
Nyawn~
Feng Ying dan Wang Chen saling bertatapan. Mereka pun mengangguk ketika mendengar ucapan Wang Feng. Keduanya segera naik ke atas punggung harimau bulan itu.
Wang Feng langsung berlari dengan cepat keluar dari penginapan, membawa Wang Chen dan Feng Ying di punggungnya.
Grraaoo
Wang Feng bersuara ketika seorang warga hendak menyerang. Ia menambah kecepatan berlarinya.
Feng Ying mengeluarkan belati dari dalam cincin ruang miliknya. Walaupun ia masih terluka, namun bukan berarti dia tidak dapat bertarung. Setiap ada seseorang yang akan menyerang, maka Feng Ying menangkis serangan dan Wang Feng berlari menjauh dari musuh.
Karna kebanyakan orang di sekitar tempat ini adalah warga biasa, jadi melarikan diri dari tempat ini lebih mudah. Hanya ada beberapa kultivator saja, termasuk beberapa orang aliran hitam.
Di depan, tiba tiba saja tanah terangkat ke atas dan membentuk dinding tinggi. Sehingga Wang Feng berhenti berlari.
Grraoo!
"Sekarang bagaimana Ying?" ucap Wang Chen sambil melirik ke belakang. Karna Feng Ying ada di belakangnya.
"Cari jalan lain!" ucap Feng Ying. Iapun menunjuk ke arah samping dan menyuruh Wang Feng pergi ke tempat itu.
Wang Feng mengangguk ketika mendengarnya. Iapun berbelok arah dan kembali berlari. Sudah banyak orang dari belakang yang mulai mengejar mereka saat ini.
"Mereka terus saja mengejar" gumam Feng Ying ketika melirik ke belakang. Matanya langsung membuka lebar kala angin kuat muncul dari arah depannya dan menghempaskan seluruh orang yang mengikuti mereka. Bahkan sebagian bangunan di sana juga agak rusak karna angin kencang yang tiba tiba itu.
Wang Feng menghentikan larinya secara tiba tiba. Hal ini bahkan hampir membuat Wang Chen terhempas. Bila saja dia tidak memegang tubuh Wang Feng dengan erat.
Wang Feng agak mengubah arah tubuhnya dengan agak berbelok. Ia sedikit menatap ke arah tempat kepulan debu.
Wang Chen yang melihat itu juga ikut menatap ke arah kepulan debu. Keningnya mengerut dengan cemas. Ia tidak mau bila itu adalah musuh.
Luka di dada Feng Ying kini sudah membaik. Ia melirik ke belakang dan mengerutkan kening, "Orang yang berada di dalam kepulan debu itu memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dariku dan juga sepertinya dia memiliki elemen angin" batinnya.
Perlahan, kepulan debu itu menghilang dan membuat Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng dapat melihat punggung orang tersebut. Orang itu nampak berpakaian putih.
"Apa dia berasal dari aliran putih dan netral?" gumam Wang Chen. Walaupun bila tebakannya benar, bukan berarti orang itu berada di pihaknya dan Feng Ying.
Orang itu berbalik dan membuatnya dapat dilihat Feng Ying. Feng Ying terkejut ketika tau siapa pria paruh baya yang menolong mereka itu. "Dia.."
Pria paruh baya itu adalah orang yang melihat Feng Ying membunuh seseorang di kapal. Namun tidak melakukan apapun ketika melihat hal itu.
"Kau masih ingat denganku?" ucap pria paruh baya sambil tersenyum. Kini, semua orang yang mengejar Feng Ying dan yang lainnya sudah terpental. Mereka mendapatkan luka luka kecil maupun serius. Karna kebanyakan dari mereka warga biasa, jadi mudah untuk mengalahkan mereka.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?" ucap Feng Ying dengan terkejut.
"Rupanya kau masih mengingatku, junior Ying," pria paruh baya itu kembali tersenyum.
