
Feng Ying menyudahi pembicaraan, "Sekarang aku mau kau tetap di sini sebentar."
"Untuk apa? Apa yang akan kau lakukan dan kau ingin kemana?" ucap Wang Chen secara beruntun.
"Aku akan membereskan orang orang yang mendekat ke tempat ini. Setelah aku merasa sekitar tempat ini aman, maka aku akan mengajakmu keluar" ucap Feng Ying.
"Aku akan membantumu."
Feng Ying tersenyum sinis ke arah Wang Chen, "Kau yakin? Kau harus membunuh mereka, jika kau ingin tetap hidup. Jangan sampai menyusahkanku nanti karna sifat penakutmu itu."
Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying yang mengatakan untuk membunuh musuh, "Apa tidak seharusnya kita membuat mereka pingsan saja? Tidak perlu membunuh mereka."
"Apa kau tidak mendengar ucapanku Chen? Jika kau ingin tetap hidup, kau harus membunuh mereka. Bila kau tak mau melakukannya, maka aku akan pergi sendiri membunuh mereka," Feng Ying berjalan pergi menuju pintu keluar yang tertutup.
Ia sudah merasakan hawa kehadiran beberapa orang yang mendekat ke tempat ini. Karna orang orang itu tidak menyembunyikan hawa kehadiran mereka. Kemungkinan mereka sengaja.
Feng Ying menutup pintu setelah keluar. Sementara Wang Chen hanya menatap ke arah pintu yang tertutup. "Ying pasti tidak akan bisa mengalahkan mereka. Karna mereka sangat kuat. Tapi bila aku membantu Ying dan keluar.. Maka aku harus membunuh musuh" gumamnya. Ia merasa sangat ragu. Di satu sisi, ia ingin membantu dan tidak mau Feng Ying terluka. Namun disisi lain, ia juga agak takut untuk membunuh.
Tak lama kemudian, terdengar suara dentingan senjata dari luar ruangan. "Ying sekarang pasti sedang melawan mereka. Bagaimana bila dia mendapatkan masalah? Bagaimana bila dia terluka?" gumam Wang Chen. Ia berniat berjalan ke arah pintu dan keluar. Namun ia menghentikan langkahnya.
"Aku harus tetap di sini menunggu Ying. Aku tak mungkin membunuh orang lain," Wang Chen menggelengkan kepala, "Tidak! Kau harus membantu Ying!"
Wang Chen berlari ke arah pintu dan membukanya. Bersamaan dengan itu, sebuah tubuh menghantam dirinya hingga membuatnya terjatuh. "Sstt.. Siapa i.."
Wang Chen tak melanjutkan ucapannya. Ia langsung mendorong tubuh yang menimpanya hingga membuatnya dapat terlepas dari tindihan. Wang Chen berwajah pucat. Ia melihat bahwa tubuh itu tidak memiliki kepala. Melihat hal seperti itu dari jarak yang sangat dekat tentu saja mengejutkannya dan juga membuatnya takut. Darah dari leher yang terpotong rapi itu sempat mengenai wajah Wang Chen.
"Heh, kau mau keluar rupanya. Kalau begitu, kenapa kau diam saja? Cepat bantu aku!" ucap Feng Ying yang sedang menahan serangan dari kultivator aliran hitam. Ia melirik sedikit pada Wang Chen, namun kembali terfokus pada lawannya. Musuh yang tersisa kini ada 7.
Feng Ying melompat ke atas kala mendapat serangan dari belakang. Bola api di bawah melewatinya begitu saja dan langsung mengenai orang yang ia lawan tadi di depan.
__ADS_1
"Aaarrkkhh"
Tubuh orang aliran hitam itu langsung terbakar. Ia menjerit kesakitan. Lalu akhirnya terjatuh berlutut dan mati.
Orang aliran hitam yang melemparkan serangan terkejut ketika temannya mati karna dirinya. Ia manatap Feng Ying yang mulai menapak di tanah dengan marah. "Karna kau, temanku mati!"
Feng Ying menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar suara itu. "Kau sendiri yang membunuhnya. Jangan menyalahkan orang lain."
Feng Ying menghilang dan muncul dari arah samping orang aliran hitam yang tadi berbicara, "Sebaiknya kau segera menemui dia dan meminta maaf agar dia tak marah, hihi."
Orang aliran hitam itu belum sempat merespon, karna kepalanya sudah terpenggal. Kini, tersisa 5 orang lagi. Feng Ying melirik Wang Chen yang masih diam di depan pintu, "Apa yang kau lakukan? Cepat bantu aku! Sebenarnya aku tak butuh bantuan saat ini.."
Wang Chen tersadar dari lamunannya. Ia langsung mengangguk. "Aku tak bisa terus seperti ini.. Aku harus membantu."
