
Patriarch Wu saat ini menjadi sangat geram dengan Feng Ying. Ia mencengkram kuat pegangan kursi bahkan menyebabkan pegangan kursi itu rusak. Ia langsung berdiri dan menatap Feng Ying dengan intimidasi.
"Beraninya kau melawan ucapanku! Aku ini patriarch sekte bambu kuning! Kau tak bisa melawan ucapanku begitu saja!" ucap patriarch Wu dengan marah.
Feng Ying menancapkan pedang di tanah. Tangan kanan memegangi dagunya. Ia terlihat santai, walaupun tau bahwa patriarch Wu marah padanya, "Memangnya kenapa bila kau patriarch? Apa aku tidak boleh mengatakan pendapatku pada seorang patriarch? Bukankah mengatakan pendapat bukanlah perbuatan yang salah? Lalu, kenapa kau marah?"
Patriarch Wu semakin kesal. Ia langsung terbang turun menuju arena dan menapak di permukaan tanah dengan mulus. Ia langsung menyerang Feng Ying dengan pukulan, juga tendangan.
Semua serangan cepat yang dilakukan patriarch Wu langsung dihindari Feng Ying. "Akan kuberi kau pelajaran anak muda, agar kau bisa bersikap sopan pada orang yang lebih tua darimu!" ucap patriarch Wu dengan marah. Ia melakukan serangan tendangan maupun pukulan hampir dengan seluruh kemampuannya.
Feng Ying yang terus menghindar, lama kelamaan tidak bisa menghindari terus serangan patriarch Wu. Lagi pula kekuatannya masih jauh jika dibandingkan kekuatan patriarch Wu yang sekarang. "Dia sangat cepat dan kuat. Aku tak mungkin bisa mengalahkannya. Jika saja tempat ini sepi, maka aku bisa melakukannya. Bila seperti ini terus.. Maka aku akan terluka parah. Sedikit saja aku kehilangan fokus, maka aku akan terkena serangan miliknya" batin Feng Ying dengan serius.
Walaupun Feng Ying memiliki kecepatan yang cepat, bukan berarti dia dapat mengalahkan patriarch Wu. Lagi pula, patriarch Wu memiliki kekuatan yang jauh di atasnya dan Feng Ying hanya sedikit unggul dalam hal kecepatan dengan patriarch Wu.
"Apa apaan ini?! Dia dapat menghindari seluruh seranganku?!" batin patriarch Wu dengan terkejut sekaligus marah.
Patriarch Wu semakin mempercepat dan memperkuat serangan yang ia lakukan. Ia sangat marah pada Feng Ying hingga merasa ingin memenggal kepala bocah itu.
Melihat bahwa patriarch Wu turun dari tempatnya berada dan bertarung melawan Feng Ying, membuat banyak penonton terkejut. Begitupun patriarch Lao.
Patriarch Lao segera terbang ke bawah arena pertarungan dan berdiri tepat di depan Feng Ying. Ia langsung mencengkram tangan patriarch Wu yang ingin melakukan pukulan. "Sudah cukup, patriarch Wu!"
Melihat serangannya ditahan oleh patriarch Lao, patriarch Wu terkejut. Ia melepaskan cengkraman tangannya dari patriarch Lao dan langsung melompat ke belakang untuk menjaga jarak dengan patriarch Lao. "Kenapa kau menghentikanku patriarch Lao?!"
"Sudah cukup, patriarch Wu! Anda sudah keterlaluan! Tidak seharusnya anda melawan seorang junior!" ucap patriarch Lao dengan tegas sambil menatap langsung mata patriarch Wu.
Patriarch Wu tidak bisa mengatakan apapun ketika melihat patriarch Lao sedang menahan amarahnya.
Feng Ying menghembuskan nafas lega, "Untung saja patriarch Lao menghentikannya. Bila tidak, maka aku mungkin sudah terkena serangannya saat ini dan terluka parah" batin Feng Ying. Menurutnya, patriarch Lao bertindak disaat waktu yang tepat. Karna bila saja patriarch Lao tidak menghentikan pukulan patriarch Wu tadi, sekarang Feng Ying sudah terluka karna pukulan itu.
Patriarch Lao segera berbalik dan menatap ke arah Feng Ying. Belum sempat dia mengatakan sesuatu, seseorang berlari ke arah arena pertarungan dan langsung memegang pundak Feng Ying bahkan mengubah posisi tubuh Feng Ying jadi ke arah samping.
"Apa kau baik baik saja Ying? Apa kau terluka? Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa ada yang terasa sakit?"
Ya, orang yang berlari dan masuk ke dalam arena pertarungan adalah Wang Chen, teman dari Feng Ying. Harimau bulan ada di kepalanya saat ini.
Nyawn~
__ADS_1
Harimau bulan juga nampak khawatir. Ia seperti tau bila Feng Ying tadi berada dalam bahaya.
Wang Chen terus membalik balikan tubuh Feng Ying dan memutar tubuh bocah itu untuk memeriksa keadaannya, "Hei jawablah! Kenapa kau diam saja? Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa ada yang terasa sakit?"
Feng Ying tersenyum, "Aku baik baik saja, tak perlu khawatir."
"Ekhem..," patriarch Lao berdehem untuk mengisyaratkan bahwa masih ada dirinya di sana.
Wang Chen dan Feng Ying menghadap ke arah patriarch Lao dan menatapnya, "Apa kalian sudah selesai? Aku masih ada di sini. Kalian mengabaikanku" ucap patriarch Lao.
