
"Aku saat ini memang tak memiliki banyak uang. Jadi aku tak bisa membayarmu dengan uang. Maka dari itu, aku akan membayarmu dengan diriku."
Feng Ying terkejut mendengar ucapan Wang Chen yang tak terduga, "A- apa maksudmu?"
"Aku akan menuruti semua perintahmu, sebagai bayarannya. Bila kau ingin aku melompat ke sungai, danau ke jurang atau lainnya, maka akan kulakukan. Bila kau ingin nyawaku, maka kau bisa mengambilnya" ucap Wang Chen dengan serius.
"...Aku juga akan selalu ada di sampingmu dan membantumu sebisaku, bila kau dalam masalah. Aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi dan aku akan menjadi pelindung bagimu" lanjut Wang Chen.
Apakah Wang Chen sungguh mengatakan hal itu?! Feng Ying sendiri merasa bahwa ucapan Wang Chen sangat tak terduga. Ia tak menyangka bocah seperti Wang Chen dapat mengatakan hal seperti itu.
Dari ucapan Wang Chen, membuat Feng Ying mengingat sesuatu yang pernah dilupakannya. Sebuah ucapan yang terlontar dari mulutnya dan ia lupakan.
Flashback~
Feng Ying pada saat itu mulai dilatih oleh keluarganya sejak berumur 6 tahun.
Feng Ying berada di dalam hutan bersama dengan seorang pria tampan yang merupakan ayahnya, Zhang Jiangwu.
Feng Ying memiliki satu kakak laki laki, yaitu Feng Chao yang berumur 5 tahun lebih tua darinya. Kakak perempuan, Feng Lian, lebih tua 3 tahun darinya. Lalu, adik laki laki bernama Feng Xun yang berumur 2 tahun lebih muda dari Feng Ying. Terakhir adik perempuan bernama Feng Jia Li yang 5 tahun lebih muda dari Feng Ying.
Sementara, untuk Feng Ying sendiri, ia adalah anak ketiga dengan dua kakak dan dua adik. Ia juga memiliki seorang kakek bernama Zhang Bingjie.
***
Feng Ying menengadahkan kepala ke atas, menatap ayahnya, "Ada apa ayah mengajakku ke mari? Biasanya.. Aku tak dibolehkan keluar dari wilayah inti. Bahkan kak Lian juga tidak diperbolehkan untuk ke wilayah luar ini" ucapnya dengan wajah polos anak kecil ke arah Zhang Jiangwu.
Tempat tinggal Feng Ying dibagi menjadi 3 wilayah. Yaitu, wilayah yang paling luar dengan terdapat demonic beast. Bila ingin masuk ke wilayah luar tempat tinggal Feng Ying dari luar tempat tinggal, maka harus melewati gerbang besar terlebih dahulu.
Lalu untuk masuk ke wilayah tengah, maka juga harus melewati gerbang. Di bagian wilayah tengah terdapat rumah pelayan yang memiliki satu bangunan, namun bertingkat dan besar.
Terakhir wilayah inti, wilayah ini adalah tempat tinggal keluarga Zhang. Untuk ke tempat itu, bukan hanya harus melewati gerbang saja. Tetapi juga harus melewati area khusus yang bisa mengeluarkan aura membunuh bila ada orang yang melintasinya.
Di seluruh wilayah tempat tinggal Feng Ying, terdapat pelindung yang membuat orang lain takkan bisa terbang melewatinya. Jadi, bila ingin masuk ke dalam, harus melewati jalur permukaan tanah.
***
"Lian'er juga akan ayah ajak kemari. Tapi tidak sekarang Ying'er" ucap Zhang Jiangwu dengan datar.
"Kenapa?" ucap Feng Ying dengan kepala dimiringkan.
"Karna dia baru saja berumur 7 tahun. Usianya akan menginjak 8 tahun setelah 2 bulan lagi" ucap Zhang Jiangwu sambil mengelus kepala Feng Ying.
__ADS_1
Feng Ying memegang dagunya, "Aku lebih muda dari kak Lian. Umurku 6 tahun. Tapi aku boleh ke tempat ini."
Zhang Jiangwu menurunkan tangannya dari atas kepala Feng Ying. Iapun mensejajarkan dirinya dengan tubuh kecil Feng Ying, "Apa kau tau, kenapa sekarang ayah mengizinkanmu ke tempat ini?"
