Feng Ying

Feng Ying
76 -Chapter 76


__ADS_3

Tang Shen menatap ke arah Feng Ying. Memang benar apa yang dikatakan bocah itu. Ini adalah pertama kalinya bagi dirinya menghadapi orang aliran hitan secara langsung.


Tiba tiba, Feng Ying terbesit sebuah ide. Iapun tersenyum, "Chen, bagaimana bila aku membantu pamanmu agar kembali seperti semula?"


"Hehe, aku memang akan membantu. Tapi sebelum itu, aku akan membuat mereka semakin terpuruk terlebih dahulu" batinnya sambil tersenyum.


'Mereka' yang dimaksud Feng Ying adalah ketiga paman Wang Chen. Ia mungkin mengatakan akan membantu. Tapi dirinya tidak akan langsung membantu. Ia akan membuat ketiga paman Wang Chen sangat terpuruk terlebih dahulu.


Setelahnya, ia akan memperbaiki mereka semua dengan ilusinya yang indah. Hal ini akan lebih menyenangkan bagi Feng Ying. Dari pada langsung menggunakan kemampuan ilusinya dan memperlihatkan hal indah bagi ketiga paman Wang Chen. Tanpa ilusi menyeramkan.


Wang Chen menatap Feng Ying ketika mendengar ucapan temannya, "Apa kau bisa membantu pamanku?" ucapnya dengan penuh harap.


Feng Ying mengangguk dan tersenyum, "Tentu saja! Apa yang tak bisa kulakukan?"


"Tapi junior Ying.. Bukankah saat itu kau bilang takkan bertanggung jawab masalah paman junior Chen? Bukankah artinya, kau tidak mau ikut campur masalah itu?" ucap Tang Shen dengan heran.


"Aku saat itu berbicara kemarin. Sekarang hari sudah berganti. Maka ucapanku juga berganti" ucap Feng Ying dengan enteng.


Wang Chen langsung mengangguk dengan penuh harap. Walaupun ia juga sebenarnya heran dengan ucapan Feng Ying tadi. Namun yang lebih penting, Feng Ying mau membantunya. Mungkin saja temannya itu memiliki cara mengembalikan pamannya.


"Bila mereka mau menjawab pertanyaanku tentang apa yang sudah terjadi pada mereka, maka aku akan tau bagaimana keadaan paman yang lain, bibi dan saudara saudaraku" ucap Wang Chen.


( Saudara yang dimaksud Wang Chen adalah semua anak paman dan bibinya.)


Feng Ying berfikir sejenak, "Ngomong ngomong.. Di mana ayahmu, Chen? Kau tidak pernah membahasnya."


Mendengar itu, membuat Wang Chen menundukkan kepala. Melihat reaksi Wang Chen, Feng Ying mengerti apa yang kemungkinan terjadi dengan ayah dari bocah itu. "Ayahmu mati?" ucapnya tanpa mengolah kata terlebih dahulu.


"Junior Ying..," Tang Shen ingin memperingati Feng Ying agar tak berbicara seperti itu.

__ADS_1


"Apa? Bukankah itu memang benar?" ucap Feng Ying dengan satu alis terangkat.


Wang Chen mengangguk, "Saat itu ayah berniat melindungiku. Namun yang terjadi justru dia terluka. Ayah terus melindungi aku dan ibu agar kami bisa pergi. Tapi karna itu, ayah terluka parah. Bahkan menurutku, ayah takkan bisa tertolong lagi" ucapnya dengan kepala tertunduk.


Feng Ying mengangguk dengan wajah prihatin. Tang Shen dan Wang Chen pasti mengira bahwa Feng Ying prihatin dengan kondisi Wang Chen setelah bocah itu menceritakan tentang ayahnya. Namun sebenarnya, Feng Ying prihatin karna hal lain.


"Sayang sekali.. Padahal bila dia masih ada, akan kusiksa dia di depan Chen" batin Feng Ying sambil menggelengkan kepala.


"Sudahlah.. Sekarang kita ke tempat pamanmu Chen" ucap Feng Ying yang langsung mengubah topik pembicaraan.


***


Beberapa jam telah berlalu. Hari kini sudah malam. Feng Ying keluar dari dalam sebuah ruangan. Ia mempersilahkan orang orang yang berada di luar untuk masuk.


Beberapa orang yang berada di luar masuk ke dalam ruangan bersama Feng Ying. Mereka terkejut ketika melihat tiga orang pria yang nampak berumur 30 an lebih berdiri di depan mereka.


Ketiga orang itu menatap Wang Chen yang berada di bagian depan. Tatapan mereka nampak tajam. Hal ini membuat Wang Chen yang ditatap merasa gugup.


"Jangan tinggalkan kami, Chen'er.. Hanya kau satu satunya keluarga kami yang tersisa."


"Chen'er.. Aku menyayangimu.. Jangan pergi.."


Mendengar suara ketiga orang itu, tentu membuat Wang Chen terkejut. Bahkan Tang Shen dan orang orang yang tadi ikut masuk ke dalam ruangan ini. Mereka heran, mengapa ketiga orang ini mengatakan hal seperti itu?


