
Tang Shen, Feng Ying dan beberapa murid yang mengikuti Tang Shen sudah sampai di depan pintu ruangan di mana Wang Chen berada. Di depan pintu, terlihat beberapa orang murid yang tadi memang sudah ada di sana.
"Chen di dalam? Kalau begitu, aku akan menemuinya," Feng Ying berniat masuk. Namun, beberapa murid yang ada di depan pintu menghalanginya dengan berdiri tepat di depan pintu.
"Dia belum boleh ditemui" ucap salah satu senior sambil menatap Feng Ying serius.
Feng Ying menunjuk Wang Feng yang ada di atas kepalanya, "Dia yang ingin menemui Chen."
Para murid itu melihat ke arah Wang Chen. Mereka cukup terkejut karna mengetahui bila harimau yang ada di atas kepala Feng Ying adalah harimau bulan. Namun, mereka mengendalikan diri untuk tidak terlihat terkejut. "Tetap saja tidak bisa. Dia sedang istirahat. Jangan mengganggunya."
"Kami takkan mengganggu. Lagi pula, Chen pasti senang karna bertemu lagi dengan Wang Feng" ucap Feng Ying.
"Dia sedang istirahat" ucap mereka serempak. Mereka tau, siapa yang dimaksud Feng Ying. Tak lain adalah Wang Chen yang merupakan cucu Kaisar Luo yang selamat itu dan kini tengah berada di balik pintu yang berada di belakang mereka.
Feng Ying menghela nafas kasar, "Wang Feng. Kita takkan menemuinya sekarang. Mereka menghalangi kita. Nanti saja kita menemui Chen."
Nyawn~
Wang Feng menjawab dengan nada sedih. Ekspresinya yang tadi senang karna Wang Chen masih hidup dan dirinya akan menemui bocah itu, langsung berubah menjadi kecewa dan sedih karna tak diperbolehkan menemui Wang Chen.
"Kalau begitu, aku akan pergi terlebih dahulu. Mungkin besok sore aku akan pergi menemuinya" ucap Feng Ying. Iapun berjalan pergi bersama Wang Feng yang ada di atas kepalanya.
Tang Shen tidak tau harus ikut dengan Wang Chen atau tetap diam di sini. Namun, mengingat bila Wang Chen masih berada di istana ini, ia memutuskan tetap tinggal untuk menjaga Wang Chen.
***
Feng Ying pergi keluar dari istana. Ketika melihat beberapa orang aliran putih di halaman istana, ia hanya cuek. Lagi pula, mereka tidak menahan dirinya ataupun curiga bahwa dirinya adalah orang aliran hitam. Karna Feng Ying 'lah yang memberitau mereka keberadaan Wang Chen pada saat tadi pagi.
Hari sekarang sudah agak siang. Feng Ying berjalan biasa dengan Wang Feng yang masih tetap di atas kepalanya. Mereka saat ini sudah keluar dari istana.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" ucap Feng Ying.
Nyawn!
Feng Ying tersenyum miring, "Kalau begitu bagus."
__ADS_1
Entah kenapa, setelah mendengar ucapan Feng Ying, Wang Feng merasa sesuatu akan terjadi pada dirinya.
Setelah jauh dari istana, Feng Ying langsung memegang Wang Feng di tangannya, agar Wang Feng tak jatuh. Iapun melesat dengan cepat menuju suatu tempat. Ia memang tak mengetahui di mana letak tempat yang ingin ia datangi. Namun, dirinya hanya mengikuti instingnya saja.
***
Setelah berjam jam melesat dengan cepat, Feng Ying telah tiba di kedalaman hutan dengan pepohonan yang rindang. Hari saat ini sudah siang.
Feng Ying segera menurunkan Wang Feng dan menyimpannya di permukaan tanah. Ia berlutut ke arah Wang Feng dan menatap harimau bulan itu.
"Kau akan berlatih di tempat ini. Karna di sini cukup banyak demonic beast. Kau bisa bertarung hidup dan mati dengan mereka. Karna kau memiliki energi kehidupan yang bisa kau gunakan untuk menyembuhkan lukamu yang serius, maka aku akan menolongmu bila kau sudah terluka sangat parah. Bahkan sekarat. Bila kau hanya terluka biasa saja, maka aku tetap takkan menolongmu untuk mengalahkan para demonic beast yang akan menyerangmu nanti.
Intinya, kau akan bertarung dengan demonic beast lain menggunakan kemampuan sendiri. Kau harus memiliki pengalaman berburu seperti demonic beast liar yang memiliki banyak pengalaman. Bila kau tak cukup kuat, yah.."
Feng Ying mengangkat kedua bahunya dan tersenyun enteng, "Kau akan mati."
Bocah itu mengucapkan tiga kata terakhir dengan entengnya. Seakan itu bukanlah masalah bila Wang Feng mati dan nampak seperti tak peduli dengan keadaan harimau bulan itu nantinya.
Wang Feng bergetar mendengar kata terakhir Feng Ying. Ia tidak mau mati dan pergi meninggalkan Feng Ying. Ia masih ingin berada di samping bocah itu. Jadi, dirinya akan melakukan apa yang ia bisa lakukan dengan sebaik mungkin.
