Feng Ying

Feng Ying
102 -Pelatihan Bertahan Hidup


__ADS_3

Seorang bocah laki laki nampak tergeletak di dalam sebuah hutan lebat. Matanya yang terpejam mulai membuka. Hal pertama yang dilihatnya adalah ranting dan daun yang menutupi cahaya matahari. "Ugh.. Apa yang terjadi?" Gumamnya. Ia perlahan mengubah posisinya menjadi duduk.


Kepalanya terasa sakit dan agak pusing. Pandangannya pun belum terlalu jelas. Namun ia berusaha agar mengingat apa yang sudah terjadi padanya hingga berakhir di tempat ini. "Ah, iya! Saat itu, aku baru saja menyelesaikan pelatihan kedua dari ayah. Tapi.. Kenapa sekarang aku berada di sini? Apa yang terjadi setelah aku pingsan?"


Bocah laki laki itu tak lain adalah Feng Ying. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan danau tempatnya melakukan pelatihan kedua. Namun, tidak ada danau sama sekali di sekitar. Hanya ada pepohonan yang menjulang tinggi ke atas.


Feng Ying mulai berdiri perlahan dan mengamati tempatnya berada sekarang. "Dimana a--"


Feng Ying terdiam sambil membaca tulisan yang ada di permukaan tanah tak jauh dari tempatnya berada. Permukaan tanah itu seperti sudah digores benda dengan cukup dalam. Sehingga tulisannya akan nampak jelas saat dibaca. "Pelatihan ketiga, dimulai. Pelatihan bertahan hidup." Itulah yang dibaca oleh Feng Ying.


Tidak dijelaskan apa maksud dari tulisan itu. Namun Feng Ying memahaminya. Tetapi yang membuatnya terdiam adalah pada permukaan tanah, tidak dijelaskan kapan waktu berakhirnya pelatihan ketiga yang dimaksud.


Apa ayahnya sedang bercanda? Pelatihan bertahan hidup? Bagaimana bisa dirinya diberikan pelatihan seperti ini?! Padahal sudah jelas, bila dirinya belum berlatih fisik ataupun jurus sama sekali! Apa ayahnya ingin dirinya mati di tempat seperti ini?!


Feng Ying berjalan perlahan ke arah tulisan yang tercetak di permukaan tanah. Iapun mengambil sebuah belati yang memang sudah ada di tempat itu sedari tadi. Mungkin belati ini diberikan ayahnya untuk bisa menjadi senjata. "Tapi aku tidak bisa menggunakannya. Ayah tidak pernah mengajariku caranya.."


Feng Ying ragu dapat melakukan pelatihan ketiga ini. Bertahan hidup di hutan, tanpa bisa bela diri apapun dan tanpa pengalaman sama sekali. Terlebih, dirinya tidak tau kapan berakhirnya pelatihan ketiga. Walaupun ragu untuk bisa bertahan hidup di tempat ini, tetapi Feng Ying tak mau diam saja dan merenungi nasib dan kondisinya. Karna semua itu tidak ada gunanya.


Feng Ying mungkin masih berumur 6 tahun lebih, tapi dirinya memiliki pemikiran yang cukup bijak untuk anak seusianya. Bila itu anak lain, mungkin mereka akan menangis karna ditinggal di hutan sendirian dengan bahaya tersembunyi yang tidak diketahui.


"Ugh.. Aku lapar.." Lirih Feng Ying. Ia menatap belati di tangannya, "Apa aku harus mencari makan sendiri?"


Setelah berpikir sejenak, Feng Ying mulai pergi dari tempatnya berdiri tadi. Ia tau, bila di hutan ini pasti ada hewan buas atau bahkan demonic beast yang bisa saja membahayakannya. Namun mau bagaimana lagi? Apa dia harus diam? Apa dia bisa mendapatkan sesuatu dengan berdiam diri? Tidak.


Feng Ying dengan keberanian yang cukup, mulai menjelajahi isi hutan. Ia akan mencari hewan biasa saja. Karna dirinya merasa takkan bisa mengalahkan demonic beast bila bertemu dengan mereka.


***

__ADS_1


"Sudah sekitar 1 jam aku berkeliling di hutan. Tapi tidak ada--" Bibir Feng Ying mengembangkan senyuman ketika melihat seekor kelinci yang dengan senangnya memakan rumput. "Hehe.. Aku akan mendapatkanmu. Dagingmu pasti sangat lezat~"


Dengan langkah perlahan, Feng Ying berjalan mendekat dengan belati yang sudah ia genggam erat, menatap kelinci seperti ingin memangsanya hidup hidup. Ia seertinya sudah beberapa hari pingsan. Karna perutnya kini sudah terasa sangat kelaparan, seakan tidak makan berhari hari.


Ketika Feng Ying akan menusukkan belati itu pada kelinci, tiba tiba kelinci itu berlari pergi. Gerakannya cukup cepat untuk seekor kelinci biasa. "Heii!! Tunggu!! Jangan pergi, aku belum memakanmu!"


Mungkin orang lain akan tertawa mendengar ucapan Feng Ying yang konyol ini. Apakah maksud bocah itu, kelinci boleh pergi darinya bila ia sudah memakan kelinci itu?


Feng Ying segera mengejar kelinci yang melompat lompat dan menjauh darinya. "Aku takkan melepaskanmu!"


