Feng Ying

Feng Ying
101 -Menghitung Ikan?


__ADS_3

Feng Ying terus berkultivasi di bawah air terjun selama beberapa bulan. Di tempat ini, Qi sangat sedikit. Hasilnya tak sebanding dengan dinginnya air terjun. Walaupun begitu, Feng Ying tetap mematuhi ucapan ayahnya.


Beberapa kali, Zhang Jiangwu akan memberikan makanan pada Feng Ying. Agar anak itu tidak kelaparan. Karna bagaimanapun, Feng Ying masihlah seseorang yang baru saja awal dalam berkultivasi. Kekuatannya juga barulah sedikit. Sehingga ia membutuhkan makan setiap harinya.


Pelatihan Feng Ying dalam kultivasi berakhir setelah 4 bulan berlalu dan ia berada di tingkat Qi foundation saat ini. Iapun diajak oleh ayahnya untuk pergi lagi ke suatu tempat. Ia tidak tau ayahnya akan membawanya kemana. Tapi yang pasti, Feng Ying akan terus mengikutinya.


Setelah belasan menit berjalan, akhirnya mereka sampai di depan sebuah danau yang cukup luas. Terlihat air danau yang begitu jernih membuat siapapun akan kagum dengan keindahannya. Di dalam danau, nampak ikan yang sangat banyak berenang kesana kemari. Seluruh ikan di tempat ini berwarna oren dan memiliki ukuran berbeda beda. Walau begitu, ukurannya tidak akan lebih dari 30 cm.


Feng Ying menatap danau dan isi di dalamnya dengan kagum. Iapun berbicara tanpa menatap Zhang Jiangwu, "Ayah.. Untuk apa kita ke tempat ini?"


"Di tempat ini, kau harus melakukan pelatihan berikutnya." Ucap Zhang Jiangwu datar.


"Pelatihan selanjutnya?" Feng Ying mengernyitkan kening bingung. "Di tempat ini?"


"Ayah ingin kau menghitung semua jumlah ikan yang hidup di danau ini dan kau juga tidak boleh menyentuh mereka sama sekali. Itu adalah pelatihan kedua yang kuberikan untukmu. Kau harus bisa melakukannya dalam waktu 3 hari. Bila gagal, maka hukuman menantimu." Ucap Zhang Jiangwu dingin.


Feng Ying menatap Zhang Jiangwu dengan terkejut, "Bagaimana mungkin aku menghitung jumlah ikan di danau ini?! Itu tidak mungkin! Mustahil! Apa tidak ada pelatihan lainnya saja, selain ini?"


Zhang Jiangwu menatap dingin anaknya tepat pada iris mata anak itu sehingga membuatnya sedikit ketakutan, "Aku sudah mengatakan agar kau tidak membantah ucapanku. Kau hanya perlu mematuhi instruksiku tanpa membantahnya."


Feng Ying menelan ludah dengan kasar, "T-tapi bagaimana mungkin aku menghitung ikan yang ada di danau luas ini?"


"Itu urusanmu. Bukan urusanku. Aku hanya ingin agar kau melaksanakan intrsuksiku dengan baik." Zhang Jiangwu membalikkan tubuhnya sehingga memunggungi Feng Ying, "..Dan satu lagi, ikan di danau ini hanyalah hewan biasa. Makanan mereka adalah daging. Jadi mereka akan saling memakan sesama mereka, karna tidak ada yang memberikan mereka makan. Daging apapun yang masuk ke dalam danau, maka dia akan langsung diincar oleh ikan ikan di danau. Maka dari itu, aku melarangmu menyentuh mereka. Tapi bila kau juga nekat, maka itu bukan salahku, bila kau tercabik cabik dan menjadi makanan bagi mereka."


Zhang Jiangwu mengatakannya seolah tanpa beban sama sekali. Setelah itu, ia langsung pergi meninggalkan anaknya yang terdiam setelah mendengar penjelasan darinya. Hanya satu kata yang pantas diucapkan pada Zhang Jiangwu saat ini. 'Kejam!'


