
"Kalian tidak bisa pergi dari penginapan ini!"
Melihat ketiga orang di luar membuat Feng Ying dan Wang Chen terkejut. "Sepertinya ini sudah direncanakan" batin Feng Ying.
"Apa mau kalian sebenarnya?!" ucap Wang Chen.
"Kami akan menangkap mu. Karna kau adalah.. Cucu Kaisar Luo, Luo Chen yang lepas dari kami!", salah sqtu orang menunjuk Wang Chen.
"Bagaimana mereka bisa mengetahui tentangku?" batin Wang Chen dengan terkejut.
"Pasti ada benda yang dipakai oleh Chen yang dikenali sebagai milik anggota keluarga Luo. Sehingga mereka bisa mengetahuinya" batin Feng Ying.
"Ka- kalian tidak bisa menuduhku begitu!" ucap Wang Chen dengan agak gugup.
"Kami tidak menuduh. Buktinya adalah kalung yang kau pakai. Hanya anggota keluarga Luo saja yang memilikinya!", salah satu orang menunjuk kalung yang dipakai oleh Wang Chen.
Wang Chen, nama marga Wang adalah milik ibunya. Nama marganya diganti dengan tujuan keselamatan Wang Chen.
"Cih, sepertinya bukan hanya orang sekte aliran hitam yang ada di istana saja yang menjadi musuh kami. Tetapi semua orang di kekaisaran Naga api berada di pihak musuh" batin Feng Ying.
Feng Ying sekarang berfikir, bila larangan untuk tidak keluar dari wilayah kekaisaran Naga api dan patuhnya seluruh warga di sini ada hubungannya. Bisa jadi, bila seluruh wilayah kekaisaran Naga api sudah terkena sebuah jurus yang membuat mereka patuh. Sehingga dibuat sebuah larangan untuk tidak keluar wilayah. Karna jurus itu hanya berada di wilayah kekaisaran Naga api.
"Chen, tutup matamu" ucap Feng Ying.
"Hah? Untuk apa?" ucap Wang Chen dengan heran.
"Tidak perlu banyak bertanya! Tutup saja matamu."
"Em.. Um.. Ya," Wang Chen menutup mata dengan kedua tangannya.
"Sekarang mundurlah" ucap Feng Ying yang lalu dituruti oleh Wang Chen.
"Kau juga, tutup matamu, Wang Feng" perintah Feng Ying.
Nyawn~
Harimau bulan yang ada di bahu Wang Chen menutup matanya karna Feng Ying yang memerintahkan itu.
Feng Ying berdiri di depan Wang Chen. Iapun mengeluarkan belati dari dalam cincin ruang miliknya.
"Heh, kau mencoba melawan? Tidak akan bisa! Kau takkan bisa mengalahkan kami" ucap salah satu orang yang berada di depan pintu.
"Heh, kita lihat saja," Feng Ying menyayat telapak tangannya dan membuatnya terluka.
Ketiga orang yang berada di depan kamar terkejut dengan tindakan Feng Ying, "Apa kau sudah menyerah hingga melukai dirimu sendiri?!"
Iris mata Feng Ying berubah merah, "Tidak sama sekali. Sekarang, kalian akan mati."
Darah mulai keluar dari telapak tangan Feng Ying. Darah itu melayang di udara dan membentuk seperti jarum panjang, juga agak tebal.
Ketiga orang yang ada di depan pintu terkejut dengan tindakan Feng Ying, "Ini pasti hanya ilusi, bukan?! Tidak mungkin dia dapat melakukan hal seperti itu!"
Jarum jarum yang terbuat dari darah itu melesat cepat ke arah tiga orang. Ketiganya langsung bersembunyi di balik tembok untuk menghindari serangan.
Tetapi, jarum jarum kecil itu ternyata dapat menghancurkan tembok dan langsung menusuk tubuh mereka. Ada yang terluka pada tangan, maupun perut. Bahkan ada yang sudah mati, karna jarum darah itu menusuk leher.
Kedua orang tersisa terkejut dengan hal itu. Jarum kecil dapat menghancurkan sebuah tembok. Apa ini hanyalah ilusi? Ini pasti hanya ilusi. Mereka meyakini bahwa apa yang terjadi hanyalah ilusi.
Jadi, untuk mengakhiri ilusi, keduanya memperlihatkan diri di depan Feng Ying. Mereka memilih terkena serangan bocah itu dan lalu mereka akan tersadar dari ilusi. Itulah yang mereka fikirkan.
