
"T-tapi 'kan kau bisa mengatannya terlebih dahulu bila ingin meminjamnya. Aku juga akan mengizinkanmu melihatnya sebentar." Wang Chen masih mengelus kepalanya yang benjol.
"Terserah aku saja!" Feng Ying menatap Wang Chen dengan angkuh.
Wang Chen mendengus melihat Feng Ying yang bersikap angkuh di hadapannya. "Kalau begitu, jangan lama lama. Jangan sampai hilang!"
"Baiklah.. Baiklah.. Kau tidak perlu mencemaskan itu."
Feng Ying mulai melihat liontin kalung yang ada di tangannya. Liontin nampak berbentuk seperti setengah bentuk daun, berwarna hijau bercampur keemasan. Feng Ying mengambil gelang yang diberikan putri Liu Mei dan mengambil liontinnya saja. Sementara tali dari gelang, ia membuangnya. "Sepertinya ukuran liontinnya dengan liontin ini sangat sesuai. Sebagian liontin putri bisa masuk ke liontin Chen." Batinnya.
Feng Ying mulai memasukkan liontin dari putri Liu Mei ke dalam celah yang ada di liontin Wang Chen. Ukurannya sangat tepat. Sebagian liontin Liu Mei bisa masuk ke celah liontin Wang Chen. Feng Ying tersenyum. Tak lama dari itu, kedua liontin tiba tiba bercahaya.
Wang Chen terkejut ketika melihatnya. Ia terus menatap liontin yang dipegang Feng Ying.
Beberapa saat kemudian, liontin Wang Chen dan Liu Mei bersatu. Kini liontin tidak ada dua. Tetapi hanya ada satu, karna keduanya bersatu dan berubah menjadi liontin berbentuk satu daun berwarna biru serta hijau.
"A-apa yang terjadi?" Ucap Wang Chen setelah cahaya dari liontin memudar dan memperlihatkan bentuk liontin saat ini.
Feng Ying menyodorkan liontin di tangannya kepada Wang Chen. "Ternyata bagian yang hilang dari benda pemutar waktu adalah liontin milikmu." Ia tertawa senang.
Wang Chen mengerutkan kening ketika mendengar ucapan Feng Ying, "Benda pemutar waktu? Apa itu? Apakah benda seperti itu dapat mengembalikan waktu?"
Feng Ying mengangguk, "Benda pemutar waktu dapat memutar waktu. Misalnya saja, kau ingin waktu ini kembali seperti dua tahun lalu, maka kau bisa melakukannya. Kau juga bisa memutar waktu dunia ini menjadi satu tahun kemudian."
Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying, "Lalu bagaimana menggunakannya?" Ucapnya antusias.
Feng Ying menggelengkan kepala, "Aku juga tidak tahu."
Wang Chen mendengus kesal, "Ternyata kau tidak berguna. Kau bilang, kau luar biasa. Seharusnya kau mengethui cara menggunakannya."
Feng Ying menjadi kesal karna Wang Chen mengatakan bila dirinya 'tidak berguna'. Ia pun langsung memukul kepala pemuda itu dengan keras.
"Aduh.. Sstt.. Ying.." Wang Chen merintih kesakitan.
Tidak sampai di sana, Feng Ying langsung menarik telinga Wang Chen dan membuat pemuda itu semakin merintih kesakitan. "A-aahk, Y-Ying.. Ssstt.. S-sakit.. Lepaskan aku!" Ucap Wang Chen.
Feng Ying mendengus kesal, "Bila ingin aku melepaskanmu, tarik dulu ucapanmu!"
"Ucapan apa? Dan bagaimana cara menarik ucapan? Ucapan tidak bisa ditarik, sstt.. Ahkk, lepaskan!"
Feng Ying semakin menarik telinga Wang Chen ke bawah. Ia pun melepaskannya dengan kasar, "Huh!"
Wang Chen memegangi telinganya yang merah, "Sstt.. Sakit.."
"Rasakan itu!" Feng Ying mendengus kesal.
Wang Chen memasang ekspresi cemberut. Telinganya sangat merah, "Uh.. Sakit.. Bagainana bila telingaku lepas nanti?!"
"Tidak akan. Bila aku memotongnya, baru telingamu akan lepas. Apa kau ingin mencobanya?" Ketus Feng Ying.
Wang Chen menutupi kedua telinganya, "T-tidak, jangan!"
__ADS_1
Feng Ying terkekeh pelan melihat ekspresi Wang Chen. Ia pun berhenti tertawa dan berucap, "Aku kembalikan liontinmu." Ia pun melemparkannya pada Wang Chen dan langsung ditangkap pemuda itu. "Aku tidak tahu cara memakainya. Bila aku tahu nanti, maka akan aku gunakan. Untuk sekarang, liontin itu disimpan olehmu. Jaga baik baik."
