
Pemuda yang ditemui Wang Chen mengajak Wang Chen ke sebuah jalan buntu yang sepi. Ia masih saja memunggungi Wang Chen sejak tadi.
"Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan?" Ucap Wang Chen setelah mereka berhenti di tempat sepi.
"Aku ingin kau menjelaskan sesuatu padaku." Ucapnya.
"Menjelaskan? Apa yang harus kujelaskan padamu? Aku bahkan tak mengenalmu."
Pemuda yang berdiri di hadapan Wang Chen berbalik dan berdiri menghadap Wang Chen, "Kau yakin tidak mengenalku?" Ia membuka tudung jubah yang ia kenakan membuat rambutnya yang berwarna kuning terlihat.
Wang Chen pun mulai mendongak ke atas untuk melihat wajahnya. Karna sejak pertemuan tadi, ia tidak mau menatap wajah pemuda itu secara langsung. Namun kini, ia ingin mengetahui siapa pemuda itu.
Mata Wang Chen terbelalak kaget ketika mengetahui dan mengenal siapa orang yang kini tengah berada di hadapannya. "K-kau.. Kau kakak Ying."
Pemuda di hadapan Wang Chen adalah Feng Chao. Ia tanpa sengaja melihat Wang Chen masuk ke dalam restoran saat tadi. Walaupun wajahnya terus menunduk dan sebagian wajahnya tertutupi topi jerami, tapi ia yakin bila itu adalah Wang Chen. Sebelum dirinya pergi ke meja Wang Chen, dirinya pun sempat mendengar apa yang didengar oleh Wang Chen. Ia sendiri kesal dan marah ketika orang orang mengatakan itu. Namun ia tidak boleh bertindak gegabah. Jadi dirinya hanya bisa diam.
"K-kenapa kau bisa ada di sini?" Ucap Wang Chen yang masih terkejut.
"Apa kau sudah mengingatku?" Ucap Feng Chao dengan datar.
Wang Chen mengangguk angguk. "Kenapa kakak bisa ada di sini?"
"Kita bertemu secara tak sengaja. Aku memiliki pertanyaan untukmu." Ucap Feng Chao yang langsung pada inti pembicaraan, "Apa yang sebenarnya terjadi saat kalian berada di istana kekaisaran Liu? Dan kenapa saat ini Ying'er tak ada bersamamu?"
Wang chen menggigit bibir bawahnya dan menunduk merasa ragu untuk bercerita.
"Jangan diam saja. Cepat katakan padaku, apa yang terjadi saat itu?!" Tegas Feng Chao.
Wang Chen menarik nafas panjang dan mengeluarkannya. Ia pun mulai menatap Feng Chao dan menceritakan apa yang ingin diketahui olehnya. Ia bercerita dimulai dari tujuannya ke istana sampai hingga akhirnya ia berpisah dengan Feng Ying. Ia tidak menceritakan bahwa dirinya pernah mati saat disiksa oleh Feng Ying. Ia hanya mengatakan bila dirinya disekap dan bertemu dengan Feng Ying di tempat itu. Ia mengatakan bisa keluar dari sana karna ditolong oleh seseorang. Ia tak mau mengatakan tentang rahasianya pada kakak Feng Ying ini. Jadi terpaksa ia berbohong.
Feng Chao menggertakkan giginya kala Wang Chen telah selesai menjelaskan semua hal padanya. Ternyata firasatnya benar, Feng Ying telah dikendalikan iblis itu. Ia langsung mencengkram kerah Wang Chen dengan kuat secara tiba tiba. Bahkan karna pergerakannya itu, topi jerami Wang Chen langsung terlepas dari kepalanya.
Tatapan Feng Chao nampak tajam saat menatap Wang Chen. "Ini semua karna ulahmu! Kau yang menyebabkannya jadi seperti ini! Seharusnya sejak awal, kau jauhi Ying'er! Jangan pernah dekati dia lagi!"
Wang Chen sendiri tak mencoba melawan Feng Chao. Ia juga tidak mengelak ucapan pemuda itu. Karna apa yang dikatakannya memang benar. Ia yang sudah menyebabkan Feng Ying menghilang.
"Aku tahu, aku 'lah yang salah. Aku yang sudah menyebabkan ini semua terjadi." Wang Chen menundukkan wajahnya. Tak lama kemudian, ia kembali mengangkatnya dan menatap Feng Chao, "Tapi aku akan memperbaiki kesalahanku. Aku, akan menyadarkan Ying kembali! Aku tidak akan membiarkan iblis itu menguasai tubuh Ying selamanya!"
