Feng Ying

Feng Ying
126 -Hari Yang Tenang


__ADS_3

Setelah seharian, Wang Chen dan Feng Ying telah sampai di depan sebuah jurang yang berkabut.


"Kita harus kemana lagi, Ying? Tidak ada jalan." Ucap Wang Chen. Ia memperhatikan ke bawah jurang dan menelan ludahnya kala mengetahui bila jurang itu seperti tak memiliki dasar. "Menyeramkan.." Lirihnya.


Feng Ying menatap sekitar bawah jurang. Hanya ada kabut di sana. "Kita melompat ke bawah." Ucapnya dengan enteng.


Wang Chen terkejut, "Melompat?! Kau gila?! Jurang ini sangat dalam! Jika kita mendarat nanti, kita pasti mati!"


"Haish.. Apa kau lupa? Kau sudah berada di tingkat kaisar sekarang. Jadi kau bisa terbang. Bila sesuatu terjadi di bawah sana, maka kita tinggal terbang kembali ke atas."


Wang Chen berkedip beberapa kali dan baru menyadarinya. Ia pun tertawa canggung, "Hehe.. Aku lupa."


"Sekarang kau yang pergi ke bawah pertama kali. Bila ada masalah, teriak saja. Lalu bila tak ada masalah pun, kau harus teriak untuk memberitahukannya padaku. Mengerti?"


"Bila aku berteriak karna ada masalah, maka kau jadi bisa menolongku. Begitu bukan?"


Feng Ying menggelengkan kepala. "Tidak. Bila kau mengatakan di bawah berbahaya dan kau dalam masalah, maka aku akan pergi meninggalkanmu."


"Eh? Kenapa begitu?"


"Kau adalah bawahanku. Kau harus memastikan dulu bila di bawah takkan membahayakan nyawaku. Karna aku adalah Tuanmu." Ucap Feng Yung dengan entengnya.


Wang Chen memasang ekspresi kesal. "Baiklah.. Baiklah.. Aku akan pergi lebih dulu dan nanti akan kuberitau, apakah di bawah sana aman atau tidak." Iapun langsung terbang ke bawah.


Feng Ying tersenyum, "Hehe.. Bagus. Itu baru bawahanku yang patuh."


Beberapa menit kemudian, suara Wang Chen terdengar di bawh sana, "Ying! Aku menemukan sesuatu! Cepatlah turun, di sini tidak berbahaya!"


Feng Ying yang mendengarnya langsung terbang untuk turun ke bawah dan pergi menuju tempat dimana Wang Chen berteriak.

__ADS_1


***


"Ini.." Feng Ying terdiam kala sudah sampai di dasar jurang. Di depannya tidak ada jalan lagi. Tapi di depan bukan jurang, melainkan langit. Lalu, di langit pun terlihat pulau yang mengambang.


Wang Chen melirik Feng Ying yang baru saja sampai. Ia bersuara dengan antusias, "Ying! Bukankah pulau itu terlihat indah dan ini sangat menakjubkan! Untuk pertamakalinya, aku baru melihat pulau mengambang seperti itu!"


Feng Ying menatap Wang Chen. Ia nampak antusias. Ini juga adalah kali pertama dirinya melihat pulau mengambang di udara. "Kau benar! Ini sangat menakjubkan! Aku juga baru pertamakali melihat pulau mengambang di udara. Ayo kita sekarang ke sana!"


Wang Chen mengangguk dan tersenyum. Ia dan Feng Ying pun terbang ke arah pulau mengambang berada. Tempat itu terlihat dipenuhi pepohonan. Namun, bukan hanya berwarna hijau, tetapi ada juga beberapa pohon yang memiliki daun berwarna biru dan ungu muda, sungguh indah.


***


Keduanya telah menapak di permukaan tanah. Tempat ini lebih menakjubkan dilihat dari dekat secara langsung. Udara yang sejuk, berbagai macam tanaman yang berwarna warni, burung burung indah dan kelinci kelinci putih yang berkeliaran dengan bebas. Ada juga air terjun yang berada tak jauh dari mereka mendarat. Tempat ini terasa sangat tenang dan nyaman. Mata mereka sangat dimanjakan oleh pemandangan indah ini.


Feng Ying menghembuskan nafas dengan agak kesulitan. Ia tadi bahkan menahan nafas melihatnya. Entah kenapa tempat ini membuat hatinya terasa tenteram. Tempat ini seperti obat bagi orang yang memiliki banyak pikiran, karna tempat ini dapat membuat pikiran rileks dan tenang. Sehingga sangat cocok bila orang yang memiliki banyak pikiran datang ke tempat ini. "Menakjubkan~"


Feng Ying melirik Wang Chen. Iapun ikut melakukan apa yang Wang Chen lakukan, membaringkan tubuh di atas rerumputan segar dan hijau ini. "Kau benar.. Sangat tenang dan nyaman.."