Feng Ying menggelengkan kepala dengan raut wajah bingung. Zhang Jiangwu kembali berucap, "Alasannya karna ayah ingin melatihmu berkultivasi, juga berlatih fisik agar kau bisa membuka sendiri gerbang yang selalu ada di setiap perbatasan wilayah. Kau tau bila gerbang itu bukan gerbang biasa bukan, Ying'er?"
Feng Ying mengangguk, "Ayah benar. Gerbang itu sangat berat."
Zhang Jiangwu mengangguk, "Gerbang itu hanya bisa dibuka dengan kekuatan fisik. Bila seseorang menggunakan Qi nya untuk membuka gerbang, maka itu akan percuma. Karna gerbang akan menyerap Qi itu. Ayah sudah menjelaskan apa itu kultivasi dan Qi padamu saat itu. Jadi, kau pasti paham apa yang ayah katakan."
Feng Ying kembali mengangguk paham. "Jadi bila aku ingin keluar dari wilayah inti ataupun kembali masuk ke dalam, aku harus memiliki fisik yang kuat agar bisa mendorong gerbang itu?"
Zhang Jiangwu mengangguk dan tersenyum tipis, "Anak ayah memang pintar."
Feng Ying nampak berfikir, "Tapi saat kita akan masuk ke wilayah tengah dari wilayah inti, kenapa aku merasakan sedikit tekanan ayah? Berbeda saat kita keluar dari wilayah tengah ke wilayah luar."
"Karna di perbatasan wilayah inti dan tengah memang berbeda. Terowongan yang menuju ke gerbang memiliki sebuah aura membunuh. Ayah melindungimu dengan Qi tadi dan ayah juga agak melonggarkan pelindung Qi padamu agar kau juga bisa merasakan sedikit aura membunuh itu. Sekarang kau tau bagaimana aura membunuh itu 'kan?"
Feng Ying mengangguk, "Menyeramkan dan menekan."
***
Namun, suatu kejadian membuat pemikirannya berubah. Saat itu, Feng Ying secara sembunyi sembunyi menggunakan kemampuan lain dari mata miliknya. Yaitu, pengendalian darah! Kemampuan yang sangat mengerikan! Ketika Feng Ying sudah bisa menggunakannya dengan sangat baik, dirinya memperlihatkan kemampuan itu pada keluarganya dengan wajah ceria.
"Tidak salah lagi, Ying'er berkemungkinan besar orang yang disebutkan dalam ramalan itu. Ramalan yang membuat keluarga Zhang dibantai" batin Zhang Jiangwu. Ia dan semua keluarga berada di ruang keluarga. Kecuali kakek Feng Ying yang bernama Zhang Bingjie sedang tak ada di sana pada waktu itu.
Zhang Jiangwu memiliki alasan mengapa dirinya melatih Feng Ying 2 tahun lebih awal dari pada anak pertama dan keduanya. Karna dirinya sudah menebak bila Feng Ying 'lah orang yang berada dalam ramalan yang akan menghancurkan dunia.
Ayah dan istinya juga sependapat dengannya. Istrinya bernama Feng Hua. Mereka bertiga bisa berpikiran seperti itu karna saat hari lahirnya Feng Ying pun memang aneh. Petir dan angin kencang terjadi di seluruh benua. Demonic beast lari kesana kemari dengan panik.
Walaupun mereka bertiga sudah menebak bahwa Feng Ying yang disebutkan dalam ramalan, namun bukannya mereka membunuh Feng Ying. Melainkan mereka melindungi Feng Ying. Mereka ingin agar Feng Ying bisa bertambah kuat dengan cepat. Lalu, bila suatu saat Feng Ying harus melawan orang di seluruh dunia, maka mereka berharap Feng Ying tidak mati.
Biar bagaimanapun, mereka menyayangi Feng Ying. Begitupun anggota keluarga yang lain. Walaupun Zhang Bingjie dan Zhang Jiangwu memang membenci banyak orang di dunia dan ingin membalas dendam, namun mereka mengurungkan niat itu. Mereka tidak mau kembali kehilangan anggota keluarga mereka.
Zhang Bingjie dan Zhang Jiangwu yang pada saat itu masih berusia belasan tahun adalah saksi hidup bagaimana siatuasi pada saat pembantaian itu terjadi.
***
Suatu hari, ketika Feng Ying sedang berlatih bersama ayah dan kakak pertamanya, tiba tiba ayahnya mengatakan sesuatu yang membuatnya bingung.
Pada saat itu, waktu pelatihan Feng Ying belum berakhir. Terutama pelatihan fisik, yang belum diselesaikan sepenuhnya. Feng Ying baru saja berlatih banyak hal tentang kultivasi, bertarung dan baru sedikit pelatihan fisik. Jadi masa latihan belum berakhir. Ia sudah 1 tahun kurang belajar setelah dimulainya pelatihan.
