
Setelah beberapa saat diam di depan restoran, Feng Ying langsung pergi. Ia akan mencari penginapan dan menginap sehari untuk menunggu Wang Chen, juga Wang Feng. Lagi pula, kemungkinan dua makhluk itu akan sampai di tempat dia berada sore nanti.
***
Siang hari berganti menjadi sore. Wang Chen dan Wang Feng sudah berada di tempat yang jauh dari tempat mereka berada sebelumnya. Tepatnya, mereka sudah berpindah kota.
"Hah.. Hah.. Aku lelah dan lapar.. Aku ingin makan.. Sudah sejak pagi aku tak makan. Kau juga pasti lapar 'kan Wang Feng?" ucap Wang Chen. Ia berhenti berjalan dan mengusap keringat yang ada di pelipisnya.
Nyawn~
Wang Feng mengangguk. Perutnya berbunyi saat ini. Ia memang lelah. Namun tidak selelah Wang Chen. Lagi pula, demonic beast memiliki fisik yang lebih kuat dari manusia. Hanya saja, Wang Feng lapar saat ini dan belum makan dari pagi.
"Hoo, kalian sampai juga ternyata," seseorang melompat turun dari atap di sebuah bangunan yang tak jauh dari Wang Chen. Setelahnya, ia berdiri beberapa langkah dari Wang Feng, juga Wang Chen.
Wang Chen melihat ke sumber suara kala mendengar suara yang ia kenal. Begitupun Wang Feng.
Nyawn!
Wang Feng berlari ke arah orang yang ada di depannya. Ya, orang itu adalah Feng Ying.
Setelahnya, Wang Feng melompat tinggi dan langsung ditangkap oleh kedua tangan Feng Ying.
Nyawn!
Wang Feng nampak sangat senang ketika bertemu kembali dengan Feng Ying. Ia juga menggeram dengan gemas. Wajahnya nampak lebih imut.
Feng Ying tersenyum menatap harimau bulan yang ia pegang dengan kedua tangannya itu, "Ada perubahan pada dirinya. Biar kutebak, dia sudah memakan daging manusia" batinnya.
Wang Chen ikut berlari ke arah Feng Ying. "Ying! Akhirnya aku menemukanmu! Kau pergi begitu saja tanpa memberitau kami! Dan itu sangat menjengkelkan! Terlebih, uangku ada padamu. Senjataku juga ada padamu! Aku tak bisa membeli makanan dan sekarang aku lapar!" protesnya.
Feng Ying melirik Wang Chen, "Heh, jadi kau mencariku hanya karna untuk meminta senjata dan uangmu padaku, agar kau bisa makan? Apa kau tidak merindukanku dan mengkhawatirkanku?" ucapnya sambil tersenyum lebar ke arah Wang Chen.
Wang Chen terdiam beberapa saat. Ia tadi mengatakan hal itu untuk memastikan apakah Feng Ying marah padanya atau tidak karna perbuatannya kemarin. Namun sepertinya, Feng Ying tidak marah sama sekali. Tapi tetap saja dia harus meminta maaf dengan kejadian kemarin, "Y- Ying.. Aku.. Aku minta maaf karna mengatakan bahwa kau 'keterlaluan'. Aku juga minta maaf karna sudah meninggalkanmu kemarin," Wang Chen menundukkan kepala.
Wang Feng juga ikut melirik Wang Chen. Feng Ying memiringkan kepalanya, "Tidak masalah. Lagi pula memang benar bukan bahwa aku ini 'keterlaluan' dan kau berhak memilih pergi."
Wang Chen menatap mata biru Feng Ying, "Tetap saja aku salah. Aku meninggalkanmu kemarin dan mungkin.. Kau tersinggung karna aku mengatakan kau keterlaluan."
__ADS_1
Feng Ying memutar bola matanya malas. Iapun menaruh Wang Feng di kepalanya.
Nyawn~
Harimau bulan itu nampak senang ketika ia bisa dekat dengan induknya itu.
"Aku tidak akan tersinggung dengan hal hal kecil seperti itu. Kau tidak perlu memikirkannya lebih jauh. Sekarang kita pergi ke restoran. Kau lapar bukan? Biar aku yang mantraktirmu dan Wang Feng" ucap Feng Ying.
Mata Wang Chen berbinar ketika mendengar ucapan Feng Ying. Ia memang sudah sangat lapar. Iapun mengangguk dengan cepat, "Apapun pesananku kau yang akan membayarnya bukan?"
Feng Ying mengangguk. "Kau juga ingin makan, Wang Feng?"
