Feng Ying

Feng Ying
58 -Kekejaman Feng Ying II


__ADS_3

Para tetua dan murid yang tak membeku tidak memulai pergerakan untuk menyerang setelah melihat puluhan murid paling dekat dengan Wang Chen juga Feng Ying membeku.


Feng Ying menepuk bahu Wang Chen dan tersenyum, "Tapi kau bisa melakukannya. Karna elemen es mu adalah yang terkuat, maka murid murid dalam maupun inti seperti mereka takkan bisa keluar dari bekuan es mu. Tapi kau juga harus tetap mempertahankan es itu agar tidak pecah atau meleleh. Sementara para tetua, kau takkan bisa membekukan mereka. Jadi sisanya aku saja yang urus" ucap Feng Ying.


Wang Chen mengangguk dengan lemas, "Terserah kau saja. Tapi berhati hatilah."


Feng Ying melompat ke atas dan mendarat tepat di atas kepala salah satu murid inti yang membeku. Ia tersenyum ketika melihat para murid dan tetua yang tidak membeku itu tambah waspada.


"Ternyata dua bocah itu memanglah bukan bocah biasa. Seorang tetua saja bisa mati dengan mudah oleh bocah itu. Lalu puluhan murid dapat dibekukan oleh anggota keluarga Luo yang sedang kami cari" batin salah satu tetua. Ia menatap Feng Ying yang berdiri di atas kepala salah satu murid membeku.


"Sebaiknya kalian beritau kami di mana Kaisar baru itu, sebelum kalian mati di tanganku" ucap Feng Ying. Nada bicaranya memang terdengar angkuh dan sombong. Namun ia bisa bersikap seperti itu karna memang memiliki modal untuk melakukannya.


"Cih, kau kira kami akan memberitaukannya?!" ucap salah satu murid inti.


"Begitu? Yah, baiklah bila kalian tidak ingin memberitaukannya padaku. Aku akan mencaritaunya sendiri," Feng Ying menghilang. Ketika dirinya hilang, patung es yang ia tempati tadi langsung hancur. Begitupun tubuh yang membeku di dalamnya.


Semua orang waspada melihat sekitar. Hingga suara teriakan mengejutkan mereka.


"Aarrkkhh!"


Tak jauh dari mereka, Feng Ying sedang bersama dengan satu murid inti. Bocah itu mematahkan lengan murid dengan menggunakan tangan sendiri. Tangan murid inti langsung terpotong. Darah mengalir dari bekas potongan tangan murid itu.


Feng Ying berjongkok di samping murid inti yang kini terbaring dan terus mengerang kesakitan itu. Di pipinya terdapat darah karna cipratan darah murid inti itu. Feng Ying memegang tangan yang patah dan memperhatikan bagaimana murid itu terus mengerang kesakitan.


Orang orang aliran hitam terkejut dengan tindakan yang dilakukan Feng Ying. Mereka tak menyangka seorang bocah berusia 12 tahun akan berani melakukan hal seperti itu.


"Katakan padaku, di mana Kaisar baru itu?" ucap Feng Ying.


"Aarrgghh, tidak! Aku tidak akan memberitaukannya.. Aarrrgghh!"


Feng Ying menaikkan kedua alisnya dan tersenyum enteng. "Sepertinya masih kurang."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Feng Ying mematahkan satu tangan lainnya dari murid inti itu.


"Aarrghh"


Murid inti semakin menjerit kesakitan. Kini dirinya tak memiliki satupun tangan. Air mata sudah mengalir di pipinya karna merasakan sakit yang amat sangat.


"Sepertinya ini belum cukup untuk membuatmu membuka mulut tentang letak Kaisar baru itu" ucap Feng Ying. Ia langsung mengambil belati dari dalam cincin ruang. Karna belati yang ia gunakan tadi sudah dilemparkan. Sehingga dirinya tak memegang senjata.


Feng Ying langsung memegangi wajah murid inti itu dan membekap mulutnya. Setelahnya, ia langsung mencongkel satu mata murid inti itu. "Hmph! Hmph!"


Air mata sudah banyak mengalir di pipi murid inti. Bahkan satu matanya mengeluarkan darah. Karna matanya yang dicongkel. Dia tak tau bila Feng Ying bisa bersikap sampai sekejam ini. Padahal Feng Ying hanyalah bocah berumur 12 tahun. Bagaimana bisa bocah sepertinya memiliki sifat kejam seperti ini?!


Orang orang aliran hitam yang lain seakan tak bisa bergerak dari tempatnya. Cara Feng Ying menyiksa memang sangat kejam. Bahkan lebih kejam dari pada sekte aliran hitam. Mereka menelan ludah, mata mereka bergetar entah karna takut ataupun terkejut.


Wang Chen sendiri masih tetap fokus dengan kegiatannya mempertahankan es yang membekukan puluhan murid. Ia seakan tak mendengar jeritan pilu dari murid inti aliran hitam. Karna Wang Chen memang tak bisa mendengar suara itu. Ia juga bahkan tak mengetahui kejadian itu.