Feng Chao memperhatikan wajah Wang Chen. Tidak ada ekspresi yang memperlihatkan bila pemuda itu sedang bercanda atau mencoba menghindar dari amarahnya hanya dengan kata kata seperti itu. Tatapan Wang Chen nampak serius dan sungguh sungguh. Ia pun langsung mendorong tubuh Wang Chen hingga membuat pemuda itu termundur beberapa langkah ke belakang.
"Untuk kali ini saja dan untuk terakhir kalinya, aku.. mempercayakan keselamatan Ying'er.. padamu." Ucap Feng Chao dengan datar. Tatapannya saat ini terlihat mengandung kemarahan dan kesedihan. Tapi ia tetap bisa berbicara dan berekspresi datar.
__ADS_1
"Jangan kecewakan aku. Buktikan padaku tentang ucapanmu itu. Bila kau tidak bisa membuktikannya dan tak bisa membuat Ying'er sadar kembali, maka aku akan mencarimu dan membunuhmu." Lanjut Feng Chao dengan tatapan intimidasi.
Setelah mengatakan itu, Feng Chao berbalik dan memunggungi Wang Chen. Ia pun langsung melompat tinggi dan menapak di atas atap rumah penduduk yang ada di hadapannya.
Wang Chen memandang kepergian Feng Chao. Ia pasti.. akan berusaha sebisa mungkin.
"Ying, tunggu aku. Aku pasti, akan menemuimu dan membawamu kembali." Gumam Wang Chen dengan tatapan serius dan sedih secara bersamaan.
***
Seminggu kemudian, para kultivator dari berbagai benua mulai berkumpul dan berdatangan ke benua timur menggunakan mantra teleportasi. Banyak orang orang kuat yang dikumpulkan untuk menghabisi Feng Ying. Karna dia adalah orang yang diincar semua orang untuk dibunuh.
Bahkan keluarga pembunuh bayaran bunga kematian yang tak lain adalah keluarga Feng Ying, disewa untuk membantu para kultivator menghabisi Feng Ying dan kelima orang lainnya yang sudah membuat masalah di benua timur.
Tentunya tugas itu diterima oleh keluarga Feng Ying. Tapi mereka takkan benar benar melakukannya. Mereka takkan benar benar membunuh Feng Ying. Dengan adanya tugas ini, maka mereka bisa mendapatkan informasi mengenai letak dimana Feng Ying berada dengan lebih cepat. Tidak hanya mengerahkan hampir seluruh keluarganya, keluarga pembunuh bunga kematian juga mengerahkan banyak pelayannya yang mana mereka semua memiliki kemampuan bertarung yang hebat.
"Wah, mereka sepertinya sudah tak sabar bertarung dengan kita, Tuan." Ucap pria berkemampuan teleportasi. Ia berada di atas atap sebuah penginapan bersama dengan Feng Ying dan keempat anggotanya. Ia berjongkok dan menatap ke bawah yang mana di sana sudah terdapat banyak kultivator berlalu lalang. Tidak ada lagi warga biasa yang tinggal di kota atau desanya masing masing, karna kebanyakan dari mereka sudah diungsikan ke tempat yang aman oleh para kultivator atas perintah dari Kaisar di benua timur.
Bukan hanya kultivator dari sekte sekte aliran putih dan netral, tetapi kultivator aliran hitam juga bahkan akan membantu kekaisaran untuk melenyapkan Feng Ying. Lagi pula, benua timur juga adalah tempat tinggal mereka dan untuk kultivator sekte aliran hitam yang berasal dari bunua lain yang ikut bergabung, mereka melakukannya karna bila mereka tak segera melenyapkan Feng Ying, maka benua mereka juga akan menjadi sasaran bagi Feng Ying menyerang.
Biasanya saat kultivator aliran hitam dan putih bertemu, maka mereka akan berseteru dan saling bertarung. Namun tidak untuk kali ini. Kehadiran Feng Ying yang membuat kekacauan ternyata bisa menyebabkan dampak posotif, karna kekacauan yang ia perbuat, membuat kedua aliran ini berdamai untuk sementara waktu dan bahkan mereka saling bekerja sama.