__ADS_1
"Bodoh," Feng Ying tersenyum sinis. Jarumnya yang tersisa melesat dan menusuk dada dua orang itu dengan mudahnya.
Kini, 3 orang itu mati dengan mudahnya oleh Feng Ying.
"Pasti sudah banyak orang yang melihat kalung Chen tadi. Jadi, di luar juga pasti ada banyak orang menunggu. Kami harus pergi dari sini" batin Feng Ying.
Iapun berbalik dan menatap Wang Chen, "Jangan buka mata kalian sebelum aku menyuruh kalian untuk melakukannya. Mengerti?!" ucapnya tegas.
Wang Chen dan Wang Feng mengangguk. Walaupun mereka tak mengerti mengapa Feng Ying memerintahkan hal ini, namun mereka tak akan membantah ucapan Feng Ying.
Feng Ying menarik tangan Wang Chen dan menyimpan kembali belati ke dalam cincin ruangnya, "Jangan jauh jauh dariku. Bila kau masih ingin hidup."
Wang Chen hanya mengikut saja ketika dirinya ditarik Feng Ying. "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Ying melukai dirinya sendiri tadi?" batin Wang Chen. Ia dapat mengetahuinya karna salah satu orang tadi yang mengatakan hal itu.
Di atas Feng Ying, nampak ada beberapa jarum darah yang melayang. Jarum jarum itu terbuat dari darah tiga orang tadi. Bila ada darah milik orang lain, lalu kenapa tidak? Feng Ying bisa menggunakan darah orang lain untuk dijadikan senjata. Karna bagaimanapun, darahnya sendiri terlalu berharga.
Ketika salah satu pintu penginapan terbuka, seorang pria keluar. Dia membawa sebuah pedang dan bersiap menyerang Feng Ying. Namun, untungnya Feng Ying langsung melemparkan satu jarum darah pada pria itu dan langsung mengenai dadanya hingga mati.
Feng Ying menggunakan kemampuan matanya ini agar ia bisa mengalahkan musuh musuh dengan cepat. "Kira kira ada berapa jumlah musuh di bawah nanti?" gumamnya.
Wang Chen yang mendengar gumaman dari Feng Ying segera berkata, "Ying.. Kau jangan membunuh mereka. Bagaimanapun, mereka tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini."
"Cih, kau diam saja Chen. Nyawa kita berada dalam bahaya. Tidak perlu mempedulikan orang lain" ucap Feng Ying. Ketika ada seorang musuh yang hendak menyerang, Feng Ying akan langsung melemparkan satu jarumnya dan membuat musuh mati seketika. Karna yang tertusuk adalah dada kiri, dimana jantung berada.
"Tetap saja Ying. Kita tidak bisa membiarkan mereka mati begitu saja!" ucap Wang Chen dengan tegas.
"Aku akan melakukan apapun yang kumau Chen. Membunuh mereka ataupun tidak. Itu terserahku" ucap Feng Ying dengan kesal.
Wang Chen mencengkram tangan Feng Ying yang sedang mencengkram tangannya memakai tangan yang satunya. Ia dan Feng Ying berhenti berjalan, "Kau tidak boleh membunuh orang tak bersalah!"
"Jangan mengaturku. Aku takkan mengikuti kemauanmu itu!"
Ketika keduanya sedang berdebat, ada 3 orang berlari dengan sangat cepat ke arah Feng Ying dan Wang Chen. Mereka membawa belati maupun pedang.
Feng Ying kembali melempar jarum darah miliknya. Kali ini, ia melemparkan semuanya.
Sshuuutt
Satu persatu jarum darah mengenai tubuh ketiga manusia itu. Awalnya mengenai kaki, lalu tangan dan lalu dada mereka. "Aarrkkhh."
Wang Chen yang mendengar teriakan itu terkejut, "Ying! Apa yang kau lakukan pada mereka?! Hentikan, jangan bunuh mereka!"
"Ikut saja! Jangan protes!", Feng Ying menarik paksa Wang Chen. Ia kembali mengendalikan darah yang ada di tubuh musuhnya. Karna musuhnya mendapat luka oleh serangannya, maka Feng Ying dapat mengeluarkan darah mereka. Namun tentunya ia tidak mengambil semua darah musuhnya.
Feng Ying membentuk darah itu menjadi jarum jarum yang melayang di atas kepalanya. Ia kembali melemparkan jarum ke arah musuhnya yang mendekat. Ia dan Wang Chen saat ini sudah berada di lantai bawah.
