Feng Ying

Feng Ying
60 -Halaman Istana


__ADS_3

"Kaisar yang baru itu ada di halaman istana. Dia pasti tak sendiri. Kita harus segera ke tempat itu karna aku merasakan hal yang buruk akan terjadi, bila kita tidak segera datang ke sana!" ucap Feng Ying dengan serius.


"Kalau begitu, kita tidak boleh membuang lebih banyak waktu lagi," Wang Chen berdiri dengan perlahan. Walaupun dirinya saat ini sedang terluka, namun dia tak mau hanya diam saja.


Feng Ying ikut berdiri. Ia pun menepuk pundak Wang Chen dan membuat bocah itu menoleh padanya. Feng Ying bereskpresi sangat serius. Melihat itu, Wang Chen ikut menatap Feng Ying dengan serius, "Ada apa Ying? Apa kau ingin mengatakan sesuatu yang penting lagi?"


Feng Ying mengangguk, "Dengarkan ucapanku baik baik."


Wang Chen mengangguk. Ia memasang telinga dengan baik agar tak melewatkan satu kata pun yang akan keluar dari mulut Feng Ying.


"Aku butuh bantuanmu untuk mengumpulkan semua cincin ruang yang mayat ini punya, karna mereka pasti memiliki harta walaupun mungkin tak banyak. Jadi untuk itu, kau tidak perlu ikut ke halaman istana" ucap Feng Ying.


Wang Chen yang awalnya bereskspresi serius langsung berubah ekspresi menjadi kesal, "Kenapa kau memikirkan harta, Ying?! Bukankah kau bilang, kita harus segera pergi ke halaman istana?! Tapi kenapa kau hanya memikirkan harta?!"


Feng Ying menjadi cemberut ketika Wang Chen mengatakan itu, "Kau tau.. Harta juga pasti dibutuhkan untuk membangun ulang istana ini. Bukan hanya istana, militer dan ekonomi kekaisaran juga pasti harus dibangun ulang. Jadi kau membutuhkan uang untuk melakukannya."


Wang Chen terdiam. Apa yang dikatakan Feng Ying memang ada benarnya. "Tapi yang lebih penting untuk sekarang adalah Kaisar itu! Kita harus menghentikannya terlebih dahulu!"


"Kau ambil semua cincin ruang milik semua mayat ini. Sementara aku akan pergi ke halaman istana dan menemui Kaisar baru itu. Ketika aku sampai di sini, kau harus sudah mengambil semua cincin ruang milik mereka. Tidak ada bantahan. Bila kau melewatkan satu cincin ruang pun, maka aku akan memberikan hukuman."


"Hah?! Kenapa seperti itu?!"


"Jangan protes. Lagi pula, Qi mu sudah habis dan kau nanti hanya akan menjadi beban untukku. Yang bisa kau lakukan saat ini hanya mengumpulkan semua cincin ruang yang dimiliki mayat tetua. Mayat murid yang ada di sini juga mungkin memiliki cincin ruang. Tapi yang jelas, ambil saja semua cincin ruang yang ada di sini."


Feng Ying berlalu pergi menuju pintu keluar. Wang Chen menatap kepergian bocah itu. "Ying benar.. Aku hanya akan menjadi beban untuknya. Tapi.. Apa Ying bisa mengalahkan Kaisar itu?" batin Wang Chen.


Kini Wang Chen hanya bisa menyerahkan masalah Kaisar pada Feng Ying. Feng Ying keluar dari dalam ruang tahta dan kembali menutup pintu setelah di luar.


Sementara itu, Wang Chen melakukan apa yang diperintahkan Feng Ying. Ia sangat ingin muntah ketika melihat banyaknya mayat di dalam rungan ini. Terlebih, keadaan mayat mayat itu juga cukup mengerikan.


Sekuat tenaga, Wang Chen menahan diri agar tidak muntah. Ia mencari cari cincin ruang yang mungkin tertumpuk diantara potongan potongan daging ini.


***

__ADS_1


Setelah beberapa menit pergi menuju halaman istana yang tentunya terletak di depan istana, Feng Ying telah sampai.


Dirinya berniat bersembunyi di balik pohon yang berada paling dekat dengannya. Namun Feng Ying sadar, bahwa orang orang di halaman istana ini berada di tingkat yang lebih tinggi dengannya. Berarti mereka bisa mengetahui keberadaannya, walaupun ia sudah menyembunyikan hawa keberadaan.


Jadi, Feng Ying memutuskan untuk langsung menghampiri mereka. Lagi pula, mereka kini sudah berbalik dan menatap dirinya. Feng Ying tersenyum.


Ada 4 orang patriarch, termasuk dua patriarch yang tadi bersama Tang Shen berada di halaman istana ini. Lalu, ada juga satu orang yang berdiri paling tengah diantara keenam orang itu. Ia berpakaian seperti seorang Kaisar.


Mereka melihat bahwa Feng Ying hanya berada di tingkat master bintang 5. Karna Feng Ying menyembunyikan tingkat kultivasi aslinya. Jadi yang mereka lihat, Feng Ying hanya berada di tingkat itu.


