
Ketika hari sudah siang, Feng Ying bersama harimau kecil melanjutkan perjalanan.
Nyawn~
"Kau lapar? Ini, makan saja," Feng Ying melemparkan sebuah apel yang baru saja ia keluarkan dari dalam cincin ruang. Saat ini, tubuhnya sudah bersih karna pagi tadi ia langsung membersihkan diri di danau yang ditemuinya.
Harimau kecil langsung menangkap apel dengan mulutnya. Ia berhenti berjalan dan menyimpan apel di permukaan tanah. Melihat harimau itu yang berhenti, membuat Feng Ying ikut berhenti dan melirik ke belakang, "Ada apa?" ucapnya ketus.
Nyawn~
"Aku hanya memiliki itu. Bila kau tidak mau, aku akan mengambilnya kembali. Sebaiknya kau tidak memilih milih makanan, bila masih ingin hidup" ucap Feng Ying kembali dengan ketus.
Harimau kecil merasa bahwa Feng Ying mengatakan itu karna perhatian dengannya. Kata 'bila masih ingin hidup', ia mengira bahwa Feng Ying khawatir bila ia tidak makan dan dia pun akan mati karna kelaparan.
Namun, sebenarnya bukan itulah yang Feng Ying maksudkan. Kata 'bila masih ingin hidup' yang dimaksudkan adalah Feng Ying akan membunuh harimau itu bila dia memilih milih makanan dan membuatnya kesulitan untuk mencari makanan yang diinginkan harimau kecil.
Nyawn~
Harimau langsung memakan apel merah yang diberikan Feng Ying dengan bahagia. Walaupun dia harimau, namun entah bagaimana dia bisa memakan apel.
Feng Ying melihat sekitar dengan mata yang menyipit. Tatapannya langsung berhenti di salah satu titik hutan. Di jarak beberapa meter darinya, terlihat seseorang sedang berjalan.
Sudut bibir Feng Ying terangkat, "Akhirnya aku menemukanmu."
***
Di tempat Wang Chen berada. Saat ini, ia sudah mendapatkan targetnya. Itu juga secara tak disengaja. Ia tidak tahu bahwa orang yang menjadi pemburunya ternyata juga merupakan mangsanya. Jadi mereka bertarung memperebutkan token dan lalu Wang Chen menang. Saat ini mangsanya sudah pingsan.
Wang Chen menyandarkan senior wanita yang menjadi lawannya ke sebuah pohon. Iapun langsung mengambil token milik senior itu. "Maaf senior, aku yang menang. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan menuju ujian ketiga."
Wang Chen berdiri dari posisi jongkoknya. Iapun langsung pergi meninggalkan senior wanita itu. "Kira kira Ying ada dimana?" gumamnya.
Setelah puluhan menit berjalan, ia langsung berhenti. Tatapannya terpaku pada suatu tempat. "Y- Ying?"
Ia melihat Feng Ying berdiri di depan seseorang yang tergantung di pohon dengan posisi terbalik. Bocah berusia 12 tahun yang ia lihat, nampak menjahili seorang pemuda berumur sekitar 17 tahun.
"Ahahaha, hentikan! Hentikan! Aku menyerah, aku menyerah!"
Wang Chen tidak pernah melihat hal semacam ini. Cara Feng Ying untuk mengalahkan seseorang sangat unik dan.. Mematikan.
"Haha, apa kau menyerah? Tapi, walaupun kau menyerah.. Aku tidak akan berhenti sampai aku puas melihatmu terus tertawa seperti ini" ucap Feng Ying sambil tertawa. Ia terus menggelitik perut senior yang berasal dari sekte bambu kuning. Sepertinya pemuda itu kenal dengan Hao Yu.
"Hahaha, hentikan.. Hentikan.. Aku tidak kuat lagi.. Ahahaha," senior itu nampak terus tertawa dan tidak bisa berhenti untuk tidak tertawa. Matanya terus mengeluarkan air mata. Dalam hati ia mengutuk Feng Ying karna berani melakukan hal semacam ini padanya. Sungguh, ia tidak menduga Feng Ying akan melakukan hal sekejam ini padanya.
__ADS_1
Wang Chen berlari ke arah Feng Ying, "Ying.. Apa yang kau lakukan?"
Feng Ying menghentikan aktifitasnya sejenak. Ia menatap ke arah Wang Chen, "Kau di sini? Bagaimana dengan mangsa mu?"
"Aku sudah mendapatkan token miliknya dan sekarang aku sudah mendapatkan 6 poin. Jadi aku bisa lolos dalam ujian kedua ini. Tapi, apa yang kau lakukan pada senior ini, Ying?" ucap Wang Chen dengan heran.
Feng Ying tersenyum, "Apa kau tidak lihat? Aku hanya menggelitiknya saja. Dia adalah targetku, aku sudah mengalahkannya. Namun dia tidak mau memberikan tokennya padaku. Jadi, aku pun mengikatnya terbalik dan menggelitikinya."
Wang Chen menggelengkan kepala, "Walaupun cara ini tidak melukai senior. Namun, ini adalah cara yang sangat mematikan" batinnya.
Senior nampak menghela nafas cukup lega. Karna Feng Ying berhenti menggelitiknya, walau hanya sesaat. Wajahnya sudah merah, keringat dan air mata membasahi wajahnya. Ia sungguh tidak kuat terus digelitik seperti ini. Apalagi, ia berada dalam posisi terbalik yang membuatnya agak pusing. Ia tidak bisa melepaskan ikatan tangan dan kaki ini sama sekali.