Ia begitu keras memperlakukan Feng Ying saat berlatih. Padahal, Feng Ying hanyalah seorang bocah berumur 6 tahun yang masih kurang pengalaman. Lalu, dia menyuruh Feng Ying menghitung ikan dalam danau?! Yang benar saja!

__ADS_1


Feng Ying kini mulai menatap danau setelah ayahnya sudah tidak ada dalam pandangan. Ia mulai memperhatikan dengan baik, bila beberapa ikan kini saling menyerang secara individu dengan individu. Lalu, ada juga yang saling memakan satu sama lain. Ia pun mencoba untuk memasukkan tangannya ke dalam danau--memastikan ucapan Zhang Jiangwu tadi.


Tak lama setelah Feng Ying memasukkan tangannya, benerapa ikan langsung menghampiri Feng Ying dan hendak menerkam tangan mungil itu. Namun untungnya, Feng Ying segera menarik tangannya keluar dari dalam danau. "Heh, seenaknya saja ingin memakanku!", bocah itu mendengus kesal memandang ikan ikan yang berenang di dalam danau.


"Bagaimana caraku menghitung mereka? Tidak mungkin aku menceburkan diri dan membuat semua ikan mengelilingku." Gumam Feng Ying. "..Belum selesai aku menghitung mereka, mereka yang akan lebih dulu memakanku dan mencabik cabik tubuhku."


Feng Ying terlarut dalam pikirannya. Ia berfikir keras, cara apa yang harus ia lakukan untuk melakukan pelatihan kedua ini. Ia mengembangkan senyum di bibir mungilnya kala mendapatkan ide, "Kalau begitu, aku akan memasukkan daging ke danau. Bila seperti itu, maka ikan akan berkumpul dan memakannya. Disaat seperti itulah, aku bisa menghitung mereka."


Feng Ying segera berlari pergi dari danau, berniat mencari hewan buruan yang akan ia jadikan makanan untuk ikan di danau.


***


Belasan menit kemudian, Feng Ying kembali dengan menyeret seekor demonic beast harimau yang berukuran tidak lebih dari 1 meter. Ia nampak berkeringat karna kelelahan membawa mayat harimau ini dan bertarung dengannya. Lagi pula, ia belum diajarkan bertarung maupun berlatih fisik saat ini. Jadi ia melakukan semua sebisa mungkin.


Feng Ying dengan susah payah melemparkan mayat harimau ke dalam danau dan seketika itu juga, banyak ikan berkerumun. Feng Ying terengah engah. Ia sedikit mengangkat wajahnya yang tertunduk lelah untuk mulai menghitung ikan. "Eh?"


Feng Ying terkejut karna tiba tiba saja mayat yang dibawanya sudah menghilang begitu saja. "K-kemana.. Mayat itu?"


"C-cepat sekali.. Bila aku yang berada di posisinya maka..," Feng Ying bergidik ngeri ketika membayangkan menjadi mayat harimau tadi. "Tapi.. Kenapa tidak ada sisa tulangnya sama sekali? Apa mungkin mereka memakan habis semuanya?"


Feng Ying semakin bergidik ngeri. Iapun memikirkan cara lain yang lebih baik untuk menyelesaikan pelatihan keduanya.


Sudah sehari Feng Ying habiskan untuk berfikir dan melakukan rencana. Namun semua itu tidak berguna sama sekali. Apapun yang dirinya lakukan, maka percuma.


Feng Ying terduduk lelah di dekat danau, "Arrgh! Susah sekali!" Celetuknya.


Ketika Feng Ying sudah menghitung ikan yang ke-6, tiba tiba ikan itu dimakan oleh ikan lain. Sehingga sekarang Feng Ying harus menghitung dari awal. Tetapi sekeras apapun dan secepat apapun dia mencoba menghitungnya, tidak ada hasil sama sekali.

