
"Yang Mulia!"
Semua orang di halaman istana langsung menatap Kaisar. Tetua yang bertarung dengan Feng Ying tadi langsung berbicara, "Yang Mulia.. Ada penyusup yang masuk ke dalam istana. Dia.. Uhuk.. Membuat keributan di tempat ini." Ia langsung terbatuk darah karna lukanya.
Kaisar melihat ke arah yang ditunjuk oleh tetua itu. Di sana, ia melihat dua orang pemuda dengan salah satu orang yang ia kenal. Jadi, tidak mungkin pemuda yang ia kenal itu adalah penyusup yang dimaksud. Sehingga, iapun langsung menatap Feng Ying yang masih dibantu berdiri oleh Wang Chen.
Kaisar dan patriarch Lao berjalan ke arah Wang Chen dan Feng Ying dengan tujuan yang sama.
"Chen'er! Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap patriarch Lao.
Wang Chen menatap ke arah gurunya, "G-guru.. Sedikit terjadi keributan di tempat ini tadi. Semua orang menuduh Ying sebagai penyusup."
Patriarch Lao mengerutkan kening kala mendengar muridnya mengatakan nama temannya. Ia melirik ke arah pemuda yang dibantu oleh muridnya. Wajah pemuda itu sudah pucat dengan darah di sudut bibirnya. "Apa maksudmu, dia Ying? Chen'er?"
Wang Chen mengangguk, "Guru.. Ying tidak bersalah. Keributan ini dimulai bukan dari dia."
Wang Chen menceritakan kejadian yang ia tahu. Hingga akhirnya, patriarch Lao mengangguk. Patriarch percaya pada ucapannya. "Aku percaya padamu, Chen'er. Jadi sekarang dimana tetua yang kau bicarakan tadi?"
Belum Wang Chen berbicara untuk menjawab, Kaisar menyela. "Chen'er.. Dimana putriku?" Ucap Kaisar sambil menatap Wang Chen serius. Ia sepertinya tidak peduli dengan masalah kekacauan ini. Ia lebih peduli dengan keselamatan putrinya.
"P-putri..?" Wang Chen melihat ke sekitar dan tidak melihat Liu Mei. "D-dia tidak bersamaku."
Kaisar menatap Wang Chen dengan marah. Ia sudah mempercayakan keselamatan putrinya pada Wang Chen. Tapi pemuda itu malah..
"Jenderal Chu, cari putriku!" Kaisar menatap ke arah Jenderal yang tadi bertarung dengan Feng Ying.
Jenderal Chu Kaili langsung mengangguk. Ia merasa bersalah karna tidak melindungi putri tadi. Ia memberikan hormat, "Baik Yang Mulia!"
Jenderal Chu Kaili menatap Feng Ying sekilas dengan tatapan tajam. Setelahnya, ia langsung pergi.
Kaisar menatap Wang Chen dengan marah. Ia terus saja menatap dengan tatapan tajam pada pemuda itu dan membuat Wang Chen menundukkan kepala. Hingga suara patriarch Lao kini kembali terdengar, "Yang Mulia.. Aku minta maaf atas kesalahan yang dilakukan muridku. Yang Mulia sendiri mendengar bagaimana kejadiannya dari Chen'er.."
"Cih.. Kalian lengah.. Uhuk.. Salah satu tetua.. Yang hadir.. Adalah penyusup! Dia mengajak.. Putrimu pergi.." Ucap Feng Ying dengan kesulitan. Ia menatap Kaisar kesal.
Kaisar terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Ia menatap pemuda itu dengan tajam, "Apa maksudmu, hm?"
"Kau.. Kalian.. Melihat kejadian tadi.. Tetua.. yang menuduhku, dia adalah.. Penyusup yang sebenarnya!"
__ADS_1
Wang Chen mengerti siapa yang dimaksud Feng Ying. "Senior sekalian pasti tau siapa tetua yang dimaksud oleh Ying! Tetua itulah yang merupakan penyusup!"
"Bagaimana bisa kami percaya pada orang yang menjadi tersangka sebagai penyusup?! Bisa saja dia hanya mengarang saja!" Ucap seorang murid berbakat.
Feng Ying agak kesal karna terus saja dituduh seperti ini. Apa dia terlihat mencurigakan? Sehingga terus dituduh sebagai penyusup?
"Aku tidak peduli.. Kalian percaya atau tidak." Feng Ying melepaskan rangkulan tangannya dari leher Wang Chen dan berdiri sendiri. Wajahnya pucat dan tubuhnya lemas. Walau begitu, ia tidak mau terus berada di tempat ini.
Feng Ying berniat pergi. Namun tangannya ditahan oleh Kaisar, "Aku percaya. Sekarang katakan, siapa penyusup itu." Kaisar tidak memiliki pilihan lain selain percaya dengan pemuda ini. Karna bagaimanapun, dirinya tidak memiliki petunjuk sama sekali untuk menemukan putrinya.
