
Seorang pemuda nampak terus mengikuti seorang wanita dari belakang. Terlihat bila wanita itu tidak nyaman terus diikuti seperti ini. Hingga akhirnya, ia membalikkan tubuhnya dan menatap pemuda itu, "Apa kau tidak memiliki kerjaan lain, selain mengikutiku?!"
Pemuda itu memberikan senyum tipis, "Aku diperintahkan Yang Mulia untuk menjaga Anda selama pesta ini berlangsung. Jadi saya tidak bisa jauh dari Anda."
Wanita itu memang sangat cantik. Namun, itu tidak cukup untuk menggerakkan hati pemuda ini untuk menyukainya.
"Cih, aku juga tahu itu! Tapi jangan terus mengikutiku seperti ini. Aku tidak suka diikuti terus oleh seseorang yang tidak kukenal!" Ucap wanita. Ia adalah 'putri kekaisaran Liu' ini, yang akan berulang tahun. Bernama Liu Mei. Kulitnya putih bersih, memiliki wajah cantik dengan rambut berwarna cokelat dan iris mata berwarna cokelat juga. Ia akan berumur 16 tahun.
"Tapi saya tak bisa melakukannya. Karna ini perintah dari Yang Mulia." Ucap pemuda itu masih dengan ekspresi ramah. Walaupun dalam hati merutuki keadaannya saat ini.
Setelah pergi bersama gurunya menemui Kaisar, ia memperkenalkan diri dan tak lama setelah berbincang bincang sebentar, dirinya ditugaskan untuk menjaga Tuan Putri selama acara pesta ini berlangsung.
Saat pertemuan itu terjadi, ia juga tahu bila gurunya merupakan teman dekat Kaisar. Ia sebenarnya tak menyangka hal ini. Ia kini kesal, bukan karna gurunya tak memberitau sejak awal tentang hubungannya dengan Kaisar, tetapi ia kesal karna tujuannya ke tempat ini bukanlah untuk menjaga seorang Tuan Putri. Tetapi hanya karna gurunya saja yang memaksanya untuk ikut menghadiri acara pesta. Karna gurunya itu diundang untuk datang. Mau tidak mau, akhirnya ia ikut. Tetapi ia juga mengajukan syarat pada gurunya agar membawa senior Zhao dan teman harimaunya bersama mereka. Akhirnya, mereka berdua pun sepakat.
Pemuda ini tak lain adalah Wang Chen. Ia tidak memiliki waktu untuk menjaga putri kekaisaran. Ada banyak hal yang harus ia lakukan. Ia harus bertambah kuat dan pergi mencari temannya. Tetapi sekarang.. Ia harus terjebak dengan pesta ini.
"Kalau saja bukan guru yang meminta.. Maka aku tak ingin melakukannya." Batin Wang Chen.
***
Di tempat lain, setelah 1 setengah jam sudah berlalu, Feng Ying segera pergi keluar dari penginapan. Ia tidak berjalan di keramaian orang orang. Tetapi, berlari dan melompat lompat di atap rumah rumah warga.
__ADS_1
Setiap langkah yang ia lakukan, tidak dapat terdengar sama sekali. Hanya sedikit angin saja yang akan terasa, bila orang lain sedang berada dekat dengannya. Itupun bila orang itu adalah kultivator yang kuat.
"Ini akan menyenangkan." Gumamnya dengan senyum miring. Ia sudah tau dimana lokasi istana, karna sudah pernah ke Ibu kota sebelumnya.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Feng Ying telah sampai di atas sebuah pohon yang berada di halaman istana. Dengan begitu mudahnya, Feng Ying masuk ke dalam istana tanpa diketahui orang lain.
Feng Yung bersembunyi dibalik dedaunan dan ranting pohon sambil mengawasi sekitar. "Akan sangat menyenangkan bila melihatnya secara langsung. Tapi aku harus mencari keberadaan putri itu terlebih dahulu."
Bila orang lain mengetahui keberadaan Feng Ying yang masuk tanpa diundang, mereka pasti akan berpikir bila Feng Ying berniat buruk dan akan merusak acara pesta ini. Tapi siapa yang tahu niat sebenarnya Feng Ying datang kemari? Bisa saja dia hanya penasaran dengan pesta Sang putri sehingga datang kemari?
Feng Ying sendiri tidak ada waktu bila hanya untuk menyaksikan pesta seseorang. Terlebih seorang putri yang tidak dikenalnya sama sekali. Jadi niatnya kemari bukanlah untuk itu.