__ADS_1


"Aarrgghh! Bagaimana caranya agar aku bisa menghitung mereka?!" Kesel Feng Ying. Karna terlalu fokus dengan pelatihannya, dirinya sendiri bahkan melupakan makan.


Feng Ying merebahkan diri di atas rerumputan di samping danau. Ia merasa sangat lelah.


"Ayah ingin kau menghitung semua jumlah ikan yang hidup di danau ini dan kau juga tidak boleh menyentuh mereka sama sekali. Itu adalah pelatihan kedua yang kuberikan untukmu. Kau harus bisa melakukannya dalam waktu 3 hari. Bila gagal, maka hukuman menantimu."


Ucapan ayahnya kemarin kembali terngiang di telinga Feng Ying. Ia tidak bisa memikirkan hukuman apa yang ayahnya itu berikan nanti. Karna sekarang, ayahnya sudah berubah. Feng Ying menghela nafas, "Hah.. Menghitung jumlah ikan yang hidup di danau.. Bagaimana cara--"


Feng Ying tiba tiba tersenyum ketika mendapatkan ide. Ia langsung berdiri dengan tegap dan langsung memperhatikan sekeliling, seakan mencari sesuatu.


***


Keesokannya, Feng Ying berdiri di samping danau. Tadi dirinya baru saja makan buah buahan dan sekarang dirinya ingin segera menyelesaikan pelatihan kedua ini. Jadi ia segera pergi ke tempat ini dengan membawa wadah air yang terbuat dari bambu.


"Hehe.. Setelah ini, maka selesai." Gumamnya dengan kekehan kecil. Feng Ying membuka penutup wadah air dan langsung membuang isi di dalamnya ke danau. "Tidak ada larangan untukku membunuh mereka, 'kan?", ia tersenyum miring.


Air di dalam danau terlihat mulai berubah warna menjadi kehijauan. Bahkan, kini muncul beberapa ikan yang mengambang di atasnya dan terlihat kesulitan bernafas.


Feng Ying tersenyum puas. Karna kerja kerasnya untuk membuat racikan di dalam wadah air tadi ternyata berhasil. Sebenarnya, ia memasukkan racun ke dalam air danau. Tentunya racun ini hanya bisa digunakan untuk mencemarkan air saja.


Ia sedari kemarin mencari semua bahan yang dibutuhkan. Setelah selesai, maka dirinya langsung membuat racun sesuai dengan langkah langkah pada buku yang pernah dibacanya. Maka inilah hasilnya, Feng Ying berhasil membuatnya setelah 3 kali percobaan.


Kini, terlihat semua ikan mengambang di atas permukaan air danau. Mereka semua sudah mati, setelah belasan menit. Feng Ying melemparkan wadah air yang digunakannya untuk menyimpan racun tadi ke sembarangan arah. Ia tersenyum lebar, "Dengan ini, maka aku tak perlu menghitung jumlah ikan yang hidup di danau. Karna mereka semua sudah... Mati."


Feng Ying terus tertawa. Hingga tawanya harus ia hentikan ketika kepalanya tiba tiba menjadi pusing. Ia memeganginya dan memejamkan mata dengan kuat. "K-kenapa aku merasa pusing..?"


Mungkin Feng Ying belum membaca bukunya sampai akhir. Bila seseorang bersentuhan terlalu lama dengan racun yang dapat mencemarkan air, maka dirinya akan merasakan pusing dan akan pingsan berhari hari.

__ADS_1


Tubuh kecil Feng Ying mulai lemas dan langsung terjatuh ke depan. Matanya sudah terpejam sepenuhnya saat ini dan tak mengetahui bila seseorang berjalan mendekat padanya.


Sekilas, terlihat bila pria itu melihat ke arah danau dan menggelengkan kepala melihat kondisinya. "Aku bahkan tak pernah terpikirkan untuk melakukannya. Kukira, dia hanya akan membunuh ikan di danau satu persatu." Gumamnya. Ia tak lain adalah Zhang Jiangwu.


__ADS_2