
Selama beberapa hari ini, Feng Ying, Wang Chen, Wang Feng dan Ming Hao pergi menuju istana. Setiap istirahat, mereka akan istirahat di hutan. Karna Feng Ying yang meminta.
Biar bagaimanapun, seluruh orang di kekaisaran ini berada di pihak musuh. Jadi bila membuat warga mencurigai mereka, maka sama saja mereka sudah dicurigai musuh.
Setelah 1 minggu lebih berjalan kaki biasa, mereka telah sampai di luar istana. Hari sudah malam saat ini dan inilah waktu yang tepat untuk menyelinap masuk ke dalam istana.
Mereka semua berada di gerbang belakang istana. Walaupun letak gerbang itu di belakang, nyatanya penjagaan di sana cukup banyak. Hanya saja tak sebanyak di gerbang depan.
Mereka semua saat ini bersembunyi di balik rimbunan pohon yang berjarak belasan meter dari gerbang.
"Senior Hao, apakah kau bisa mengatasi semua penjaga gerbang di sana? Kau hanya perlu menarik perhatian mereka untuk menjauh dari gerbang. Lalu kami berdua akan masuk ke dalam" ucap Feng Ying. Ia menatap Ming Hao.
"Sepertinya mereka takkan mengenaliku" batin Ming Hao sambil menatap para penjaga yang ada di depan gerbang belakang. Iapun menatap Feng Ying dan mengangguk, "Baiklah. Lagi pula tingkat kultivasiku lebih tinggi dari pada mereka. Jadi aku juga bisa langsung membunuh mereka. Bagimana?"
"Itu lebih baik. Kalau begitu, kami serahkan mereka padamu. Tarik perhatian mereka dan bawa mereka menjauh dari gerbang."
"Baiklah."
Ming Hao segera menghampiri para penjaga gerbang.
"Siapa kau?" ucap penjaga sambil mengarahkan pedangnya pada Ming Hao. Ia menatap tajam pria paruh baya itu.
Ming Hao menghilang dari tempatnya berdiri. Iapun kembali terlihat di depan seorang mayat penjaga yang mati. Tangannya memegang sebuah pedang dengan darah yang menetes ke tanah. Ia menatap penjaga lain, "Heh, teman Kalian sangat lemah. Kalian tidak pantas disebut sebagai prajurit! Kalian hanyalah sampah tidak berguna!" ucapnya sambil tersenyum mengejek.
Para penjaga awalnya agak takut ketika Ming Hao bisa membunuh teman mereka dengan cepat. Namun, setelah mendengar ucapan Ming Hao, mereka menjadi marah. Karna Ming Hao sudah sangat merendahkan mereka dengan ucapannya.
Semua penjaga menarik pedang mereka dan berlari ke arah Ming Hao. Ming Hao bertarung dengan mudahnya melawan para prajurit. Semakin lama mereka bertarung, semakin jauh pula mereka dari gerbang.
***
Feng Ying dan Wang Chen masuk ke dalam istana secara diam diam ketika melihat semua penjaga sudah menjauh dari gerbang. Hanya saja, setelah mereka masuk, ada 2 orang penjaga yang lewat dan melihat mereka mengendap endap.
"Siapa kalian?!" ucap salah satunya. Ia hendak mengambil pedang yang tersarung di pinggangnya. Begitupun prajurit yang berdiri di samping.
Belum sempat keduanya mendekat, mereka sudah tergeletak di tanah dengan kepala terpenggal. Di depan dua mayat itu, Feng Ying berdiri tegak dengan sebuah belati di tangannya. "Huh, untung saja aku sudah menyiapkan belati di balik pakaianku. Jadi aku bisa langsung bertindak" gumamnya.
__ADS_1
Wang Chen terkejut dengan gerakan Feng Ying yang sangat cepat. Dalam sepersekian detik saja, Feng Ying sudah membunuh dua penjaga itu dengan mudahnya. Ia juga terkejut karna Feng Ying membunuh 2 prajurit itu. "Yi- Ying, kenapa kau membunuh mereka?!" ucapnya dengan tak percaya sambil menatap punggung Feng Ying.
