Feng Ying

Feng Ying
124 -Kekuatan Meningkat


__ADS_3

Selama seharian, Feng Ying masih menunggu Wang Chen menyerap kekuatan yang masuk ke tubuhnya. Luka yang didapatnya dari gigitan Wang Chen kini sudah sembuh tanpa meninggalkan bekas luka sama sekali.


Hari sudah malam dan langit yang gelap dihiasi oleh bintang bintang yang bersinar terang. Bulan pun nampak di atas langit.


Feng Ying, "Kenapa dia lama sekali mati?" gumamnya dengan kesal. Ia sudah lama menunggu bagaimana Wang Chen mati nanti. Tetapi sampai saat ini pun, pemuda itu masih saja hidup dan bernafas. Ini sangat menyebalkan. Feng Ying menunggu di tempat ini karna ingin melihat pertunjukan dari kematian Wang Chen nanti. Menurutnya mungkin itu akan menyenangkan. Mungkin saja tubuh Wang Chen meledak dan berubah menjadi potongan potongan daging atau hal menakjubkan lainnya bagi Feng Ying. Tapi semua pemikirannya tidak juga terwujud.


"Hah..." Feng Ying membuang nafas dengan kasar. Ia duduk agak jauh dari tempat Wang Chen berada saat ini.


Tiba tiba saja, Feng Ying merasakan adanya angin yang berhembus agak kencang dari arah Wang Chen. Iapun langsung menatap pemuda itu dengan terkejut saat tahu apa yang terjadi. "Dia.. Berhasil?"


Wajah Wang Chen tidak lagi menunjukkan ekspresi sakit. Ia membuka mata perlahan dan bersamaan dengan itu, angin yang kuat langsung berhembus dari arah Wang Chen ke sekitarnya. Ia melihat kedua telapak tangannya dengan ketidak percayaan. Kekuatannya meningkat pesat. Awalnya ia berada di tingkat jenderal bintang 2 dan itu sudah termasuk jenius bagi pemuda yang baru saja berusia sama dengannya. Tapi kini? Ia bahkan lebih kuat lagi. Kekuatannya kini berada di tingkat kaisar bintang 7.


Tingkat kekuatan di dunia ini:


*Pemula\=1-9


*Qi condensation\=1-9


*Qi foundation\=1-9


*Master\=1-9


*Grandmaster\=1-9


*Prajurit\=1-9


*Jenderal\=1-9


*Kaisar\=1-9


*Bumi\=1-7


*Langit\=1-7


*Immortal


"Dia bisa menahan kekuatan itu?" batin Feng Ying. Ia memperhatikan Wang Chen dengan seksama. Jika Wang Chen memiliki kekuatan tingkat kaisar bintang 7, maka dirinya memiliki kekuatan tingkat bumi bintang 1. Masih lebih kuat dari Wang Chen. Sebenarnya ia bisa saja menjadi lebih kuat lagi dari ini. Namun karna dirinya tak ingin membuang buang hidupnya begitu saja hanya untuk berkultivasi, Feng Ying jarang berkultivasi dan baru berada di tingkat ini.


Wang Chen berdiri. Senyuman senang mengembang di wajahnya yang tampan. "Ini.. Kekuatanku meningkat.." Tatapannya pun kini mengarah pada pemuda yang sejak tadi duduk tak jauh dari dirinya berkultivasi. "Ying!" ia berlari dengan senang.


Feng Ying menghela nafas sedih. Ia tak bisa melihat pertunjukan menakjubkan saat ini. Kejadian menakjubkan yang sudah ia bayangkan sirna begitu saja ketika melihat bila Wang Chen berhasil.

__ADS_1


Wang Chen kini berdiri di depan Feng Ying. Ia melebarkan kedua tangannya. "Ying, kau lihat? Kekuatanku sekarang meningkat! Sekarang aku berada di tingkat kaisar! Ini menakjubkan! Hanya dalam waktu singkat, aku dapat meningkatkan kekuatanku!"


Feng Ying menatap Wang Chen dengan murung, "Kenapa kau tidak mati saja? Aku sudah membayangkan bagaimana kematianmu akan menakjubkan tadi. Tapi kau membuat harapanku sirna."


Walaupun Feng Ying terkesan tidak menyukai dirinya yang masih hidup dan seakan ingin dirinya mati, itu tidak membuat Wang Chen marah. Ia malah ingin membuat Feng Ying semakin kesal, "Tapi sayangnya.. Aku masih hidup dan bernafas sekarang. Lalu bagaimana? Ini memang sudah takdirku. Aku ini dilahirkan untuk memiliki keberuntungan besar." Ucap Wang Chen dengan bangga.


