
Wang Chen menatap kedua tangannya dengan bingung. Ia mengamati seluruh tubuhnya. Semua luka yang ada di tubuhnya sudah menghilang. Pakaiannya pun terlihat bagus. Tidak ada sobekan dan terlihat bersih dari darah maupun debu. Tubuhnya yang tadi penuh dengan darah pun sudah bersih. Bahkan tangannya yang terpotong pun menyatu kembali.
Beberapa saat lalu, Wang Chen terbangun dengan tangannya yang sudah menyambung kembali. Saat dirinya mencoba memahami situasi dan mencoba melepaskan rantai, rantai yang mengikatnya langsung terlepas, bahkan sebelum Wang Chen mulai melepaskannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" gumamnya. Wang Chen melihat ke sekitar setelah mengamati dirinya sendiri. Tempatnya berada masih di tempat yang sama. Ia memegang kepalanya karna merasa pusing. Dirinya mulai mengingat semuanya. Semua ingatan masa depannya pun sudah ia ingat kembali. Tubuhnya terlihat masih sama, berumur 20 tahun. Wajahnya yang awalnya memakai wajah samaran pun berubah menjadi wajah aslinya.
"Ying!" Wang Chen kini teringat bila dirinya harus menemukan Feng Ying. Ia sudah tahu bagaimana cara agar bisa menyelamatkan pemuda itu. "Semoga Ying masih memegang pedang itu." Ucapnya dengan cemas.
Wang Chen memandang kedua telapak tangannya. Ia merasa bila kekuatannya bertambah. Mungkin kekuatannya sekuat dirinya yang ada di masa depan. Ia melihat kalung yang dipakainya. "D-dimana liontin itu? Kenapa hanya ada talinya saja?!"
"...Apa mungkin.. ini terjadi karna kalung itu ingin menghidupkanku kembali? Lalu karna itu, maka benda pemutar waktu itu lenyap?" Gumam Wang Chen yang menduga duga. Ia menggelengkan kepala, "Itu tidak penting sekarang! Yang lebih penting, aku harus menemukan Ying!"
***
Sudah seminggu semenjak Wang Chen berpisah dengan Feng Ying, ia sudah tidak pernah bertemu lagi dengan pemuda itu. Ia sering mencarinya, tapi ia tidak bisa menemukan pemuda itu.
Beberapa hari lalu, Wang Chen bertemu dengan gurunya, Lao Tzu tanpa sengaja. Lao Tzu yang menyadari bila itu adalah dirinya, langsung membawanya ke suatu tempat tanpa mengatakan banyak hal, karna ia langsung menarik Wang Chen tak lama setelah mereka bertemu, bahkan ia tak peduli bila Wang Chen mencoba untuk terus menolaknya dan berbicara padanya.
Patriarch Lao membawa Wang Chen ke dalam sebuah hutan, tepatnya ke gua yang ada di dalam hutan. Lao Tzu tak mengatakan apapun pada Wang Chen selama 2 hari semenjak pertemuan mereka. Hal ini membuat Wang Chen enggan untuk keluar dan pergi meninggalkan gurunya kembali dengan begitu saja.
Namun hari ke 3, patriarch Lao mulai berbicara dengan Wang Chen. Ia memarahi pemuda itu habis habisan dan meminta banyak penjelasan. Ia sudah mendengar kabar terbaru mengenai Feng Ying sebagai buronan yang berasal dari keluarga Zhang berada di istana. Bukan hanya ada pemuda itu, tetapi terdapat seorang lainnya dan seekor harimau bulan yang ikut bersama buronan kelas atas. Mereka menghabisi sebagian prajurit dan melukai sebagian prajurit lainnya. Bahkan Kaisar Liu ikut terluka.
Bisa Lao Tzu tebak, bila orang yang dimaksud adalah Wang Chen. Selain karna Wang Chen memang sudah ia ketahui telah mengikuti Feng Ying, tapi yang menguatkan dugaannya karna ada harimau bulan yang datang bersama mereka. Tak diragukan lagi, bila itu memang Wang Chen.
Setelah Wang Chen menjelaskan semuanya tanpa adanya kebohongan, Lao Tzu tidak mengatakan banyak hal. Ia menyuruh Wang Chen agar tetap di dalam gua ini dan dirinya 'lah yang akan mencari Feng Ying. Ia mengatakan ada banyak orang yang mencari Wang Chen dan ia tak mau bila muridnya ditangkap oleh orang orang. Tetapi perintah Lao Tzu langsung dibantah oleh Wang Chen. Ia mengatakan akan ikut mencari Feng Ying. Ia yang sudah mengakibatkan semua ini. Jadi dirinya harus menyelesaikan permasalahan ini.