Sebelum masuk ke dalam ruang tahta, Feng Ying menggunakan kemampuan mata ilusinya dan mengendalikan apa yang bisa Wang Chen lihat dan dengar dari ruang tahta.


Feng Ying menatap murid inti yang ia siksa sambil tersenyum polos, "Apakah rasanya sakit? Kenapa senior menangis?"


"Sial.. Bocah ini sangat kejam" batin murid inti. Air mata masih terus mengalir di pipinya seakan takkan pernah habis. Baru pertama kali ini dirinya merasakan rasa sakit luar biasa yang membuatnya merasa ingin mati.


"Sekarang.. Apa senior mau menjawab pertanyaanku? Di mana Kaisar?" ucap Feng Ying yang masih tersenyum.


Murid inti itu mengangguk. Ia tak mau mendapatkan siksaan yang lebih dari ini.


Feng Ying melepaskan bekapan tangannya dari mulut murid inti. Bersamaan dengan teriakan kesakitan juga keluar dari mulut senior itu. Suaranya bahkan menggema di dalam ruangan tahta ini.


Feng Ying menutup satu telinganya dan menatap murid inti itu dengan kesal, "Apa kau tidak bisa untuk tak berisik, hah?! Bila kau tidak juga diam, maka aku akan memotong kedua kakimu itu" ancam Feng Ying dengan tatapan tajam.


Mata biru Feng Ying yang biasa terlihat tenang, kini terlihat sangat tajam nan menakutkan. Bahkan murid inti itu menelan ludah dan langsung mencoba untuk diam, agar Feng Ying tak melakukan hal lebih dari ini.

__ADS_1


"Bagus.. Kau akhirnya mengerti. Sekarang beritau aku di mana Kaisar berada?" ucap Feng Ying.


"Halaman.. Is.. Ta.. Na" ucap murid inti dengan kesulitan.


Feng Ying mengangguk, "Begitu.. Yasudah, kau tidak dibutuhkan lagi," ia langsung menusuk jantung murid inti itu. "Pasti dia bahagia sekarang karna sudah tak merasakan sakit lagi. Bukankah aku ini baik?"


Feng Ying berdiri dan melirik orang orang aliran hitam yang masih tertegun menatapnya dari jarak beberapa meter. Ia tersenyum tanpa dosa.


"Dia mengerikan" gumam salah satu murid dalam. Ia tak bisa bergerak sama sekali untuk menyelamatkan seniornya. Bukan hanya dirinya, namun semua murid lain juga sama. Bahkan para tetua juga merasakan hal yang sama. Kaki mereka seakan tak bisa digerakkan untuk melangkah mendekat menyelamatkan murid inti itu. Bahkan kaki mereka semua terasa lemas dan rasanya seperti bisa terjatuh kapan saja.


"Dia bilang.. Bahwa dia baik? Hmph! Bahkan orang sekte aliran hitam takkan melakukan hal sekejam yang tadi dia lakukan" batin salah satu tetua. Ia hanya bisa membatin dan tak bisa melontarkan kata katanya.


"Sekarang tinggal kalian yang harus kubereskan," Feng Ying melemparkan tangan murid inti yang ia siksa tadi ke arah orang orang aliran hitam.


Salah satu murud dalam tak sengaja mendapatkannya. Ia langsung melempar tangan itu ke lantai dan menatapnya jijik.


Para tetua dan murid kembali bersiap untuk melawan Feng Ying.


***


Ruangan tahta saat ini sangat berantakan. Satu pilar bahkan roboh dan pada lantai terdapat banyak retakan besar nan panjang. Di dinding ruangan juga nampak retak di beberapa bagian.


Padahal, bahan bahan yang digunakan untuk pembangunan istana adalah bahan berkualitas yang sangat baik. Bahkan pertarungan yang terjadi di istana 5 tahun lalu tidak membuat kerusakan yang parah seperti ruang tahta ini.


Wang Chen tergeletak di lantai karna pingsan. Ia sudah menghabiskan Qi miliknya dan bahkan saat habis pun, ia tetap memaksa mempertahankan bekuan es pada puluhan murid.


Pertarungan yang terjadi di dalam ruang tahta memang cukup singkat. Namun kejadiaan saat Feng Ying menyiksa seseorang, membuat orang orang yang kini sudah mati pasti takkan melupakannya.


Feng Ying sebenarnya bisa saja langsung menghancurkan patung patung es yang mengurung puluhan murid aliran hitam itu. Sehingga Wang Chen tak perlu mengeluarkan tenaga untuk mempertahankan es itu lagi.


Namun Feng Ying ingin melihat sejauh mana kekuatan Wang Chen untuk bisa bertahan dan ingin tau batas kemampuan bocah itu. Jadi Feng Ying sengaja agak memperlama menyelesaikan orang orang aliran hitam. Setelahnya, ia baru menghancurkan patung patung es beserta tubuh tubuh di dalamnya.

__ADS_1


Feng Ying tidur terlentang di dekat Wang Chen. Ia sangat lelah. Kepalanya juga lumayan pusing. "Hah.. Hah.. Sepertinya kami akan membereskan Kaisar baru itu saat matahari akan terbit saja."


__ADS_2