Feng Ying

Feng Ying
77 -Membayar


__ADS_3

Selamat Hari Raya Idul Adha🙏☺


1 minggu telah berlalu. Feng Ying menghabiskan harinya di sana dengan bosan. Selama beberapa hari lalu, ada dua sekte aliran putih yang datang dan membantu untuk membangun ulang istana.


Semua orang orang yang datang itu sudah diberitaukan kejadian yang terjadi dengan kekaisaran. Walaupun awalnya mereka terkejut dan nampak tak menerimanya. Namun, itulah kenyataan yang ada. Sehingga mau tak mau, mereka harus menerima itu semua.


Semua orang yang berada di istana sibuk membantu membangun ulang istana, juga membangun pemerintahan kembali. Keculi Feng Ying yang terus keluar masuk istana.


Sementara, Tang Shen sudah pergi kembali ke sektenya yang berada di kekaisaran Merak beberapa hari lalu. Tak lupa, Tang Shen juga membawa temannya yang sekarang sudah bisa diajak untuk kembali.


***


Feng Ying menghampiri Wang Chen yang saat ini berada di dalam sebuah kamar. Hari ini sudah pagi. "Chen!" panggilnya.


Wang Chen yang sedang membereskan benda benda nampak menoleh ke arah Feng Ying. Begitupun Wang Feng. "Ada apa, Ying?"


"Ayo kita kembali ke benua timur" ucap Feng Ying.


Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Iapun menatap Feng Ying dengan tatapan sayu, "Apa tidak bisa ditunda? Minggu depan saja. Aku masih ingin di sini."


"Bila kau masih ingin di sini, maka aku akan meninggalkanmu. Karna aku ingin pergi sekarang juga. Terserah kau mau ikut atau tidak. Lagi pula, kita memiliki misi dari sekte phoenix api. Jadi kita harus menyelesaikannya agar mereka tak curiga bila kita pergi meninggalkan sekte bukan karna misi."


Wang Chen kini teringat bila dirinya bisa ke benua tengah ini karna mengambil misi untuk dijadikan sebuah alasan. Kini sudah 2 bulan lebih berlalu. Bagaimana bila patriarch atau orang orang di sekte cemas?


"Memangnya kita tidak bisa menunda dahulu misi itu, Ying?" ucap Wang Chen dengan penuh harap. Sayangnya, jawaban yang diberikan tidak sesuai keinginannya.


"Pilihanmu hanya dua. Ikut denganku dan pergi sekarang atau tetap di sini dan berpisah denganku. Hanya itu pilihanmu."


Wang Chen nampak murung. Ia berfikir sejenak dan akhirnya kembali menatap Feng Ying sambil mengangguk lemah. "Baiklah, aku akan ikut denganmu, Ying."


"Kalau begitu, sekarang bersiap siaplah. Aku menunggu di gerbang depan," setelah mengatakan hal itu, Feng Ying langsung berjalan pergi.


Melihat itu, Wang Feng langsung berlari mengejar Feng Ying. Walaupun 1 minggu lalu bocah itu memperlakukannya dengan buruk, namun tetap saja dirinya tak mau meninggalkan Feng Ying terlalu lama maupun terlalu jauh.


Wang Chen mulai bersiap siap. Ia mengambil pedang miliknya dan menyimpannya di pinggang. Setelah itu, ia pergi untuk menemui Luo Yu dan dua pamannya yang lain.

__ADS_1


***


Puluhan menit kemudian, Wang Chen, Luo Yu, dua paman Wang Chen dan beberapa murid sekte yang ada di istana pergi ke gerbang depan istana bersama dan menemui Feng Ying.


"Tck, kau lama sekali Chen" ucap Feng Ying sambil berdecak kesal.


"Maaf.. Karna aku tadi harus berpamitan pada pamanku terlebih dahulu. Baiklah, sekarang kita bisa pergi Ying" ucap Wang Chen. Iapun berdiri di samping Feng Ying.


Feng Ying mengulurkan tangan ke arah Luo Yu, "Karna aku sudah membantu kalian dan kekaisaran ini, maka berikan aku bayaran yang bagus."


Luo Yu, kedua paman Wang Chen terkejut. Begitupun orang orang yang ikut dengan mereka.


Wang Chen ikut terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Ia terkekeh dengan canggung ke arah semua orang, "Ha ha ha.. Ying pasti sedang bercanda. Dia memang seperti itu. Jadi jangan menganggap ucapannya dengan serius."


Tangan Feng Ying masih terulur, "Berikan aku bayaran yang bagus untuk semua yang kulakukan."


Luo Yu dan yang lain saling berpandangan. Mereka mengira Feng Ying masih bercanda. Karna, bagaimanapun mereka tau bila Feng Ying adalah teman Wang Chen. Seharusnya hal seperti ini tak perlu dibayar.


Wang Chen yang melihat sikap Feng Ying merasa semakin malu dan canggung. Ia memegang pergelangan tangan Feng Ying dan menurunkannya perlahan. Ia menatap Feng Ying dengan raut wajah sulit diartikan, "Y- Ying.. Sebaiknya kau hentikan sandiwaramu ini. Kau membuat mereka semua bingung."


