
"Bagaimana kau bisa menahan seranganku tadi? Padahal kau hanya berada di tingkat Qi condensation bintang 4. Namun, kau bisa menahan seranganku yang ada di tingkat grandmaster tingkat 6 saat tadi. Apa kau menyembunyikan kekuatan aslimu?"
Feng Ying menatap patriarch Lao dengan malas. Setelah ini, patriarch Lao pasti akan menanyakan hal lainnya. "Memangnya kenapa bila aku berkata bahwa aku memang menyembunyikan kekuatan asliku?"
Patriarch Lao masih menatap Feng Ying dengan serius, "Sudah kuduga. Jurus apa yang kau miliki sehingga aku tidak bisa melihat tingkatan kekuatanmu yang asli?"
Feng Ying menatap patriarch Lao dengan kesal. Karna apa yang ia fikirkan bahwa patriarch Lao akan menanyakan hal lainnya, ternyata benar. "Memangnya apa urusannya denganmu? Apa kau ingin belajar jurus itu dariku? Tapi maaf saja, karna itu adalah jurus keluarga. Aku tidak bisa memberitaukannya padamu."
Patriarch Lao menghela nafas, "Aku tau kau pasti akan mengatakan hal seperti itu. Karna tak mungkin orang akan memberikan jurus pada orang lain dengan mudahnya."
Feng Ying mendengus, "Itu kau sudah tau. Sekarang antarkan aku pulang."
"Junior Ying, kulihat pertama kali, kau tidak membawa seekor harimau. Namun kenapa tiba tiba ada harimau bulan bersamamu?" ucap patriarch Lao masih dengan nada seriusnya.
"Itu karna aku tak sengaja menemukan telur harimau bulan saat ujian kedua. Setelah kejadian itu, harimau bulan selalu mengikutiku dan menganggapku sebagai induknya. Kau tau, itu sangat menyebalkan!"
Patriarch Lao berkedip, "Jadi karna itu. Tapi bagaimana bisa ada telur harimau bulan di tempat ujian kedua berlangsung?"
"Kalau begitu, jangan sampai orang lain tau tentang harimau bulan yang kau miliki. Karna mereka pasti akan mengincarnya dan melakukan segala cara untuk mendapatkan harimau bulan" ucap patriarch Lao.
"Kalau begitu, bagus. Bila dia diculik, dibawa oleh orang lain, maka aku bisa terbebas darinya," Feng Ying tersenyum.
Patriarch Lao menggelengkan kepala, "Kenapa kau berfikiran seperti itu? Jangan bilang, kau memang ingin menjauh dari harimau kecil itu? Ingatlah, kau induknya. Apa kau tega melihat anakmu diculik?"
Feng Ying menatap patriarch Lao dengan kesal, "Aku ini manusia dan aku ini laki laki! Mana mungkin aku mau disamakan dengan induk harimau! Sudahlah, aku ingin pergi saja," Feng Ying langsung pergi meninggalkan patriarch Lao dengan langkah kesal.
Walaupun ia tidak tau harus kemana untuk kembali ke kamarnya, namun ia lebih baik mencarinya sendiri saja. Dari pada terus bersama patriarch Lao dan mendapatkan banyak pertanyaan lain dari pria tua itu.
Sebelum Feng Ying pergi jauh dari patriarch Lao, pundaknya segera dicengkram oleh pria tua itu. Feng Ying pun menoleh ke belakang, "Ada apa lagi? Aku ingin kembali."
"Murid yang kau bunuh pada ujian kedua."
Mendengar ucapan patriarch Lao, Feng Ying berbalik dan membuat cengkraman pada pundaknya terlepas. "Memangnya ada apa?"
"Pertama, kenapa kau tidak merasa bersalah setelah membunuh seseorang? Seharusnya anak seumuranmu akan merasa sangat bersalah setelah membunuh untuk pertama kalinya. Bahkan aku juga terkadang sedikit merasa bersalah, walaupun orang yang kubunuh adalah orang dari sekte aliran hitam yang jahat" ucap patriarch Lao dengan penasaran.
"Untuk apa merasa bersalah? Jika kau merasa bersalah dan terus mengingatnya, maka itu tidak akan berguna. Kau hanya akan dihantui oleh rasa bersalah itu sendiri."
"Aku tau tentang hal itu. Namun bagaimana bisa kau tidak merasakan apapun sama sekali setelah membunuh?"
Feng Ying tersenyum, "Aku merasakan perasaan senang setelah membunuh, perasaan lega karna sudah membunuh. Namun untuk saat ini, aku ingin menekan diriku agar tidak membunuh orang lain. Walaupun itu sangat sulit. Karna jika tidak melakukannya dalam waktu lama, maka.. Ah, sudahlah."
__ADS_1
Patriarch Lao berkedip ketika mendengar ucapan Feng Ying yang mengatakan 'perasaan senang dan lega setelah membunuh'. Apa bocah di depannya ini masih manusia? Bahkan orang orang sekte aliran hitam pun tidak akan merasa sesenang itu setelah membunuh orang lain.
"Apa kau ini sebenarnya berasal dari sekte aliran hitam, junior Ying?" ucap patriarch Lao dengan penuh selidik menatap Feng Ying.
