Feng Ying

Feng Ying
139 -Identitas Jiang Fu


__ADS_3

Maaf beberapa hari Author ga update, karna PTS. Sekarang Author bisa update lagi. Terimakasih bagi semua yang masih membaca novel ini sampai sekarang dan selalu memberikan dukungannya(*^3^)/~♡ Selamat membaca♥


...~ •°♥°• ~...


Feng Ying mendengus ketika melihat bila Jiang Fu masih bersikap seperti tak mengetahui apapun, "Hmph! Jangan berpura pura lagi! Aku tau, kau bukan manusia!"


Wang Chen yang mendengarnya terkejut. Ia melirik Feng Ying, "Apa maksudnya?"


Sementara, Jiang Fu nampak tersenyum miring. Ekspresinya tidak seperti Jiang Fu biasanya. Karna ia saat ini memperlihatkan ekspresi sinisnya pada Feng Ying maupun Wang Chen. "Kenapa kau berpikir begitu?" Ia masih berucap santai, seolah tidak terjadi apapun.


"Kau tidak memiliki aura kehidupan sama sekali. Aku tidak bisa merasakannya darimu sekarang." Ucap Feng Ying dengan tatapan sinis. "Sejak awal, aku sudah merasa aneh saat dekat denganmu. Seperti ada aura dingin aneh terasa dari tubuhmu, walaupun itu samar. Maka dari itu, aku belum bertindak. Tapi sekarang, tidak ada alasan lagi untuk aku ragu terhadapmu. Kau seharusnya sudah mati, apa mungkin kau dibangkitkan seseorang agar bisa hidup kembali?"


Jiang Fu mengangkat kedua bahu. Ia nampak tak acuh dan tak ingin menjawab ucapan Feng Ying. "Karna kalian sudah mengetahuinya, maka aku tak bisa bersama kalian lagi."


Wang Chen terkejut dengan ucapan Feng Ying tadi. Jadi, Jiang Fu sebenarnya tidak benar benar ada? Jiang Fu bukanlah manusia. Dia tidak memiliki aura kehidupan. Wang Chen masih tak percaya dengan kenyataan ini. "Fu'er.. Kau.."


Jiang Fu menatap Wang Chen dengan senyum, "Sepertinya kau tidak menyadarinya sejak pertama kali. Yah.. Tapi itu wajar, karna semua orang juga takkan tau bila aku bukan manusia. Berbeda dengan kak Ying, maupun demonic beast tingkat tinggi. Mereka akan menyadarinya." Jiang Fu kembali menatap Feng Ying.


"Jadi sebenarnya kau siapa? Kau pasti mengatakan identitas palsu pada kami tentang dirimu itu." Ucap Wang Chen.


Jiang Fu memiringkan kepala seakan bingung, "Aku? Hm.. Aku tidak tau." Pipinya terlihat sedikit mengelupas saat ini. Tubuh yang saat itu terlihat seperti manusia hidup, kini berubah berwarna pucat. Bahkan tubuhnya mulai mengeluarkan aroma busuk.


"Sepertinya kau takkan bertahan lama. Apa mungkin waktumu sudah akan habis sekarang?" Ejek Feng Ying.


"Aku tidak akan pergi begitu saja." Jiang Fu tersenyum. Tiba tiba, muncul banyak air dari bawah tanah dan mengelilingi tubuhnya, bahkan menutupi tubuhnya dari penglihatan Wang Chen maupun Feng Ying.


Feng Ying sedikit menarik tangan Wang Chen untuk menjauh dari Jiang Fu. Begitupun Wang Feng yang juga ikut melompat mundur.


Air yang mengelilingi Jiang Fu berubah menjadi air yang membentuk ular ular sepanjang satu meter. Mereka langsung bergerak ke arah Feng Ying untuk menyerang pemuda itu.


Feng Ying berekspresi kesal, "Hanya bentuknya saja yang mirip dengan ular! Hmph! Kau pikir aku akan takut?!"


"Kau bantu aku dan bekukan semua ini." Ucap Feng Ying. Ia pun mengambil pedang yang berada di pinggangnya. Ia mengatur pedangnya agar mengeluarkan api.

__ADS_1


Wang Feng mencoba untuk membunuh ular air. Namun setiap kali ular itu terbelah dan pecah karna cakarnya, mereka membentuk menjadi ular kembali.


Gggrrr! Graaoo!


Wang Chen melakukan apa yang diperintahkan oleh Feng Ying. Ia menggunakan kekuatan elemennya dan membekukan beberapa ular yang mendekat pada Feng Ying. Samentara, Feng Ying menguapkan ular ular yang terbentuk dari air ini dengan api pada pedang kembar bunga phoenix, membuat ular air musnah menjadi asap putih.