Feng Ying mendengus kesal ketika mendengar ucapan Wang Chen. Iapun berdiri dan berhadapan dengan Wang Chen. "Berterimakasih'lah padaku. Tapi kau juga harus memberikanku sesuatu. Berkat diriku, kau bisa menjadi lebih kuat seperti sekarang."


Wang Chen mengangkat kedua tangan setinggi bahu dan menggelengkan kepala, "Aku tidak punya benda berharga apapun yang bisa kuberikan padamu. Lagi pula, bukankah tidak sebanding bila aku memberikan barang termahal yang kupunya sekalipun padamu dengan darahmu itu?"


Feng Ying berpikir sejenak. Memang apa yang dikatakan Wang Chen ada benarnya. Setelah ini, Wang Chen juga akan memiliki peningkatan dua kali lipat. Jadi keuntungan Wang Chen dalam peningkatannya tidak hanya satu kali saja. Tetapi seterusnya. Akan tidak sebanding bila Wang Chen membalasnya hanya dengan barang saja.


"Hm.. Kalau begitu, kau harus menjadi bawahanku. Setiap perintah yang kuberikan padamu adalah mutlak. Bahkan bila perintah yang kuberikan akan membahayakan nyawamu. Maka dari itu, sebagai bawahanku, kau harus bertambah semakin kuat lagi. Tapi kau tetap akan kubayar. Aku juga tidak akan memerintahmu untuk bunuh diri. Karna itu akan mempermalukanku sebagai Tuan mu. Memiliki bawahan yang mati karna bunuh diri dengan sia sia? Heh! Aku tidak mau itu terjadi! Bagaimana? Bukankah aku ini sudah cukup baik?" Ucap Feng Ying sambil tersenyum.


Wang Chen tersenyum, "Sejak saat itupun, aku sudah menjadi milikmu, Ying. Bila kau ingin begitu, maka akan kulakukan." Batinnya. "Baiklah, tapi aku tidak ingin kita terlihat seperti Tuan dan bawahan. Aku ingin kita juga menjadi teman. Ah, tidak–tidak.. Tapi sebagai sahabat. Bagaimana?" Wang Chen tersenyum.


"Aku tidak membutuhkan teman, apalagi sahabat. Kau cukup menjadi bawahanku yang setia." Ucap Feng Ying.


Wang Chen, "Kau pasti akan membutuhkanku sebagai sahabatmu, Ying. Dengan kau menjadi sahabatku, maka aku akan menjadi bawahan yang sangat setia. Aku tidak akan meninggalkanmu saat kau sedang dalam masalah."


Feng Ying menaikkan sebelah alisnya. Iapun berucap dengan malas, "Hah.. Baiklah.. Terserah kau saja."


"Apa kau tidak mendengarku?! Hei! Berhenti!" Ucap Feng Ying.


Wang Chen melirik ke belakang sejenak dan tersenyum, "Tidak.. Aku tidak mendengarmu."


Feng Ying menghela nafas kasar. Akhirnya ia membiarkan Wang Chen terus menariknya.


***


Setelah beberapa jam berlari, keduanya telah sampai di ujung padang batu. Tapi anehnya, mereka sampai di dalam perkampungan penduduk. Kenapa bisa ada manusia biasa di tempat seperti ini?


Feng Ying dan Wang Chen melihat ke sekitar. Tidak ada yang aneh sama sekali dengan tempat ini. Hanya saja, perkampungan ini terlihat suram. Wajah wajah para penduduk nampak tidak ramah.


"Tempat ini sangat aneh." Bisik Feng Ying.


Wang Chen mengangguk setuju, "Kau benar.. Para penduduk juga terlihat tidak ramah. Apa sudah terjadi sesuatu?"


Feng Ying mengangkat kedua bahu, "Mungkin saja itu benar."


Ketika keduanya sedang berjalan, mereka tak sengaja melihat kerumunan orang. Keduanya saling bertatapan dan akhirnya mengangguk. Mereka pergi ke arah kerumunan berada dari arah samping yang tidak terdapat kerumunan.

__ADS_1


Terdapat sebuah tembok dengan rantai kalung maupun rantai tangan yang menempel pada tembok. Seorang anak kecil dengan tangan diikat oleh rantai besi, lehernya pun demikian. Ia berada di depan kerumunan dan nampak ketakutan.


"Kenapa dia diikat seperti itu?" Ucap Wang Chen dengan terkejut.


