
Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng bertarung melawan seluruh prajurit yang mendekati mereka dengan cepat. Karna perbedaan kekuatan, maka mereka bisa dengan mudah mengalahkan para prajurit. Bahkan 2 orang Jenderal pun sudah mereka kalahkan dengan mudahnya.
Saat ketiganya hampir membereskan semua prajurit yang ketakutan, seruan dari seseorang terdengar, "Berhenti..!!"
Seseorang keluar dari dalam istana, bersama dengan beberapa orang yang juga ikut keluar. Mereka adalah Kaisar Liu dan para prajurit, juga 3 orang Jenderal. Putri Liu Mei tidak ikut, karna ayahnya menyuruhnya untuk bersembunyi di dalam istana.
Semua orang mengalihkan pandangannya pada Kaisar Liu. "Tck!" Feng Ying mendecakkan lidah dengan kesal.
Kaisar Liu nampak melihat ke arah Feng Ying dan terkejut. Ternyata apa yang dikatakan prajuritnya benar. Buronan yang merupakan keluarga Zhang ada di sini. "Kau..!" Tentunya Kaisar juga tidak bisa melupakan Feng Ying yang saat itu pernah ke istananya. Walaupun Feng Ying pernah menyelamatkan putrinya, tetapi ia tidak bisa menolong Feng Ying saat ini. Karna bila ia melakukan itu, maka semua orang akan memusuhi dirinya, bahkan mungkin kerajaannya, beserta seluruh rakyatnya. Ia tidak mau itu terjadi.
Karna Wang Chen saat ini memakai wajah samaran, maka Kaisar Liu tidak akan mengenalnya sebagai Wang Chen.
"Kita keluar dari sini, cepat!" Bisik Wang Chen sambil menyenggol lengan Feng Ying. Ia mencengkram pedangmya dengan kuat, untuk berjaga jaga bila ada musuh yang mendekat.
Feng Ying melirik Wang Chen dan mengangguk pelan. Mereka dan Wang Feng perlahan berjalan mundur dengan tatapan yang masih terpaku pada orang orang di hadapannya.
Mengetahui hal ini, Kaisar Liu memberi perintah, "Cepat tangkap mereka! Jangan biarkan mereka lari, mereka sudah menghabisi para prajurit kita!"
Ketiga Jenderal segera memimpin prajurit yang tersisa untuk menyerang dua pemuda dengan harimau bulan itu.
"Jika saja tidak ada penghalang yang bisa membuat seseorang tak bisa terbang, maka aku dan Chen pasti sudah melarikan diri sekarang dengan cara itu." Batin Feng Ying. "Tidak ada pilihan lain, kita habisi sebagian dari mereka. Setelah itu, kita pergi dari sini. Dengan keributan yang terjadi di istana, mungkin saja akan ada beberapa orang yang akan kemari."
Wang Chen mengangguk. Ia mencengkram pedangnya dengan kuat dan mengalirkan Qi pada pedangnya, agar pedangmya lebih kuat dan tajam untuk bisa mengoyak daging musuh musuhnya.
Feng Ying melakukan hal yang sama pada belati miliknya. Detik berikutnya, ia menghilang begitu saja bersamaan dengan terdengarnya suara dentingan senjata dari arah depan.
Wang Chen dan Wang Feng tak mau kalah dari Feng Ying. Jadi, mereka pun langsung ikut bergerak cepat untuk membunuh musuh musuhnya.
Kaisar Liu tak tinggal diam ketika melihat semua bawahannya bertarung. Ia mengambil senjata dari dalam cincin ruang yang ia kenakan. "Aku tidak mengira, ternyata aku harus melawan orang yang sudah menolong putriku seperti ini." Orang yang dimaksud olehnya adalah Wang Chen. Karna pemuda itu kini berada lebih dekat dengannya, dari pada Feng Ying.
Wang Chen tersenyum dingin. Ia pun melesat ke arah Kaisar Liu, begitupun sebaliknya.
Grraaooo Gggrrr
Wang Feng terkena satu tebasan di tubuhnya, karna lengah. Tapi hal ini tak membuatnya berhenti untuk menyerang orang orang yang ingin melukai induknya.
Beberapa waktu setelahnya, Feng Ying dan kedua temannya menghentikan aksi mereka ketika melihat bila sebagian dari orang yang mereka lawan kini telah tewas dan sebagian lainnya sudah terluka parah. Termasuk Kaisar Liu. Bila saja Wang Chen serius melawan Kaisar Liu, mungkin pria itu sudah mati saat ini. Tapi karna Wang Chen berbaik hati, maka ia membiarkan Kaisar Liu tetap hidup.
"Kita pergi sekarang!" Feng Ying berlari ke arah gerbang keluar, diikuti oleh Wang Chen dan Wang Feng di belakangnya. Mereka masih memegang senjata masing masing, untuk berjaga jaga.
