
Ketika Feng Ying akan mengambil kitab yang mengambang di udara, sebuah pukulan meluncur ke arahnya. Iapun langsung berjongkok untuk menghindari serangan.
Ketika berdiri, Feng Ying langsung mengambil kitab pemanggil iblis yang ada di depannya. Iapun langsung melompat tinggi dan melakukan salto di udara.
Bersamaan dengan diambilnya kitab, tanda cahaya di permukaan tanah menghilang begitu saja. Awan gelap yang sebelumnya menutupi matahari pun langsung menghilang perlahan diterbangkan oleh angin.
Saat Feng Ying masih di udara, satu orang patriarch menghentakkan kaki ke permukaan tanah dan tanah runcing pun muncul di tempat akan terjatuhnya Feng Ying. Ia berniat untuk menusuk tubuh Feng Ying.
Feng Ying hanya tersenyum. Ia menapak di atas tanah runcing tanpa terjatuh. Tubuhnya membelakangi para patriarch. "Ingin menusukku? Heh, takkan semudah itu!"
Patriarch yang menggunakan elemen tanah itu langsung menggerakkan tanah runcing yang ia buat untuk bertambah panjang dan melakukan tusukan dari belakang Feng Ying.
Feng Ying melompat tinggi ke atas kala merasakan adanya bahaya dari arah belakang. Belum selesai di sana, dari arah depan akar yang besar langsung melesat ke arahnya.
Karna Feng Ying masih berada di udara, dia tak bisa bergerak dengan bebas. Akhirnya akar itu melilit tubuhnya. Satu tangannya yang memegang kitab pemanggil bebas dari akar. Begitupun kepala dan lehernya yang tak terlilit akar.
Tanah yang runcing kini mengarahkan bagian tajamnya beberapa centi dari leher Feng Ying.
"Serahkan kitab pemanggil itu secara baik baik" ucap Jing Quo dengan geram. Ia awalnya meremehkan Feng Ying. Namun kini, ia berfikir untuk menghabisi Feng Ying, bila bocah itu harus menjadi musuhnya.
Feng Ying mendengus, "Hmph! Kau senaknya memerintahku! Kau pikir aku akan menuruti ucapanmu?!"
Wanita muda yang mengendalikan akar tanaman langsung memperkuat cengkraman akarnya pada tubuh Feng Ying. Ia menatap Feng Ying dengan sinis, "Bila kau masih belum juga memberikan kitab itu.. Maka kau akan mati bocah!"
"Heh, aku tak takut mati," Feng Ying menatap langsung mata wanita muda itu. Iris matanya berubah merah.
Keempat patriarch terkejut melihat perubahan iris mata Feng Ying. Sementara, wanita muda pengguna elemen tanaman langsung menghentikan jurusnya. Ia melepaskan Feng Ying dan akar pohon pun langsung masuk kembali ke dalam tanah.
"Kau.. Bagaimana bisa memiliki mata merah seperti itu?!" ucap Jing Quo. Ia nampak melompat mundur. Begitupun tiga patriarch lainnya. Kecuali wanita muda yang kini hanya diam termenung di tempatnya.
Tanah runcing yang tadi ada di dekat Feng Ying masuk kembali ke dalam tanah karna penggunanya membatalkan jurus ini.
__ADS_1
"Tidak mungkin dia berasal dari keluarga itu" ucap pria paruh baya.
"Aku juga berfikir demikian. Tapi melihat matanya.. Membuatku yakin, bahwa dia memang berasal dari keluarga itu" ucap salah satu patriarch.
Tidak ada yang tidak terkejut melihat perubahan mata Feng Ying. Bahkan hanya dengan ini saja, mereka menjadi lebih waspada. Mereka menghindari tatapan langsung dengan Feng Ying agar tak terkena ilusi bocah itu.
"Jadi selama ini.. Masih ada keluarga Zhang" ucap Jing Quo.
Keluarga Zhang. Itulah keluarga Feng Ying. Feng, marga itu milik ibunya. Semua adik dan kakaknya juga diberikan marga dari ibunya. Agar orang lain tak mengincar mereka. Sementara, ayah dan kakeknya bermarga Zhang.
Keluarga Zhang adalah keluarga yang seharusnya sudah musnah karna diserang oleh tiga sekte aliran berbeda, juga orang orang kekaisaran. Tentunya bukan hanya dari satu benua saja, tetapi semua benua yang ada di dunia. Mereka mengumpulkan orang orang kuat dan langsung menyerang keluarga Zhang ratusan tahun lalu.
Saat itu adalah perang terbesar urutan kedua yang terjadi di dunia dan perang urutan kedua yang melibatkan seluruh orang kuat di seluruh tempat. Kehancuran besar terjadi pada saat itu.
Melawan keluarga Zhang memang tidak mudah. Orang orang kuat di seluruh benua bahkan harus bersatu untuk mengalahkan keluarga Zhang. Bukan hanya jumlah kelurga Zhang yang cukup banyak. Namun juga karna kemampuan ilusi mereka yang sangat kuat. Seseorang dengan tingkat kultivasinya berada di atas anggota keluarga Zhang saja bisa terpengaruh ilusi.