"Bagaimana kau bisa ada di-"
Pria paruh baya itu memotong ucapan Feng Ying, "Sebaiknya kalian segera pergi dari tempat ini. Aku akan membereskan orang orang yang pergi kemari terlebih dahulu. Aku akan menyusul dan mengatakan semua yang ingin kalian tanyakan."
Feng Ying terdiam sesaat. Lalu akhirnya mengangguk, "Wang Feng! Kita pergi dari sini!"
Grraoo!
__ADS_1
Wang Feng berbalik dan mulai berlari pergi bersama Wang Chen dan Feng Ying yang ada di atas punggungnya.
Pria paruh baya itu menatap kepergian Feng Ying. Iapun berbalik dan menatap kembali ke arah depan dan melihat banyak orang yang kembali bangkit berdiri. "Keras kepala," ia mengeluarkan pedang yang ada di pinggangnya.
Pria paruh baya itu menghilang dalam sekejap. Bersamaan dengan menghilangnya pria paruh baya itu, satu persatu warga mulai terbunuh.
***
Disisi lain, Feng Ying dan dua temannya sudah pergi sekitar 10 menit dari tempat tadi. Mereka sudah cukup jauh dan kini berada di dalam hutan.
"Di sini saja, Wang Feng" ucap Feng Ying.
Nyawn~
Harimau bulan itu berhenti. Sementara Wang Chen dan Feng Ying turun dari atas punggung Wang Feng. Keduanya menghela nafas.
Wang Chen pun kini teringat dengan luka Feng Ying, "Ying.. Kau baik baik saja 'kan? Bagaimana dengan lukamu?" ucpnya cemas.
"Aku baik baik saja. Aku sudah bilang agar tak perlu mencemaskanku" ucap ketus Feng Ying.
"Dan aku sudah bilang pada senior yang berasal dari sekte teratai bulan itu bahwa aku akan menjagamu."
Feng Ying mengangkat sebelah alisnya, "Jadi kau khawatir padaku karna senior yang kau katakan itu menyuruhmu menjagaku?"
Wang Chen menggeleng, "Tidak. Karna kau temanku. Em.. Ying? Apa kau mengenal senior tadi?"
Feng Ying mengangkat kedua bahunya, "Aku tidak yakin."
Wang Chen memiringkan kepala heran, "Maksudmu?"
Sebelum Wang Chen akan berkata hal lainnya, Feng Ying segera melanjutkan, "Berikan kalungmu padaku. Aku akan menyimpannya agar yang lain tidak mengetahui bahwa kau adalah anggota keluarga Luo."
Wang Chen memegangi kalungnya dan menatap tangan Feng Ying yang terulur. Ia merasa agak ragu melepaskan kalung itu. Karna kalung itu adalah pemberian ayahnya. Ia tak mau bila kalungnya hilang.
Melihat keraguan dari Wang Chen, membuat Feng Ying langsung menyambar langsung kalung yang sedang dipakai Wang Chen. "Berikan kalung itu. Aku akan menyimpannya."
Wang Chen terkejut dengan tindakan Feng Ying yang memegangi kalungnya dan ingin merebutnya paksa. Iapun menepis tangan Feng Ying dengan kasar, "Kau tidak boleh mengambil kalung ini secara paksa dariku!"
Feng Ying menjauhkan tangannya dan mengangkat kedua tangannya setinggi bahu seakan menyerah, "Baiklah, baik.. Aku tidak akan merebut paksa darimu. Sekarang berikan kalung itu padaku."
Wang Chen menghela nafas. Ia menatap lurus pada mata Feng Ying dengan serius, "Kau harus menjaga kalungku dengan baik. Jangan sampai hilang, lecet, dicuri, kotor atau apapun. Kau harus menjaganya dengan sangat baik, juga hati hati. Kau mengerti?!"
