
"Aku tetap tidak bisa melakukannya," Feng Ying berbalik membelakangi Wang Chen dan Wang Feng. "Katakan pada patriarch, bila aku harus pergi."
"Tidak Ying, aku i--"
"Aku sudah mendengarnya. Kau tidak perlu menyuruh junior Chen untuk memberitaukan itu padaku."
Feng Ying dan yang lain melihat ke arah suara berasal. Terlihat seorang pria tua yang berjalan ke arah mereka dari balik rimbunnya tanaman bambu tak jauh dari mereka. "Patriarch, kau disini? Kenapa?" Ucap Feng Ying.
"Aku awalnya hanya ingin berjalan jalan saja. Tapi tak kusangka, aku melihat kalian di tempat ini. Akupun tak sengaja mendengar pembicaraan kalian tadi." Ucap patriarch Lao sambil tersenyum tipis.
"..Aku mengerti dengan keinginan junior Ying. Jadi, aku akan mengizinkanmu pergi. Tapi kau masih termasuk murid dari sekte phoenix api ini. Jadi jangan membuat masalah, karna jika kau membuat masalah, maka nama sekte ini juga akan terbawa bawa. Kau paham?" Lanjut patriarch Lao serius.
"Memangnya aku terlihat seperti anak pembuat masalah bagimu, patriarch?!" Ucap Feng Ying dengan mamanyunkan bibirnya.
"Kau memang terlihat seperti itu." Jawab Wang Chen dan patriarch Lao serempak.
Feng Ying menatap patriarch dan Wang Chen bergantian. Alisnya nampak berkedut dan mulutnya terlihat cemberut, "Menyebalkan. Kalau begitu, aku langsung pergi saja."
Ketika Feng Ying akan pergi, tangannya ditahan oleh Wang Chen, "Aku ikut. Patriarch, izinkan aku untuk ikut dengan Ying."
"Chen, aku sudah bilang--"
"Hoho.. Sepertinya kau sangat dekat dengan junior Ying. Kalau begitu, aku mengizinkanmu ikut dengannya."
"Patriarch! Aku tidak menyuruhmu berpendapat ataupun memberikan izin agar Chen ikut denganku! Lagi pula, dia belum bisa menjaga dirinya sendiri. Aku tidak mau membawa beban!" protes Feng Ying. Ia melepaskan cengkraman tangan Wang Chen secara paksa.
"Aku tidak akan--"
"Bertemulah denganku lagi setelah kau sudah menjadi kuat dan bisa menjaga dirimu sendiri. Cari aku saat kau sudah menjadi kuat! Begitupun denganmu, Wang Feng."
Setelah mengatakan itu, Feng Ying langsung pergi dan menghilang begitu saja dari pandangan dengan sangat cepat. Bahkan patriarch Lao sendiri merasa bahwa Feng Ying memiliki kecepatan yang cepat. Walaupun masih bisa dilihat pergerakan bocah itu oleh matanya. Namun bila itu orang lain, mungkin mereka takkan bisa melihat pergerakan bocah itu ataupun akan sangat sulit untuk melakukannya.
__ADS_1
Wang Chen terkejut, begitupun Wang Feng. "Ying..!! Ying..!!"
Nyawn! Nyawn!
"Dia sudah pergi. Bila kalian ingin bertemu dengannya lagi, maka berlatihlah dengan keras agar bisa menjadi kuat dan bisa menjaga diri sendiri. Setelah itu, kalian bisa berkeliling dunia untuk menemukannya." Ucap patriarch Lao sambil memandang tempat perginya Feng Ying.
***
Sudah 1 bulan ini, Feng Ying pergi dari sekte. Selama itu pula, Wang Chen dan Wang Feng tak henti hentinya berlatih dengan giat. Bahkan mereka sepertinya terlalu memaksakan diri. Mereka ingin segera bertemu kembali dengan Feng Ying dan saat itu terjadi, maka mereka pasti takkan menjadi beban bagi Feng Ying lagi.
Wang Chen menjadi murid patriarch Lao secara langsung. Patriarch memang sudah tertarik dengan Wang Chen semenjak ujian ketiga. Jadi dirinya memilih agar menjadikan Wang Chen saja sebagai muridnya. Sebenarnya, ia juga tertarik dengan Feng Ying dan ingin menjadikan bocah itu sebagai muridnya. Tapi bocah itu memilih pergi dari sekte dan berpetualang.
Masih banyak pertanyaan dalam benak patriarch dan ingin ia tanyakan pada Feng Ying. Namun dirinya tak bisa melakukan itu saat ini. Ia sekarang hanya bisa berharap bila sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Feng Ying dan berharap bocah itu selalu dalam keadaan baik.
***
"Hoams.."
Wang Chen mulai berdiri kembali dan mengambil pedang yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berada. Ia menatap pedang itu dengan rasa rindu, "Padahal baru 1 bulan dia pergi. Tapi aku sudah merindukannya."