Feng Ying berbalik. Bukannya menjawab, ia langsung melemparkan belati ke arah Wang Chen. Tentu saja hal ini membuat Wang Chen terkejut. Ia memejamkan matanya. Ia tak menyangka bila Feng Ying akan menyerangnya seperti ini.
Jleebb
Wang Chen membuka mata perlahan karna ia tak merasakan sakit sama sekali. Iapun menatap Feng Ying. Ketika melihat bahwa temannya itu menatap ke belakang, Wang Chen mulai membalikkan tubuhnya dan terkejut ketika melihat prajurit mati di belakangnya dengan jantung tertusuk belati.
"Lain kali hati hati. Kau kurang waspada dengan sekitar, Chen. Dan kau Wang Feng, walaupun kau adalah demonic beast, namun kemampuan instingmu tidak setajam demonic beast liar. Kau akan kulatih lain kali.
Bila aku tak ada di sini, mungkin kalian sudah mati hanya karna prajurit lemah itu" ucap Feng Ying dengan santai.
Kepekaan Wang Feng memang kuat. Ia bisa mengetahui bila Feng Ying atau Wang Chen dalam bahaya. Hanya saja, ia tidak memiliki insting setajam para demonic beast yang tinggal di tempat terbuka.
Jadi, ketika ada serangan prajurit tadi dari belakang, ia tak menyadari hal itu. Lagi pula, dirinya juga hanyalah demonic beast yang masih kecil dan hampir 2 bulan ia baru saja keluar dari telur. Jadi insting buasnya juga tidak setajam demonic beast yang sama dengannya yang sudah berumur cukup lama.
Wang Feng menundukkan kepala dengan sedih mendengar ucapan Feng Ying. Sementara Wang Chen menatap ke arah prajurit yang hampir saja membunuhnya tadi. "Ying benar. Bila saja dia tak ada, maka aku sudah mati sekarang di tempat ini."
Feng Ying memasukkan mayat dua penjaga yang ia bunuh tadi ke dalam cincin ruangnya. Ia tidak mau bila prajurit lain melihat dua mayat prajurit itu. Bila terjadi, maka prajurit lain akan tau bila ada penyerangan di istana dan setelahnya terjadi keributan.
Wang Chen berbalik dan menatap Feng Ying, "Tapi.. Mereka tetap saja tidak ber-"
Feng Ying memotong ucapan Wang Chen. Karna tau apa yang akan bocah itu katakan, "Lalu apa kau lebih memilih paman dan bibimu tetap sengsara karna orang aliran hitam?"
Feng Ying berjalan mendekat ke arah satu mayat prajurit yang ia bunuh. Iapun langsung memasukkannya ke dalam cincin ruang. "Di dunia ini, akan selalu ada pembunuhan, pertarungan dan pembantaian. Kau harus terbiasa dengan semua itu."
Wang Chen menggigit bibirnya. Feng Ying sudah pernah mengatakan hal itu padanya. Tapi dia tetap belum bisa menerima sepenuhnya.
"Kau dan Wang Feng akan pergi mencari semua pangeran yang masih hidup. Biasanya tahanan akan berada di penjara bawah tanah maupun bagian tersembunyi dari pandangan mata. Wang Feng mungkin bisa membantumu untuk mencarinya, Chen.
Sementara aku akan pergi ke dalam istana dan mencari Kaisar baru itu. Lalu aku akan menyanderanya dan memaksanya untuk menghentikan orang orang aliran hitam" ucap Feng Ying dengan setengah berbohong.
Dahi Wang Chen nampak berkerut ketika mendengar bahwa Feng Ying akan pergi sendiri, "Berbahaya bila kau hanya sendiri Ying. Kau juga bahkan tidak tau di mana Kaisar itu berada."