"Ya.. Baiklah, baik," Feng Ying menurunkan tangannya dan mengulurkan satu tangan pada Wang Chen.
Wang Chen perlahan melepaskan kalungnya dan masih menggenggam liontin dari kalung itu. Hingga tiba tiba ia teringat perkataan ibunya, "Jangan pernah melepaskan kalung itu dan jangan memberikannya pada orang lain. Karna itu adalah pemberian dari ayahmu. Kau mengerti, Chen'er?"
Wang Chen yang ingin memberikan kalungnya jadi ragu. Ia memandang Feng Ying, "Maaf Ying. Aku tak bisa memberikannya. Ibuku tidak memperbolehkanku memberikan kalung ini pada orang lain."
Feng Ying memutar bola matanya dengan kesal. Ia pun kembali menyambar kalung Wang Chen dan menariknya. Hingga terjadi tarik menarik antara dirinya dan Wang Chen.
"Apa yang kau lakukan?! Jangan menariknya seperti itu! Bagaimana bila kalung ini putus?!" ucap Wang Chen dengan terkejut.
"Aku hanya ingin membantu. Bila kau masih menggunakannya, maka orang lain akan dengan mudahnya mengetahui bahwa kau adalah anggota keluarga Luo!" ucap Feng Ying yang tak mau kalah.
Hingga akhirnya, Wang Chen melepaskan kalung itu karna takut bila kalung itu putus. Namun disaat bersamaan Feng Ying menariknya lebih keras. Hingga mengakibatkan kalung itu terlempar beberapa meter ke belakang Feng Ying.
__ADS_1
"Ying!" teriak Wang Chen terkejut.
Feng Ying juga ikut terkejut. Ia melihat ke kanan dan kiri. Iapun melirik ke belakang. Ia melihat bahwa kalung itu melesat dan mulai jatuh ke arah semak semak yang berada beberapa meter darinya.
Feng Ying kembali menatap ke arah Wang Chen dengan canggung, "Ah.. Um.. Itu.. Biar kuambil."
Wang Chen menatap Feng Ying dengan melotot, "Ying..!!"
Feng Ying tertawa canggung, "A-ha-ha-ha, aku pergi dulu! Kau tunggu di sini, aku akan mengambilnya," Feng Ying segera melesat cepat ke arah semak semak dan menjauh dari Wang Chen.
"Ying..!! Aku tidak mau tau, kau harus mendapatkannya!!" teriak Wang Chen dengan kesal. Suaranya bahkan menggema.
Nyawn?
Harimau bulan keheranan karna melihat Wang Chen semarah itu hanya karna sebuah benda. Iapun hanya menatap ke arah semak yang berada beberapa meter darinya.
Wang Chen hanya berdiri diam di sana dengan nafas memburu. Ia tetap diam karna ucapan Feng Ying tadi yang menyuruhnya tetap di sini.
***
"Di mana kalung itu?" gumam Feng Ying. Tubuhnya tertutup oleh batang batang pohon. Sehingga tidak bisa dilihat jelas oleh Wang Chen. Keadaan sekitar juga agak gelap, jadi Wang Chen tidak bisa memperhatikan dengan baik letak Feng Ying.
Feng Ying melihat lihat ke bawah untuk menemukan kalung milik Wang Chen. Hingga tatapannya tak sengaja melihat sepatu seseorang. Iapun perlahan mengangkat wajahnya dan memperhatikan dari bawah sampai atas, siapa orang di depan.
"Kau sudah kembali?!" ucap Feng Ying yang agak terkejut.
"Apa kau mencari ini, junior Ying?" ucap orang di depan Feng Ying yang tak lain adalah pria paruh baya yang menolong Feng Ying tadi.
Feng Ying pun mengarahkan tatapannya pada tangan yang terulur di depannya itu dan langsung menyambar kalung yang berada di tangan pria paruh baya, "Ya. Aku mencari ini!"
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
__ADS_1
*Immortal