Wang Chen menatap Feng Ying beberapa saat. Ia pun mengangguk, "Aku mengerti. Lagi pula, aku takkan membiarkan liontin ini hilang." Ia pun memakai kalungnya kembali dan memasukkan liontin ke dalam pakaiannya, agar tidak dapat dilihat orang lain.
***
Selama beberapa hari, Wang Chen, Feng Ying dan Wang Feng tinggal di hutan. Ini dilakukan bukan tanpa sebab. Tetapi Feng Ying ingin ketenangan. Ia tidak mau diganggu banyak orang. Jadi mereka masih di tempat ini.
Feng Ying menatap Wang Chen yang bersandar pada batang pohon dan sedang tertidur. Ada pula Wang Feng yang tidur di dekat Wang Chen. Feng Ying menghela nafas ketika menatap Wang Chen, "Kenapa aku tidak membunuhnya saja? Dia sudah mengetahui identitasku. Dengan aku membunuhnya, maka tidak akan ada orang yang memberitahukan identitasku." Gumamnya.
"Tapi setiap aku ingin membunuhnya, kenapa aku tak bisa melakukan itu? Seakan aku tak mau bila dia mati dan pergi dariku. Apa itu karna..." Batin Feng Ying. Ia menggelengkan kepala dengan cepat. "Mana mungkin dia menjadi orang yang berharga bagiku. Secara, dia lebih lemah dariku. Kemampuan istimewanya hanyalah elemen es yang jarang dimiliki oleh orang lain. Jadi bagaimana mungkin dia menjadi orang yang berharga di mataku? Dia bahkan tak bisa memberikanku uang." Batin Feng Ying. Ia kembali menghela nafas.
***
Akhirnya, ketiganya keluar dari hutan. Mereka sampai di depan sebuah kota besar. Tidak terlalu banyak orang yang mengantri masuk ke dalam kota. Jadi Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng bisa masuk ke dalam dengan cukup cepat setelah Feng Ying dan Wang Chen memperlihatkan token identitas pada penjaga gerbang.
"Huft.. Kukira kita tidak akan bisa masuk karna token yang kita miliki berasal dari benua timur. Tapi ternyata pikiranku salah." Ucap Wang Chen sambil menghela nafas. Ini adalah ibu kota dari sebuah kekaisaran yang ada di benua selatan ini.
Ketika ketiganya sedang berjalan diantara kerumunan, seseorang tiba tiba menarik tangan Feng Ying menjauh.
"Eh, Ying!" Wang Chen pergi menyusul. Begitupun dengan Wang Feng.
Feng Ying telah tiba di jalan sempit. Feng Ying tersentak karna tiba tiba dirinya dibawa ke tempat ini. Ia berucap kesal, "Siapa kau?! Kenapa kau membawaku ke tempat ini?!" Ia pun melihat pelaku yang sudah menarik tangannya tadi.
"Ying'er.."
Feng Ying tersentak ketika melihat orang yang membawanya kemari. Suara orang itu tidak berubah sama sekali semenjak terakhir kali ia melihatnya di suatu tempat. Lalu yang membuat Feng Ying dapat mengetahui identitasnya dengan sangat mudah adalah warna iris matanya yang merah. "K-kau.. Kenapa kau di sini?"
Iris mata orang itu kini berubah kembali menjadi warna biru. Ia memakai jubah dan tudung berwarna putih yang menutupi kepalanya. Ia membuka tudung jubahnya dan memperlihatkan rambutnya yang berwarna kuning. Ia langsung memeluk Feng Ying. "Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi." Ucapnya.
Feng Ying melepaskan paksa pelukan orang itu dan mendorong tubuhnya, "Cih, kenapa selalu saja aku bertemu denganmu?!" Kesalnya.
Seorang pemuda yang tadi membawa Feng Ying kemari dan memeluknya nampak tersenyum tipis. "Memangnya kenapa? Apa kau tidak menyukainya?"
"Tidak!" Jawab Feng Ying cepat.
Pemuda itu tak lain adalah Feng Chao. Kakak laki laki Feng Ying yang kini sudah berumur 22 tahun.
Wang Chen dan Wang Feng berjalan cepat ke arah Feng Ying. Wang Chen langsung berdiri di depan Feng Ying sambil merentangkan kedua tangannya, seakan ingin melindungi Feng Ying dari Feng Chao.
"Jangan dekati Ying!" Ucap Wang Chen dengan tatapan tajam diarahkan pada Feng Chao.
Feng Chao mengangkat sebelah alisnya ketika melihat apa yang dilakukan Wang Chen, "Terakhir kali aku bertemu Ying'er, dia tidak bersama dengan dia. Siapa dia?" Batinnya.
Feng Ying terkekeh pelan. Namun suaranya tidak dapat didengar oleh Wang Chen. Tetapi Wang Feng bisa mendengarnya.
Nyawn?
Wang Feng menatap Feng Ying heran. Mengapa induknya itu malah tertawa? Apa ada yang lucu?
