ingin bertarung denganku lagi, hah?!"


Feng Ying memalingkan muka dengan acuh tak acuh, "Tidak. Itu hanya akan membuang buang waktuku yang berharga." Ia kembali menatap Shan Ming, "Sekarang kembalikan kesadaranku. Aku ingin segera pergi sari tempat ini."

__ADS_1


"Cih, sekarang kau bisa melakukannya sendiri tanpa izinku!" Kesal Shan Ming.


Febg Ying berekekspresi seakan berfikir, "Kau benar juga.. Aku 'kan sudah melakukan kontrak denganmu. Jadi aku bisa masuk dan keluar dari tempat ini sesukaku."


Perlahan, tubuh Feng Ying memudar. Iapun hilang sepenuhnya dari tempat ini.


"Cih, dia sangat menyebalkan! Tapi aku sudah terlanjur melakukan kontrak dengannya tadi." Shan Ming menghela nafas kesal.


***


Feng Ying membuka mata perlahan. Ternyata ia masih berada pada posisinya sebelum masuk ke tempat tadi. Ia juga masih memegang pedangnya. "Apa yang terjadi?"


Wang Chen berada di hadapan Feng Ying. Ia tersenyum, "Kau berhasil?!" Tanyanya antusias.


Feng Ying mengangguk pelan, "Sepertinya begitu.."


"Haha, sudah kuduga.. Kau akan berhasil Ying! Selamat!" Senang Wang Chen.


Feng Ying mendengus. "Tak perlu mengatakan selamat padaku." Ia langsung menggantungkan pedang di pinggangnya. "Berapa lama aku hanya diam saja tadi di sini?"


Wang Chen mengerti apa yang dimaksud Feng Ying. Jadi ia langsung menjawab, "Hanya belasan menit saja. Tapi itu termasuk lama. Karna aku saja hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja." Ucapnya dengan nada bangga.


"Hmph! Roh dari pedang ini yang menyebalkan! Maka dari itu, aku baru saja selesai."


"Ah, Ying.. Siapa nama roh pedangmu?" Ucap Wang Chen.


"Namanya kalau tidak salah.. Shan.. Ming.." Feng Ying mengangguk angguk ketika mengingatnya.


Wang Chen mengangguk. Ia menatap pedang yang menggantung di pinggangnya, "Padahal kau yang mencarinya, Ying. Tapi sekarang, malah aku yang memilikinya. Maafkan aku.."


Feng Ying berekspresi santai. "Tidak apa. Kau ambil saja. Aku sudah memiliki satu. Lagi pula, roh di pedangmu pasti sama menjengkelkannya dan mirip sekali dengan roh pada pedangku."


Wang Chen, "Memangnya seperti apa roh dalam pedangmu?"


"Dia adalah phoenix api. Wujud manusianya adalah anak laki laki cantik. Dia begitu sombong dengan kemampuannya. Itu sangat menyebalkan!" Gerutu Feng Ying.


Wang Chen tertawa canggung, "Berarti roh pedang kita berbeda dan tidak mirip sama sekali."


Feng Ying menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar ucapan Wang Chen, "Memangnya seperti apa roh pedangmu?"


"Dia phoenix air. Wujud manusianya seorang wanita yang terlihat sudah berumur 20 tahun. Dia juga sangat cantik. Sifatnya sangat pemalu." Jelas Wang Chen sambil mengingat ingat bagaimana wujud dari roh pedangnya.


"Hah?! Bagaimana mungkin?! Ini tidak adil! Seharusnya aku bertukar denganmu tadi!" Protes Feng Ying. "Shan Ming begitu menyebalkan! Seharusnya kau yang bersamanya. Sementara aku dengan wanita yang kau katakan tadi, hah.. Kenapa nasibku begitu buruk seperti ini sekarang? Hah.. Kasihan sekali diriku.." Feng Ying mulai mengatakan keluhan keluhannya pada Wang Chen.


Sementara, Wang Chen hanya mendengarkan sambil senyum senyum. Ia terkadang pun terkekeh geli mendengar ucapan Feng Ying.

__ADS_1


__ADS_2