Feng Ying

Feng Ying
15 -Patriarch Lao


__ADS_3

Saat malam hari, Wang Chen dan Feng Ying masih berada di kamar yang sama seperti kamar yang mereka tempati saat itu. Mereka hanya berdua. Namun, tak lama seseorang masuk ke dalam kamar mereka. Dia adalah seorang pria tua dengan janggut dan rambut putih yang panjang.


Feng Ying yang sedang membaca buku di atas tempat tidur menoleh ke arah pria tua itu dengan malas. Sementara, Wang Chen yang tadinya bermain dengan Wang Feng langsung berhenti. Ia menoleh ke arah pria tua yang baru saja masuk. Ketika mengetahui siapa dirinya, Wang Chen memberikan hormat dengan tergesa gesa, "Sa- salam patriarch Lao. Maaf saya tidak menyambut anda dengan baik."


Pria tua itu adalah patriarch sekte phoenix api, bernama Lao Tzu. Ia tersenyum melihat tindakan Wang Chen, "Tidak apa, ini juga salahku karna aku tidak terlebih dahulu mengatakan akan kemari. Angkat kepalamu."


Wang Chen mengangkat kepalanya dan menatap patriarch Lao dengan heran, "Um.. Patriarch Lao, apa anda membutuhkan sesuatu sehingga datang ke kamar kami?"


"Ahaha, aku tidak membutuhkan sesuatu. Aku hanya ingin berbicara pada junior Ying," patriarch Lao menatap ke arah Feng Ying yang masih membaca buku di atas tempat tidur tanpa mempedulikan sekitarnya.


Feng Ying tidak mengalihkan tatapannya dari buku sama sekali. Walaupun ia sudah disebut namanya oleh patriarch Lao. Melihat hal itu, Wang Feng langsung melompat ke arah orang yang ia panggil ibu. Iapun langsung menjilati pipi Feng Ying.


Hal ini membuat bocah berumur 12 tahun itu geli. Ia menyimpan buku di tempat tidur dan langsung melepaskan Wang Feng dari bahunya. Agar harimau kecil itu tidak menjilatinya terus. "Kenapa kau menggangguku? Apa kau tidak bisa diam?", kesal Feng Ying.


Nyawn~


"Biarkan saja, tidak ada urusannya denganmu. Aku tidak ingin berbicara dengan patriarch Lao. Jadi jangan memaksaku."


Mendengar jawaban Feng Ying, Wang Feng langsung menggigit ibu jari Feng Ying hingga berdarah. "Arrkh, apa yang kau lakukan?!", Feng Ying langsung menyimpan Wang Feng di tempat tidur. Ia menatap harimau kecil itu dengan kesal, "Sebenarnya apa maumu?!"


Nyawn~


"Cih, asalkan kau tidak menggangguku," Feng Ying menatap patriarch Lao dengan cemberut dan kesal. "Apa yang kau inginkan patriarch Lao?"


"Bukankah itu harimau bulan? Bagaimana bocah itu memiliki harimau bulan? Saat itu, kurasa dia tidak bersama seekor harimau sama sekali" batin patriarch Lao dengan heran dan takjub ketika melihat langsung wujud harimau bulan.


"Hei, kenapa kau diam saja?" ucap Feng Ying dengan kesal.


"Ying, jangan berbicara dengan keras seperti itu pada patriarch Lao" ucap Wang Chen sambil menatap Feng Ying.


"Dia saja tidak masalah. Jadi kau tidak perlu memperdebatkan masalah sepele seperti ini" ucap Feng Ying dengan malas. Luka yang ada di jarinya saat ini sudah sembuh dengan cepat.


"Tapi tetap saja. Kau tidak boleh berbicara seperti itu pada patriarch Lao" ucap Wang Chen dengan agak kesal.


"Ahaha, sudahlah.. Aku tidak apa. Jangan bertengkar" ucap patriarch Lao. Ia pun baru memperhatikan bila luka di jari tangan Feng Ying sembuh. Padahal tadi ia yakin jari bocah itu terluka. Bahkan ia dapat melihat beberapa tetes darahnya di bagian tempat tidur.


