Feng Ying

Feng Ying
90 -Menyembuhkan Kai


__ADS_3

Feng Ying dan Wang Chen menatap Wang Feng secara bersamaan. "Wang Feng, itu bukanlah makanan! Kembalikan!" Ucap keduanya dengan kompak.


Nyuam!


Wang Feng sulit mengatakan sesuatu karna saat ini, di mulutnya terdapat sebuah cincin.


Nyuam! Nyuam! Nyuam!


"Mengikuti ucapan Chen?! Kenapa aku harus melakukan itu, huh?", Feng Ying mendengus sambil menatap Wang Feng. Sementara, Wang Chen tersenyum senang. Karna Wang Feng membantunya.


Nyuam! Nyuam!


"Tidak--tidak," Feng Ying menggelengkan kepala, "Bagaimana bila kau berikan cincin ruang itu, maka aku akan memberikan banyak daging untukmu selama 1 minggu?"


Nyuam!


Wang Feng berniat lari dan menjauh dari Feng Ying. Namun, ucapan Feng Ying berikutnya membuatnya berhenti, "Baiklah--baik! Akan kulakukan. Tapi kembalikan cincin ruangku!" Ucap Feng Ying dengan terpaksa.


Bila ia tak mengiyakan ucapan Wang Feng, maka harimau bulan itu akan menghancurkan cincin ruang miliknya menggunakan energi kehidupan. Ia memang tidak tau, apakah serangan energi kehidupan yang besar dapat menghancurkan cincin ruang atau tidak. Tapi untuk berjaga jaga, maka dirinya tak mau mengambil resiko bila saja energi kehidupan memang benar benar bisa menghancurkan cincin ruang.


Nyuam! Nyuam!


Mata Feng Ying berkedut ketika mendengar ucapan Wang Feng, "Kembalikan saja sekarang! Aku takkan mengingkari ucapanku itu."


Nyuam!


Feng Ying mengepalkan satu tangannya dan menunjukkan kepalan tangan itu pada Wang Feng, "Baiklah! Aku tau kau ingin berjaga jaga saja! Tapi ingat, setelah aku menyembuhkannya, maka kau harus mengembalikan cincin ruang itu dalam keadaan utuh dan selamat!"


Nyuam~


Wang Chen tersenyum lebar. Iapun menepuk pundak Feng Ying, "Kenapa tidak dari tadi saja? Kau membuatku kesulitan."


Feng Yung menatap Wang Chen dengan datar, "Menyebalkan!"


Kwaakkk Kwaakk


"Iya--iya! Tak perlu berterimakasih padaku." Ucap Feng Ying ketus.


Kwakkk Kwaakk


Feng Ying mulai menatap kesal griffin es di dekatnya, "Seharusnya kau berterimakasih padaku! Karna aku yang akan menyembuhkan Kai. Kenapa kau malah berterimakasih pada Chen dan Wang Feng, huh?"


Kwaakk


Griffin es mulai ketakutan ketika melihat Feng Ying marah padanya. Jadi ia hanya mengatakan, 'Terimakasih Tuan' dalam bahasanya.


Feng Ying mendengus, "Sekarang dimana Kai? Sebaiknya segera antarkan aku ke tempatnya agar aku bisa menyembuhkannya dengan cepat dan mendapatkan kembali cincin ruangku."

__ADS_1


Kwaakk


Griffin es mengangguk dengan senang. Sementara, Wang Chen mulai menatap Feng Ying dengan bingung, "Um.. Ying.. Aku baru terfikir. Apa kau memiliki kemampuan alkemis dan bisa membuat pil penawar racun?"


"Tidak."


Jawaban singkat, padat dan jelas Feng Ying sudah menjawab rasa penasaran Wang Chen dan ini membuatnya sangat terkejut, "Kalau begitu, bagaimana caramu menolongnya? Ditambah, kau juga harus mengetahui racun apa yang didapatkan griffin bawahanmu itu, agar dapat memberikan pil yang sesuai."


