
Karna hari ini adalah hari ulang tahun sahabat Author, jadi Author update 3 chapter๐ Mungkin akan ditambah, tergantung mood Author dan maaf kemarin ga update karna ga enak badan. Happy reading~๐
Jangan lupa, Like, Vote, Favorite and Coment agar Author menjadi semangat untuk membuat novel.๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mata pria bertanduk menelusuri lingkungan sekitar. Hingga matanya menangkap satu orang pria sepuh dengan iris mata merah. "Bagaimana bisa aku ada di sini?" batinnya.
Zhang Jiazhen segera berlutut dengan satu kaki mengenai permukaan tanah, "Selamat datang Tuan."
"Kenapa aku bisa ada di sini?" ucap pria bertanduk. Hawa membunuhnya masih menyeruak keluar dari tubuhnya. Ia menatap tajam Zhang Jiazhen.
"Hamba yang memanggil Anda kemari, Tuan. Hamba membutuhkan bantuan Anda untuk membalaskan dendam."
Pria bertanduk mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar ucapan Zhang Jiazhen, "Kenapa aku harus membantumu? Apa yang akan kudapatkan?" ucapnya ketus.
"Hamba akan memberikan apapun untuk Tuan, bila Tuan bersedia membantu hamba balas dendam. Bahkan bila Tuan menginginkan kematianku, aku akan memberikannya."
"Hm.. Memangnya kau ingin balas dendam pada siapa? Bahkan kau menyerahkan nyawamu begitu saja padaku?"
"Pada penduduk seluruh benua, satu dunia ini. Mereka sudah membunuh anak dan cucuku. Aku ingin membalas dendam pada mereka.
Anda bisa menjadikan mereka budak yang memuja dan menghormati Anda, menjadi penguasa dunia. Anda juga bisa membunuh mereka."
"Menarik.. Mereka hanya manusia lemah. Jadi aku bisa membereskan mereka. Tapi untuk mengalahkan semuanya sekaligus, aku tak mungkin bisa melakukan itu. Lagi pula, manusia satu dunia itu banyak" batin pria bertanduk. "Tapi sebaiknya aku terima saja dia. Aku akan menjadi penguasa dunia ini dan tak ada yang bisa melarangku!"
Pria bertanduk nampak tersenyum. Hawa membunuh yang keluar dari tubuhnya perlahan lenyap seperti dibawa angin. "Baiklah, aku akan membantumu melakukannya. Bila aku berhasil melakukan itu, maka semua manusia di dunia akan menjadi budakku."
***
Di tempat lain, Feng Ying merasakan tekanan kuat saat tadi. Namun kini ia sudah tak merasakannya. Ia masih bisa mempertahankan kesadarannya karna mental dan tubuh fisiknya yang kuat.
"Hah.. Hah.. Sepertinya dia berhasil melakukannya" gumam Feng Ying dengan terengah engah. Ia berlutut dengan satu kaki mengenai permukaan tanah.
"Aura ini.. Dia.."
Mendengar suara Jian dalam pikirannya, membuat Feng Ying bertanya, "Siapa yang kau maksud?"
"Apa kau masih ingin tetap di sini atau pergi dari tempat ini?"
Bukannya menjawab, Jian malah bertanya. Feng Ying mendengus, "Kenapa kau menanyakan itu? Kau tidak ingin membantuku tadi. Kenapa tiba tiba saja ingin membantuku keluar?"
"Katakan saja! Jangan bertanya balik padaku!"
__ADS_1
"Kau juga tadi bertanya balik. Padahal aku yang lebih dulu bertanya. Tapi kau tidak menjawabnya" ucap Feng Ying ketus.
"Yasudah bila kau memang ingin menjadi mayat busuk di tempat ini. Aku akan membiarkanmu saja" ucap Jian dengan agak kesal.
Feng Ying tersenyum karna berhasil membuat Jian marah. "Baiklah, baiklah.. Bantu aku keluar dari tempat ini."
Feng Ying merasa bahwa dirinya tersedot masuk ke dalam ruang jiwa. Ia tidak memberontak sama sekali dan langsung masuk ke dalam ruang jiwa.
Kedua mata Feng Ying yang terpejam mulai membuka. Satu iris matanya berwarna merah dengan bagian putih berwarna hitam. Sementara, satu matanya yang seharusnya sudah diambil ikut membuka dan hanya memperlihatkan warna hitam tanpa bola mata.
Feng Ying yang kini sudah diambil alih oleh Jian langsung menuju pintu keluar yang berjarak beberapa meter darinya.
***
Semua orang yang berada di kekaisaran Naga api mulai membuka mata. Pertanyaan yang berada di benak mereka hanya satu, 'apa yang terjadi?'
Mereka semua tak mengingat apa yang terjadi pada tubuh mereka selama 5 tahun ini. Namun yang pasti, mereka merasa seperti baru terbangun dari tidur panjang.
***
Di dalam kamar Kaisar, Zhang Jiazhen membawa iblis yang ia panggil dari dunia lain bernama Han Liangyi ke kamar Kaisar.
Di kamar itu benda benda masih utuh, tak ada yang rusak sama sekali. Kamar pun terlihat bersih. "Tuan, anda bisa istirahat sekarang. Anda pasti lelah" ucap Zhang Jiazhen dengan sopan.
Han Liangyi mengamati ruangan, "Lumayan.. Tidak buruk. Ruangan ini hanya sedikit rendah dari kamar Yang Mulia" batinnya
Han Liangyi tidak mengeluarkan semua auranya saat tadi. Sehingga, orang orang yang masih hidup di istana tidak mati. Hanya saja, mereka terluka parah. Sementara, para prajurit mati karna kekuatan mereka bahkan lebih lemah dari murid murid sekte.