Setelah keluar dari dalam istana, mereka segera berlari menuju ke tempat yang lebih sepi. Mereka tentunya tak mungkin pergi ke Ibu kota, walau jaraknya cukup dekat dengan istana.
Apa yang dipikirkan Feng Ying menjadi kenyataan. Beberapa kultuvator yang mendengar suara berisik di istana, terlebih raungan demonic beast langsung datang ketika Feng Ying dan yang lainnya telah pergi dari istana.
__ADS_1
"A-apa yang terjadi di sini?" Ucap salah satunya dengan terkejut.
***
Wang Chen, Wang Feng dan Feng Ying terus berlari hingga akhirnya mereka sudah cukup jauh dari istana. Kini mereka berada di dekat hutan. Hanya beberapa meter lagi, mereka sampai di hutan terlarang yang letaknya memang tak begitu jauh dari istana.
Mereka menghentikan langkah karna di hadapan mereka tiba tiba sudah ada 3 orang asing yang menghadang jalan. Feng Ying mengerutkan kening kala melihat orang orang itu, "Bukankah orang itu adalah orang yang pernah menyerangku saat itu?" batinnya. Ia menatap seorang pria yang ada di sana. Saat itu, ia pernah bertarung dengan pria itu dengan wajah aslinya, bukan samaran.
"Kita bertemu lagi." Ucap seorang pria yang sedang ditatap Feng Ying. Ia tersenyum sinis.
"Kenapa kau bisa ada di sini? Bahkan sekarang kau menemuiku bersama dengan teman temanmu. Apa karna kau kalah bertarung denganku saat itu, sekarang kau membawa teman temanmu untuk mengeroyokku?" Ucap Feng Ying dengan tatapan merendahkan.
"Kurang ajar!" Gumam pria itu dengan tangan terkepal erat. Ia merasa sangat marah ketika Feng Ying menatapnya dengan tatapan merendahkan seperti itu.
"Apa kau marah?" Ejek Feng Ying.
Wang Chen menyenggol tangan Feng Ying. "Kau mengenal mereka?"
Feng Ying melirik Wang Chen sekilas. Setelahnya, ia kembali menatap orang orang yang ada di hadapannya, "Tidak. Aku hanya kenal dengan satu orang itu saja. Dia pernah menyerangku tiba tiba. Mungkin karna dia mengetahui bila aku adalah buronan." Bisiknya.
"Kau kira, aku sama dengan yang saat itu? Heh, kau akan menyesal karna mengira bila aku tidak berkembang sama sekali." Ucap pria yang pernah dilawan Feng Ying dengan geram.
"Cih, tidak perlu banyak bicara lagi!" Ucap seorang wanita berambut biru tua. Ia mengambil pedang yang tergantung di pinggangnya.
Sementara, untuk wanita boneka itu memiliki kemampuan menggunakan pedang dengan sangat ahli. Ia juga memiliki kecepatan yang sangat cepat.
Lalu pria yang pernah dilawan oleh Feng Ying memiliki kemampuan untuk berpindah tempat dan memiliki elemen cahaya yang membuatnya memiliki kecepatan secepat cahaya. Namun saat ia melawan Feng Ying pada saat itu, kemampuan elemen cahayanya belum maksimal. Sehingga Feng Ying bisa mengalahkannya.
Pria dengan rambut berwarna silver mengarahkan satu telapak tangannya pada Wang Feng. Seketika, harimau bulan itu langsung terhempas ke belakang, hingga membuat Wang Feng menghantam tanah dengan keras.
Feng Ying dan Wang Chen langsung melihat ke belakang kala mendengar suara hantaman. Mereka agak terkejut ketika dedebuan di tempat suara benda jatuh kini menghilang dan menampakkan Wang Feng yang tergeletak di tanah dengan sedikit debu menempel di tubuhnya.
Feng Ying tiba tiba langsung membalikkan tubuhnya kembali, menghadap musuh. Ia menggunakan belati yang masih ada di tangannya untuk menahan sebuah serangan tebasan pedang dari pria yang pernah ia lawan.
"Responmu sangat bagus." Ucapnya dengan ekspresi datar.
"Heh, kau kira aku tak bisa menghindari serangan mudah seperti ini?" Ucap Feng Ying. Ia pun mendorongkan belati pada pedang pria itu, hingga membuat pria itu terdorong ke belakang.
Wang Chen membalikkan tubuhnya kala mendengar suara dentingan senjata. Baru saja dirinya berbalik, tebasan pedang mengarah padanya. Dengan sigap, Wang Chen segera menahan serangan menggunakan pedangnya. Namun itu tidak lama, karna Wang Chen langsung terhempas ke belakang dan menghantam tanah cukup keras. Ia belum siap dengan serangan dadakan tadi. Sehingga dengan mudah dirinya terlempar setelah menahan serangan beberapa detik.
