Feng Ying

Feng Ying
106 -Masalah II


__ADS_3

Di tempat lain, Bing Zhao yang merupakan senior Wang Chen nampak bersama dengan Wang Feng. Ia menyodorkan daging pada Wang Feng, "Ini.. Kau mungkin lapar."


Nyawn~


Wang Feng nampak senang disodorkan daging seperti itu. Tanpa lama lama lagi, dirinya langsung memakannya dengan ekspresi senang. Ia memang sudah banyak makan. Namun, rasanya itu belum cukup baginya.


Walaupun Wang Feng terlihat sebesar kucing dewasa, yang mana itu bukanlah ukuran Wang Feng sebenarnya saat ini, tetapi beratnya tetap saja sama dengan berat ukuran tubuh aslinya. Bing Zhao saja tak bisa mengangkatnya. Jadi ia berjalan sendiri, tanpa dibawa oleh pemuda itu.


"Khihi, kau suka Wang--Hei, kau mau kemana?!"


Bing Zhao terkejut karna Wang Feng tiba tiba saja berlari menjauh darinya setelah memakan daging tadi. Ia tidak tau apa yang terjadi. Namun yang lebih penting, ia harus segera menyusul Wang Feng. Iapun berlari pergi, mengabaikan beberapa pasang mata yang memandangnya aneh.


***


Nyawn!


Saat ini, Wang Feng berada di halaman istana. Ia mencium aroma yang tak asing baginya. Aroma tubuh seseorang yang sudah ia rindukan sejak lama. Maka dari itu, ia langsung berlari menuju bau itu berasal.


Harimau bulan seperti Wang Feng memang sangat mengenali aroma tubuh seseorang yang dekat dengannya. Jadi Wang Feng tak mungkin salah mengenali orang. Biarpun wajah orang itu berubah, Wang Feng akan tetap mengenalnya dari bau tubuhnya.


Wang Chen yang tak jauh dari tempat Wang Feng berada saat ini terkejut mendengar suara harimau bulan itu. Ia membalikkan tubuhnya untuk melihat ke arah sumber suara. "Wang Feng?"


Ia semakin terkejut melihat Wang Feng yang berlarian menuju sebuah pohon yang tak jauh dari tempatnya berada dan harimau bulan itu mulai memanjat ke atas pohon.


***


Feng Ying menatap ke arah suara seekor harimau. Ia langsung terkejut melihat seekor harimau kecil yang akan memanjat pohon. Belum sampai atas, batang pohon sudah retak dan roboh begitu saja.


BRRUUKK


Feng Ying yang tak siap dengan kejadian ini, tak bisa melompat turun dan akhirnya ia terjatuh bersamaan dengan pohon yang dinaikinya.


Semua orang yang berada di sana menatap ke arah suara keras berasal. Karna dedebuan yang beterbangan, mereka tak bisa melihat apa yang terjadi di sana. Namun, semua orang orang yang berasal dari sekte langsung waspada menatap ke arah pohon itu terjatuh. Mereka berpikir, bila ada orang aliran hitam yang menyerang.


Wang Chen dan putri Liu Mei yang bersamanya juga terkejut. Mereka menatap pada dedebuan yang masih menutupi penglihatan mereka saat ini. Wang Chen mengambil langkah dengan berdiri di depan Liu Mei untuk melindunginya, bila saja dibalik dedebuan ada musuh.

__ADS_1


Perlahan, dedebuan mulai menghilang dan suara seekor harimau juga terdengar dari arah dedebuan itu. Banyak orang menatap waspada.


Hingga akhirnya, dedebuan menghilang sepenuhnya dan memperlihatkan sebuah pohon yang rubuh dengan seekor harimau bulan kecil di dekat seseorang yang mulai keluar dari dedaunan pohon.


"Ugh.. Sial.." Ucap Feng Ying. Ia mengelus belakang kepalanya yang membentur tanah. Untung saja ia tidak tertiban oleh pohon. Ia merutuki kesalahan harimau yang tadi akan naik ke atas pohon.


Belum sempat Feng Ying berdiri tegak, dari arah depan seekor harimau kecil langsung melompat ke arahnya dan membuat Feng Ying terjatuh. Karna tak siap dengan serangan itu.


Nyawn! Nyawn! Graooo!


Suara imut dan lucu Wang Feng terdengar. Ia menjilat jilati pipi Feng Ying dan mengeluskan kepalanya pada pemuda itu. Tidak salah lagi. Inilah orang yang ia cari selama ini. Orang yang ingin ditemuinya. Orang yang ia anggap sebagai induk.


"Ugh.. Berhenti menjilat pipiku. Kau kira aku makanan, apa? Khihihi geli.. Hentikan.." Ucap Feng Ying dengan kegelian. Ia mulai mengubah posisinya menjadi duduk dan mengangkat harimau bulan yang menindihnya. Tubuh harimau itu cukup berat. Walaupun ukurannya kecil.


Nyawn! Nyawn! Graoo!