"Heh, enak saja. Aku ini bukan dari sekte aliran hitam maupun sekte aliran putih. Aku ini netral, tak memihak pada siapapun. Aku tidak akan melakukan perintah orang lain, bila aku tidak menginginkannya," Feng Ying mendengus. Apa yang dikatakannya tadi tentang rasa senang dan lega memang benar. Ia memang sering merasakannya.
"Sebenarnya siapa yang sudah mendidik bocah ini? Sampai membuatnya seperti itu?" batin patriarch Lao. Ia masih memperhatikan Feng Ying dengan penuh selidik.
"Apa kau masih memiliki keluarga, junior Ying?"
"Tentu saja. Tapi kusarankan agar patriarch Lao tidak menemui mereka. Bila dilihat dari fisik patriarch, kau tidak akan sanggup bila hanya ingin masuk ke dalam kediamanku," ucap Feng Ying dengan jujur. Selama berbicara dengan patriarch Lao, dia tidak berbohong sama sekali.
Patriarch Lao mengerutkan kening, "Apa mereka sekuat itu? Apa keluargamu lebih kuat dariku, hingga aku juga bahkan tidak bisa untuk hanya masuk ke dalam kediamanmu?"
"Bila ingin masuk ke dalam kediamanku, patriarch harus memakai kekuatan fisik untuk bisa melakukannya. Bila fisik patriarch lemah, maka kau tidak akan bisa masuk ke dalam, setinggi apapun ilmu kultivasi patriarch."
"Sebenarnya apa yang dia maksudkan?" batin patriarch Lao yang tidak mengerti.
"Ah, lupakan itu. Pertanyaanku yang kedua, kenapa kau membunuh murid sekte bintang sampai keadaannya seperti ini," patriarch mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin ruang miliknya.
Setelah benda itu keluar, bau anyir darah dan pemandangan menjijikan terlihat. Patriarch Lao bahkan memalingkan mukanya untuk tidak melihat pemandangan menjijikan itu. Rasanya ia ingin muntah ketika melihat keadaan murid sekte bintang yang dibunuh oleh Feng Ying.
Patriarch Lao memasukkan kembali mayat yang ia keluarkan. Karna ia sendiri tidak tahan. Bukan hanya karna baunya saja, namun karna keadaannya yang mengenaskan. Orang orang sekte aliran hitam pun tidak mungkin melakukan hal sekejam itu untuk membunuh korbannya.
Setelah mayat itu sudah tidak ada, patriarch Lao membuka suara, "Kenapa kau membuat keadaannya sampai seperti itu? Orang sekte aliran hitam bahkan tidak akan berbuat sampai seperti apa yang kau lakukan," patriarch Lao memandang Feng Ying dengan ketidakpercayaan.
Bagaimana bisa bocah berumur 12 tahun itu melakukan hal sekejam ini? Dia sendiri tak percaya bahwa orang yang membuat keadaan mayat murid sekte bintang sampai seperti itu hanyalah seorang bocah berusia 12 tahun.
"Kenapa kau memandangku dengan seperti itu, patriarch Lao? Sudahlah, sebaiknya katakan apa lagi yang ingin kau bicarakan. Aku ingin segera pergi" ucap Feng Ying dengan agak kesal.
"Aku hanya ingin memperingatkanmu. Orang orang sekte bintang pasti tidak akan terima dengan muridnya yang tewas. Terlebih dengan kondisi yang dimilikinya. Jadi kau harus bersembunyi dari mereka karna mereka pasti akan mencarimu dan membuat perhitungan."
"Perhitungan? Memangnya mereka akan belajar berhitung padaku, ya?", Feng Ying tersenyum mengejek.
"Jangan meremehkan mereka. Walaupun mereka hanya sekte menengah, namun mereka juga cukup kuat. Tidak mungkin kau bisa menang melawan mereka semua. Jadi sebaiknya bersembunyi saja. Bila kau berhasil menjadi murid sekte ini, maka kami akan melindungimu. Pilihan terbaik adalah kau harus bisa menjadi murid di sekte ini. Jika kau tidak tau harus bersembunyi dimana."
Feng Ying menggelengkan kepala, "Tidak! Aku tidak akan bersembunyi. Apalagi bersembunyi dibalik nama murid sekte phoenix api. Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri. Kau tidak perlu ikut campur."
"Tapi.. Baiklah, terserah kau saja," patriarch menghela nafas pasrah. Ia sebenarnya ingin Feng Ying masuk ke sekte phoenix api. Namun itu juga tergantung dari menang atau tidaknya bocah itu.
"Sekarang antarkan aku kembali ke kamarku, patriarch Lao" ucap Feng Ying.
__ADS_1
"Eh? Kenapa aku? Kenapa tidak kau sendiri saja?"
"Karna patriarch Lao yang membawaku kemari. Jadi patriarch Lao juga yang harus mengantarku kembali. Lagi pula, aku tidak mengetahui letak kamarku."
"Huft.. Baiklah."
Patriarch Lo langsung memegang kerah belakang Feng Ying dan membawa bocah itu pergi dengan cara terbang.
"Hei, kenapa kau membawaku dengan cara seperti ini lagi, patriarch?" protes Feng Ying.
"Ini hukuman untukmu karna sudah malam seperti ini belum juga tidur."
"Hah?! Bukankah kau yang membawaku kemari patriarch?! Kenapa aku yang disalahkan?! Ini tidak adil. Menyebalkan! Lain kali aku tak ingin menemuimu bila kau sendiri yang menginginkannya!" teriak Feng Ying.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
*Immortal
__ADS_1