"Heh.. Seorang bocah tingkat master.. Bagaimana bocah sepertimu dapat mengalahkan banyak orang orang sekte kami?!" ucap salah satu patriarch. Ia adalah seorang wanita muda. Padahal, dirinya sudah berumur 100 tahun lebih beberapa tahun. Ia nampak kesal memandang Feng Ying.


"Jangan meremehkannya" ucap salah satu patriarch yang terlihat seperti pria paruh baya.


"Kudengar.. Kau bukan hanya sendiri kemari. Kau pergi ke istana ini bersama anggota keluarga Luo yang kabur itu. Jadi dimana dia sekarang?" ucap Kaisar baru. Ia bernama Jing Quo.


"Ah, kau mengetahui itu rupanya. Sudah kuduga.. Orang orang seperti kalian tidak sebodoh yang terlihat" ucap Feng Ying dengan nada ejekan.


"Kau..!!", semua patriarch menatap Feng Ying marah ketika mendengar ejekan bocah itu.


Feng Ying tersenyum bangga, "Pujian yang sangat bagus. Teruslah.. Puji aku."


Matahari saat ini mulai menampakkan wujudnya. Langit terlihat berwarna orange dengan sedikit awan.


"Sudah waktunya" ucap Jing Quo.


Keempat patriarch menatap Jing Quo dan mengangguk. Mereka langsung berdiri membentuk lingkaran. Sementara Feng Ying, ia hanya diam di tempat dan memperhatikan apa yang akan dilakukan kelima patriarch itu.


"Kitab pemanggil iblis pasti akan muncul sekarang. Disaat itu tiba, aku akan merebutnya. Sebelum mereka menggunakan jurus pemanggilan itu" batin Feng Ying.


"Dia masih ada di sini. Kita bereskan saja dia terlebih dahulu!" ucap patriarch wanita.


"Dia akan menjadi saksi pertama dari kejayaan sekte aliran hitam di kekaisaran Naga api ini, selain kita berlima. Walaupun dia sudah mengalahkan orang orang kita, dia takkan bisa mengalahkan kita berlima" ucap Jing Quo dengan percaya diri.

__ADS_1


"Bila nanti dia membuat masalah, maka kau yang akan kami salahkan" ucap ketus patriarch wanita.


Kelima patriarch yang melingkar itu kini melakukan gerakan tangan dengan sangat cepat. Setelahnya, mereka menggigit jari mereka hingga berdarah.


Kelima patriarch meneteskan darah pada tanah. Seketika, cahaya di permukaan tanah muncul dengan bentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terdapat tulisan tulisan kuno yang rumit.


Feng Ying mengepalkan tangan, "Sebentar lagi.. Kitab yang dikatakan senior Shen pasti akan muncul" batinnya.


Langit yang awalnya cukup cerah karna sudah pagi, berubah mendung. Awan awan gelap berkumpul di langit pagi, menutupi sinar matahari.


Perlahan, suatu cahaya muncul dari lingkaran cahaya yang memiliki tulisan tulisan kuno itu. Cahaya yang keluar langsung bergerak naik sampai setinggi dada orang dewasa. Cahaya yang keluar pun langsung berubah menjadi sebuah buku tipis.


"Kita berhasil" ucap Jing Quo dengan senyum mengembang. Ia berniat mengambil buku tipis itu. Namun, sebuah belati langsung mengenai tangannya, "Aghh."


"Buku itu akan menjadi milikku!" ucap Feng Ying yang melemparkan belati pada saat tadi. Ia menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di depan buku tipis yang masih melayang di udara.


"Takkan kami biarkan!" ucap patriarch wanita. Ia langsung menyerang Feng Ying dengan pukulan.


Feng Ying menyadari adanya serangan. Ia langsung menghindar ke samping. Ia memang terlalu terburu buru. Seharusnya dia tak masuk ke bagian tengah tengah kelima patriarch. Jadi sekarang ia seakan sedang terkepung. Sehingga membutnya sulit untuk bergerak bebas.


Bersambung >>


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf karna dalam satu penyelesaian masalahnya sangat lama selesai. Seperti masalah dengan kekaisaran Naga api ini. Bahkan sudah ada puluhan chapter yang hanya membahas masalah kekaisaran ini saja, namun masih belum juga berakhir.


Author memang sengaja buat penyelesaian masalahnya lama. Karna tidak mungkin satu masalah diselesaikan begitu saja dengan mudah tanpa rencana ataupun tanpa perlawanan lainnya dari orang orang aliran hitam. Jadi author mau bilang, alur novel ini cukup lambat dan juga santai.


Author mau nanya sama kalian, semoga saja ada yang jawab di kolom komentar ^_^


1. Apa yang kalian suka dari novel ini?


2. Apa saja kekurangan yang ada di novel ini?

__ADS_1


3. Menurut kalian, bagaimana alur dalam cerita? Apakah membosankan atau tidak?


__ADS_2