Feng Ying

Feng Ying
98 -Melupakan Sesuatu


__ADS_3

"A- Apa maksudmu?" Ucap Feng Ying.


"Ingatlah Ying'er.. Bagaimana orang yang kau sebut teman pertama pada waktu itu. Dia tidak memihakmu sama sekali dan malah menolak kehadiranmu ketika kau melakukan pembantaian pada penduduk desa di tempat tinggalnya. Dia ketakutan melihatmu.."


"..Lalu ketika kau bercerita tentang identitasmu yang sebenarnya saat itu juga pada dirinya.. Apa yang terjadi? Dia menolak kehadiranmu dan menginginkan kematianmu. Seperti itulah semua orang terhadapmu.. Sama seperti orang yang agak kau rindukan itu. Bila dia mengetahui identitas aslimu.. Bukan tidak mungkin, dia pergi meninggalkanmu.. Dia.. Sama saja seperti yang lain.. Dia akan menjadi musuhmu suatu saat nanti.."


"..Dia tidak akan menginginkan kehadiranmu setelah mengetahui fakta sebenarnya dan identitas aslimu.. Ying'er."


Feng Ying seakan terbuai dengan ucapan kakaknya. Setiap kata dan suara yang keluar dari mulut pemuda itu seakan menyerang pikirannya.


Feng Chao sebenarnya menggunakan kemampuan ilusi keluarga Zhang tingkat kedua, yang mana dapat menggunakan ilusi hanya dengan kata kata. Tetapi ilusi yang keluar dari ucapan, dapat menyerang mental dan perasaan maupun pemikiran orang yang mendapatkannya. Mereka akan dibuat ragu, takut ataupun perasaan lain. Dengan ditambahkan ucapan ucapan fakta, maka ilusi suara akan sangat cepat mempengaruhi pendengarnya.


Tidak banyak anggota keluarga Zhang yang bisa mencapai sampai tingkat kedua dari kemampuan ilusi keluarga Zhang. Maka dari itu, Feng Chao termasuk sangat sangat beruntung. Karna bisa mencapai tingkat kedua yang lebih kuat lagi.


Tanpa Feng Ying sadari dan rasakan, Feng Chao sudah memanjangkan satu kuku jarinya yang berada di balik punggung dirinya. Feng Chao bahkan merobek sedikit pakaian belakang Feng Ying dan menggoreskan kukunya yang tajam pada punggung itu sambil terus melontarkan kata kata ilusi yang membuat Feng Ying tak menyadari keadaannya sendiri.


Darah terus menetes dari luka yang diberikan Feng Chao pada punggung Feng Ying. Bila diperhatikan, maka orang lain akan tahu bila Feng Chao tidak secara asal melukai punggung Feng Ying. Tetapi pemuda itu terlihat sedang membuat gambar dengan menggunakan luka goresan.


"Memory lock: lifetime." Gumam Feng Chao. Ia menutup luka yang diperbuatnya pada punggung Feng Ying menggunakan telapak tangannya yang bersih tanpa darah.


Ketika Feng Chao mengatakan gumaman yang dapat didengar oleh Feng Ying, membuat bocah itu seketika tersadar dari lamunannya. Ia terkejut ketika merasa mengetahui tentang jurus ini. Jurus pengunci memori! Walaupun ini bukanlah teknik menyerang atau pertahanan, tetapi jurus ini termasuk ke dalam jurus tingkat tinggi. Karna dapat mengunci bagian memori apapun yang ingin dikunci oleh pengguna jurus untuk selamanya, seumur hidup.


"Apa yang kau laku--Agghh!"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Feng Ying langsung berteriak kesakitan. Ia memegangi kepalanya dengan dua tangan. Sementara, Feng Chao langsung berdiri dan mengigit jarinya sendiri, lalu menempelkan jarinya yang berdarah pada kening adiknya. "Memory lock."


Baik darah yang ada di kening Feng Ying sekarang, maupun luka di punggungnya bercahaya bersama. Hingga akhirnya, cahaya hijau itu meredup dan hilang begitu saja. Begitupun dengan darah di punggung dan keningnya.


Luka di punggung Feng Ying menghilang. Tetapi, di punggungnya terdapat tanda yang sama, tanda dari gambar yang sama dibuat oleh Feng Chao. Tanda itu nampak tak bisa hilang.


Tubuh Feng Ying kini mulai goyah dan jatuh ke permukaan tanah apabila Feng Chao tidak menangkap tubuhnya. Pemuda itu mulai membaringkan tubuh Feng Ying ke permukaan tanah dengan hati hati. Setelahnya, ia duduk di samping adiknya. Kini Feng Ying sudah pingsan.


"Aku memiliki alasan melakukan ini. Maaf bila aku harus mengunci ingatanmu selamanya tentang orang itu." Gumam Feng Chao.

__ADS_1


***


Feng Ying mulai membuka matanya setelah hari berganti. Yang dilihatnya pertama kali adalah langit langit sebuah ruangan. Ia mengubah posisinya menjadi duduk dan memperhatikan keadaan sekitar.