Ular air terus berdatangan dengan sangat cepat. "Tck, apa kau tidak bisa membekukan semuanya sekaligus saja?" Kesal Feng Ying.


"Aku tidak memiliki banyak Qi tersisa." Ucap Wang Chen. Ia juga ingin membantu lebih banyak dari ini, tapi Qi nya sudah banyak terkuras untuk bertarung dengan Feng Ying tadi.


Feng Ying kini mulai mengalihkan tatapannya dan menatap air yang membentuk tabung di depannya yang mana disana terdapat Jiang Fu. "Akan lama bila terus menyerang ular ini saja. Lebih baik menyerang titik pusat dari ular air ini berasal." Feng Ying pun mencengkram pedang dengan kuat. Dirinya langsung menghilang dengan cepat dan dalam hitungan detik sudah muncul di samping tabung air yang mengurung Jing Fu di dalamnya.


"Sudah berakhir!" Pedang di tangan Feng Ying berkobar api yang sangat besar. Ia pun langsung menancapkan pedang dimana air itu keluar di permukaan tanah.


Whuuuss


Air melawan api yang besar, air perlahan menguap menjadi asap putih tipis di langit. Namun lama kelamaan, asap putih semakin tebal dan Feng Ying pun melompat mundur untuk menjaga jarak.


Ppssstt


Nyawn!


Wang Feng akhirnya bisa bebas dari jeratan ular ular air ini. Ia pun berdiri tegak sambil memandang gumpalan asap di depannya.


Nyawn!


Perlahan, asap menghilang. Bahkan tidak ada sisa air yang tersisa di tempat itu saat ini. Hanya ada satu mayat yang tergeletak dimana pusat tabung air tadi berada. Keadaannya sudah membusuk dengan bercak darah pada mayat. Kulitnya pun nampak mengelupas di segala bagian. Tercium aroma busuk yang menyengat dari mayat itu.


Feng Ying berjalan mendekat dan berlutut di dekat mayat itu. "Bila dilihat dari kondisinya, dia seharusnya sudah mati beberapa hari lalu atau bahkan beberapa minggu lalu, tetapi ada sebuah energi yang membuat tubuhnya bisa tetap utuh dan terlihat baik." Wajah dari mayat itu kini sulit dikenali. Namun Feng Ying tahu, bila mayat itu memang'lah Jiang Fu. Tetapi saat melihatnya dan merasakan auranya dengan teliti, Feng Ying merasakan bila aura mayat tubuh Jiang Fu seperti bukan hanya ada satu. Tetapi ada beberapa gabungan aura mayat di tubuhnya.


Aura mayat adalah aura yang akan keluar dari tubuh makhluk hidup yang sudah mati. Semua mayat pasti akan memilikinya. Tapi aura mayat tidak bisa dirasakan oleh semua orang. Hanya beberapa orang tertentu saja yang dapat merasakannya, contohnya seperti Feng Ying. Setiap mayat memiliki auranya masing masing dan berbeda dengan yang lain.


Dalam kasus Jiang Fu, tubuhnya seakan bukan hanya ada satu. Tetapi ada beberapa mayat yang digabungkan menjadi tubuhnya. Jadi tubuh Jiang Fu seakan terbuat dari gabungan beberapa tubuh mayat lain.

__ADS_1


Feng Ying tidak pernah mendengar tentang adanya hal semacam ini. Apa mungkin itu bisa terjadi? Membuat tubuh dengan gabungan mayat mayat?


"Apa itu mungkin?" Ragu Feng Ying. "Apakah Jiang Fu benar benar orang yang dibangkitkan? Atau mungkin.. Dia adalah mayat yang dikendalikan seseorang?" Gumamnya.


Wang Chen menghampiri Feng Ying. Ia menutup hidungnya karna mayat Jiang Fu sudah sangat membusuk dan bau. "Fu'er.." Lirihnya. Ia memandang mayat Jiang Fu dengan sedih.


***


Di tempat lain, seorang pemuda yang sama dengan pemuda yang saat itu berada di desa dimana Jiang Fu bertemu Wang Chen, juga pemuda yang sama dengan yang pada saat itu mengetahui Feng Ying membantai orang orang satu kota, nampak berdiri sambil melihat ke luar jendela. Hari saat ini sudah malam.


Tiba tiba, seseorang masuk ke dalam ruangannya setelah mengetuk pintu beberapa kali. Ia adalah seorang pria. Dirinya menghampiri pemuda itu. "Aku sudah mengetuk pintumu berkali kali tadi. Tapi kau tidak menjawabku." Ia mendengus kesal.


Pemuda itu melirik pria yang berdiri tak jauh di belakangnya. Ia pun hanya tersenyum tipis. "Paman."


