Feng Ying

Feng Ying
48 -Chapter 48


__ADS_3

Saat Wang Chen sudah memberitaukan rencana pada Wang Feng dan ketika mereka berdua akan menjalankannya, tiba tiba seorang prajurit berlari ke arah kerumunan orang aliran hitam yang menjaga pintu besar.


Melihat hal tersebut, membuat Wang Chen tidak jadi untuk melakukan rencana. Ia akan menunggu dan mengamati terlebih dahulu.


Ketika mendengar apa yang dikatakan prajurit, semua orang aliran hitam saling berpandangan. Lalu, sebagian dari mereka langsung pergi bersama prajurit untuk ke suatu tempat. Kini, penjagaan sudah beekurang sebagian.


Wang Chen menaikkan sebelah alisnya, "Apa yang terjadi? Kenapa sebagian dari mereka pergi? Ah sudahlah, bila seperti ini bukankah lebih baik?" gumam Wang Chen sambil tersenyum.


(Wang Chen memiliki dantian es. Namun ia tidak mengetahuinya. Ia juga tidak tau bagaimana cara menggunakan kekuatan es. Ia bisa menggunakan jurus langkah petir karna ia mempelajarinya. Bisa dikatakan, Wang Chen berhasil membagi ruang untuk elemen petir dan es secara seimbang. Jadi Wang Chen memiliki dua elemen, yaitu petir dan es dalam satu dantian khusus es.


Wang Chen memiliki tubuh petir yang membuatnya dapat bertambah kuat bila terkena serangan petir. Hanya saja, bila petir itu lebih lemah dari petir miliknya, maka itu tidak akan berakibat apapun. Lalu, bila kekuatan petir lebih kuat dari Wang Chen, walau hanya beda tak jauh, maka akan mendapatkan akibat. Yaitu kekuatan Wang Chen akan naik dan bertambah. Tetapi akan kembali seperti sedia kala setelah beberapa waktu.


Bila serangan petir yang mengenai tubuh Wang Chen sangat kuat dari pada petir miliknya sendiri, maka kenaikan kekuatan Wang Chen akan tetap dan tidak hanya menaikan kekuatan untuk sesaat saja. Semua kenyataan inilah yang membuat Feng Ying semakin tertarik dengan Wang Chen. Dantian khusus es, bisa menggunakan dua elemen, dan tubuh petir.)


"Wang Feng, lakukan seperti apa yang kukatakan. Kau mengerti?" bisik Wang Chen.


Wang Feng mengangguk. Iapun turun dari pundak Wang Chen dan langsung berlari ke arah kerumunan orang aliran hitam.


Nyawn!


Perlahan, tubuh Wang Feng membesar hingga setinggi 2 meter.


Graaoo!


Semua orang aliran hitam terkejut ketika melihat kedatangan Wang Feng. Mereka mengeluarkan senjata masing masing setelah melihat seorang teman mereka yang terkena cakaran Wang Feng.


"Itu.. Bukankah harimau bulan?" ucap salah satu pria.


"Harimau bulan?! Kalau begitu, tunggu apa lagi? Kita tangkap dia!"


Wang Feng langsung berlari pergi ketika banyak orang aliran hitam yang mulai berminat padanya.


Grraaoo!


"Sebagian dari kalian tetap diam di sini. Aku dan delapan tetua akan pergi mengejar harimau bulan itu!" teriak seorang tetua. Ia melesat pergi bersama delapan orang tetua lainnya.


Kini, pintu besar itu dijaga oleh 5 orang. "Dari mana harimau bulan itu datang?" ucap salah satu penjaga.


"Apakah mungkin ada seseorang yang ingin menyerang ke istana ini?"

__ADS_1


"Heh, walaupun apa yang kau katakan benar, mereka takkan bisa menang melawan kita."


"Ya, kau benar."


Para tetua nampak terlihat santai. Namun tiba tiba saja, dua orang dari mereka langsung menghilang dari tempatnya berada. Tiga orang tetua lain tidak mencemaskan hal itu.