"Ah.. Um.. Maaf patriarch Lao, saya tadi terlalu khawatir pada teman saya. Jadi aku melupakan kehadiran patriarch Lao," Wang Chen terkekeh dengan canggung.
Patriarch Wu saat ini mengangkat tubuh Hao Yu yang masih setengah sadar. Iapun menatap Feng Ying dan dua orang lainnya dari kejauhan, "Patriarch Lao.. Aku ingin menghentikan pertarungan ini. Junior Yu akan keluar dari turnamen."
Setelah mengatakan itu, patriarch Wu membawa Hao Yu pergi. Ia akan membawa muridnya ke tempat perawatan di sekte phoenix api ini. Ia juga menanyakan tempat di mana ruang perawatan pada salah satu tetua dan tetua itu langsung mengantarnya.
"Kau sudah mempermalukanku di depan umum.. Lihat saja, aku akan memberimu pelajaran selama aku masih berada di sekte phoenix api beberapa hari ini" batin patriarch Wu. Ia sangat membenci Feng Ying sekarang dan dengan ini, maka musuh Feng Ying bertambah.
Panitia masuk ke dalam arena dan menatap patriarch dengan bingung, "Jadi bagaimana patriarch? Junior Yu sudah mengundurkan diri."
Panitia mengangguk. Iapun segera mengumumkan pemenangnya adalah Feng Ying. Segera, sorak sorai terdengar pada kursi penonton. Hanya saja, di bagian kursi murid sekte bambu kuning maupun sekte bintang tidak bersorak atas kemenangan Feng Ying sama sekali.
Akhirnya, turnamen selesai pada siang hari. Semua orang dibubarkan saat ini. Beberapa murid dan tetua sekte yang berkunjung ke sekte phoenix api saat ini akan kembali ke sekte mereka. Namun, beberapa lainnya akan tinggal di sekte phoenix api selama beberapa hari. Sekte yang tinggal adalah sebagian murid dan tetua dari sekte bambu kuning, sekte teratai bulan dan sekte bintang. Tentunya patriarch Wu juga tinggal di sekte phoenix api untuk beberapa hari.
Semua tamu yang ingin menginap itu diberikan kamar yang kosong di sekte phoenix api.
Kini, empat orang sudah resmi menjadi murid sekte phoenix api. Keempat orang yang lulus dalam tiga ujian pada turnamen juga mendapatkan hadiah uang koin emas yang banyak. Feng Ying dan Wang Chen berada di wilayah murid dalam dan tinggal di wilayah itu. Sementara dua peserta lain berada di wilayah murid luar.
Di bagian wilayah sekte murid dalam, terdapat dua bangunan bertingkat yang memiliki 100 kamar setiap bangunannya. Setiap kamar bisa ditempati oleh 3 orang.
Feng Ying dan Wang Chen kembali satu kamar saat ini. Bukan hanya ada mereka. Namun, ada juga satu orang murid sekte phoenix api yang bersama mereka di dalam kamar itu. Dia memiliki usia yang tak jauh dari mereka yaitu 14 tahun. Namanya adalah Bing Zhao.
Hari saat ini sudah malam. Banyak murid yang sudah tertidur. Itupun murid murid yang memiliki kekuatan di tingkat Qi condensation bintang 5 sampai tingkat master bintang 3. Karna, kultivator di tingkat itu masih membutuhkan tidur dan makan. Begitupun Wang Chen, karna ia masih berada di tingkat master bintang 3.
Seharusnya dia sudah tidur saat ini. Namun, dirinya keluar dari kamarnya dan pergi ke luar. Karna tak bisa tidur. Sementara, tadi ia dapat melihat Feng Ying tidur dengan pulas. Padahal, Feng Ying sebenarnya mengikuti Wang Chen dari belakang dengan diam diam. Karna ia tau bila kakaknya akan menyerang Wang Chen saat malam seperti ini.
Wang Chen yang sedang berada di luar nampak menikmati udara sejuk yang ada pada malam hari. Ketika ia sedang bersantai dengan menikmati sejuknya udara, ia dikejutkan oleh sekelebat bayangan. Melihat hal itu, Wang Chen langsung berlari mengejarnya untuk melihat siapa orang itu. Karna ia tidak mau bila ada musuh yang menyelinap ke dalam sekte phoenix api. Bagaimanapun, sekte ini sekarang sudah menjadi tempat tinggalnya.
__ADS_1
"Hei, tunggu!"
Walaupun Wang Chen sudah berteriak untuk menghentikan sekelebat bayangan itu, nyatanya tidak menghentikan pergerakan bayangan yang ia kejar.
Ketika beberapa menit berlari, akhirnya Wang Chen berhenti. Ia saat ini sadar bila dia sudah berada di dalam tempat yang dipenuhi bambu bambu panjang dan terlihat seperti hutan bambu. Ia tidak tau dirinya berada di mana saat ini. Lagi pula, dia adalah murid baru. Jadi, dia tidak tau bila tempat ini merupakan hutan bambu buatan yang ada di sekte phoenix api.
Ketika Wang Chen berhenti berlari, seseorang sudah ada di depannya. Wang Chen yang baru saja menyadari kehadirannya langsung dibuat terkejut.
Walaupun ia tidak bisa melihat jelas wajah orang itu karna malam dan hanya ada cahaya bulan, namun ia dapat melihat wajah orang itu adalah wanita.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
*Immortal
__ADS_1