"..Setelah melewati banyak tempat dan beberapa masalah, kita bisa sampai di tempat yang sangat indah ini, hihihi." Lanjut Feng Ying dengan kekehan senang.


Wang Chen melirik Feng Ying. Ia senang bila melihat Feng Ying sangat senang dan rileks seperti ini. Feng Ying juga nampak menikmati kedamaian yang terjadi saat ini. "Kau menyukainya?"


"Tentu saja! Tempat ini adalah tempat terindah yang pernah kukunjungi!" Ucap Feng Ying. Ia melirik Wang Chen dan tersenyum.


Untuk sejenak, keduanya hanya menikmati pemandangan dan suasana di tempat ini tanpa melakukan apapun. Karna akan sangat disayangkan bila mereka melewatkannya begitu saja.


Wang Chen mulai duduk kala melihat seekor kelinci melompat lompat ke arahnya. Ia pun mengambil dan mengelusnya. Kelinci itu nampak nyaman ketika dielus oleh Wang Chen. "Ying, lihatlah.. Kelinci ini sangat menggemaskan. Bulunya juga sangat lembut, sama seperti bulu Wang Feng." Ia menyodorkan kelinci di tangannya pada Feng Ying.


Feng Ying mulai duduk dan mengambil kelinci yang dipegang oleh Wang Chen. Biasanya ia memegang kelinci bila karna ingin membunuhnya. Tapi sekarang, ia merasa tak ingin membunuh kelinci ini. Jadi, Feng Ying pun mengelusnya. Senyum tak pernah pudar dari wajahnya yang tampan.

__ADS_1


Wang Chen ikut mengelus kelinci yang dipegang oleh Feng Ying. Ini adalah hari yang paling tenang yang pernah ia rasakan. Begitupun dengan Feng Ying.


"Apa kita bisa membawanya, Ying?" Ucap Wang Chen dengan semangat.


Feng Ying melirik Wang Chen ketika mendengar ucapan pemuda itu, "Tidak. Kelinci ini akan lebih senang bila bersama teman teman dan keluarganya. Apa kau ingin membuatnya sedih dengan menjauhkannya dari semua teman dan keluarganya?"


Wang Chen murung ketika mendengar ucapan itu. Namun, ekspresinya kembali berubah senang, "Kau benar. Kalau begitu, aku tidak akan membawanya."


Keduanya terus bermain dengan kelinci dan burung selama seharian. Hari yang begitu tenang dan menyenangkan. Tapi apa mereka bisa merasakannya lagi di lain waktu? Hari yang rileks, tenang dan damai, tanpa adanya masalah, perasaam waspada ataupun pikiran rumit seperti ini.


Hari kini sudah malam dan Wang Chen maupun Feng Ying tertidur di atas rerumputan hijau. Bukan hanya saat pagi hari sampai sore harinya saja yang indah. Tetapi malam di tempat ini pun sangat indah. Bintang bintang menyala dengan terang dan adanya sebuah bulan purnama yang menambah kecantikan malam. Udara yang dingin pada malam hari ini tak membuat tidur Feng Ying dan Wang Chen terganggu. Malah, mereka nampak nyenyak dan menikmatinya. Di sekitar mereka, beberapa kelinci juga sudah tertidur.


***


Feng Ying membuka mata perlahan. Iapun mengubah posisinya menjadi duduk. "Hoams.." Ia merenggangkan kedua tangannya dan mulai mengucek mata.


Tak lama setelah Feng Ying bangun, Wang Chen juga bangun. Ia melakukan hal yang sama dengan Feng Ying. Kelinci kelinci sudah bangun terlebih dahulu daripada keduanya. Mereka juga melompat lompat kesana kemari dan mencari makan.


"Andai saja kita bisa lebih lama di tempat ini." Ucap Feng Ying dengan wajah murung.


Wang Chen menatap Feng Ying yang sudah berdiri saat ini, "Kalau begitu.. Kita bisa lebih lama di tempat ini bila kau mau, Ying." Ia ikut berdiri dari duduknya.


Feng Ying menggelengkan kepala, "Kita tidak bisa terus terusan berada di tempat ini. Kita harus kembali mencari benda itu. Pedang itu pasti berada di tempat ini. Karna tidak ada lagi tempat lain di sini."


Wang Chen, "Kau mengatakan bila pedang itu berada di sini. Jadi, walaupun kau dan aku mencari pedang itu, tapi kita tetap bisa menikmati keindahan tempat ini." Ia tersenyum.


Feng Ying ikut tersenyum. "Kau benar. Nah, setelah kita makan, maka setelah itu kita akan mulai kembali mencari pedang itu."


Wang Chen mengangguk. Ia dan Feng Ying memiliki daging yang sudah mereka bakar saat itu. Jadi mereka bisa memakannya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2