"Regenerasi tubuhnya sangat cepat" batin patriarch Lao.


"Kau sudah dengar dari patriarch sendiri. Ia tidak masalah dengan ucapanku. Sekarang, kau jaga harimau kecil itu saja agar tidak menggangguku seperti tadi" ucap Feng Ying sambil menatap Wang Chen.


Wang Chen menghela nafas. Temannya ini memang sulit diatur. Ia langsung mengambil Wang Feng. Sementara itu, Feng Ying berdiri dari posisi duduknya. Ia berjalan ke arah patriarch Lao dan berhadapan dengannya. "Apa yang ingin kau bicarakan padaku?"


"Lebih baik kita tidak berbicara di sini. Lebih baik kita pergi ke tempat lain," patriarch Lao tersenyum.

__ADS_1


Feng Ying memutar bola matanya dengan malas, "Asalkan tidak terlalu lama."


Patriarch Lao mengangguk. Iapun mulai berjalan keluar dan diikuti Feng Ying di belakangnya. Wang Chen hanya memperhatikan kepergian kedua orang itu.


Di luar, udara cukup dingin. Biasanya, ada beberapa orng yang masih berada di luar untuk latihan atau hal lainnya. Namun saat ini, tidak ada orang yang ada di luar sama sekali.


Patriarch Lao langsung memegang kerah belakang Feng Ying dan langsung membawa bocah itu terbang. Kejadian tak terduga ini membuat Feng Ying terkejut. Ia berusaha memberontak dan lepas. Namun, patriarch Lao segera berkata, "Jangan memberontak. Kau akan jatuh nanti."


Feng Ying langsung diam. Memang apa yang pria tua itu katakan benar. Jika ia tidak bisa diam, maka bisa saja dia dilepaskan oleh patriarch Lao, lalu jatuh dari ketinggian.


Di sekte phoenix api memang terdapat pelindung yang membuat orang tak bisa terbang. Namun, pelindung hanya ada di sekitar sekte saja, juga di atas sekte dengan ketinggian tertentu dari permukaan tanah. Pelindung membentuk seperti kubah, namun transparan.


Sementara, di dalam pelindung kubah transparan atau tak terlihat, semua orang dengan kekuatan tingkat kaisar dan seterusnya dapat terbang di atas sekte phoenix api. Murid murid yang memiliki elemen angin dan dapat terbang dengan kekuatan elemen itu, juga bisa melakukannya.


Patriarch Lao membawa Feng Ying terbang dengan sangat cepat. Bahkan kecepatan ini dapat membuat tubuh seseorang terluka parah. Feng Ying segera melapisi tubuhnya dengan Qi agar hembusan angin yang menerpa tubuhnya tidak melukainya. "Cih, sebenarnya apa yang dia inginkan? Apa dia ingin membunuhku dengan membawaku sangat cepat seperti ini di udara?" batin Feng Ying dengan kesal.


Patriarch Lao menoleh ke arah Feng Ying. Ia cukup kagum karna Feng Ying masih baik baik saja. Padahal, ia sudah membawa bocah itu dengan cukup cepat. Apalagi melihat tindakan Feng Ying yang dengan cekatan melindungi dirinya dengan Qi. Sehingga bocah itu tidak terluka.


Patriarch terus membawa Feng Ying cukup lama di udara. Bahkan menurut Feng Ying, pria itu hanya berputar putar saja di atas sekte phoenix api.


***


Patriarch menurunkan Feng Ying di atas permukaan tanah setelah puluhan menit membawa bocah itu terbang. Mereka saat ini berada di ruangan terbuka yang luas. Tidak ada siapapun kecuali mereka berdua.


"Ini di halaman tempatku tinggal" jawab patriarch Lao.


Feng Ying mengangkat sebelah alisnya, "Kenapa kau mengajakku ke tempat ini? Apa yang ingin kau bicarakan?"


Patriarch Lao tidak mengatakan apapun. Dirinya sudah menghilng dari tempatnya berada.


