Feng Ying

Feng Ying
120 -Feng Ying Yang Menyebalkan


__ADS_3

"S-sudahlah.. Jangan terus menertawaiku seperti itu!" bentak Wang Chen dengan wajah merah padam. Walaupun Feng Ying dan dirinya sudah kembali memulai perjalanan dan ini sudah beberapa jam setelah kejadian tadi, namun Feng Ying masih tak bisa berhenti tertawa. Setiap Feng Ying sudah berhenti tertawa, lalu ketika melihat ke arahnya kembali, Feng Ying pasti akan tertawa. Itu sangat mengganggunya. Apa yang harus dirinya lakukan sekarang? Rasanya Wang Chen ingin menghancurkan tempat ini. Begitu jatuhnya harga dirinya saat ini. Lalu ditambah dengan Feng Ying yang terus menertawainya dan mengejeknya.


"Haha, untung saja aku.. Haha.. Tidak memakan apel itu tadi.. Haha.. Lain kali jangan memakan buah sembarangan lagi di tempat seperti, haha.. Ini.." Ucap Feng Ying diselingi dengan tawa mengejek.


Wang Chen dengan kesal menginjak kaki Feng Ying dan membuat pemuda itu merintih kesakitan. "Uh, gadis yang kasar.. Tidak akan ada pria yang menyukaimu jika kau bersikap kasar seperti ini." Ucap Feng Ying dengan senyum mengejek.


"Siapa yang kau bilang gadis, hah?!" Wang Chen memukul kepala belakang Feng Ying dengan sangat kesal. Bila ia hidup hanya untuk terus dipermalukan seperti ini, maka dirinya lebih memilih mati daripada menanggung malu seumur hidup.


Feng Ying mengelus kepala belakangnya, "Ukh.. Kasar sekali.." Ucapnya yang masih terus mempermainkan dan mengejek Wang Chen. Rasanya begitu menyenangkan ketika melihat wajah Wang Chen yang memerah seperti itu, membuatnya ingin terus mempermainkan Wang Chen dan membuatnya marah.


Wang Chen membuang muka dengan kesal. Ia tidak akan menang berdebat dengan Feng Ying saat ini.


"Khihihi~" Feng Ying terkekeh. Ia menunjuk sebuah pohon dengan beberapa buah yang sudah matang pada pohon. "Coba kau cicipi buah buah itu. Sepertinya mereka sangat manis dan enak~ Buah buah itu juga terlihat sangat indah~."


"Kalau kau mau, coba saja sendiri! Aku tidak mau hal yang lebih buruk terjadi lagi padaku!" Ucap Wang Chen tanpa memandang Feng Ying ataupun buah yang ditunjuk. Ia sudah muak dengan dunia dalam gerbang dunia ini. Ia sangat marah atas apa yang terjadi dengan dirinya. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Marah tidak akan menghasilkan apapun dan malah akan membuat situasi semakin kacau.


Feng Ying menyenggol tangan Wang Chen dengan sikunya. "Oh ayolah~ Coba buah itu. Aku ingin tau apa manfaatnya. Dengan begitu, maka pengetahuanku akan bertambah. Ini juga akan menguntungkanmu. Karna kau juga akan mendapat pengetahuan baru, khihi~"


"Tidak! Jangan memaksaku! Aku tidak ingin makan buah aneh lagi!" Ucap Wang Chen tegas.


Feng Ying memanyunkan bibir dengan kesal, "Kenapa tidak mau?! Bisa saja itu adalah buah yang dapat mengobatimu, bukan?! Apa kau tidak ingin kembali lagi seperti semula?!"


"Tidak! Aku tidak ingin memakan buah itu. Aku tidak tau apa dampaknya bila aku memakan itu. Jadi aku tidak mau. Kau saja yang makan!"

__ADS_1


Feng Ying menghilang dari tempatnya berdiri. Iapun muncul kembali di samping Wang Chen setelah beberapa detik. "Kalau kau tidak mau, maka aku akan memaksamu."


Mendengar ucapan Feng Ying, membuat Wang Chen mengubah arah wajahnya kembali menatap Feng Ying. Belum sempat dirinya berucap, Feng Ying memasukkan buah yang ia tunjuk tadi dan ingin Wang Chen memakannya. "Hmph!"


Dengan paksa, Feng Ying terus memasukkan buah itu ke dalam mulut Wang Chen dan pemuda itu mau tak mau harus menggigit dan menelannya.


Feng Ying menepuk kedua tangannya setelah memasukkan buah tadi ke dalam mulut Wang Chen. Ia tersenyum bangga, "Nah.. Akhirnya kau memakannya. Apa harus kupaksa dulu, agar kau mau memakannya?"


Setelah menelan buah dengan benar, Wang Chen langsung menendang perut Feng Ying dan membuat pemuda itu terjatuh ke tanah. "Apa yang kau lakukan–" Wang Chen menutupi mulutnya dengan kedua tangan. "Kenapa.. Kenapa dengan suaraku?!"