Feng Ying berfikir sejenak sambil mengelus dagunya dengan ibu jari dan telunjuk, "Jian.. Apa kau memiliki kemampuan alkemis?" Ucapnya kepada Jian.


"Tentu,"


Mendengar itu, membuat Feng Ying semangat. "Kalau begitu--"


"Tentu, aku tidak memiliki kemampuan alkemis. Lagi pula, aku tidak memiliki elemen api."


Mendengar ucapan selanjutnya dari Jian, membuat Feng Ying kesal dan merutuki orang itu yang malah memberikannya harapan palsu. Namun Jian kembali bersuara dengan tenang, "Tapi aku mengetahui bagaimana cara membuat pil. Aku juga tau jenis jenis tanaman obat dan manfaat manfaatnya."


Mendengar itu, kembali membuat Feng Ying bersemangat, "Kalau begitu.. Kau bisa mengajarinya pada--"


"Tapi kau tidak memiliki elemen api. Jadi kau tak bisa membuatnya."


Lagi lagi, kesenangan dan harapan Feng Ying rusak gara gara mendengar lanjutan ucapan dari Jian. "Kalau begitu, kau tak perlu memberikan harapan palsu padaku! Karna itu sangat menyebalkan!"


Feng Ying terdiam beberapa saat,"Ingin rasanya aku mencekikmu dan menggantungmu ke atas pohon." Batin Feng Ying pada dirinya sendiri.


"Hem.. Aku lupa. Baiklah, Jian. Apa kau tidak memiliki saran agar aku bisa mengobati racun pada tubuh Kai? Aku tidak memiliki kemampuan dalam membuat pil. Aku juga tidak memiliki elemen api untuk bisa membuat pil. Jadi apa yang harus kulakukan?"


"Mudah saja.. Kau bisa memberikan beberapa tetes darahmu padanya. Menurutku, mungkin itu akan berhasil. Yang terpenting dari itu, kau harus secara ikhlas memberikannya. Bila tidak, mungkin kondisinya akan lebih parah."


"Kenapa begitu? Kenapa harus menggunakan darahku? Darahku terlalu berharga, kau tau itu?", Feng Ying mendengus kesal. Baginya, darahnya itu sangatlah berharga. Bila ingin mendapatkannya, maka orang lain harus berusaha keras.


"Aku tau, kau menganggap darahmu sangat berharga. Aku akui, itu memang benar. Karna darahmu adalah darah spesial. Tapi aku hanya memiliki saran itu. Terserah kau mau melakukannya atau tidak."


Bila Feng Ying berbicara dengan Jian, ia selalu merasa Jian seperti cerminan dirinya atau bisa dikatakan, ia seperti berbicara dengan diri sendiri. Karna suara maupun penampilan Jian memang sama dengannya. Hanya bagian mata yang seharusnya putih, Jian berwarna hitam. Juga sifat Jian yang terkadang memiliki perbedaan dengannya. Itu saja yang berbeda.


"Ying? Ying.. Ying?!"


Feng Ying tersentak kaget kala mendengar suara Wang Chen. Iapun menatap bocah di depannya dengan kening mengerut, "Ada apa?"


"Kenapa kau diam saja dari tadi? Aku sudah memanggilmu. Tapi kau tidak menjawab. Jadi bagaimana? Bagaimana kau akan menolong bawahanmu itu?" Ucap Wang Chen.


"Hah.." Feng Ying menghembuskan nafas panjang. "Kau lihat saja sendiri nanti. Tapi kau harus berjanji agar tidak memberitaukan kejadian nanti pada siapapun." Ucapnya serius.


Wang Chen tak mengerti mengapa Feng Ying mengatakan itu. Jadi ia hanya mengangguk, "Aku janji."


"Baiklah.. Kau, bawa kami ke tempat Kai." Feng Ying menatap griffin es dan langsung dibalas anggukan oleh demonic beast itu.