Feng Ying melirik Wang Feng, "Yang lucu adalah Chen." Ia terkekeh.
__ADS_1
Mnedengar namanya disebut, Wang Chen menjadi heran. Ia pun berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari Feng Chao. "Kenapa kau membawa bawa namaku?"
Feng Ying menggelengkan kepala. Ia pun menarik tangan Wang Chen, "Sekarang kita pergi saja dari sini. Tidak perlu mengurusinya." Ia berjalan pergi dengan menarik tangan Wang Chen.
"E-eh? Tapi Ying.." Wang Chen melirik ke belakang, dimana Feng Chao berdiri. Bagaimana bila pemuda itu membawa Feng Ying lagi? Bagaimana bila dia menyerang Feng Ying?
"Berhenti di sana, Ying'er!" Ucap Feng Chao dengan tegas. Ia kini sudah berada di hadapan Feng Ying dengan cepat, hingga ia menghalangi jalan Feng Ying.
Feng Ying menghentikan langkahnya. Sementara, Wang Chen terkejut karna melihat Feng Chao sudah berada di depan dengan sangat cepat.
Nyawn! Ggrrrr!
Wang Feng menggeram ke arah Feng Chao. Ia merasa kesal karna pemuda itu malah menghalangi jalan mereka.
Feng Ying memandang kakaknya dengan kesal, "Ada apa?"
Feng Chao memandang Feng Ying serius, Ia pun menunjuk Wang Chen menggunakan dagunya, "Siapa dia Ying'er?"
Feng Ying menghela nafas, "Memangnya kenapa? Apa urusannya denganmu?! Jangan menggangguku!"
"Katakan saja!" Ucap Feng Chao dengan dingin. Ia tentu saja ingin mengatakan sesuatu yang penting. Namun Wang Chen berada bersama Feng Ying. Ia tak mungkin mengatakan sesuatu yang ingin dikatakannya saat ini di depan orang lain.
"Dia Wang Chen!" Ketus Feng Ying.
Feng Chao memejamkan mata sejenak. Ia pun kembali membuka matanya. Tatapannya fokus pada Feng Ying, "Sekarang ikut aku terlebih dahulu. Ada yang ingin kubicarakan denganmu."
"Kau ingin berbicara apa? Katakan saja di sini." Ucap Feng Ying.
"Tapi ini penting. Ini tentang identitasmu." Feng Chao menatap Feng Ying dengan tajam.
"Identitasku? Ada apa? Katakan saja di sini. Kenapa harus repot repot pergi mencari tempat lain? Lagi pula, di tempat ini sepi." Ucap Feng Ying dengan santai.
Feng Chao tak menjawab. Ia malah menunjuk Wang Chen dengan telunjuknya.
Feng Ying pun mengerti. Ia berucap, "Tidak perlu mengkhawatirkan keberadaannya. Lagi pula, dia sudah tau siapa aku yang sebenarnya. Jadi tidak masalah bila kau ingin membahas tentang identitasku saat dia bersamaku." Ucapnya dengan santai.
Feng Chao melotot ke arah Feng Ying. Apa ia tak salah dengar?! Wang Chen sudah mengetahui identitas Feng Ying! Lalu kenapa adiknya itu tak langsung membunuh Wang Chen? Kenapa dia malah membiarkannya tetap hidup?!
"Kau tenang saja. Dia ada dalam pengawasanku." Ucap Feng Ying.
Bila Feng Ying sudah mengatakan itu, berarti tak diragukan lagi. Feng Chao menghela nafas. Ia merasa heran, mengapa adiknya sekarang malah membiarkan seseorang yang tahu identitasnya masih dibiarkan hidup? Apa ada yang salah dengan adiknya sekarang?
"Katakan saja apa yang ingin kau katakan sekarang juga." Ucap Feng Ying.
Feng Chao langsung mengambil gulungan kertas dari balik pakaiannya. Ia melemparkan itu pada Feng Ying dan langsung ditangkap pemuda itu. "Baca apa yang tertulis di sana."
Feng Ying mengerutkan kening dengan heran. Namun ia langsung membuka gulungan kertas yang dilemparkan oleh Feng Chao padanya.
Wang Chen memandang Feng Chao dan Feng Ying bergantian. Mengapa penculik itu terlihat dekat dengan Feng Ying? Apa ia salah mengira bila pemuda itu adalah penculik? Kalau begitu, siapa dia?
Feng Ying memasang ekspresi terkejut kala membaca kertas di tangannya. Ia pun menatap ke arah Feng Chao.
__ADS_1
Wang Chen merasa heran dengan ekspresi Feng Ying. Ia pun sedikit mengintip gulungan kertas yang masih dibuka Feng Ying.
"K-kau.. Darimana kau bisa mendapatkan ini?" Ucap Feng Ying dengan agak terbata bata. Ia menatap kakaknya.