N- nyawn~
Nyawn!
Wang Feng menjawab dengan tegas.
Bila warga biasa mengetahui Feng Ying menyuruh harimau kecil itu untuk berburu demonic beast, mereka pasti akan mengatakan bahwa Feng Ying tidak waras. Di dalam hutan banyak demonic yang besar dan kuat. Bagaimana mungkin harimau kecil yang nampak lemah itu dapat melakukannya?
"Bagus kalau begitu. Sekarang pergilah" ucap Feng Ying. Iapun berdiri.
Wang Feng langsung berlari semakin masuk ke dalam hutan untuk menemukan demonic beast. Sementara, Feng Ying melompat ke atas dahan pohon dan langsung melompati dahan pohon lainnya. Ia berpindah pindah tempat dengan melompati pohon di sekitar.
Feng Ying bisa dikatakan 'kejam', karna menyuruh Wang Feng yang baru saja sembuh untuk berburu. Harimau bulan itu seharusnya diberikan waktu untuk istirahat terlebih dahulu. Namun, Feng Ying tak melakukan itu dan malah menyuruh Wang Feng berburu. Feng Ying sendiri tak peduli bila Wang Feng masih kesakitan.
***
__ADS_1
Ukuran tubuh Wang Feng membesar setinggi 2 meter kala di depannya sudah ada demonic beast berwujud beruang dengan sepasang tanduk di kepalanya.
Wang Feng menyerang beruang itu dengan cakarnya. Begitupun beruang. Dia tak mungkin diam saja ketika diserang oleh Wang Feng.
Grraaoo!
Ggrrr!
Wang Feng nampak kesulitan. Pasalnya, beruang itu memiliki kekuatan yang tak jauh dengan dirinya. Ditambah, beruang itu memiliki lebih banyak pengalaman berburu. Walau begitu, Wang Feng tetap tak menyerah. Ia terus menyerang beruang dengan ganas.
***
Beberapa waktu berlalu, Wang Feng sudah mengalahkan beruang itu. Dirinya yang merasa ini sudah selesai, tiba tiba saja tersentak kala mencium aroma yang tak asing baginya.
Aroma yang bahkan terkadang membuatnya tak bisa mengendalikan diri dan ingin langsung mendapatkan benda yang mengeluarkan aroma itu.
Feng Ying tersenyum. Ia menyayat telapak tangannya dengan kukunya yang memanjang. Darah langsung keluar dari lukanya.
Aroma yang dicium Wang Feng adalah darah Feng Ying!
Darah Feng Ying memanglah darah spesial yang bahkan demonic beast pun akan tergiur untuk langsung menerkam bocah itu. Aroma darahnya yang sangat enak bagi para demonic beast, membuat demobic beast yang ada di sekitar hutan mulai berdatangan untuk mencari sumber aroma itu.
Darah Feng Ying bukan hanya menggiurkan karna aromanya yang enak bagi demonic beast. Namun juga karna darah miliknya dapat membuat demonic beast memiliki peningkatan kekuatan secara cepat bila bisa menerkam bocah itu.
Bukan itu saja, namun demonic beast itu juga dapat memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin seluruh demonic beast yang ada di dunia karna kekuatannya yang bisa bertambah kuat dengan cepat, membuatnya bisa menjadi demonic beast terkuat di dunia.
Ketika Feng Ying terluka dan darah bocah itu keluar, membuat Wang Feng yang ada didekatnya bahkan sulit untuk mengontrol diri. Namun ia bisa mengontrolnya karna mengingat bila Feng Ying induknya. Ia tak mungkin menerkam induknya sendiri.
Iris mata Feng Ying berubah merah. Iapun mengendalikan darahnya yang keluar ke arah Wang Feng dan menjatuhkannya ke atas punggung harimau bulan itu.
Luka di telapak tangannya mulai menutup. Ia pun mengubah iris matanya kembali menjadi biru ketika ia sudah meletakkan darahnya pada punggung Wang Feng.
Bila seperti ini, maka akan ada lebih banyak demonic beast yang menghampiri Wang Feng dan menyerang harimau bulan itu karna mereka mencium aroma darah Feng Ying pada tubuh Wang Feng.
Tak lama setelah itu, demonic beast yang dekat di tempat Wng Feng berada mulai bermunculan dan menyerang Wang Feng. Harimau bulan itu terkejut karna melihat bahwa demonic beast yang datang padanya semakin banyak.
__ADS_1
Mau tak mau, Wang Feng harus menghadapi mereka sekaligus. Untungnya, tak ada yang memiliki kekuatan di atas tingkat grandmaster bintang 8. Bila tidak, maka Wang Feng akan lebih kesulitan. Karna dirinya hanya memiliki kekuatan di tingkat grandmaster bintang 8 saja.
Feng Ying tersenyum riang sambil duduk di atas dahan pohon yang cukup tinggi. Dirinya terus menyaksikan pertarungan dengan tatapan antusias. Ia ingin tau, apakah Wang Feng bisa melewati ini semua, ataukah tidak.