"Aarrkkh "
Teriakan terus terdengar. Kini, di depan keduanya tidak ada musuh sama sekali. Karna mereka sudah mati.
Wang Chen menghentikan Feng Ying yang terus menariknya. Ia sudah tak tahan karna Feng Ying terus saja membunuh orang orang tak bersalah. Ia memang sedang menutup matanya. Namun, bukan berarti ia tidak tau bahwa Feng Ying membunuh orang orang. Ia mengetahui bahwa Feng Ying membunuh karna ucapan bocah itu tadi, 'Jangan mengaturku. Aku takkan mengikuti kemauanmu!'
Feng Ying mengerutkan kening karna tindakan Wang Chen ini. "Cepat kita pergi dari sini!"
"Jangan terus membunuh orang orang tak bersalah!"
Keduanya kembali berdebat. Hingga mereka tak menyadari bahwa di belakang Wang Chen, tak jauh dari mereka. Seseorang yang tadi tergeletak di lantai dan dianggap sudah mati ternyata masih hidup. Ia mencengkram sebuah belati.
Pria itupun langsung melompat tinggi dan mengayunkan belati miliknya ke arah punggung Wang Chen, "Mati kau!"
__ADS_1
Feng Ying langsung menatap ke asal suara dengan terkejut. Ia refleks menarik Wang Chen menjauh dari pria itu. Sementara dirinya berpindah tempat menjadi di posisi Wang Chen.
Ssrrattt
Belati itu langsung menyayat dada Feng Ying hingga berdarah. Bersamaan dengan itu, Feng Ying mengendalikan darah yang keluar di tubuhnya dan membentuk kembali jarum darah. Ia langsung melemparnya ke arah musuh tepat di bagian jantung.
"Aarrkkh," pria itu mengerang kesakitan dan tergeletak di lantai. Tak lama, ia pun mati.
Feng Ying meringis karna mendapatkan luka di tubuhnya. Luka itu cukup dalam. "Ssttt sakit..," iris matanya kini kembali berwarna biru. Jarum jarum yang melayang di atas kepalanya sudah habis sejak tadi. Ia melepaskan cengkraman tangannya dari Wang Chen.
Wang Chen kini baru menyadari bahwa Feng Ying terluka. Iapun membuka mata, walaupun Feng Ying belum menyuruhnya. Begitupun Wang Feng membuka mata ketika mendengar suara Feng Ying.
Wang Chen terkejut ketika pertama kali membuka mata, ia sudah mendapat pemandangan yang sungguh mengerikan. Mayat mayat bergelimpangan di sekitar, darah darah berceceran. Ia merasa agak takut ketika melihat hal ini.
Namun, ketika mendengar suara Feng Ying yang kesakitan, ia langsung melihat keadaan Feng Ying dan berlutut di depan Feng Ying yang saat ini juga sedang berlutut dan memegangi dadanya.
Wang Chen terkejut ketika mengetahui Feng Ying terluka. Iapun menjadi cemas, karna melihat darah menetes dari tubuh temannya. "Ying? Apa kau baik baik saja? Ini semua pasti karnaku. Maafkan aku."
"Ssttt.. Hah.. Kenapa aku harus menolongnya tadi? Kenapa tubuhku refleks melakukan itu? Sstt.. Walaupun aku memiliki regenerasi cepat, bukan berarti aku tidak merasakan sakit" batin Feng Ying sambil meringis.
"Ying? Ying? Kau baik baik saja 'kan? Ayo kita pergi dari sini," Wang Chen langsung membantu Feng Ying. Ia memapah temannya itu.
Sementara Wang Feng langsung turun dari pundak Wang Chen. Ia berubah menjadi harimau ukuran biasa dan berjalan di belakang.
Nyawn?
Harimau bulan juga nampak cemas melihat kondisi Feng Ying, sama seperti Wang Chen.
"Ying, kau baik baik saja 'kan? Jawab aku" ucap Wang Chen.
"Ya.. Aku baik baik saja. Hanya sedikit.. Sakit" ucap Feng Ying. Ia terus memegangi dadanya.
"Maafkan aku. Karna diriku, kau terluka seperti ini" ucap Wang Chen dengan menyesal.
"Tidak perlu dipikirkan. Sekarang kita harus keluar dari penginapan ini dan pergi ke hutan ataupun tempat sepi. Karna kuyakin.. Orang orang di luar juga akan mengejar kita."
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
__ADS_1
*Langit\=1-7
*Immortal