"Kita bisa menyusun rencana besok untuk memulai" ucap Han Liangyi.
"Baik Tuan. Kalau begitu, Anda beristirahatlah sekarang" ucap Zhang Jiazhen.
"Kau bisa pergi dan membiarkanku sendiri di sini."
"Baik, Tuan."
Zhang Jiazhen segera pergi dan menutup pintu setelah berada di luar.
"Apa mungkin Yang Mulia menghilang juga karna dipanggil ke dunia ini?" gumam Han Liangyi.
Saat ini, iblis yang mengambil alih kekaisaran Xiao adalah adik dari Kaisar. Karna Kaisar menghilang, tahta digantikan oleh adiknya. Sekarang Han Liangyi berfikir bahwa kemungkinan alasan menghilangnya Kaisar adalah karna dipanggil oleh manusia ke dunia ini.
"Aku di dunia iblis hanya bisa menjadi seorang Jenderal. Di tempat ini, aku pasti bisa menjadi penguasa dunia. Takkan ada lagi yang memerintahku" gumam Han Liangyi dengan senyuman percaya diri terlukis di wajahnya.
__ADS_1
***
Feng Ying yang kini sudah diambil alih sepenuhnya oleh Jian, nampak berada di koridor. Ia tidak bisa keluar begitu saja dari ruang bawah tanah tadi. Karna untuk keluar, dirinya harus memecahkan pelindung yang ada di bawah tanah. Hal itu tentunya mudah dilakukan oleh Jian. Karna dia memiliki kekuatan besar.
"Kau akan ke mana Jian?" ucap Feng Ying yang berada di ruang jiwa.
"Mencari seseorang" ucap Jian.
"Siapa yang ingin kau cari?"
"..."
Jian tak menjawab apapun pertanyaan Feng Ying dan membuat bocah itu kesal. "Hmph! Terserah, kau mau menjawab atau tidak. Aku juga akan mengetahui siapa yang kau cari, bila kau sudah menemukannya nanti!"
Ketika berjalan di koridor, Jian dapat melihat banyak mayat mayat dan beberapa tempat yang rusak. Ia sudah tau apa yang terjadi. Karna ia bisa melihat apa yang Feng Ying lihat. Walaupun ketika tak mengendalikan tubuh Feng Ying.
"Kau pasti ada di sini, aku bisa merasakan aura kehadiranmu" batin Jian. Suara hatinya tidak terdengar oleh Feng Ying. Karna ia membatasi ucapan suaranya yang dapat didengar Feng Ying.
Sementara, bila bocah itu yang mengatakan sesuatu dalam hati, Jian bisa mendengarnya. Ia juga bisa mengetahui isi pikiran Feng Ying. Karna biar bagaimanapun, bocah itu tak bisa menutupi apapun dari Jian. Tetapi Jian bisa melakukan itu. Karna kekuatannya lebih besar dari Feng Ying.
Namun, bila Jian berbicara langsung, bukan berbicara dalam hati, Feng Ying bisa mendengar ucapannya. Untuk pikiran, Feng Ying tak bisa membaca pikiran Jian.
***
Zhang Jiazhen saat ini pergi ke ruangan tahta. Ia bisa melihat bahwa para murid dan dua tetua yang tersisa sedang tergeletak di lantai. Sementara, mayat mayat yang seharusnya berada di ruangan sudah tidak ada. Karna semua mayat kemungkinan sudah dimasukan ke dalam cincin ruang dari dua tetua.
Orang orang yang masih hidup itu nampak terluka. Di sudut bibir mereka mengeluarkan darah dan organ dalam mereka juga sepertinya terluka parah. Melihat hal itu, Zhang Jiazhen tidak menolong mereka. Ia tidak akan menolong mereka. Karna bagaimanapun, ia sudah membenci seluruh penduduk di seluruh benua, kecuali keluarga Zhang saja yang tidak ia benci.
Zhang Jiazhen tak bisa mempercayai apapun pada orang orang seluruh benua. Sehingga ia hanya bisa mempercayakan balas dendamnya pada Han Liangyi. Tentunya ia juga akan membantu melakukan itu.
Zhang Jiazhen berjalan mendekat ke arah orang orang yang kini pingsan. Iapun melemparkan bola api dan membakar seluruh tubuh itu hidup hidup.
"Balas dendam ini akan segera dimulai. Setelah itu terjadi, kalian pasti akan tenang sekarang" gumam Zhang Jiazhen. Ia tersenyum.
(Han Liangyi pertama kali melihat Zhang Jiazhen dengan iris mata merah dan penampilan asli. Karna Zhang Jiazhen tidak menggunakan kemampuan ilusi pada iblis itu.)
***
Di tempat lain, Jian langsung mendobrak keras sebuah pintu besar di depannya. Seketika, pintu langsung terbuka dan membentur dinding di balik pintu.
Han Liangyi yang ada di dalam kamar terkejut. Ia tadi tak merasakan hawa kehadiran seseorang. Namun kini, pintunya tiba tiba saja didobrak dari luar. Iapun berdiri dari posisi duduknya dan melihat siapa pelaku dari orang yang mengejutkannya itu.
Ketika melihat bahwa pelakunya seorang bocah, Han Liangyi menjadi geram, "Dasar bocah sialan! Apa yang kau lakukan?! Kau sudah mengganggu penguasa dunia ini!"
__ADS_1
Feng Ying menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar 'penguasa dunia'. "Siapa penguasa dunia? Kau bukan siapa siapa di sini" ucapnya dengan tak acuh.
"Apa kau bilang?!" ucap Han Liangyi geram. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat sambil menatap tajam bocah yang berjarak beberapa meter darinya itu.