Feng Ying

Feng Ying
148 -Menyusup


__ADS_3

"Kenapa kau malah setuju dengan ajakannya tadi, huh?" Ucap Feng Ying dengan kesal. Ia dan Wang Chen saat ini masih berada di hutan. Beberapa saat lalu, Liu Mei mengajak dan mengundang Wang Chen untuk berkunjung ke istana. Karna sudah menyelamatkannya, tentu Liu Mei ingin membalas bantuan Wang Chen. Lalu Wang Chen pun menerima ajakannya. Tentunya Wang Chen juga mengatakan bila dirinya akan pergi ke sana nanti, walaupun Liu Mei sudah mengajaknya ikut bersama, tapi Wang Chen menolak. Jadi, Liu Mei pergi menuju istana hanya bersama dengan satu penjaganya yang tersisa.


"Dia mengundang kita, lalu apa salahnya kita menerima ajakannya? Lagi pula, putri akan mengajakku makan makan gratis nanti. Jangan dilewatkan." Ucap Wang Chen sambil terkekeh.


Nyawn! Nyawn!


Mendengar tentang makan gratis, membuat Wang Feng bersemangat. Ia jadi ingin segera pergi ke istana. Di sana pasti banyak macam macam daging yang diolah menjadi makanan lezat. Ia jarang sekali makan daging enak, karna ia lebih sering makan daging mentah atau hanya dibakar tanpa bumbu oleh Feng Ying dan Wang Chen. Jadi ia ingin sesekali makan makanan yang lebih enak dari itu.


Karna Feng Ying dan Wang Chen tak bisa memasak, jadi kedua pemuda itu tak pernah memasakkan makanan berbahan daging yang lezat untuk Wang Feng.


"Lihat, Wang Feng saja setuju denganku." Wang Chen menunjuk Wang Feng sambil tersenyum penuh kemenangan pada Feng Ying.


Feng Ying mendengus kesal, "Kenapa kau malah lebih setuju dengan ucapannya, hah?"


Nyawn!


"Hmph! Yang kau pikirkan hanya makanan.. Makanan.. Makanan.." Ucap Feng Ying kesal.


Wang Chen menaik turunkan alisnya sambil tersenyum, "Jadi bagaimana? Dua lawan satu suara. Kau kalah. Berarti kau harus ikut denganku dan Wang Feng ke sana."


Feng Ying mengulum mulut dan berusaha untuk memberikan senyum, walaupun sebenarnya ia sedang kesal. "Baik, aku akan ikut ke sana. Lagi pula, mereka takkan tau siapa aku, karna aku akan menyamar."


"Yeay!" Wang Chen bersorak senang. Begitupun Wang Feng.


Nyawn!


"Kita akan segera sampai di Ibu kota sekarang. Jadi, kita akan sampai istana saat malam nanti, bila kita tidak bermalam di penginapan yang ada di Ibu kota." Ucap Wang Chen. "Jadi bagaimana? Kita akan langsung ke istana setelah melewati Ibu kota?"


Feng Ying menggumam untuk menjawab ucapan Wang Chen. Ia agak malas menimpali ucapan pemuda itu saat ini.


***


Pada malam hari, di sisi lain, Liu Mei duduk berhadapan di ruang kerja ayahnya bersama Liu Changhai. Baru dua jam yang lalu ia sampai istana bersama satu pengawalnya yang tersisa.


"Syukurlah kau baik baik saja. Siapa orang yang sudah menolongmu? Ayah ingin bertemu dengannya dan berterimakasih secara langsung." Ucap Kaisar Liu, Liu Changhai.


"Aku sudah mengundangnya ayah, aku mengundangnya ke istana." Ucap Liu Mei.


"Kenapa kau tidak mengajaknya untuk ke istana bersamamu?"


"Aku sudah melakukan itu. Tapi dia menolaknya. Aku tidak mau terlalu memaksanya, jadi aku menghargai keputusannya itu."


Liu Changhai mengangguk dan tersenyum, "Baiklah." Ia terdiam sejenak, lalu akhirnya kembali membuka suara, "Bagaimana keadaan kakekmu? Kau sudah bertemu dengannya?"


Liu Mei mengangguk, "Kakek baik baik saja. Ayah tak perlu mengkhawatirkannya."