"Apa maksud temanmu ini, Chen'er?" ucap Luo Yu dengan bingung.


Feng Ying kembali menatap ke arah Luo Yu dan yang lain. Ia melepaskan tangan Wang Chen darinya secara kasar, "Kalian harus membayarku atas semua yang sudah kulakukan. Aku sudah berkonstribusi besar dalam melawan orang aliran hitam. Kalian pikir semuanya gratis? Heh, tidak ada yang gratis" ucapnya serius.


Wang Chen melotot ke arah Feng Ying. Sepertinya temannya itu sudah terlalu jauh dalam sikap kesopanan. Ia langsung menarik tangan Feng Ying dan langsung menariknya pergi, "A ha ha ha, jangan mendengarkan ucapannya. Dia tak serius. Jadi jangan menganggap serius ucapannya."


Wang Chen menarik paksa Feng Ying. Sementara, Wang Feng mengikuti dari belakang.


Luo Yu dan yang lain masih saling berpandangan. Namun mereka langsung melambaikan tangan dan tersenyum, "Hati hati di jalan!"


Mereka merasa bahwa Wang Chen benar. Feng Ying mungkin sedang bercanda.


***


Ketika Feng Ying dan Wang Chen sudah berjarak belasan meter dari istana, Feng Ying melepaskan cengkraman Wang Chen dengan paksa. "Kenapa kau menarikku seperti ini, Chen?!" kesalnya.

__ADS_1


Wang Chen menatap Feng Ying, "Bercandamu tadi keterlaluan Ying. Lain kali jagalah sopan santunmu" tegurnya.


"Bercanda? Heh, siapa yang sedang bercanda? Aku serius!", tatapan Feng Ying nampak bersungguh sungguh dan serius.


"..kau pikir semua gratis? Tidak, Chen. Mereka harus membayar semuanya" lanjut Feng Ying.


Wang Chen terkejut ketika melihat Feng Ying hendak berlari kembali ke istana. Ia secara refleks menghentakkan kakinya dan membuat kedua kaki Feng Ying membeku.


Feng Ying terkejut karna kakinya tak bisa ia gerakkan. Iapun melihat ke bawah dan menyadari bahwa dari bawah kaki sampai lututnya membeku. Iapun menoleh ke arah Wang Chen, "Apa maksudnya ini?! Lepaskan aku!"


Orang orang yang berada di istana sudah kembali ke pekerjaannya masing masing dan gerbang pun sudah ditutup. Jadi, tidak ada yang menyaksikan kejadian itu.


"Ma- maaf Ying.. Aku hanya refleks saja melakukan itu. Tapi sebaiknya kita segera pergi dan kau ingin mereka membayarmu, bukan?" ucap Wang Chen.


Feng Ying menatap Wang Chen kesal, "Tentu saja! Aku sudah bekerja keras untuk bisa membebaskan mereka dari orang orang aliran hitam. Jadi mereka harus membayarku."


"Kalau begitu, biar aku saja yang membayarnya" ucap Wang Chen dengan sungguh sungguh.


"Heh, bagimana caramu akan membayarnya?" ucap Feng Ying dengan sinis menatap Wang Chen.


Wang Chen sekarang memang memiliki cincin ruang. Sehingga semua pakaian miliknya dan benda lainnya tidak perlu dititipkan lagi pada Feng Ying. Namun Feng Ying tak yakin bila Wang Chen memiliki banyak uang.


Lagi pula, kondisi kekaisaran belum stabil saat ini. Bagaimana bisa Wang Chen memiliki uang yang banyak? Uang yang diberikan Luo Yu dan kedua pamannya juga pasti hanya sedikit.


Sementara, semua harta orang aliran hitam yang ada di dalam cincin ruang yang diambil Wang Chen saat itu sudah diserahkan pada Luo Yu untuk membangun kembali kekaisaran dan pemerintahan. Jadi Luo Yu juga membutuhkan itu untuk membangun kembali kekaisarannya menjadi stabil. Tidak mungkin dirinya memberikan banyak sekali uang pada Wang Chen. Sementara, harta yang didapat pun masih kurang.


"Jawab, kau akan membayarku dengan apa, Chen?" ucap Feng Ying masih dengan tatapan sinisnya.


Wang Chen nampak gelagapan untuk menjawab ucapan Feng Ying. Karna dirinya tidak tau bagaimana menjawabnya, "A- aku.."


"Jangan katakan bahwa kau menarik kembali kata katamu tadi, karna sekarang aku sudah menunggu jawabanmu. Kau akan memberikan apa padaku sebagai bayaran atas kerja kerasku?"


"A- aku.. Aku.. Aku akan.."


"Kau saja tak yakin dengan ucapanmu sendiri. Bagaimana aku bisa percaya bila kau yang akan membayar-"

__ADS_1


"Aku saat ini memang tak memiliki banyak uang. Jadi aku tak bisa membayarmu dengan uang. Maka dari itu, aku akan membayarmu dengan diriku."


__ADS_2