"..Bagaimana keadaannya sekarang ya? Apa dia baik baik saja? Apa dia bertarung lagi?" Gumam Wang Chen. Iapun menghela nafas panjang.
Wang Chen saat ini tinggal di rumah patriacrh Lao. karna dirinya adalah murid pribadi yang dilatih langsung oleh patriarch itu. Ketika ia hendak pulang, seseorang sudah berdiri tepat di depannya. "Guru," ia memberikan salam.
Patriarch Lao yang ada di hadapan Wang Chen mengangguk dan memperhatikan tubuh Wang Chen. Ia dapat melihat bahwa pakaian dan tubuh bocah itu sangat kotor. Ada juga beberapa bekas luka di tubuhnya. Terlebih pada telapak tangan Wang Chen yang nampak lecet dan merah, "Jangan memaksakan dirimu terus seperti ini, Chen'er. Temanmu juga pasti tidak mau melihatmu seperti ini."
"Guru, aku harus segera bertemu kembali dengan Ying. Maka dari itu, aku harus segera bertambah kuat." Ucap Wang Chen penuh tekad.
"Ingin menjadi kuat itu bagus. Tapi kau juga harus mengetahui batasan batasan yang kau miliki."
"Aku mengerti guru. Tapi tetap saja, aku akan berlatih dengan lebih giat dan menjadi semakin kuat. Lalu di kemudian hari, aku bisa bertemu kembali dengannya."
__ADS_1
"Hah.. Terserahmu saja. Kau sangat sulit diberitau. Sekarang kau ganti pakaianmu dan kita akan segera berlatih." Patriacrh Lao terdiam sejenak, "..Ngomong ngomong, apa kau sudah mempelajari jurus pedang itu?"
Wang Chen tersenyum canggung, "Aku belum bisa melakukan gerakan jurus itu sepenuhnya. Maka dari itu, aku selalu menambah jam latihan yang guru berikan. Agar aku segera bisa menguasai jurus itu."
Patriarch Lao terkekeh pelan, "Tidak perlu terburu buru mempelajarinya. Karna tidak semua orang dapat berhasil mempelajarinya. Bila berhasilpun, membutuhkan waktu berbulan bulan lamanya. Bahkan bisa saja 1 tahun."
Wang Chen terkejut mendengar penjelasan gurunya, "Benarkah?! Selama itu?! Mengapa bisa selama itu, guru?"
"Jurus pedang yang kuberikan padamu termasuk jurus tingkat tinggi. Maka dari itu, tidak banyak orang yang bisa melakukannya. Jangankan melakukannya dan berhasil mempelajarinya, memiliki buku jurusnya saja tidak."
Wang Chen terkejut mendengar ucapan gurunya. Tingkat tinggi?! Apa dia tidak salah dengar?! Hanya ada beberapa buku saja yang memiliki jurus tingkat tinggi. Tingkatan jurus dibagi menjadi 3, yaitu rendah, menengah dan tinggi.
"K- Kenapa guru memberikanku jurus tingkat tinggi seperti itu?" Ucap Wang Chen yang masih syok.
Patriarch Lao mengelus pucuk kepala Wang Chen, "Karna kau adalah muridku. Maka aku memberikan buku jurus tingkat tinggi untuk kau pelajari."
Wang Chen tertegun sejenak dan langsung memberikan hormat, "Terimakasih guru.. Karna sudah mau mengajariku dan karna sudah memberikanku buku jurus tingkat tinggi ini. Guru sangat berjasa untukku.."
Patriarch Lao hanya tersenyum menanggapi ucapan Wang Chen itu.
***
Di tempat lain, dalam sebuah restoran. Seorang bocah hanya duduk di dekat jendela dan melihat keluar. Makanan ataupun minuman yang dipesannya belum datang sekarang ini. "Hah.. Menyebalkan! Kenapa aku tidak juga mendapatkan informasi tentang harta tersembunyi atau hal lainnya yang menyenangkan, setelah 1 minggu lalu?!" Batinnya. Hari sudah siang sekarang, tapi di dalam restoran tidak tampak ramai.
Ketika sedang diam, seorang pelayan menghampirinya dan memberikan makanan yang dipesan olehnya. "Selamat menikmati."
Bocah yang tak lain adalah Feng Ying melirik ke arah pelayan itu dan mengangguk ketika sudah melihat makanan dan minuman di meja. "Kau boleh pergi."
Pelayan itu langsung pergi setelah mendapat perintah itu dari Feng Ying.
"Hm?", Feng Ying melirik ke arah pintu masuk ketika merasa bahwa seseorang sedang memperhatikan dirinya dari arah sana. Ia melihat seorang pemuda yang baru saja masuk ke dalam restoran dan langsung terkejut kala mengetahui siapa pemuda itu, "Tck.. Kenapa dia ada disini?"
__ADS_1