Flashback~
Feng Ying langsung menghilang dari tempatnya berada dengan begitu cepat. Bahkan hilangnya dia tidak disadari oleh orang lain. Iapun muncul beberapa menit kemudian di sebuah jalan sempit. Ia tidak hanya sendiri. Karna dirinya mencengkram leher seseorang dan membuat punggung orang itu menyentuh tembok.
"Hai.." Sapa Feng Ying dengan senyum ramah. Senyuman ramahnya tidak sesuai dengan perilakunya saat ini yang mencengkram leher orang lain.
"Uhuk.. Uhuk..," orang itu mencengkram tangan Feng Ying dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan pemuda ini. Namun, sia sia saja. Karna ia tidak bisa melepaskannya sama sekali.
"Percuma saja. Kau tidak akan kulepaskan, sebelum kau menjawab pertanyaanku. Jadi sebaiknya, kau menjawab semua pertanyaanku." Ucap Feng Ying masih dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
"A-apa.. Uhuk.. Y-yang.. Kau.. Uhuk.. Ingin.. Kan?" Ucap orang itu dengan kesulitan.
"Kau berasal dari sekte aliran hitam lembah tengkorak. Apa yang kau lakukan di tempat ini dengan memakai pakaian dari sekte lain,hm?"
Orang itu terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Bagaimana bisa pemuda ini tahu bahwa dirinya berasal dari sekte lembah tengkorak?
"A-apa yang.. Kau.. Uhuk.. K-katakan?"
"Tidak perlu berpura pura tidak tahu. Kau tidak memiliki jari kelingking di tangan kananmu. Ditambah dengan cincin yang kau pakai itu memiliki hiasan giok berwarna merah. Tidak banyak orang yang tau tentang ciri ciri orang dari sekte kalian. Tapi kau kira, aku juga sama seperti yang lain? Tidak mengetahui hal sekecil ini? Heh, aku sudah banyak bertemu dengan beberapa orang aliran hitam dari beberapa sekte. Aku juga pernah bertemu dengan orang dari sektemu. Mereka hampir saja membunuhku saat itu." Ucap Feng Ying dengan panjang lebar. Ia tadi berniat mencari penginapan. Namun matanya tak sengaja melihat cincin yang dipakai orang di depannya ini.
Bukannya Feng Ying ingin ikut campur masalah orang lain atau takut bila orang dari sekte lembah tengkorak ini membuat masalah, sehingga ia ingin menjadi pahlawan untuk semua orang dan menyelamatkan mereka. Feng Ying tidak sebaik itu. Ia hanya ingin membalaskan perbuatan sekte lembah tengkorak yang pada saat itu yang membuatnya kehilangan harta terpendam yang baru didapatnya dan karna mereka yang hampir saja membunuhnya. Ia ingin membalas perbuatan mereka dengan mengacaukan rencana yang mungkin akan dibuat mereka untuk melakukan sesuatu. Ia tidak dendam, hanya ingin membalas saja.
Feng Ying segera menghantamkan tubuh di depannya dengan keras ke tembok hingga membuat kepala orang itu berdarah. Ia melepaskan cengkraman tangannya dan berjongkok tepat di depan orang yang kini sudah terduduk di permukaan tanah, "Katakan padaku. Apa yang ingin kalian lakukan dengan memakai pakaian dari sekte lain?"
Feng Ying menodongkan belati tepat di depan leher pria itu dan membuat sebuah goresan. "Jawab atau mati."
Pria itu menelan ludahnya dan meringis sedikit karna kulit lehernya terluka. Ia mulai menatap Feng Ying dengan takut takut, "K-kami..."
Flashback End~
Setelah mengetahui apa yang direncanakan orang orang sekte lembah tengkorak dari salah satu anggota mereka, Feng Ying segera membunuh pria yang ditemukannya pada saat itu. "Dia mengatakan bahwa jumlah orang yang menyamar ada 5, termasuk dirinya. Apa dia benar benar mengatakan hal yang sesungguhnya?" batin Feng Ying.
__ADS_1
Feng Ying terus memperhatikan sekeliling dan mencari 4 orang anggota sekte lembah tengkorak. Hingga, pandangannya pun tertuju pada seorang pemuda yang mengikuti seorang wanita. "Orang itu? Bagaimana bisa dia ada di sini?" ucapnya terkejut. Feng Ying tak menyangka bila pemuda yang berebut tanghulu dengannya tadi di Ibu kota berada di istana. Ia menjadi bertanya tanya tentang identitas pemuda itu. Mengapa pemuda itu bisa berada di istana ini?