Tiba tiba langkah Feng Ying semakin cepat, bersamaan dengan rasa laparnya juga yang semakin besar.


Setelah bermain kejar kejaran selama beberapa menit, akhirnya Feng Ying dapat menangkap kelinci yang ia incar tadi. Iapun tersenyum senang, melihat kelinci itu sudah berada di genggamannya. "Padahal kau tidak perlu berlari tadi. Itu hanya akan menghabiskan tenagamu."


Kelinci ketakutan ketika melihat Feng Ying mulai mengangkat belati, seakan ingin menusuknya.


Terdengar suara langkah yang begitu keras dari arah belakang Feng Ying dan membuat bocah itu menolehkan kepala untuk melihat apa yang ada di belakangnya. Matanya membola terkejut kala seekor demonic beast berwujud badak dengan satu culanya berlari ke arahnya dengan cukup cepat.


Tabrakan pun tak terhindarkan karna Feng Ying tak sempat mengelak. Kelinci yang sudah susah payah ia ambil langsung terjatuh ke tanah dan kabur. Sementara belati, masih ada di pegangannya. Tubuh kecil Feng Ying terus terdorong badak itu hingga akhirnya punggungnya menabrak sebuah pohon di belakang.


"Aarrkkhh ssttt.."


Feng Ying meringis kesakitan karna badak ini langsung menghantamkan dirinya ke pohon dengan begitu teganya. Bahkan setelah melakukan itu, badak langsung pergi begitu saja kala mendengar suara raungan binatang.


Feng Yung terduduk dengan punggung yang masih bersandar pada batang pohon. Tulangnya terasa remuk setelah menghantam pohon dengan begitu keras. Untung saja pohon ini sangat besar dan kokoh. Bila tidak, maka pohon akan langsung tumbang setelah dihantam oleh tubuh mungil Feng Ying. "Aarrkkhh s-sakit..."


Ggggrrr

__ADS_1


Belum selesai dengan masalah punggungnya saat ini, suara raungan binatang buas didengar oleh Feng Ying. Ia tersentak kaget dan menatap ke arah suara dengan takut takut. Ternyata apa yang ia hindari telah muncul tepat di depannya. Seekor harimau yang memiliki ukuran tidak biasa dan dipastikan bila itu adalah demonic beast. Perlu diketahui, bila demonic beast dan hewan biasa berbeda. Demonic beast lebih kuat dan tubuhnya pun bisa lebih besar dari pada hewan biasa.


"A-apa yang harus kulakukan?" Feng Ying merasa agak panik karna demonic beast itu menyadari kehadirannya. Ia seharusnya tak panik karna panik hanya akan menambah runyam keadaan dan takkan menyelesaikan apapun. Namun mau bagaimana lagi? Ada sinyal ketakutan dari otaknya yang membuatnya panik dan berfikiran negatif.


Feng Ying merasa tidak mungkin mengalahkan demonic beast itu. Hanya satu cara yang ia pikirkan saat ini. Lari.. Ya.. Lari. Hanya itu yang bisa ia lakukan. Tanpa pikir panjang dan tanpa peduli dengan punggungnya yang masih terasa sedikit sakit, Feng Ying mencoba mundur dan lari menjauhi demonic beast harimau itu.


Grraaooo!


Harimau langsung berlari mengejar Feng Ying. Tidak sulit baginya untuk menangkap bocah kecil itu hingga dirinya sudah berada di depannya dan menatapnya dengan tajam.


Feng Ying menghentikan larinya dan mundur beberapa langkah ke belakang. Ia pun tak sengaja menginjak batu di belakangnya dan terjatuh. Feng Ying begitu ketakutan melihat harimau yang berjalan mendekat padanya, "J-jangan mendekat.."


Feng Ying menyeret tubuhnya ke belakang untuk menjauh dari harimau berukuran 1 meter setengah itu.


Gggrrrr


Geraman yang begitu menakutkan di telinga Feng Ying kecil. Ia langsung mencoba melemparkan beberapa batu yang ada di permukan tanah pada harimau sebagai pengalihan. Namun, harimau itu bahkan menghindarinya dengan mudah. Tanpa mengendurkan tatapan tajam padanya. "J-jangan makan aku.. Kumohon.."


Feng Ying terus menyeret tubuh ke belakang dan menggelengkan kepala pada harimau, seakan menolak untuk harimau itu mendekat padanya. Tetapi semua itu tak dihiraukan harimau.


Melihat keadaan akan bertambah buruk bila terus seperti ini, maka Feng Ying mulai memberanikan diri untuk berdiri dan memegangi belati yang masih berada di tangannya dengan erat. Ia menatap harimau dengan takut takut, sekaligus waspada.


"B-bila kau mendekat.. A-aku tidak akan segan untuk membunuhmu." Ucanya gugup.


Ggggrrr


Bukannya takut, harimau itu kini menggeram keras. Ia pun melompat ke arah Feng Ying dan ingin mencakarnya. Namun, Feng Ying segera menahan cakarnya menggunakan belati.

__ADS_1


Iris mata Feng Ying berubah menjadi merah. Tatapannya juga berubah, tidak seperti tadi. "Akan kubantu kau untuk satu kali ini saja."


__ADS_2