Merasakan adanya sedangan dari arah samping, Feng Ying menatap ke arah tersebut dan langsung menyilangkan kedua tangan di depan dada. Ia dapat melihat patriarch Lao melakukan tendangan. Namun bisa ia hentikan, "Apa maksudnya ini?" ucap Feng Ying.


Patriarch Lao tersenyum. Namun, ia tetap tidak menjawab. Dirinya langsung melakukan tendangan lagi dan lagi. Kekuatan yang ia gunakan masuk ke dalam daftar 'bisa diatasi' oleh Feng Ying.


Tendangan, pukulan dilakukan oleh patriarch Lao untuk menyerang Feng Ying. Tentunya ia tidak memakai kekuatannya sepenuhnya. Bila tidak, maka Feng Ying akan mati.


Feng Ying terus menahan semua serangan yang dilayangkan patriarch Lao padanya. Walaupun dia masih berada di tingkat grandmaster, namun dia memiliki fisik yang sangat kuat. Sehingga bisa menahan serangan serangan patriarch Lao. Bahkan tanpa Qi pun, dia bisa menahan serangan.


"Fisiknya sangat kuat" batin patriarch Lao. Iapun langsung menghilang dari hadapan Feng Ying dan dalam waktu yang sangat singkat, ia sudah berada di belakang Feng Ying. Ia melakukan tendangan samping ke arah bocah 12 tahun itu. Ia fikir, Feng Ying tidak akan mengetahui serangan cepat yang ia lakukan ini.


Namun, diluar dugaan. Feng Ying berbalik dan langsung menahan dengan telapak kakinya hingga membuat kedua telapak kaki mereka berbenturan. Bahkan hanya karna ini, membuat beberapa debu beterbangan. "Apa kau sudah selesai menyerangku?" ucap Feng Ying dengan datar.


"Walaupun aku tidak menggunakan seluruh kecepatan yang kumiliki, namun tetap saja ini sangat cepat. Tapi dia.. Dia bisa mengetahui serangan ini bahkan menahannya dengan telapak kaki?" batin patriarch Lao yang terkejut.

__ADS_1


Melihat patriarch Lao yang diam, Feng Ying langsung menurunkan kakinya dan melakukan serangan pukulan. Sebelum serangan mengenai perut patriarch Lao, pria tua itu langsung menahannya dengan satu tangan. "Sudah cukup."


Feng Ying kembali menarik tangannya dan langsung menatap patriarch Lao dengan datar, "Apa kau melakukan ini untuk melihat bagaimana kekuatanku, patriarch Lao?"


Patriarch Lao berdiri tegak di depan Feng Ying. Ia tersenyum, "Kau ternyata mengetahuinya. Sangat pintar."


"Ini sangatlah mudah untuk ditebak. Dimulai dari kau membawaku terbang dengan cepat di langit dan hanya berputar putar di sekte phoenix api, maka kau ingin tau seberapa kuat diriku. Bukankah begitu?"


Patriarch Lao terkejut. Namun ia segera tersenyum kembali, "Dia sangat pintar" batinnya.


"Apa urusanmu sudah selesai denganku? Bila sudah, maka aku akan kembali dan tidur" ucap Feng Ying dengan malas.


Patriarch mulai menatap Feng Ying dengan serius, "Bagaimana kau bisa menahan seranganku tadi? Padahal kau hanya berada di tingkat Qi condensation bintang 4. Namun, kau bisa menahan seranganku yang ada di tingkat grandmaster tingkat 6 saat tadi. Apa kau menyembunyikan kekuatan aslimu?"


Patriarch Lao maupun orang lain tidak akan bisa melihat tingkatan asli kekuatan Feng Ying. Karna sebuah jurus. Tingkatan aslinya bisa dilihat oleh orang yang memiliki jurus sama dengannya. Dia juga harus memiliki kekuatan di atas Feng Ying untuk mengetahui kekuatan asli bocah itu.


Jangan lupa dukung author dengan like, komen, vote, dan favorite bila kalian suka. Satu like sangat berarti bagi author ^_^


>> Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7


*Langit\=1-7

__ADS_1


*Immortal


__ADS_2