Keluarga Zhang yang merasa tak melakukan kesalahan apapun, namun diserang seperti itu tentu membuat semua keluarga Zhang marah dan membenci semua orang orang yang menyerang mereka.
Alasan apapun yang dikatakan mereka, tentu tak membuat keluarga Zhang memaafkan orang orang itu. Banyak keluarga mereka yang mati, semua keluarga Zhang dibantai satu persatu. Rasa sakit akan kehilangan dan rasa sakit lainnya dirasakan keluarga Zhang. Bagaimana mungkin mereka akan memaafkan orang orang itu hanya karna sebuah ramalan?!
***
Feng Ying tersenyum sinis ketika melihat keempat patriarch menjauhi tatapan langsung dengannya. "Ada apa? Kenapa sekarang kalian menjadi waspada seperti itu? Apa kalian takut?" ejeknya.
"Takut? Hmph! Aku tidak akan takut padamu!" ucap salah satu pria paruh baya.
Feng Ying memasukkan kitab pemanggil ke dalam cincin ruang miliknya. Ia memperhatikan satu persatu dari empat patriarch yang ada di depannya itu.
"Sebuah kesalahan bila kami membiarkanmu tetap hidup!" ucap Jing Quo. Di sekitarnya langsung muncul pisau angin yang berbentuk angin memanjang beberapa centi. Pisau angin akan sulit dilihat oleh mata. Jadi jurus ini termasuk jurus tingkat menengah.
*Ada tiga tingkatan jurus, yaitu rendah, menengah dan tinggi.
__ADS_1
Ketiga patriarch lainnya juga ikut bersiap. Mereka mengeluarkan senjata masing masing. Seorang wanita paruh baya nampak memegang cambuk yang dialiri oleh petir. Sementara, seorang pria paruh baya mengeluarkan pedang. Satu orang pria paruh baya lainnya mengepalkan tangan. Karna ia adalah petarung tangan kosong.
"Tak kusangka.. Aku akan melawan keluarga Zhang" ucap pria paruh baya yang memegang pedang.
"Bukankah berarti kita akan menjadi pahlawan, karna sudah menghabisi ancaman dunia ini?" ucap wanita senjata cambuk.
Feng Ying langsung mengeluarkan pedang dari dalam cincin ruang miliknya dan tersenyum ke arah para patriarch. "Aku mungkin tak bisa mengalahkan kalian secara langsung.. Tapi aku memiliki cara lain" batinnya.
Pisau angin milik Jing Quo melesat ke arah Feng Ying dengan sangat cepat. Bila orang lain yang sedang berhadapan dengannya, maka dia pasti sudah terkena serangan miliknya. Namun yang menjadi lawan kini adalah Feng Ying. Bocah itu adalah orang yang cepat.
Feng Ying menghindari serangan satu persatu. Satu pisau angin mengenai wanita muda dan membuatnya terluka.
Ketika sedang menghindar, dari arah belakang wanita cambuk sudah ada di belakang Feng Ying. Ia mengayunkan cambuk yang terlapisi petir ke arah Feng Ying.
Feng Ying terkejut karna merasakan adanya bahaya di belakang. Namun ia segera menghindar dan menjauhi daerah serangan pisau angin, juga cambuk.
Debaman terus terdengar. Dentingan senjata juga beberapa kali terdengar. Tanah menjadi retak dan beberapa menjadi cekungan. Pagi yang seharusnya disambut oleh udara sejuk nan menenangkan sekarang berganti dengan suara bising pertarungan yang menyebabkan kerusakan untuk daerah sekitar.
Dedebuan beterbangan kemana mana. Pohon pohon dan tanaman lainnya yang ada di sekitar menjadi rusak.
Tidak ada orang selain mereka di halaman istana. Semua penduduk di kekaisaran Naga api sudah pingsan karna jurus pengendali sudah tidak aktif lagi setelah keluarnya buku pemanggil iblis. Para prajurit pun demikian. Mereka semua pingsan.
"Tck, dia sudah menghindari banyak serangan dari kami" gumam patriarch wanita cambuk. Ia mengayunkan cambuk dengan lebih kuat dan cepat hingga akhirnya Feng Ying terkena serangan. Bocah itu langsung terlempar dan menabrak dinding istana.
Feng Ying tertutupi dedebuan. Namun angin kuat segera keluar dari dedebuan itu dan Feng Ying melesat keluar dari dedebuan. Ia menyerang salah satu patriarch menggunakan pedang dan di sekitarnya tiba tiba saja muncul bola api yang melesat ke arah semua patriarch lain.
"Tck, dasar bocah sialan! Dia mempermainkan kami!" batin Feng Ying dengan marah. Ia bukanlah Feng Ying yang sebenarnya. Semua patriarch menyerang dirinya karna sudah terpengaruh oleh Feng Ying yang asli.
Ia diserang oleh teman temannya sendiri setelah serangan cambuk milik patriarch wanita, juga pisau angin Jing Quo diluncurkan ke arah Feng Ying.
Setelah kejadian itu, semua patriarch menyerang Feng Ying serempak dan disanalah, ia yang ada di posisi Feng Ying. Diserang semua patriarch yang ada di halaman istana.
__ADS_1