"Aku bisa sendiri. Kau dengan Wang Feng pergi mencari penjara tempat di mana paman dan bibi Chen ditahan. Wang Feng akan membantu mencari. Karna aku tau bila kau tidak pernah tau letak penjara di istana ini dan kau juga tidak pernah ke sana, Chen."
__ADS_1
Wang Chen terkejut, "Bagaimana kau bisa tau bila aku tak mengetahui letak penjara?"
Feng Ying tersenyum sinis, "Saat itu kau masih kecil.. Tidak mungkin ditunjukan hal hal seperti itu. Yah.. Itu bagi kau, tapi tidak untukku. Aku bahkan sudah pernah ditunjukkan keluargaku hal hal mengerikan yang seharusnya tak dilihat anak kecil. Tapi kata 'mengerikan' hanya berlaku bagi anak anak lain, tidak untukku."
Saat Feng Ying berumur 7 tahun, ia sudah diperlihatkan mayat mayat dengan berbagai kondisi. Kepala terpenggal atau tangan maupun kaki patah dengan leher sedikit tertebas. Juga, ia pernah diperlihatkan jantung manusia dan pernah memegangnya secara langsung. Bahkan, ketika jantung itu masih berdetak. Karna keluarganya yang baru saja membunuh seseorang.
Saat pertama kali, Feng Ying memang agak ngeri. Namun tidak takut. Perlahan ia juga mulai terbiasa dengan semua hal hal mengerikan seperti itu.
Wang Chen terdiam. Sementara Feng Ying melanjutkan, "Kalau begitu sekarang aku akan pergi. Tetap berhati hati."
Ketika Feng Ying akan pergi, Wang Chen menahan tangannya. "Berbahaya bila sendiri. Di sini juga banyak orang aliran hitam yang kuat. Kau tidak bisa mengalahkan mereka sendiri."
Feng Ying melepaskan cengkraman tangan Wang Chen perlahan. Iapun tersenyum sinis, "Kau meragukanku?"
Wang Chen segera menggelengkan kepala dengan cepat.
"Kalau begitu, cepat lakukan apa yang kukatakan tadi dan aku akan pergi sendiri."
"Tapi di tempat ini berbeda Ying. Ini adalah tempat musuh sekarang. Kau bisa terbunuh kapan saja bila nekat melawan orang yang lebih kuat darimu."
"Hmph! Akhirnya kau sadar Chen. Kita bisa terbunuh kapan saja bila tak waspada. Maka dari itu, kau harus membunuh musuh terlebih dahulu, sebelum musuh yang membunuhmu. Jangan banyak bicara lagi dan.."
Feng Ying mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin ruang miliknya. Iapun memegang punggung tangan kanan Wang Chen dan meletakkan benda yang tadi ia ambil di sana, "Kau pakailah kalung ini. Bila kau bertemu dengan paman dan bibimu, maka mereka akan percaya bahwa itu benar benar dirimu," Feng Ying menurunkan tangannya dari tangan Wang Chen.
Wang Chen menatap ke arah kalung yang diberikan Feng Ying. Kalung itu memanglah kalung miliknya. Iapun menatap Feng Ying dengan ragu, "Apa tidak masalah? Bagaimana bila ada orang di sini yang melihatku memakai ini?"
"Maka dari itu, kau harus berhati hati agar tak bertemu dengan mereka. Dan satu lagi, ketika ada musuh yang mendekat padamu, kau harus memegang liontin pada kalung dan mengalirkan Qi ke liontin itu. Jangan bertanya alasanku mengatakan ini. Baiklah, sampai jumpa."
Feng Ying segera pergi dengan sangat cepat. Ia sudah berjarak beberapa meter dari Wang Chen juga Wang Feng.
Wang Chen memandang kalung di tangannya. Iapun langsung memakai benda itu. "Ayo kita cari letak penjara di istana ini."
Wang Chen mengelus kepala Wang Feng yang diam di pundaknya. Iapun tersenyum.
Nyawn~
__ADS_1
Harimau bulan itu mengeluaskan kepala ke tangan Wang Chen dan mengangguk. Ia akan melakukan yang terbaik untuk perintah ini.