Feng Ying

Feng Ying
75 -Chapter 75


__ADS_3

Pada saat hari sudah pagi, Wang Chen terbangun. Ia menatap ke arah sekitar. Di samping, nampak seseorang yang tengah duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah jendela.


Wang Chen perlahan bangkit dan duduk di tepi kasur yang dekat dengan orang itu, "Senior Shen.."


Tang Shen yang duduk menghadap jendela langsung berdiri dan berbalik ketika tau bahwa Wang Chen sudah bangun, "Ya?"


"Di mana Wang Feng?" ucap Wang Chen dengan heran.


"Harimau bulan itu?"


Wang Chen mengangguk, "Apa kau melihatnya?"


"Dia tidak ada di sini. Dia pergi bersama junior Ying kemarin dan mengatakan bahwa dirinya akan kembali sore ini."


Wang Chen teringat bahwa tubuh Feng Ying saat itu terlihat basar oleh darah, "Bagaimana keadaan Ying? Kenapa kau tidak mencegahnya untuk keluar, senior Shen? Dia terluka" ucap Wang Chen khawatir.


Ketika mengingat bagaimana sikap Feng Ying kemarin, Tang Shen menggelengkan kepala. Jelas jelas bocah itu sudah sembuh. Bahkan tak memiliki luka sama sekali, "Junior Ying baik baik saja. Begitupun harimau bulan itu."


"Tapi Ying dan Wang Feng ke mana? Bagaimana jika mereka tersesat dan menghilang tanpa jejak?"


Tang Shen menggelengkan kepala dan berjalan menghampiri Wang Chen hingga tepat berada di depan bocah itu, "Kau terlalu mengkhawatirkan mereka junior- maksudku pangeran Luo Chen."


"Panggil aku seperti biasa saja, senior Shen" ucap Wang Chen dengan canggung. Entah kenapa, rasanya aneh bila Tang Shen memanggilnya seperti itu. Ia lebih terbiasa dengan Tang Shen yang memanggilnya 'junior Chen'.


"Baiklah," Tang Shen mengangguk.


"Di mana paman pamanku?" ucap Wang Chen.


***

__ADS_1


Sore kini telah tiba. Feng Ying dan Wang Feng berjalan memasuki istana menuju kamar Wang Chen berada. Harimau bulan yang ada di atas kepala Feng Ying nampak bergetar. Entah apa yang terjadi padanya ketika bersama Feng Ying.


"Aku ingin menemui Chen" ucap Feng Ying pada beberapa murid yang berdiri di dekat pintu.


Para murid langsung mempersilahkan Feng Ying untuk masuk. Sehingga, bocah itu dapat masuk ke dalam tanpa kesulitan.


***


"Hei Chen! Bagaimana kabarmu?" ucap Feng Ying dengan setengah berteriak.


Wang Chen saat ini memakai pakaian berwarna biru muda. Ia duduk berhadapan dengan Tang Shen. Ketika mendengar suara yang tak asing, iapun menoleh, "Wang Feng, Ying! Kalian ke mana saja?! Aku mencemaskan kalian."


"Hanya berkeliling saja" ucap Feng Ying dengan enteng. Bahkan senyuman terukir di bibirnya. Ia kini berada tepat di depan Wang Chen, juga Tang Shen.


Wang Feng yang ada di atas kepala Feng Ying langsung melompat ke arah Wang Chen dan langsung ditangkap boch itu. "Wang Chen? Kau kenapa? Kenapa kau mengigil seperti ini? Apa kau kedinginan?" ucap Wang Chen dengan kening berkerut.


N- nyawn~


Tang Shen melirik Feng Ying ketika mendengar ucapan Wang Chen. Ia kini ingin mendengar penjelasan dari Feng Ying. Begitupun Wang Chen yang kini juga menatap ke arah Feng Ying dengan tatapan meminta penjelasan.


Feng Ying berkata dengan santai, "Aku kemarin hanya mengajaknya berburu. Lalu saat malam, dia istirahat. Pagi hari, aku menceburkannya ke danau. Setelah itu, aku menyuruhnya berenang dan mencari ikan."


Wang Chen terkejut mendengar ucapan Feng Ying. Ia menatap Wang Feng dengan cemas, "Apa kau kedinginan sekarang? Apa kau sakit? Katakan, apa yang kau rasakan saat ini, Wang Feng?!"