"Hah.. Hah.. Bocah, hentikan ini.. Sekarang juga" ucap senior dengan terengah engah.
Feng Ying tersenyum jahil, "Baiklah, tapi serahkan token milikmu."
"Bagaiman aku bisa menyerahkannya padamu, bila aku masih terikat seperti ini?! Lepaskan aku terlebih dahulu!" bentak senior dengan kesal.
"Ah, bilang saja kau tidak mau memberikan token milikmu senior.. Baiklah, aku akan menggelitikmu sampai kau memberikannya padaku," Feng Ying kembali menggelitik perut senior itu.
"Ahahaha, hentikan.. Hentikan..! Cukup.. Cukup, ahahaha. Hei, kau.. Ahaha tolong aku, haha" ucap senior dengan putus putus.
"Chen, ini adalah pembelajaran pertama. Kau lihat? Inilah salah satu cara untuk menjahili orang lain. Kau faham? Sekarang kau bantu aku melakukannya," Feng Ying tertawa sambil menatap wajah merah dari senior.
Wang Chen memiringkan kepalanya, "Ying pernah bilang bahwa mengerjai orang lain adalah hal baik. Karna membuat orang terhibur. Sekarang aku dapat melihat senior tertawa lepas seperti itu. Berarti Ying melakukan hal baik? Kalau begitu aku akan membantunya" batin Wang Chen.
Wang Chen mengangguk mendengar ucapan Feng Ying. Hal ini membuat Feng Ying tersenyum lebar. Sementara senior malah terkejut ketika Wang Chen setuju dengan ucapan Feng Ying. Padahal ia kira, Wang Chen akan menolongnya lepas dari Feng Ying. Namun ternyata, bocah itu malah membantu Feng Ying.
Harimau kecil nampak ikut senang ketika melihat induknya senang. Wang Chen belum menyadari kehadiran harimau kecil ini sama sekali. Karna Wang Chen saat ini mulai mengikuti apa yang Feng Ying lakukan.
"Ahahaha, hentikan.. Hentikan.. Bila kalian tidak menghentikannya, maka.. ahahaha.. Kalian akan dalam masalah.. Haha.. Karna mempermainkan murid sekte bambu kuning, ahahaha," wajah senior benar benar merah saat ini karna marah dan juga menahan geli.
"Jangan pedulikan ucapannya. Dia hanya menggertak. Sebenarnya dia senang karna kita kerjai," Feng Ying melirik Wang Chen dan tersenyum.
Wang Chen dengan wajah polosnya menatap Feng Ying, "Benarkah?"
Feng Ying mengangguk.
Setelah 5 menit berlalu, senior sudah pingsan dengan wajah yang sangat merah, juga air mata dan keringat yang membasahi wajahnya. Mulutnya pun nampak terbuka cukup lebar.
Feng Ying langsung mengambil token milik senior yang berada di balik pakaian pemuda itu. Iapun langsung melempar lemparkan token dengan tangannya. Ia tersenyum ke arah Wang Chen, "Itu masih'lah awalan. Lain kali, kita akan mengerjai lebih banyak orang," ia tersenyum lebar.
"Tapi, apa itu akan baik baik saja? Jika melihat wajah senior tadi.. Dia sepertinya sangat menderita, walaupun mulutnya terus tertawa" ucap Wang Chen dengan ragu.
__ADS_1
Feng Ying berbicara dengan santai, "Sudahlah~ tidak apa. Lagi pula, dia tadi tertawa bukan? Berarti dia sangat senang bisa dijahili seperti itu."
Wang Chen mengangguk dengan ragu. Tiba tiba, Feng Ying menghilang dari hadapannya, hal ini membuat Wang Chen terkejut. Namun, keterkejutan itu tidak bertahan lama. Feng Ying kembali muncul setelah beberapa detik kemudian. Bersamaan dengan tubuh senior yang terjatuh ke tanah.
Feng Ying langsung memasukkan tali Qi yang ia gunakan untuk mengikat kaki dan tangan senior. Sehingga tadi pemuda itu tidak bisa melepaskan tali dengan mudah.
"Sekarang kau mau kemana?" ucap Feng Ying.
Wang Chen mengangkat kedua bahunya dan menggelengkan kepala, "Aku tidak tahu."
"Baiklah, ikut saja denganku dan si kecil ini," Feng Ying menunjuk dengan tatapan matanya.
Wang Chen melihat ke arah yang ditatap oleh Feng Ying. Ia terkejut ketika melihat anak harimau ada di dekat Feng Ying. Padahal, tadi ia tidak menyadari hal itu sama sekali.
Yang membuat Wang Chen sangat terkejut bukan itu saja. Namun, harimau kecil milik Feng Ying merupakan harimau bulan. Harimau bulan sudah sangat sulit ditemui. Karna mereka selalu diburu manusia, sehingga membuat populasinya hampir musnah.
Manusia banyak memburu harimau bulan karna demonic beast itu memiliki energi kehidupan yang sangat melimpah. Lalu, energi kehidupan itu bisa dijadikan latihan kultivasi bagi manusia. Sehingga, harimau bulan seperti tempat dengan Qi yang tebal. Bila manusia menggunakan energi kehidupan dari harimau bulan, maka kekuatannya akan naik dengan cepat. Karna energi kehidupan tersebut.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
__ADS_1
*Immortal