"Aku akan melawanmu." Ucap wanita berambut biru tua. Ia menatap Wang Chen dengan datar.
Wang Chen segera berdiri kembali. Namun sebelum dirinya berdiri dengan tegak, wanita itu sudah berada tepat di hadapannya dengan pedang yang hendak melakukan tebasan.
__ADS_1
Wang Chen memutar tubuhnya, menggunakan kaki untuk menjatuhkan tubuh wanita itu. Namun, musuhnya langsung menjaga jarak dengan melompat mundur. Melihat hal itu, Wang Chen langsung menghentakkan kakinya ke permukaan tanah dan bongkahan es tajam muncul tiba tiba di atas permukaan tanah dimana wanita itu berpijak.
Wanita itu melompat ke atas dan saat tubuhnya mulai turun menuju bongkahan tajam, ia langsung mengepalkan tangan kiri dengan kuat.
Boomm
Dedebuan menghalangi pandangan Wang Chen terhadap wanita itu. Dari balik dedebuan, Wang Chen melihat pedang musuhnya berkilat karna terkena sinar matahari.
"Aku di sini!" Wanita itu bersuara di belakang Wang Chen dan memukul punggung Wang Chen. Wang Chen terdorong beberapa langkah ke depan. Lalu dari depan, pedang lawannya melesat ke arah Wang Chen tanpa dipegang oleh siapapun.
"Hah?" Wang Chen yang menyadari hal itu langsung membuat perisai dari es dengan cepat, hingga membuat ujung pedang lawan kini menempel di permukaan perisai es miliknya. Posisi pedang itu tetap tak berubah dan malah terlihat seakan dirinya tertancap di perisai es milik Wang Chen.
Wanita tadi muncul kembali di depan Wang Chen sambil menarik pedangnya yang sedikit tertancap. Ia mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada pedangnya, lalu menebas perisai es milik Wang Chen dari depan. Namun apa yang ia lakukan tidak membuat perisai es hancur. Ia hanya membuat goresan cukup dalam saja di permukaan perisai es.
Wang Chen memecahkan perisai es miliknya begitu saja dan langsung maju untuk menyerang wanita itu dengan pedang.
Disisi lain, Wang Feng pun ikut bertarung. Ia melawan pria yang bisa melakukan tarikan dan dorongan pada benda. Wang Feng sangat sulit mendekati pria itu. Setiap ia hampir saja mendekatinya dan menyerangnya, maka ia akan terlempar saat telapak tangan pria itu mengarah padanya. Beberapa luka goresan yang diakibatkan gesekan tubuhnya terhadap tanah terlihat, walaupun lukanya tidak besar.
Ggrraaoo Ggrrr
Wang Feng berubah menjadi lebih besar, seukuran hampir 2 meter. Ia memperkuat pijakan kaki depannya dan langsung berlari ke arah lawan.
Pria itu tidak menampakkan ekspresi yang berlebih setelah melihat perubahan ukuran tubuh Wang Feng. Ia mengarahkan telapak tangannya, berniat menghempaskan tubuh Wang Feng kembali. Ia mengira, bila Wang Feng akan kembali terlempar. Namun ternyata, Wang Chen menahan gaya dorong yang ia lakukan.
Ggrrrr Grraaooo
Wang Feng menggeram. Tak lama kemudian, ia mengaum dengan keras hingga membuat pria yang menjadi lawannya terdorong beberapa langkah ke belakang. Hal ini, membuat dorongan yang ia lakukan pada Wang Feng terhenti, sehingga Wang Feng bisa bergerak dengan bebas kembali. Harimau bulan itu berlari ke arah musuhnya.
Pria yang menjadi lawan Wang Feng tersenyum sinis, bahkan senyumannya terlihat tipis. Ia mengeluarkan senjata seperti pedang dan tombak dari dalam cincin ruangnya. Ia pun, melemparkan semua itu ke atas dan melakukan gaya dorongan pada benda benda yang ia lempar.
Melihat banyaknya senjata yang terarah padanya, Wang Feng mulai menghindari satu persatu serangan. Walau begitu, ia tetap mendapat luka. Karna serangan yang mengarah padanya begitu cepat. Bahkan kecepatannya lebih cepat dari pada gerakannya.
Gggrrrr
Wang Feng tidak diam begitu saja. Dirinya memperkuat pijakan pada kaki dan melesat dengan cepat, hingga membuat dedebuan beterbangan di sekitarnya.
Wang Feng langsung mengangkat satu kaki depannya dan melakukan serangan pada pria di hadapannya dengan cakar.
Booomm
Pria itu terlempar karna serangan Wang Feng. Walau begitu, ia masih tetap memperlihatkan senyum sinisnya yang tipis. Ia seakan memang sengaja menerima serangan yang dilakukan Wang Feng padanya.
Ggrrrrrr
__ADS_1