***
Tempat di sekitar Feng Ying saat ini menjadi agak rusak di beberapa bagian. Lantai retak dan dinding terlihat mendapatkan beberapa goresan. Di lantai, ada 8 mayat berserakan dan darah membasahi lantai.
Tangan Wang Chen yang memegang pedang agak bergetar. Pedang itu adalah pedang pemberian Feng Ying saat itu. Wang Chen menatap ke pedang yang ia genggam. Tadi ia membunuh 3 orang dari mereka secara sadar, tidak seperti membunuh bandit saat itu yang ia lakukan secara tak sadar karna melihat Feng Ying dilukai.
Terdapat darah yang menetes pada pedang yang digenggam Wang Chen. Wajahnya juga terdapat bercak darah karna terciprat darah dari musuh. Ia hanya mendapat beberapa goresan saja.
Bila Feng Ying tak ada di sini membantunya, maka dirinya sudah mati. Karna biar bagaimanapun, musuh yang ia lawan tadi memiliki tingkat kultivasi di atasnya.
Feng Ying menepuk pundak Wang Chen menggunakan tangan kanan. Ia sudah memasukkan belati kembali ke dalam cincin ruangnya. "Jangan melamun terus seperti itu. Sekarang kita harus pergi sebelum yang lain datang kemari. Mereka pasti sudah mendengar sedikit keributan dari arah sini."
Wang Chen mengangguk pelan. Ia mengayunkan pedang secara menyamping dan membuat darah pada pedang terciprat ke lantai. Iapun menyimpan pedang ke sarungnya yang ada di pinggang.
Feng Ying langsung menarik tangan Wang Chen dan seketika itu, mereka pergi dengan sangat cepat.
__ADS_1
Bersamaan dengan menghilangnya mereka dari tempat itu, banyak prajurit yang datang ke tempat yang tadi dirasa ada pertarungan. Mereka terkejut ketika melihat beberapa orang yang mati dengan kepala terpenggal, maupun dada yang berdarah.
"Mereka pasti ada di sekitar sini! Cari penyusup penyusup itu!" ucap orang aliran hitam yang memimpin para prajurit.
Segera, para prajurit menyebar. Mereka juga masuk ke dalam ruangan yang memiliki banyak buku tak jauh dari tempat kejadian. Ruangan itu adalah perpustakaan.
***
BRRAAKK
"Hei kau seharusnya berhati hati. Jangan terlalu keras mendorongnya" ucap salah satu orang aliran hitam. Ia dan temannya saat ini ada di dalam penjara dan sedang memasukkan harimau bulan yang mereka tangkap ke dalam penjara.
Mereka akan memberikan harimau bulan itu kepada Kaisar sebagai hadiah ulang tahunnya besok. Tentunya mereka akan menyembuhkan harimau bulan itu terlebih dahulu nanti.
"Biarkan saja, lagi pula nanti dia akan kita berikan obat yang membuatnya sembuh. Jadi tak perlu khawatir harimau bulan itu mati" ucap temannya.
"Hah.. Terserah kau saja. Sudah, sekarang kita keluar saja. Dia tidak akan bisa keluar dari tempat ini. Karna kita akan menjaganya di depan."
Temannya mengangguk. Mereka berdua pun keluar dari dalam penjara setelah mengunci sel tahanan.
Tempat ini cukup gelap dan hanya diterangi beberapa obor. Wang Feng dapat melihat bahwa bukan hanya ada dirinya di tempat ini. Di depan jeruji besinya, ada jeruji besi lain.
Di dalam jeruji besi di depan terlihat ada 3 orang pria. Kedua tangan mereka dirantai ke atas dan tubuh mereka bersandar di tembok. Leher mereka dirantai. Pakaian mereka compang camping dengan banyaknya luka, juga lebam dan darah di tubuh mereka bertiga. Mereka terlihat sangat kurus, seperti manusia biasa yang sudah lama tak makan.
Dua orang menunduk ke bawah dan Wang Feng tak bisa melihat wajah keduanya. Karna tertutup rambut dua manusia itu. Sementara wajah satu orang lainnya nampak terlihat agak terangkat.
Walaupun Wang Feng hanya harimau bulan, namun dia tau bila manusia yang ia lihat kehilangan semangat hidup. Cahaya di matanya menghilang. Tatapannya juga terlihat seperti ikan mati.
Wang Feng tak bisa bergerak. Tubuhnya terluka cukup parah saat ini. Tubuhnya perlahan mengecil dan kini tubuhnya terlihat sebesar anak kucing.
__ADS_1
Nyawn~
Wang Feng bersuara dengan lemas. Ia berharap bila induknya dan Wang Chen baik baik saja. Walaupun dia dalam keadaan seperti ini, tetap saja yang dikhawatirkan Wang Feng adalah Feng Ying dan Wang Chen. Ia juga tidak menyalahkan Wang Chen bila dirinya saat ini tertangkap dan terluka parah karna bocah itu.