Feng Ying menatap ke bawah dengan seringai, "Sepertinya begitu. Mereka ingin kita segera muncul. Baiklah, kita akan mulai." Ia mengarahkan telapak tangannya pada kelima bawahannya dan seketika itu, mereka semua lenyap dan berubah menjadi asap hitam terbawa angin.
Sebelum darah menetes mengenai atap penginapan, darah yang hanya beberapa tetes itu tiba tiba saja berubah menjadi banyak dan mulai terangkat ke udara, membelah menjadi banyak gumpalan darah yang mengelilingi Feng Ying.
Feng Ying melihat ke atas langit yang gelap dan hanya diterangi oleh bulan sabit tanpa bintang. Ia tersenyum, "Malam yang begitu indah~"
Beberapa kultivator yang ada di bawah kini mulai menyadari kehadiran Feng Ying karna melihat banyaknya sebuah gumpalan yang mengelilingi pemuda itu.
"Itu dia!"
"Bukankah itu Feng Ying?"
"Ya, tak salah lagi."
Tiba tiba gumpalan darah yang mengelilingi Feng Ying berubah bentuk menjadi pedang pedang yang begitu tajam. Feng Ying mengarahkan tangannya pada semua orang yang berada di bawah.
Whuusss
Pedang darah melesat ke arah para kultivator dan menusuk tubuh beberapa orang dari mereka yang belum sempat merespon serangannya.
__ADS_1
Crraashh
"Apa itu?!"
"Bagaimana mungkin?!"
"Mengerikan!"
Tubuh para kultivator yang terkena pedang dari Feng Ying nampak terbelah menjadi beberapa bagian. Padahal pedang yang mengenainya hanya satu saja. Tapi itu sudah cukup membuat satu tubuh kultivator menjadi beberapa bagian.
Pedang darah yang sudah menebas tubuh kultivator langsung berubah menjadi genangan darah dan menyatu dengan darah para korban yang mati karnanya.
Banyak kultivator yang melihat hal itu langsung takut. Karna kultivator yang mati bukanlah kultivator lemah. Mereka berada di tingkat prajurit-kaisar. Bila orang orang sekuat itu saja sudah kalah hanya dengan satu serangan Feng Ying, maka bagaimana dengan mereka yang memiliki kekuatan di bawah itu? Mereka bagaikan debu yang bisa dengan mudah disingkirkan bahkan tanpa berkedip sekalipun.
Melihat wajah ketakutan mereka, membuat Feng Ying merasa senang. Ia melompat turun dan mendarat di kelilingan para kultivator.
Jatuhnya tubuh Feng Ying membuat dedebuan yang menutupi pandangan semua orang. Tapi itu hanya sekejap, karna debu dengan cepat menghilang.
"A-aku tidak yakin kita bisa mengalahkannya hanya dengan kita semua." Ucap seorang kultivator dengan suara gemetar.
"Kalau begitu.." Seorang kultivator melemparkan peledak ke atas langit dan membuat langit menggelegar karna benda itu. Bukan itu saja, tetapi benda peledak yang dilemparkannya mengeluarkan butiran butiran cahaya yang lama kelamaan menghilang.
Suara dan cahaya itu pasti bisa dilihat dan didengar banyak orang. Dengan ini, maka bantuan akan segera datang.
"Jangan takut! Kita serang dia bersamaan! Kita berjumlah ratusan. Sementara dia, hanya seorang!" Ucap seorang pria sambil menunjuk Feng Ying menggunakan pedangnya.
"Benar.. Dia hanya sendiri. Jumlah kita lebih banyak, tidak mungkin dia bisa mengalahkan kita semua, bila kita bekerja sama!"
"Benar.. Kalau begitu tunggu apa lagi? Kita habisi dia secepatnya, singkirkan makhluk menjijikan ini dari dunia!"
"Ya! Singkirkan makhluk menjijikan itu!"
"Singkirkan!"
Feng Ying yang mendengar kata 'makhluk menjijikan' membuatnya marah. Mereka sudah menghinanya. Siapapun orang yang sudah berani menghinanya, maka ia takkan memberikan kesempatan orang itu untuk hidup!
"Berani ya.. Berani kalian menghinaku.." Ucap Feng Ying dengan senyum dingin.
Seketika, suasana terasa begitu menusuk dan mengerikan.
"Aarrkkhh!"
__ADS_1
"Aarrkhh!"
Teriakan teriakan mulai terdengar setelah Feng Ying mengatakan kata terakhirnya.