"Apa yang kau katakan? Ibu? Heh, aku bukan ibumu. Lagi pula, aku manusia." Ucap Feng Ying.


Wang Feng tak menghiraukan ucapan Feng Ying dan terus bersuara dengan ekspresi senang.


"Wang Feng?!"


Wang Chen mengambil Wang Feng dari tangan seseorang. Ia akui bila tubuh Wang Feng berat. Namun baginya yang sekarang, itu tidaklah terlalu berat. Karna dia sering menggendong Wang Feng.


Nyawn!


"Hah? Apa maksud--Kau!"


Wang Chen terkejut ketika melihat wajah seorang pemuda di depannya. Pemuda itulah yang telah merebut tanghulu miliknya. "Bagaimana bisa kau ada di sini? Dan.. Kenapa kau di atas pohon?" ia memperhatikan ke samping dan menatap pohon yang roboh.


"Sial, dia lagi.. Menyebalkan!" Batin Feng Ying. Iapun mulai berdiri. Ia tidak tau bagaimana menjelaskan semuanya. Terlebih, sekarang banyak orang yang tengah menatapnya.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Ucap Wang Chen dengan serius.


Nyawn! Nyawn!

__ADS_1


"A-apa maksudmu?!" Wang Chen menatap Wang Feng yang ada di gendongannya dengan terkejut. Ia sudah lama bersama Wang Feng, jadi tau apa yang dikatakan Wang Feng.


Nyawn! Nyawn!


Wang Feng langsung menatap Feng Ying dari atas sampai bawah dengan tak percaya, "Tidak mungkin orang menyebalkan ini Ying! Jangan mengatakan hal yang tidak tidak, Wang Feng."


Nyawn!


Wang Feng langsung melepaskan diri dari Wang Feng dan melompat ke pelukan Feng Ying. Untungnya, pemuda ini menangkapnya. Bila saja tidak, maka ia akan jatuh.


Nyawn! Nyawn!


"Hei, hentikan memanggilku seperti itu! Aku tidak kenal denganmu dan kau malah memanggilku ibu! Kau kira aku ibumu?!" Ucap Feng Ying kesal.


"Junior Chen, apa yang terjadi?" Ucap Bing Zhao yang baru saja sampai. Ia menghampiri Wang Chen dengan bingung.


Wang Chen menatap Bing Zhao, "Senior.. Apa yang terjadi? Kenapa Wang Feng kemari?"


Bukannya menjawab, Wang Chen malah bertanya balik pada seniornya dan membuat Bing Zhao kebingungan untuk menjawab. Ia menatap ke arah Wang Feng yang kini sedang berada di gendongan pemuda yang tak ia kenal.


Bing Zhao menatap pemuda itu dengan tatapan yang berbeda dengan Wang Chen. Ia merasa waspada dengan pemuda itu. Karna, ia tidak tau apakah pemuda ini baik atau tidak. Terlebih, pemuda ini sepertinya memiliki kekuatan fisik yang cukup hebat, karna mengangkat Wang Feng tanpa menggunakan Qi. "Kenapa Wang Feng sepertinya akrab dengannya?"


"Siapa kau? Kenapa kau bersembunyi di atas pohon?" Ucap salah satu tetua yang hadir di sana. Ia menatap Feng Ying dengan tajam.


Feng Ying menatap sekitar dan melihat bahwa semua orang tengah menatapnya dengan waspada. Apa ia terlihat seperti orang jahat di mata mereka? Atau ia terlihat berbahaya?


"Apa yang harus kukatakan? Ini semua gara gara harimau ini." Batin Feng Ying. Iapun tertawa, walau terdengar agak canggung. "Hahaha, aku? Tentu saja tamu, sama seperti kalian. Aku tadi.. Hanya sedang menghindar dari seseorang. Jadi aku bersembunyi di atas pohon."


Semua orang tetap saja tak percaya dengan ucapan Feng Ying. Lagi pula, alasan itu terdengar konyol. Walaupun bisa saja memang kenyataannya seperti itu.


"Ada apa ini?" Ucap suara yang terdengar agak berat.


Beberapa orang menatap ke arah suara berasal dan melihat bila itu adalah salah satu Jenderal yang ada di istana.


"Ada orang mencurigakan. Dia tadi bersembunyi di pohon. Sebaiknya Anda bawa dan masukkan dia ke penjara. Karna mungkin saja, dia adalah penyusup." Ucap seorang tetua dengan tatapan sinis pada Feng Ying.

__ADS_1


Jenderal itu menatap ke arah yang ditatap dan menghampiri Feng Ying. "Demi keamanan dan berjalan lancarnya pesta ini, maka aku akan membawamu pergi untuk diperiksa. Bila kau melawan, berarti kau memang penyusup. Jadi lebih baik, kau serahkan dirimu tanpa perlawanan."


Feng Ying menatap Jenderal itu dengan sinis, "Kenapa aku harus mematuhi ucapanmu? Aku bebas melakukan apapun yang aku inginkan. Jadi kau tidak bisa mengaturku."


__ADS_2