__ADS_1
Seharusnya memang berlatih fisik terlebih dahulu. Seperti ketika Zhang Jiangwu mengajarkan hal pertama pada Feng Chao tentang latihan fisik. Begitupun Feng Lian yang pelajaran pertamanya latihan fisik untuk membuat pondasi kultivasi yang kuat.
Namun di sini, hanya Feng Ying yang berbeda. Hal pertama yang diajarkan adalah berkultivasi dan cara bertarung. Hanya sesekali saja ayahnya itu mengajarinya penggunaan mata ilusi.
Zhang Jiangwu melakukan itu karna memiliki alasan. Anaknya yang satu ini sudah memiliki pondasi yang cukup kuat untuk berkultivasi. Jadi dirinya mengesampingkan latihan fisik pada Feng Ying dan memilih mengajari kultivasi terlebih dahulu pada Feng Ying.
"Ying'er.." ucap Zhang Jiangwu sambil menatap Feng Ying lekat.
Feng Ying menatap ayahnya, "Ada apa ayah?"
Zhang Jiangwu langsung mengajak Feng Ying menjauh dari Feng Chao dan Feng Lian.
Ketika sudah jauh, Feng Ying pun menatap kembali ayahnya dengan bingung, "Kenapa kita harus menjauh dari mereka, ayah?"
Zhang Jiangwu menggelengkan kepala, "Aku hanya ingin berbicara dengan anakku yang satu ini. Jadi aku mengajakmu menjauh dari mereka, Ying'er."
Feng Ying mengangguk paham. "Lalu, apa yang ingin ayah katakan?"
"Aku sudah mengajarimu banyak hal dalam bertarung dan berkultivasi. Chao'er juga terkadang melakukan hal itu padamu saat pelatihan. Lalu sekarang, aku ingin meminta bayaranku atas semua itu, Ying'er" ucap Zhang Jiangwu.
Tentu saja ucapannya membuat Feng Ying terkejut, "A- apa maksud ayah?"
"Tidak ada yang gratis di dunia ini. Kau harus membayar apa yang sudah kulakukan padamu. Sekarang, berikan padaku " Zhang Jiangwu mengulurkan tangan ke arah Feng Ying seakan meminta sesuatu.
Feng Ying menjadi gelagapan ketika ayahnya bersikap seperti ini, "Aku.. Aku tidak memiliki uang ayah."
"Kau tetap harus membayar semuanya Ying'er."
Feng Ying menggigit bibir bawahnya dan nampak bingung. Hingga, iapun mengangguk dengan sungguh sungguh, "Aku saat ini memang tak memiliki uang. Jadi aku tak bisa membayar ayah dengan uang. Maka dari itu, aku akan membayar ayah dengan diriku."
"...Aku akan menuruti semua perintahmu, sebagai bayarannya. Bahkan bila ayah ingin nyawaku, maka ayah bisa mengambilnya. Aku tak masalah dengan itu. Bagaimanapun, ayah sudah melakukan banyak hal untukku. Ayah juga sudah memberikan banyak ilmu mu padaku. Itu pasti sangat berharga. Jadi aku rela bila ayah mengambil nyawaku" lanjut Feng Ying dengan serius.
Zhang Jiangwu tak menyangka anaknya akan mengatakan hal itu. Ia langsung berlutut dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Feng Ying. Ia pun tersenyum, "Ayah tidak membutuhkan nyawamu."
"Ka- kalau begitu, bagaimana aku bisa membayar semuanya ayah?" ucap Feng Ying yang kembali gelagapan. Wajahnya nampak sangat polos. Namun lucu saat memperlihatkan ekspresinya yang seperti ini.
Zhang Jiangwu menyentuh kepala Feng Ying, masih dengan senyumannya. "Aku tak perlu nyawamu Ying'er. Ayah hanya ingin agar kau bisa menjadi sangat kuat dan bisa melindungi dirimu sendiri. Ayah ingin kau tetap hidup dan.. Jangan pernah.. Lupakan keluargamu ini. Jangan melupakan kami semua sebagai keluargamu."
Feng Ying terkejut mendengar ucapan ayahnya. Namun akhirnya, dia mengangguk, "Aku berjanji akan menuruti semua perintahmu ayah dan tidak akan melupakan keluargaku sama sekali."
[ Ingat, ini belum bagian flashback dari pelatihan Feng Ying.]
__ADS_1