Feng Ying pun tiba tiba tersentak kala merasa bahwa kekuatannya meningkat. Ia memperhatikan kedua telapak tangannya dan menatap tak percaya, "Aku naik tingkat? Bukankah saat itu aku berada di tingkat grandmaster? Lalu bagaimana mungkin, sekarang aku berada di tingkat prajurit?"


Setelah lama memperhatikan, Feng Ying tertawa bahagia. "Hahaha.. Entah apa yang terjadi. Tapi ini begitu menakjubkan, aku memang mengagumkan. Luar biasa.." Kini dirinya mulai memuji dirinya sendiri, karna bisa menaikkan kekuatan tanpa melakukan apapun.


"Eh? Tapi.. Ini dimana? Kenapa aku bisa ada disini? Apa mungkin kemarin aku menyewa kamar di penginapan, tapi aku melupakannya karna terlalu lelah?" Gumam Feng Ying.


Ingatan terakhir Feng Ying adalah ketika dirinya pergi dari rumah beberapa minggu lalu dan setelahnya, ia beberapa kali bersenang senang dan pernah satu kali ke tempat yang dikatakan terdapat harta di dalamnya. Lalu ketika menemukan kota setelah berpetualang dan mendapatkan harta, dirinya pada saat itu sangat kelelahan.


"Mungkin memang benar, aku terlalu lelah. Jadi, aku lupa bahwa aku menyewa kamar di penginapan."


Bila diperhatikan seksama keadan sekitar tempatnya istirahat, Feng Ying sudah menduga bahwa ini adalah kamar penginapan.


***


Feng Ying saat ini berada di lantai bawah penginapan yang merupakan sebuah restoran. Iapun memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman.


Pelayan itu mengamati Feng Ying dan mengangguk, "Tentu. Dari kemarin, Tuan Muda berada di penginapan ini."


"Kalau begitu, sekarang hari apa?"


Pelayan itupun menjawab ucapan Feng Ying dengan benar. Setelahnya, ia pamit dan pergi untuk menyediakan makanan dan minuman yang dipesan Feng Ying.


Bocah itu nampak terdiam ketika mendengar jawaban pelayan. Bukankah berarti, ini sudah beberapa bulan setelah ia keluar dari rumah? Tapi bagaimana mungkin? Feng Ying merasa hanya baru beberapa minggu keluar dari tempat tinggalnya. Lalu apa yang ia lakukan selama ini? Apa mungkin dia pernah sekarat dan tidak sadarkan diri selama berbulan bulan?


Feng Ying sangat tidak mengerti dengan keadaanya saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi?


"Apa mungkin aku pernah sekarat di suatu tempat, dan aku tidak bangun selama berbulan bulan?" Gumam Feng Ying.


***

__ADS_1


Setelah makan, Feng Ying langsung pergi keluar dari dalam restoran dan berjalan jalan di kota yang kini sudah siang. "Sepertinya aku melupakan sesuatu.. Tapi apa?"


"Jian.."


"..."


"Jian, apa kau dengar aku? Jawablah!"


"..."


Tidak ada jawaban sama sekali, membuat Feng Ying kesal. "Jian! Apa kau dengar aku?!"


Di dalam ruang jiwa Feng Ying, terlihat seorang bocah laki laki yang memiliki wajah dan penampilan sama dengan Feng Ying. Hanya saja, bagian mata yang seharusnya berwarna putih, malah berwarna hitam. Ia memiliki iris mata merah darah.


"Cih, sial. Setiap aku ingin mengatakan tentang apa yang terjadi kemarin, dia tak bisa mendengar ucapanku. Sebenarnya apa yang dilakukan bocah itu (Feng Chao) padanya?! Tck, sial." Gerutu Jian.


Ia akhirnya tidak berniat menceritakan kejadian kemarin. Ia juga tidak berniat membahas apapun yang dilupakan Feng Ying. Karna itu akan percuma. Feng Ying takkan bisa mendengar apa yang diucapkannya. "Ada apa?!"


Jian hanya bisa memendam keinginannya itu saat ini. Ucapan ucapan yang ia lontarkan dan yang dapat didengar Feng Ying adalah ucapan biasa, yang sama sekali tak membahas kejadian kemarin ataupun tentang semua yang dilupakan bocah itu.


"Jian! Akhirnya kau menjawabku!" Kesal Feng Ying melalui telepati. Ia memang bisa melakukan telepati hanya dengan Jian.


"Ada apa?", Jian berpura pura tidak tahu apa yang ingin dibahas Feng Ying dan hanya mencoba mengalihkan topik saja tanpa membahasnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kau pasti sudah tau apa maksudku."


"Tidak, aku tak mengetahui apapun."


"Jian, jawab yang benar."


"..."


"Tck, menyebalkan!"

__ADS_1


Setelah suara itu terdengar, tidak ada suara lainnya lagi. Jian pun hanya menghela nafas kesal. "Bocah itu.." Gumamnya kesal.


__ADS_2