"Pa- paman.. A- apa yang terjadi?" ucap Wang Chen dengan terbata bata. Karan dirinya juga masih mencerna situasi yang ada.


Feng Ying tersenyum. Sebelumnya, ia menyuruh agar semua orang keluar dari dalam ruangan. Setelah itu, ia meminjam kekuatan Jian untuk membuat pelindung kedap suara yang kuat. Agar suara di dalam tidak terdengar keluar sama sekali.


Feng Ying menggunakan kemampuan membuat ilusinya pada tiga paman Wang Chen. Ia memperlihatkan mimpi buruk bagi ketiga orang itu. Mereka ditinggalkan satu persatu anggota keluarga mereka. Bahkan pembunuhan anggota keluarga mereka disaksikan tepat di depan mata. Kejadian saat keluarga mereka tersiksa. Bahkan siksaan yang diperlihatkan pada mereka jauh lebih mengerikan dari pada yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Bukan hanya itu, Feng Ying juga membuat ketiga paman Wang Chen merasa seperti disiksa. Kejadian itu terasa nyata dan terasa mengerikan bagi ketiganya. Mereka juga merasakan sakit, walaupun itu hanya ilusi. Pada saat itu, ruangan sangat berisik karna teriakan mereka.


Lalu bagian ilusi indahnya adalah ketika paman Wang Chen bertemu anggota keluarga mereka dengan suasana haru dan bahagia. Mereka bercanda, berbincang banyak hal dan lainnya. Mereka juga bertemu ayah Wang Chen yang mengatakan agar mereka menjaga Wang Chen, juga istrinya dengan baik.


Lalu, ketika perpisahan, suasana menjadi lebih haru lagi. Keluarga mengatakan bahwa mereka akan menyaksikan paman Wang Chen dari atas. Mereka juga ikut berpesan untuk menjaga keluarga Luo yang tersisa.


Paman Wang Chen menyanggupi itu. Mereka berjanji akan saling menjaga. Mereka juga akan merawat Wang Chen, juga ibu dari bocah itu dengan baik. Itulah yang menyebabkan ketiga paman Wang Chen langsung memeluk Wang Chen. Mereka dapat mengetahui yang mana Wang Chen karna dalam ilusi diperlihatkan wajahnya.


"P- paman?" panggil Wang Chen.


Ketiga paman Wang Chen perlahan melepas pelukannya dari Wang Chen. Mereka tersenyum hangat. Tidak seperti sebelumnya, yang memiliki tatapan ikan mati sebelum Feng Ying mengatasi semuanya.


Dalam hati, Feng Ying menghela nafas, "Hah.. Kurang menyenangkan bila hanya ilusi saja" batinnya. Ia menatap ke arah tiga paman Wang Chen yang saat ini masih menatap ke arah Wang Chen. Ketiga orang itu sudah mengenalnya yang sebagai teman Wang Chen.


Selain itu, mereka juga diberitaukan kejadian kejadian apa saja yang sudah terjadi. Tentunya Feng Ying tak mengatakan kemampuan ilusinya. Walau begitu, tanpa diberitaukan oleh Feng Ying, ketiga paman Wang Chen tau bila Feng Ying bisa membuat ilusi. Itupun dengan sebuah jurus. Mereka takkan pernah berfikir bila itu adalah kemampuan Feng Ying.


"Pa- paman.. Aku minta maaf.. Karna diriku.. Paman jadi seperti ini.." ucap Wang Chen dengan kepala tertunduk.


Salah satu paman Wang Chen yang bernama Luo Yu langsung menyentuh kepala Wang Chen dan mengelusnya, "Kau tidak salah, Chen'er.. Tidak perlu meminta maaf.." lirihnya. Iapun menjauhkan tangannya dari kepala Wang Chen.


Wang Chen mengangkat kepalanya dan melihat ketiga pamannya. Iapun kembali berucap, "Sebenarnya.. Apa yang terjadi dengan paman yang lain, bibi dan saudara saudaraku? Kenapa aku tidak bisa menemukan mereka kemarin?"


Ketiga paman Wang Chen menundukkan kepala dan menghela nafas. Luo Yu, "Chen'er.. Mereka sudah tidak ada.. Mereka semua mati di tangan orang aliran hitam. Begitupun ayahmu" ucapnya dengan suara yang berat. Karna ia sulit mengatakan hal itu.


Wang Chen terkejut. Apa yang dikatakan Feng Ying benar. Matanya mulai berkaca kaca, "Ja- jadi.. Me- mereka..," ia tak bisa berkata apapun. Beberapa kali dirinya menggelengkan kepala tak percaya.


Feng Ying mengambil Wang Feng dari tangan Wang Chen. Iapun membalikkan tubuhnya dan menghadap orang orang, "Sebaiknya kita keluar. Biarkan mereka di sini."


Nyawn~

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Feng Ying keluar. Tang Shen langsung mengikuti Feng Ying dari belakang. Begitupun orang orang lainnya yang masuk. Mereka mengerti situasinya saat ini. Wang Chen dan ketiga orang itu pasti membutuhkan ruang untuk saat ini.


__ADS_2