__ADS_1


Liu Changhai langsung gelagapan, "S-siapa juga yang khawatir dengan pak tua itu? Ayah hanya bertanya saja tentang keadaannya. Lagi pula, ayah sudah lama tidak mengunjunginya. Jadi mungkin saja dia akan memukuliku saat aku mengunjunginya nanti. Ayah bertanya keadaannya karna dia adalah mertua ayah, walaupun sekarang ibumu sudah tidak ada. Tapi dia tetap ayah dari ibumu dan mertuaku."


Saat Liu Changhai mulai membahas ibunya, Liu Mei langsung menundukkan kepalanya.


Melihat itu, Liu Changhai merasa bersalah. "Maaf Mei'er, ayah tidak bermaksud membuatmu mengingat ibumu dan membuatmu sedih."


Liu Mei mengangkat kepalanya kembali dan menggelengkan kepala, "Tidak.. Tidak apa ayah." Ia tersenyum tipis.


***


Pada malam harinya, Wang Chen, Wang Feng dan Feng Ying telah berada di halaman istana. "Apa kau yakin tidak apa bila kita masuk seperti ini?" Ucap Wang Chen was was sambil menatap sekitar yang terlihat sangat sepi.


Sikap waspada Wang Chen saat ini bukan tanpa alasan. Ia bisa bersikap seperti ini karna mereka bertiga masuk tanpa izin melewati tembok di samping istana. Feng Ying mengatakan agar mereka masuk sembunyi sembunyi karna ia tidak mau bertemu dengan para penjaga yang ada di istana. Ia ingin langsung bertemu saja dengan Liu Mei dan menyelesaikan urusan dengan cepat, tanpa ada banyak orang yang mengetahui kehadirannya. Jadi mau tak mau, Wang Chen dan Wang Feng menuruti kemauan Feng Ying.


"Aman.. Tidak ada orang di sini." Ucap Feng Ying dengan santai. "Tidak perlu tegang seperti itu. Lagi pula, kita sudah sering masuk ke tempat seseorang secara sembunyi sembunyi."


"Tck, tapi ini berbeda." Wang Chen tetap saja bersikap waspada.


Nyawn!


Wang Feng yang berukuran sebesar harimau biasa nampak bersuara agak pelan. Ia melihat ke arah kiri dan tak lama dari itu, dua orang penjaga berjalan ke arah mereka.


"Siapa kalian?!" Ucap salah satunya ketika menyadari ada kehadiran orang asing.


"Akh, aku sudah bilang bukan? Lebih baik masuk lewat pintu gerbang saja, tidak sembunyi sembunyi seperti ini." Bisik Wang Chen sambil menatap kedua orang penjaga.


Wang Chen dan Wang Feng tertegun sejenak kala melihat Feng Ying sudah berlari.


"Mereka penyusup! Tangkap penyusup penyusup itu!"


Seruan dari seorang penjaga membuat Wang Chen dan Wang Feng sadar. Keduanya terkejut dan langsung lari mengikuti Feng Ying. "Sialan! Kenapa kau malah lari sendiri?!" kesal Wang Chen.


"Itu salah kalian, karna kalian tidak memperhatikanku! Jadi kalian aku tinggal!" Ucap Feng Ying sambil masih terus berlari. Ia melirik ke belakang sejenak sambil menjulurkan lidahnya, seakan mengejek.


Wang Chen menggeram kesal, "Awas saja bila aku menangkapmu, Ying!"


"Kejar para penyusup itu!" Teriak dua penjaga sambil berlari mengejar para penyusup.


Nyawn! Nyawn!


"Tidak! Jangan Wang Feng! Jangan makan mereka! Kau ingin kita mendapat masalah yang besar?" Ucap Wang Chen.


Nyawn~


Beberapa penjaga lain berdatangan. Melihat itu, Feng Ying langsung masuk ke dalam istana melalui pintu belakang. Begitupun Wang Chen dan Wang Feng yang mengikutinya.

__ADS_1


Namun ternyata di dalam istana memiliki penjagaan yang lebih ketat dari pada penjagaan yang ada di luar. Prajurit yang berada di dalam istana mulai menghadang ketiganya dari arah depan dan samping.