***


Disisi lain, Wang Chen terkejut karna dua orang tetua itu menghilang. Sebuah tepukan langsung mengenai pundaknya. Merasakan tepukan itu, Wang Chen menjadi terkejut. Yang ada dipikirannya saat ini adalah, apakah keberadaanku sudah diketahui?


Wang Chen berniat berbalik dan melihat siapa orang yang sudah menepuk pundaknya. Namun sebelum itu bisa terjadi, mulutnya dibekap dari belakang dan dirinya dibawa orang itu dengan sangat cepat meninggalkan tempat ini.


Kedua tetua yang menghilang tadi muncul di jarak beberapa meter dari pintu besar. Mereka berjalan ke sekitar, seperti sedang memeriksa. "Harimau bulan itu muncul di sekitar sini. Pasti ada orang lain yang bersama harimau bulan itu."


"Kau benar. Dia terlalu ceroboh karna menjadikan harimau bulan sebagai pengalih perhatian. Dan ya.. Apa kau juga merasakannya tadi? Beberapa detik lalu terasa hawa keberadaan seseorang" ucap tetua satunya.


Tetua tadi mengangguk. Iapun berbalik ke belakang menatap tiga tetua yang berjaga di depan pintu besar, "Kalian tetap di sini. Kami berdua akan pergi mencari penyusup!"


"Hah?! Kenapa kau memerintah kami?!" ucap salah satu tetua dari ketiga tetua yang ada dekat pintu besar. Ia nampak tak suka karna diperintah seperti itu.


"Ikuti saja ucapanku! Apa kalian ingin para tahanan keluar dan kita dimarahi oleh Kaisar?!" ucap kembali tetua itu.


Dua tetua tadi langsung melesat pergi ke tempat di mana mereka merasakn hawa keberadaan seseorang.


Mereka berdua tiba di tempat di mana Wang Chen berada tadi. Namun tak menemukan siapapun di sana. "Dia menghilang sangat cepat. Dia pasti ke sana!", tetua menunjuk koridor dengan ukuran lebar di depan.


Tetua di sampingnya mengangguk. Mereka pun segera masuk ke dalam koridor itu.


***


Di tempat lain, Wang Chen berhenti di sebuah ruangan yang penuh dengan banyak buku. Wang Chen terkejut karna tiba tiba dirinya ada di tempat ini. "Hmph! Hmph!", Wang Chen memberontak untuk dilepaskan. Iapun menyikut orang di belakangnya dan membuat bekapan di mulut terlepas.


"Siapa k- Ying?!" kaget Wang Chen. Ia tak menyangka bila orang yang membawanya ke tempat ini adalah Feng Ying.


"Sstt.. Kau ini kenapa menyikutku tiba tiba?!" kesal Feng Ying dengan sedikit merintih.


"Ma- maaf, aku tak sengaja. Lagi pula kau yang menarikku tiba tiba. Kukira kau adalah musuh."


Feng Ying menghela nafas. Iapun menatap Wang Chen dengan serius, "Di mana Wang Feng?"

__ADS_1


"Tck, aku tadi sudah memulai rencana. Tapi kau langsung menarikku. Sebenarnya ada apa?!" kesal Wang Chen. Tapi juga lega. Karna melihat Feng Ying baik baik saja.


"Jangan jangan kau membuat Wang Feng menjadi pengalih perhatian?" ucap Feng Ying dengan kening mengerut.


Wang Chen mengangguk, iapun mengerutkan kening, "Memangnya ada apa? Apa yang terjadi?"


"Seharusnya aku memikirkan ini tadi," Feng Ying menghela nafas. Iapun melanjutkan, "Aku baru ingat bahwa kau tidak pernah melakukan penyusupan seperti ini. Jadi aku kemari.


Awalnya, aku akan mencari sebagian musuh utama. Setelah membereskan tetua wanita tadi. Tapi aku tiba tiba saja memikirkan jalan pikiranmu. Menurutku, kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa rencanaku tadi.


Wang Feng akan mengalihkan perhatian dan kau akan menyelamatkan keluargamu. Setelahnya.. Selesai. Itulah pikiranmu. Tetapi itu pemikiran yang sangat sempit.