Setelah perdebatan lama diantara keduanya, Lao Tzu mulai mengizinkan Wang Chen untuk tetap bisa mencari Feng Ying. Lalu, agar lebih cepat menemukannya, maka mereka berpisah.
Lao Tzu sudah mengetahui bila Wang Chen berasal dari masa depan yang kembali ke masa lalu, karna muridnya sudah menceritakan itu padanya. Ia sendiri awalnya terkejut dan tak percaya. Namun saat mengingat bila ada benda yang bisa membuat orang lain kembali ke masa lalu, maka dirinya sekarang percaya. Ia juga merasakan ada banyak hal yang berubah dari Wang Chen. Pemuda itu sekarang sudah menjadi lebih kuat lagi. Bahkan lebih kuat dari pada dirinya.
__ADS_1
Semenjak persetujuan ini, mereka berpencar mencari Feng Ying. Mereka tidak pernah bertemu lagi karna keduanya mencari Feng Ying di tempat yang berlawanan arah.
***
"Sepertinya sekarang sudah saatnya. Aku sudah benar benar bisa menyesuaikan kekuatanku dengan tubuhnya sekarang. Kekuatanku juga sudah mulai pulih semenjak aku mengendalikan tubuhnya sepenuhnya. Ini semua berkat darah yang dimiliki anak ini." Ucap Feng Ying dengan senyum smirk.
Kelima bawahan Feng Ying, termasuk Zhou Yan dan Zhou Yuan memandang Feng Ying dengan serius. Mereka telah mempersiapkan segalanya. Karna setelah ini, maka akan ada banyak pertarungan yang akan mereka alami. Akan ada banyak tantangan yang mereka lalui. Karna mereka.. akan melawan seluruh kultivator yang ada di benua timur. Lalu setelah itu, mereka juga akan bertarung dengan kultivator di benua lainnya.
"Semua menyebar di arah timur, selatan, barat dan utara benua timur ini. Lalu untuk Zhou Yan, kau bantu Zhou Yuan untuk menghabisi banyak kultivator di arah utara." Ucap Feng Ying dengan tatapan tajam dan iris mata merah yang berkilat memancarkan hawa kebencian.
Zhou Yan memandang Zhou Yuan sekilas. Ia pun menatap Feng Ying sambil mengangguk. Tidak ada pilihan lain, selain mengikuti perintah dari pemuda itu. "Baik!"
"Kami mengerti!" Ucap kelima bawahan Feng Ying.
Feng Ying tersenyum tipis. Dirinya mengarahkan tangannya kepada empat bawahannya. Seketika itu juga, keempat bawahannya berubah menjadi asap berwarna hitam dan menghilang.
Seorang pria yang tersisa nampak melihat ke kiri dan ke kanan dengan ekspresi bingung. Ia merasa segan untuk bertanya pada Tuannya yang masih terus tersenyum tidak jelas seperti orang gila, "Ekhem.. Em.. Tuan, saya bagaimana?"
"E-eh? K-kenapa Tuan tak mengirimkanku sama seperti yang lain saja?" Ucap pria itu dengan terbata bata.
"Buang buang Qi. Kau pergi saja sendiri ke sana dengan kemampuan teleportasimu. Bila aku yang melakukannya, maka itu hanya akan membuang Qi ku dengan percuma." Feng Ying berbalik dan memunggungi pria itu. Ia mulai berjalan meninggalkannya dan bersamaan dengan itu, tubuh Feng Ying berubah menjadi asap, lalu menghilang.
Pria yang memiliki kemampuan teleportasi nampak menghela nafas sambil memandang tempat dimana Feng Ying menghilang, "Haish.. Aku seperti dianak tirikan saja." Gumamnya. Ia pun menghilang setelah mengatakan itu.
***
Disisi Feng Ying, kini dirinya berada di menara bagian atas, tepatnya dirinya berada di balkon menara yang terletak di pusat benua timur. Menara ini berada tak jauh dari sekte phoenix api. Ia bisa melihat banyak orang berlalu lalang di atas menara yang begitu tinggi ini.