Karna hal ini, Feng Ying dan Wang Chen menghentikan laju lari mereka. Tetapi tidak untuk Wang Feng. Harimau bulan itu langsung berlari dan menghantamkan kepalanya pada setiap prajurit yang menghalangi jalan.


"Aarkhhh!"


"Akkhh!"


Para prajurit yang terkena hantaman langsung terlempar dari tempat mereka berdiri tadi.


Nyawn! Nyawn!


Wang Chen dan Feng Ying saling berpandangan. Mereka pun mengangguk dan berlari mengikuti Wang Feng. "Ternyata dia bruntal juga. Sepertinya itu karna latihanmu saat itu." Ucap Wang Chen dengan sinis.


"Hmph!" Feng Ying mendengus sambil tersenyum. Ia malah nampak bangga ketika dikatakan seperti itu oleh Wang Chen.


***


Beberapa saat kemudian, Wang Chen dan Feng Ying duduk di meja makan. Sementara Wang Feng, ia duduk di atas lantai dengan patuh. Di atas meja makan sudah tersaji banyak makanan yang terlihat mewah. Di ujung meja yang berlawanan dengan Feng Ying dan Wang Chen pun sudah terdapat dua orang yang tentu sudah mereka kenal, Liu Changhai dan Liu Mei.


Di dekat meja makan, berdiri beberapa prajurit dengan keadaan tubuh yang lebam, terutama wajah. Mereka semua menundukkan kepala. Walau dalam hati sebenarnya sedang menggerutu dan mengumpati orang orang yang masuk ke dalam istana tadi.


Liu Changhai tersenyum canggung, "Maaf atas sambutan yang tidak mengenakkan tadi."


"T-tidak apa. Ini juga salah kami, karna masuk ke dalam istana secara sembunyi sembunyi. Sehingga mereka mengira bila kami adalah penyusup." Ucap Wang Chen dengan sopan. Ia merasa tak enak sekarang. Ia sudah merepotkan banyak orang di dalam istana. Ini semua karna ide Feng Ying.


Feng Ying bersikap tak acuh, ia seakan tak peduli dan tak merasa bersalah atas apa yang baru saja dilakukannya yang membuat heboh banyak orang istana karna dikira penyusup.


Wang Chen mengulum mulut dan tersenyum sebaik mungkin. Ia mengmyenggol tangan Feng Ying dengan sikunya, "Ayo, katakan sesuatu." Bisiknya.


Feng Ying memutar bola matanya malas. Ia pun menatap Kaisar Liu, "Hem.. Tak apa. Walaupun prajuritmu itu sangat menyebalkan dan menuduh kami sembarangan sebagai penyusup, tapi sekarang kalian sudah kumaafkan."


Wang Chen terbelalak mendengar ucapan Feng Ying yang malah terkesan kurang ajar. Ia langsung menyikut Feng Ying lebih keras, "Kenapa kau malah berbicara seperti itu, huh?! Katakan maaf pada Yang Mulia!" Bisiknya kesal.


Liu Changhai tertawa canggung. "Ahaha, terimakasih atas kebaikannya karna sudah memaafkan sikap kami yang tidak baik."


"Sialan! Kurang ajar! Kalau bukan karna anak bernama Chen itu yang sudah menolong putriku, maka aku sudah menendang dia keluar dari istana. Apalagi mereka sudah membuat para prajuritku terluka seperti ini." Batin Kaisar Liu.


"Memangnya kenapa? Dia saja terlihat tidak masalah dengan ucapanku." Bisik Feng Ying pada Wang Chen. "Yah.. Terlihatnya memang seperti itu. Tapi mungkin sebenarnya dia marah padaku." Batin Feng Ying.


Wang Chen menatap Kaisar Liu dengan canggung. "Maafkan ketidak sopanannya, Yang Mulia. Dia memang seperti ini, mohon agar Yang Mulia mengerti."


Liu Changhai mengangguk.


"Untung saja aku tadi bertemu denganmu, bila tidak, aku tidak tahu apa lagi yang akan terjadi nanti. Mungkin istana ini akan mendapat banyak kerusakan karna pertarungan." Ucap Liu Mei sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Wang Chen nampak malu mendengar ucapan Liu Mei. "Seandainya aku tadi tidak menuruti ucapan Ying, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini." Batinnya.


__ADS_2