Feng Ying yang masih terduduk di tanah, memandangi Wang Chen dan tertawa terbahak bahak. "HAHAHA... Suaramu sangat lembut dan halus.. HAHAHA.. Apa sekarang kau benar benar berubah menjadi gadis tulen, HAHA..!!"


Wajah Wang Chen tambah merah. Ia langsung menginjak injak Feng Ying dengan kasar, "Sialan! Ini semua karnamu, Ying! Kembalikan aku seperti semula!"


"Aduh.. Sstt.. Kau kasar sekali cantik~" Feng Ying melindungi tubuhnya dengan tangan. Bahkan ketika Wang Chen sudah sangat marah, ia masih sempat sempatnya bercanda dengan Wang Chen. "Nanti tidak ada yang suka denganmu bila kasar seperti ini, cantik~ hahaha!"


Wang Chen langsung mengalirkn Qi ke kakinya. Iapun berniat menginjak Feng Ying dengan keras. Namun, Feng Ying yang sadar langsung berguling di tanah menghindari serangan.


"Uhk, kau benar benar kasar nona." Feng Ying tersenyum mengejek.


Wang Chen menatap Feng Ying dengan sangat tajam. Kesabarannya sudah habis saat ini. Feng Ying begitu membuatnya emosi. "Sudah cukup bermain mainnya! Jangan mengejekku terus!"


Wang Chen langsung menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah dan seketika tanah membeku. Es yang tajam muncul dari bawah tanah dan semakin bertambah banyak tumbuh menuju ke arah Feng Ying.

__ADS_1


"Dia mulai serius ternyata," gumam Feng Ying. "Ah~ nona cantik, sepertinya kau sangat bersemangat ingin bertarung denganku." Feng Ying kembali tersenyum. Ia melompat ke belakang beberapa kali untuk menghindari serangan Wang Chen.


"Berhenti mengatakan itu!" bentak Wang Chen. Ia membentuk es es tajam yang mengapung di udara. Iapun mengarahkan tangannya pada Feng Ying dan seketika itu juga es langsung terlempar ke arah Feng Ying dengan cepat. Ini bukanlah es biasa, tetapi di dalam es maupun sekitar es terdapat petir yang menyelimutinya. Bila es menghantam sesuatu, maka es akan meledak. Ini adalah gabungan dari elemen es dan petir. Cukup sulit melakukan penggabungan ini karna es akan retak dan kemudian hancur setiap digabungkan dengan petir.


Feng Ying berbalik dan melihat ke arah serangan yang menuju ke arahnya. Es yang muncul dari bawah tanah sekarang sudah tidak muncul kembali. Feng Ying tersenyum tipis, ia dengan cepat mengambil belati dari dalam cincin ruang miliknya dan langsung mengayunkannya pada serangan.


DUAARR DUAARR DUARR


Es langsung meledak di sekitar Feng Ying. Bukan hanya di sekitar Feng Ying. Tapi, pohon pohon yang berada dekat Feng Ying tersambar petir dari serangan itu. Tanaman langsung hangus dan berubah menjadi debu.


Wang Chen terkejut karna ia tanpa sadar melakukan hal ini. Iapun menatap kepulan udara dingin yang menutupi tempat Feng Ying berada. Ia berharap Feng Ying baik baik saja. "Y-Ying.. Apa kau baik baik saja?! Ying?!"


Setelah beberapa detik, akhirnya kepulan udara dingin itu mulai menghilang. Terlihat bayangan seseorang di dalamnya, "Ah.. Nona.. Itu tadi cukup berbahaya kau tau?"


Setelah kepulan udara dingin menghilang sepenuhnya, terlihatlah Feng Ying dalam keadaan baik baik saja, tanpa luka.


Mendengar ucapan Feng Ying tadi, membuat emosi Wang Chen kembali bangkit. Sungguh, pemuda itu begitu menyebalkan. "Sialan! Seharusnya aku tidak mengkhawatirkanmu! Percuma saja aku melakukan itu! Dasar menyebalkan!"


Di sekitar Wang Chen muncul lebih banyak lagi es tajam yang terdapat elemen petir di dalamnya. Ia tanpa ragu melemparkannya pada Feng Ying. Bahkan kali ini lebih cepat dan kuat.


Feng Ying menepuk wajahnya dan bersikap seakan pasrah, "Ha~ nona manis.. Kau begitu kejam padaku.. Apa kau tidak kasihan pada pria tampan sepertiku ini?"


"Menjijikan!" Wang Chen semakin membuat banyak serangan.

__ADS_1


DDUUAARR DUUARR DUUAARR


"Aarghh! Aku tidak bisa mengatasi sebanyak ini!Kau sangat kejam nona!" teriak Feng Ying dengan panik.


__ADS_2