"Hmph! Untuk apa aku mengatakannya padamu?!" Ucap Feng Ying ketus.
"Jian.. Kendalikan sebagain tubuhku. Kau pasti mengerti dengan ucapanku."
"Kau masih ingin mengejar orang itu? Kenapa kau berbuat sejauh ini? Apa kau berniat menolong?" Terdengar suara Jian yang seperti sedang mengejek Feng Ying.
"Hmph! Aku hanya ingin menggagalkan rencana mereka."
Kaisar menatap Feng Ying kesal. Pemuda ini begitu berani bersikap sombong padanya. "Katakan sekarang! Siapa yang sudah membawa putriku?!"
Feng Ying melepaskan cengkraman tangan Kaisar dengan kasar. "Di tempat ini, masih ada dua orang lainnya yang juga penyusup. Jari kelingking kanan mereka tidak ada dan memakai cincin dengan hiasan giok merah."
Wang Feng yang menyadari bahwa ibunya pergi langsung merubah ukurannya menjadi sebesar harimau biasa dan ikut berlari pergi mengejar Feng Ying dengan jejak bau yang ditinggalkan pemuda itu.
Grraaoo!!
"Wang Feng?! Ying?!", Wang Chen terkejut melihat dua makhluk itu pergi. Iapun menatap Kaisar dengan hormat, "Mohon maaf Yang Mulia.. Karna salahku.. Putri menghilang. Maka dari itu, aku akan mengikuti Ying untuk mengejar orang yang membawa Tuan Putri."
Wang Chen ikut memberikan hormat pada gurunya, "Guru—"
"Aku mengerti, Chen'er. Kau bisa pergi." Potong patriarch Lao.
Wang Chen mengangguk dan langsung pergi, tanpa dicegah oleh siapapun.
Kaisar manatap kepada semua orang, "Cari siapapun orang dengan ciri ciri yang disebutkan pemuda tadi."
***
__ADS_1
"Aku takkan membiarkan rencana kalian berjalan dengan lancar," Feng Ying tersenyum miring.
"Kau yakin ingin tetap mengejar mereka? Bukankah sebaiknya kau mengobati dirimu sendiri terlebih dahulu? Bila aku sudah tidak mengendalikan sebagian tubuhmu lagi, maka sakit yang kau rasakan akan berkali kali lipat. Ditambah dengan rasa pusing yang nanti kau rasakan semakin bertambah."
"Sejak kapan kau peduli padaku, Jian?"
"Hmph! Jangan terlalu percaya diri!"
"Haha.. Mengaku saja, bila kau mengkhawatirkanku."
"Itulah yang membuatmu menyebalkan. Kau terlalu percaya diri."
"Benarkah? Terimakasih, itu pujian bagiku."
"Dasar aneh."
Feng Ying tersenyum tipis dan tidak membalas ucapan Jian. Ia terus berlari dengan cepat, walau kondisinya kurang baik.
Grrraaoo?!
Feng Ying mengerutkan kening ketika mendengar suara geraman harimau di belakangnya. "Kenapa dia mengikutiku? Dan kenapa dia terus saja memanggilku ibu?! Dasar.. Apa tidak ada yang mengajarinya cara membedakan manusia dan harimau?"
Feng Ying tidak menggubris harimau itu dan terus berlari.
***
"K-kemana kau akan membawaku pergi?" Ucap Liu Mei yang tangannya terus saja ditarik. Ini masih di daerah istana. Mungkin karna Liu Mei yang tak bisa berlari dengan cepat, membuat mereka belum keluar dari wilayah istana atau mungkin.. Karna tetua itu memang ingin membawanya ke suatu tempat yang ada di istana saja?
"Jangan banyak bertanya! Sialan!" Ucap tetua. Ia melirik ke arah Liu Mei dengan tatapan tajam dan membuat orang yang ditatap ketakutan. Bahkan menghentikan larinya.
"Lepaskan aku!", Liu Mei menarik narik tangannya setelah berhasil menghentikan lari mereka berdua.
Tetua menjadi sangat jengkel dengan kelakuan Liu Mei. Akhirnya, ia memukul tengkuk leher wanita itu dan membuatnya pingsan.
Ia berniat akan membawa Liu Mei pergi. Namun, seseorang sudah tiba di depannya saat ini. "Heh, kau kira bis lolos dariku?"
Tetua menatap Feng Ying datar, "Oh.. Ternyata kau bisa bebas dari mereka semua. Kenapa sekarang kau pergi mengikutiku? Apa kau ingin mati, huh?"
__ADS_1
"Maaf saja.. Tapi aku tidak mau mati saat ini. Aku mengejarmu untuk menghentikanmu membawa putri itu dan menggagalkan rencana kalian."