Nyawn~
Harimau bulan nampak sangat senang ketika Feng Ying untuk pertama kalinya memanggil dia dengan nama. Ia mengangguk dan membalas dengan suara imutnya. Entah kenapa Feng Ying jadi baik dengannya. Apa mungkin Feng Ying menyesal karna sudah mengatakan kata kata yang membuat Wang Feng pergi? Entahlah.. Harimau bulan itu tak mengetahuinya. Tetapi yang pasti, ia sangat senang.
Wang Chen tersenyum ketika melihat Wang Feng sangat senang. Iapun mengikuti Feng Ying yang sudah berjalan pergi meninggalkan dirinya.
***
Waktu terus berlalu dengan cepat. Sudah beberapa hari ini Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng terus pergi menuju ke arah kekaisaran Naga api. Mereka juga terkadang ikut menumpang naik kereta kuda.
Nyawn?
Harimau bulan yang ada di atas kepala Feng Ying nampak khawatir sambil menatap Wang Chen. Ia tidak suka ketika melihat sikap Wang Chen yang pendiam dengan tatapan kosong seperti itu.
Wang Chen bisa seperti ini karna kejadian kemarin sore. Saat itu, Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng yang tengah berjalan dihadang sekelompok bandit.
Terjadi perkelahian antara bandit, Feng Ying dan juga Wang Chen. Sementara Wang Feng diperintah oleh Feng Ying agar harimau bulan itu tidak ikut campur tentang masalah ini. Jadi, Wang Feng hanya berdiri diam agak jauh dari pertarungan.
Feng Ying saat itu mendapatkan ide agar Wang Chen tidak menyusahkannya nanti saat di kekaisaran Naga api. Ia tau, bila Wang Chen tidak pernah membunuh manusia. Lalu, bila saat bertarung dengan musuh di kekaisaran Naga api, bocah itu pasti tidak akan membunuh musuhnya. Jadi, ini menjadi masalah bagi Feng Ying. Karna Wang Chen pasti akan melepaskan musuh begitu saja.
Padahal, di kekaisaran Naga api pasti akan ada banyak musuh. Bila semua musuh itu dibiarkan tetap hidup, maka kemungkinan besar bahwa mereka akan menyerang kembali suatu saat nanti. Jadi, Feng Ying ingin menghabisi sebanyak mungkin musuh yang ada. Bila memungkinkan, ia ingin semua musuh itu mati.
Bila Wang Chen ketakutan hanya dengan melihat mayat manusia saja.. Maka apa yang akan terjadi nanti di kekaisaran Naga api? Wang Chen pasti akan menyulitkan Feng Ying. Maka dari itu, Feng Ying ingin melatih mental temannya.
Ketika sedang bertarung, Feng Ying pura pura tertangkap salah seorang bandit. Bandit itu menusukkan pedangnya ke perut Feng Ying hingga menyebabkan bocah itu meringis kesakitan.
__ADS_1
Melihat temannya yang dilukai, tentu saja membuat Wang Chen sangat marah. Ia mencengkram pedangnya dengan kuat dan menghabisi semua bandit yang menghalanginya untuk menyelamatkan Feng Ying. Gerakan Wang Chen sangat cepat dengan jurus kilat petirnya. Sehingga tidak ada seorang bandit pun yang bisa menahan serangan Wang Chen. Mereka tewas.
Terakhir, Wang Chen membunuh bandit yang menangkap temannya. Ketika sudah mendapatkan Feng Ying, Wang Chen menjadi lega. Namun, tiba tiba ia teringat bahwa dirinya menghabisi manusia. Iapun melihat sekitar dan terkejut, takut, sekaligus merasa bersalah.
Maka, sejak sore itulah Wang Chen terus diam dengan tatapan kosong. Ia tak menyangka bila dirinya membunuh manusia dengan tangannya sendiri. Ia juga merasa sangat bersalah. Tidak seharusnya ia membunuh manusia. Terlebih, bukan satu atau dua. Melainkan 10 manusia sekaligus. Tentu saja itu membuat hatinya terguncang.
Feng Ying sendiri hanya berkata, "Kau tidak perlu merasa bersalah karna kejadian ini. Mereka adalah orang jahat, jadi kau tak harus merasa bersalah."
Seperti itulah kata kata Feng Ying. Namun, Wang Chen yang sangat terguncang hatinya tidak mendengarkan apapun yang dikatakan Feng Ying. Ia masih bisa mengingat jelas, bagaimana dirinya membunuh manusia.
Sementara itu, luka di perut Feng Ying sembuh dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu belasan menit, luka di perutnya menutup. Ini terjadi karna regenerasi tubuhnya memang sangat cepat. Bisa dibilang, regenerasinya sangat mengerikan. Tidak pernah ada orang yang memiliki regenerasi secepat Feng Ying.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
__ADS_1
*Immortal