"Sesuai dengan hukum yang berlaku di desa ini, para pencuri akan dihukum mati! Sedikit apapun barang yang diambilnya, dia akan tetap dihukum!" Ucap seorang pria yang berdiri menghadap anak kecil malang itu. Ia membawa sebuah balok kayu.


"Ya! Hukum dia!"


"Hukum pencuri itu!"


"Ya! Hukum!"


Teriakan para warga terdengar. Ada sekitar 4 orang yang berdiri di depan anak kecil itu. Mereka masing masing membawa balok kayu dan seakan bersiap untuk memukul anak di depannya.


"Apa yang ingin mereka lakukan?" gumam Wang Chen yang terkejut melihat hal itu.


Feng Ying berekspresi semangat. Ia sepertinya tau apa yang dimaksud dengan semua ini. Mereka ingin menghukum orang yang sudah melakukan pencurian. Semurah atau sedikit apapun barang yang diambil pencuri itu, ia akan tetap dihukum mati. Bila dilihat adanya 4 orang yang berdiri di depan anak kecil itu dengan sebuah balok kayu, maka sudah dipastikan bila anak kecil itu akan dipukuli memakai balok kayu sampai mati. Ini sama saja seperti penyiksaan.


Bagi Feng Ying, ini akan menjadi tontonan yang menarik dan menyenangkan. Tentunya ia juga takkan mencegah orang orang itu untuk menghukum seseorang dengan menyiksanya sampai mati. Ia malah mendukung hal ini. Bahkan bersemangat untuk menyaksikan.


"L-lepaskan aku... J-jangan.. Ampuni aku.. Tolong.." Anak kecil itu berucap dengan suara gemetar. Ia sangat ketakutan melihat orang orang yang berdiri di depannya dan ingin memukulnya.


"Lepaskan? Heh! Pencuri sepertimu meminta dilepaskan?! Itu tidak akan terjadi! Kami tidak akan melepaskanmu!" Ucap pria yang berada paling depan. Ia langsung memberikan kode pada ketiga orang lainnya.


Ketiganya mengangguk dan secara bergantian, mereka memukul tubuh anak kecil malang itu. "Kotor! Jahat! Tidak berhak diampuni!" Ucap salah satu dari mereka. Bukan hanya dirinya yang mengatakan itu, tetapi semua warga lain pun berucap demikian. Mereka seperti tidak merasa bersalah sama sekali atas apa yang mereka lakukan pada anak kecil itu. Bahkan menurut mereka, apa yang mereka lakukan adalah hal yang baik. "Kotor! Jahat! Tidak berhak diampuni!"


Bughh Bughh Bugghh Bugghh


"Hiks.. Hiks.. Hiks.. S-sakit.. Hiks.." Anak kecil itu hanya bisa meronta dan menangis. Namun sekeras apapun dirinya berusaha melepaskan diri, ia tak bisa. Kedua tangan dan lehernya diikat oleh gelang rantai. Ia tadi hanya mencuri dua roti saja. Tapi yang didapatkan olehnya adalah kematian. Apa ini sebanding?


Wang Chen membulatkan mata melihat kejadian itu. Ia berniat berlari mendekat dan melindungi anak itu. Namun, tangannya ditahan oleh Feng Ying. Pemuda itu sudah tau bila dirinya akan pergi menolong. "Jangan mengganggu mereka! Biarkan saja! Bila kau tetap bergerak ke sana, maka kita akan dalam masalah. Karna sudah mengganggu." Ucap Feng Ying.


"Tapi aku tidak bisa terus diam dan menontonnya saja!" Ucap Wang Chen. Ia sesekali melirik ke arah anak kecil itu.


"Itulah yang harus kau lakukan. Diam dan menyaksikan. Tidak perlu ikut campur urusan orang lain. Biarkan mereka menyelesaikan urusannya sendiri."


"Tapi–"


"Ini perintah. Kau harus menuruti ucapanku!" Feng Ying menatap Wang Chen dengan datar. Ia tak suka bila Wang Chen menghentikan pertunjukan menyenangkan ini. Jadi ia harus menghentikan pemuda ini terlebih dahulu.


Wang Chen menundukkan kepala. Iapun melirik kembali anak kecil yang terus menangis itu. Matanya berkaca kaca melihat kekejaman para warga. Bagaimana bisa mereka melakukan hal kejam itu pada seorang anak kecil hanya karna dirinya mencuri? Bahkan, para warga tidak bersalah telah melakukan ini. Seakan mereka saat ini sedang melakukan hal yang baik dan benar. Pencuri harus dihukum.

__ADS_1


__ADS_2