"Sepertinya kau melakukan sesuatu akhir akhir ini. Karna kau terlihat senang daripada biasanya, Yan'er." Ucap pria itu.


Pemuda yang dipanggil bernama Zhou Yan. Ia adalah anak yang dulu bertemu dengan Feng Ying dan Wang Chen di dekat pelabuhan. Ia kini sudah besar dan menjadi pemuda yang tampan. "Kau benar paman, aku melakukan sesuatu." Ia tersenyum miring. "Aku sudah memulainya. Kemunculan boneka pertama buatanku barulah awal dari balas dendamku padanya. Awalnya, aku membawa boneka buatanku ke desa itu adalah untuk menghabisi semua penduduk desa yang ada di sana. Karna aku tidak menyukai sikap mereka yang bersikap seolah mereka benar.


Kau tau bukan, bila aku tidak akan membunuh orang lain, bila orang itu tak menyakiti diriku ataupun menyakiti orang terdekatku terlebih dahulu, paman? Dan prinsipku itu takkan berubah. Maka dari itu, aku menggerakkan bonekaku dan membiarkan mereka menyakitinya terlebih dahulu, agar aku memiliki alasan kuat menghabisi mereka. Biar bagaimanapun, saat itu boneka pertama buatanku memiliki sebagian jiwaku. Bila mereka menyakitinya, berarti mereka juga menyakitiku. Karna aku juga merasakan sebagian rasa sakit yang mereka berikan pada bonekaku. Dengan adanya sebagian jiwaku pada boneka itu, maka tubuhnya tidak akan lemah dan akan terlihat seperti manusia hidup pada umumnya, tidak akan ada yang menyadari bila dia hanyalah mayat yang kukendalikan." Zhou Yan berhenti sejenak sambil memandang keluar jendela.


"Tapi tak disangka, dia muncul di tempat itu." Lanjut Zhao Yan sambil tersenyum tipis.


Paman yang dipanggil oleh Zhou Yan adalah Zhou Yuan. Ia pun terkejut mendengar ucapan Zhou Yan. Ia tentu tau siapa yang dimaksud oleh Zhou Yan. Yang dimaksud pemuda itu adalah Feng Ying, salah satu pembunuh yang membantai keluarga Zhou. "Kau sudah memulainya?"


Zhou Yan mengangguk tanpa melihat Zhou Yuan. Ia pun mengatakan bila ia melihat semua yang dilakukan Feng Ying dan Wang Chen dari mata bonekanya yang ia namai Jiang Fu.


Pada awalnya, ia ingin mengembangkan boneka yang lebih bagus lagi, yang tidak akan mudah rusak dan memiliki tubuh seperti manusia yang masih hidup. Jadi, ia pun melakukan banyak percobaan pada tubuh mayat. Ia selalu gagal menciptakan boneka yang sesuai dengan keinginannya. Hingga suatu hari, ia berhasil melakukannya. Ia berhasil membuat boneka pertama, Jiang Fu. Ia membuatnya dari beberapa mayat manusia yang ia gabungkan menjadi satu. Ia juga menggabungkan mayat seorang anak laki laki yang mati karna para warga di desa dimana Jiang Fu pertama ia perlihatkan pada banyak orang.


Walaupun mayat laki laki itu mati dengan disiksa tanpa belas kasih dari para warga, namun mayat itu tidak memiliki aura kebencian. Dengan menggunakan mayat itu, Zhou Yan dapat menyembunyikan aura kebencian dari mayat mayat yang ia gabungkan.


Lalu Zhou Yan menceritakan bila boneka pertama yang ia buat kini sudah rusak. Karna tubuh boneka Jiang Fu sudah tidak memiliki sebagian jiwanya, sehingga tubuhnya menjadi lemah dan agak mudah rusak. Terlebih, mayat mayat yang digabungkan itu sudah mati berbulan bulan lalu. Wajar saja bila bonekanya mudah rusak.


Pada saat Wang Chen membawa Feng Ying yang pingsan ke rumah penduduk, Zhou Yan mengendalikan boneka Jiang Fu untuk membuat boneka baru dengan satu mayat yang dibunuh Feng Ying pada saat hilang kendali. Ia juga memberikan jiwa yang ada di boneka Jiang Fu pada boneka barunya. Ia kini sudah menggerakkan boneka barunya pergi menjauh dari kota dan ia akan menyebarkan tentang identitas Feng Ying yang sebenarnya pada semua orang.

__ADS_1


Zhou Yan pun sudah tau bila Feng Ying merupakan keluarga Zhang, sebelum ia mengetahuinya dari boneka Jiang Fu. Semua berjalan sesuai rencananya. Semua orang pasti akan mengincar Feng Ying ketika tahu bila pemuda itu adalah keturunan dari keluarga Zhang!


__ADS_2