Biasanya, menara ini dipakai untuk tempat pengawasan bila ada serangan demonic beast yang masuk ke dalam kota pada zaman dahulu. Lalu orang yang menjadi penjaga dari menara akan membunyikan lonceng besar yang ada di menara untuk memperingatkan orang orang. Namun kini, menara tidak digunakan lagi. Karna sekarang tidak ada demonic beast yang menyerang kota di bawahnya ini.
__ADS_1
Feng Ying tersenyum sinis sambil memandang orang orang yang berlalu lalang di dekat menara. "Aku akan membalaskan dendamku dan menguasai dunia ini, menjadikan kalian sebagai budakku untuk selamanya. Pertarungan.. akan dimulai."
***
"Sebenarnya dia ada dimana? Kabar yang kuterima dia berada di kekaisaran Liu. Tapi sekarang dia ada dimana?" gumam seorang pemuda yang nampak berusia 25 tahun. Ia adalah Feng Chao.
"Sia sia saja aku mencoba memisahkan mereka. Mereka sulit dipisahkan." Kesalnya.
POV Feng Chao~
Seminggu yang lalu, ibu mengatakan padaku dan pada yang lainnya bila adikku yang keras kepala itu menghilang. Ibu sampai khawatir sekali saat itu. Padahal, ibu tidak pernah menemuinya setelah bertahun tahun. Tapi kenapa ibu seakan bisa mengetahui keadaan Ying'er? Apa ini yang disebut insting seorang ibu?
Aku tidak mengerti. Tapi karna ibu sangat khawatir dan mengatakan pada kami semua agar kami mencari Ying'er, jadi kini aku mencarinya. Aku mendengar kabar bila Ying'er saat itu berada di istana kekaisaran Liu. Dia dan dua temannya menghabisi sebagian prajurit. Mereka juga melukai sebagian prajurit lain. Bahkan Kaisar terluka. Ying'er pasti berusaha melarikan diri saat itu.
Kenapa dia ceroboh sekali, hingga identitasnya bisa diketahui orang lain? Itu tidak seperti adikku yang kukenal. Karna adikku yang kukenal, walaupun dia kurang ajar dan blakblakan, tapi dia bukan orang yang ceroboh. Apalagi kecerobohannya sampai membuat identitasnya diketahui orang lain.
Saat pertama kali identitasnya diketahui, mungkin itu karna dia yang kehilangan kendali? Tapi bagaimana mungkin dia melepaskan seseorang saat hasrat membunuhnya itu muncul? Apa mungkin memang benar bila orang yang terlepas dari Ying'er saat itu memiliki kertas teleportasi dan membuatnya bisa pergi dari Ying'er dengan cepat, sebelum Ying'er membunuhnya? Lalu bagaimana dengan kedua temannya itu? Bagaimana bisa Ying'er tidak menghabisi mereka? Padahal pada saat itu, mungkin dua temannya sedang ada bersamanya.
Tapi sudahlah, itu sekarang tidak penting. Karna semua sudah terlambat. Identitasnya sudah diketahui sampai ke berbagai benua. Sekarang yang harus kupikirkan adalah keberadaan Ying'er dan mengetahui bagaimana kejadian yang terjadi saat itu hingga membuat orang lain melihat identitas asli Ying'er.
Tapi siapa yang bisa kutanyai tentang ini? Aku saja tak bisa menemukan adikku itu. Lalu siapa orang yang tepat yang bisa kutanyai tentang ini? Ibu juga bahkan mengatakan bila Ying'er menghilang. Tapi apa maksudnya itu? Apa maksud dari kata menghilang? Apa mungkin.. tidak.. tidak.. kuharap apa yang kupikirkan bukanlah kenyataannya. Kuharap ini hanya pikiranku saja, bila tubuh Ying'er.. sudah diambil alih sepenuhnya oleh iblis itu.
Aku harus segera menemukannya.. agar aku bisa memastikan keadaan–
Tunggu dulu!
Apa aku cari saja orang bernama Chen Chen itu? Lagi pula, dia selalu bersama Ying'er. Aku mungkin bisa menanyakan kejadian yang sudah terjadi saat di istana kekaisaran Liu padanya. Tapi.. mungkin dia juga sedang bersama Ying'er. Bila aku ingin menanyakan kejadian itu padanya, maka aku juga harus menemukan Ying'er dan aku pun bisa menanyakannya pada Ying'er. Jika seperti itu, sama saja aku tak perlu bertanya pada orang bernama Chen.
Argh, lupakan! Sebaiknya aku tidak memikirkan ini terlebih dahulu, karna ini hanya membuatku pusing saja!
__ADS_1
POV Feng Chao End~