Kau tidak memikirkn kemungkinan lain yang mungkin akan terjadi. Seperti tidak memikirkan, apakah semua penjaga di depan pintu tadi akan mengejar Wang Feng atau hanya sebagian saja? Lalu, kau juga tidak berfikir bahwa Wang Feng akan tertangkap nanti. Kau hanya memikirkan satu pemikiran. Tanpa memikirkan kemungkinan lain yang bisa saja terjadi.


Kau juga tidak memikirkan bila Wang Feng keluar dan menghampiri mereka, maka musuh akan mengetahui keberadaanmu. Karna bagaimanapun, tidak mungkin harimau bulan masuk sendiri ke dalam istana tanpa diketahui penjaga lain. Mereka pasti berfikir bila harimau bulan itu tak datang sendiri. Jadi mereka akan mencarimu di sekitar tempat Wang Feng keluar menghampiri mereka. Kau sama saja memberitau letak tempatmu pada mereka.


Kukira ini mungkin hanya pemikiranku saja tentangmu. Tapi ternyata ini benar benar terjadi. Karna pemikiranku inilah membuatku pergi mencarimu. Aku bahkan sudah diketahui keberadaannya di tempatku berada tadi. Hanya untuk mencarimu"


"A- ah, itu..," Wang Chen sulit berkata kata. Ia sebenarnya kagum dengan kemampuan Feng Ying yang bisa menebak apa yang ia lakukan. Namun ini bukan saatnya untuk kagum.


"Hah..," Feng Ying menghembuskan nafas panjang. "Inilah sebabnya aku tak suka membawa orang lain bersamaku."


Wang Chen menundukkan kepala. Ia merasa bahwa dirinya mengacaukan acara penyusupan ini.


"Biar kuberitau keadaan kita saat ini. Pertama: Wang Feng pasti tertangkap oleh orang orang aliran hitam. Aku tadi berfikir bahwa kau mungkin akan baik baik saja karna kalung itu dan ditambah Wang Feng ada disisimu. Tapi ternyata tidak.


Orang orang aliran hitam berbeda dengan para prajurit. Mereka berada di tingkat kultivasi yang tinggi dan lebih tinggi juga dari Wang Feng. Aku juga tau akan hal itu.


Namun aku percayakan saja keselamatanmu pada Wang Feng dan kalung milikmu. Karna kukira bila penjara tidak akan dijaga seketat itu. Bahkan setelah sebagian orang aliran hitam yang kemungkinan tadi ada di dekat penjara pindah ke tempat penemuan mayat.


Tapi walaupun sebagian dari mereka pindah ke tempat penemuan mayat itu, ternyata penjagaan di tempat lain masih ada banyak. Seperti tempatmu tadi. Mungkin bila Wang Feng tak mengalihkan perhatian, orang yang berjaga lebih banyak dari 5 orang tadi bukan?"


Wang Chen mengangguk, "Bagaimana kau bisa tau? Apa kau melihat semua kejadian saat rencanaku dimulai dan menghitung jumlah penjaga?", ia mengerutkan kening.


Feng Ying menggelengkan kepala, "Aku tadi datang bersamaan ketika dua tetua menghilang dari depan pintu besar. Sehingga aku tau jumlah orang tadi ada 5 orang."


"Lalu bagaimana kau bisa tau bila penjaga pintu kembali berkurang sebagian setelah Wang Feng mengalihkan perhatian mereka? Padahal kau belum ada di tempatku ketika Wang Feng mulai mengalihkan perhatian."


"Itu hanya insting dan tebakanku saja. Karna biar bagaimanapun, Wang Feng adalah harimau bulan. Sebagian besar orang aliran hitam tadi pasti akan mengincarnya bila melihat Wang Feng ada di depan mata.

__ADS_1


Baiklah, situasi kedua: kita sudah diketahui banyak orang aliran hitam. Bukan hanya di tempatmu tadi. Tapi orang orang yang berada di tempatku tadi juga mengetahui keberadaanku. Sekarang pasti ada banyak orang yang akan mencari ke segala penjuru istana dan istana akan semakin dijaga ketat."


__ADS_2