__ADS_1


Tubuhnya mulai membesar hingga setinggi 2 meter. Hal ini mengejutkan Wang Feng. Namun dia tak mengatakan apapun. Griffin segera membungkukkan tubuhnya agar Wang Chen dan Feng Ying bisa naik ke atas tubuhnya.


Wang Chen membawa Wang Feng naik ke atas punggung griffin. Begitupun Feng Ying, ia duduk di depan. "Agar memudahkanku memanggilmu, maka aku akan memberikan nama. Jadi, namamu adalah Gong." Feng Ying berfikir sebentar karna merasa melupakan sesuatu.


"Aku ingat! Aku ingin bertanya, kau laki laki atau perempuan? Yah.. Agar aku tidak salah memberikan nama."


Kwaakkk


"Hum.. Baiklah. Pilihan namaku sudah tepat berarti. Sekarang kita pergi."


Kwaakkk


Gong segera berdiri dan mengepakkan sayapnya membuatnya terbang di langit sore yang indah.


***


Beberapa menit kemudian, mereka semua telah mendarat di dalam sebuah gua besar. Di dalam tidak terdapat es maupun salju sama sekali dan gua juga terasa agak hangat.


Semuanya turun dari atas punggung Gong dan ukuran tubuh demonic beast itu mengecil. Ia memimpin jalan dan terus masuk semakin dalam ke gua. Diikuti Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng.


Kwaakk


Gong bersuara ketika sudah sampai di ujung gua. Ia melihat seekor griffin yang berukuran sekitar 2 meter kini terbaring. Tubuhnya terlihat berwarna agak keunguan. Mungkin ini karna racun yang ada di dalam tubuhnya. Sebenarnya griffin itu berukuran sekitar 3 meter. Namun, ia mengatur ukuran tubuhnya sampai 2 meter.


Griffin yang terbaring itu tak lain adalah Kai. Ibu dari Gong. Sementara ayah dari Gong sudah mati. Karna dibunuh oleh griffin lain. Lalu ia terluka pada saat 2 tahun lalu, karna griffin yang sudah membunuh ayah Gong. Ketika itulah pertemuannya dengan Feng Ying yang sudah menolongnya terjadi.


Feng Ying segera menghampiri Kai, "Tck.. Pantas saja kau tidak datang setelah mendengar suaraku tadi."


Kwaakk


Kai bersuara dengan lemah dan meminta maaf.


Feng Ying mengeluarkan belati dari dalam cincin ruang miliknya.


"Ying?! Apa yang ingin kau lakukan?" Wang Chen terkejut ketika melihat Feng Ying mengeluarkan belati. Ia fikir, Feng Ying akan mengambil core milik Kai. Gong pun berfikir demikian. Ia hanya bisa menatap cemas ibunya.


Feng Ying tak menghiraukan ucapan Wang Chen. Ia semakin mendekat pada Kai. Iapun melakukan hal yang tak terduga bagi Wang Chen. Feng Ying menyayat telapak tangannya, "Buka mulutmu. Mungkin ini akan terasa agak sakit untumu. Sama seperti saat itu."


Kai terkejut karna ditawarkan darah dari Tuannya. Begitupun Gong. Ia merasa terhipnotis untuk mencicipi darah Feng Ying. Namun ia bisa menahannya, sama seperti Wang Feng yang bisa menahannya.


Kai segera membuka mulutnya dan darah Feng Ying mulai menetes mengenai lidahnya.


Feng Ying menarik kembali lengannya karna merasa bahwa Kai sudah mendapatkan beberapa tetes darahnya dengan cukup.


Perlahan, bulu pada Kai yang berwarna keunguan mulai menghilang dan digantikan dengan bulu berwarna putih. Tubuhnya yang awalnya agak dingin juga mulai normal kembali. Rasa sakit yang dialami Kai karna racun, kini berubah dengan rasa sakit yang sama ketika 2 tahun lalu. Namun yang saat ini ia rasakan dua kali lipat.


Kwaakkk

__ADS_1


__ADS_2