Nyawn~


Wang Feng memeluk Wang Chen. Ia berkata hanya ingin dekat dengan Wang Chen. Mendengar itu, membuat Wang Chen mengelus kepalanya, "Lain kali aku takkan meninggalkanmu terlalu lama dengan Ying."


Feng Ying mengerutkan kening ketika mendengar ucapan Wang Chen tadi, "Memangnya kenapa bila dia denganku? Dia tidak mendapat masalah sama sekali."

__ADS_1


Wang Feng semakin bersembunyi pada tubuh Wang Chen. Ia tak mau bila harus bersama Feng Ying lama lama. Bila tidak, maka dirinya akan terus diceburkan ke danau seperti sampah yang tak dibutuhkan. Apalagi dirinya disuruh berenang. Padahal jelas jelas dia tak bisa melakukan itu.


Lalu pada saat siang tadi, dirinya disuruh untuk menangkap seekor kelinci yang memiliki kecepatan diatas rata rata kelinci biasanya. Bahkan kelinci itu lebih cepat dari dirinya.


Saat tak berhasil menangkap kelinci, Feng Ying menghukumnya dengan diceburkan kembali ke dalam danau dan diperintahkan menangkap ikan di dalam danau. Ia makan hanya pada saat pagi saja. Walau begitu, dirinya masih kenyang karna makanan yang dimakan sangat banyak. Itulah yang membuatnya sulit menangkap seekor kelinci. Karna terlalu kenyang.


Untungnya, Feng Ying sudah mengatakan akan kembali ke istana saat sore. Jadi, Wang Feng terbebas dari siksaan bocah itu. Ia menggigil karna masih bisa membayangkan seberapa dinginnya air danau. Padahal, sekarang sudah beberapa jam berlalu setelah dirinya masuk ke danau karna dihukum.


"Harimau bulan itu memang tidak mendapat masalah ketika bersamamu. Tapi kau yang membuat masalah untuknya, junior Ying" ucap Tang Shen sambil menggelengkan kepala. Ia tidak habis pikir dengan tindakan Feng Ying. Harimau tidak suka air dan bocah itu malah memaksa untuk hariamu berenang, bahkan mencari ikan dalam danau?


Feng Ying seolah tak mengerti dengan apa yang dikatakan Tang Shen. Ia kemudian berkata, "Sudahlah.. Lupakan itu. Bagaimana kabar pamanmu Chen?", ia melirik Wang Chen.


Wang Chen menundukkan kepala. Tangannya masih mengelus tubuh Wang Feng, "Mereka belum memulai perkataan denganku sama sekali. Ketika mereka ditanya, mereka juga tak menjawab. Mereka sudah seperti patung manusia yang tak bisa berbicara" ucapnya sedih.


Feng Ying memutar bola mata malas, "Aku sudah mengatakannya kemarin padamu Chen. Tapi kau tetap ingin aku mengeluarkan mereka dari penjara. Lagi pula, dilihat dari ekspresi mereka, mereka sudah kehilangan sesuatu yang berharga."


Wang Chen dan Tang Shen menatap Feng Ying ketika mendengar ucapan bocah itu. Feng Ying melanjutkan, "Bukankah sampai sekarang bibi dan saudaramu tak ditemukan?"


Wang Chen mengangguk, "Semuanya sedang membantuku mencari mereka. Tapi, mereka belum juga menemukan bibi dan saudaraku. Pamanku yang lain juga tak ditemukan."


"Tentu saja mereka takkan menemukannya. Karna orang orang itu sudah pergi ke alam lain. Alasan ketiga pamanmu kehilangan semangat hidup adalah karna mereka melihat sendiri kematian orang yang disayangi, tanpa bisa mencegahnya. Tanpa bisa berbuat apapun" jelas Feng Ying.


Tatapan Wang Chen nampak sayu, "Apa memang benar begitu?"


"Jangan mengada ada junior Ying" ucap Tang Shen sambil menatap Feng Ying. Iapun menatap ke arah Wang Chen, "Keluargamu yang tersisa pasti akan ditemukan. Lagi pula, tidak mungkin orang aliran hitam melakukan hal sekejam itu. Jadi kau tenang saja, junior Chen."


Feng Ying menggelengkan kepala ke arah Tang Shen dan tersenyum sinis, "Jangan memberikan harapan seperti itu pada Chen. Karna itu tidak berguna. Juga, kau jangan terlalu naif senior Shen. Kau mungkin belum pernah berhadapan langsung dengan orang aliran hitam selama ini dan ini adalah pertama kalinya.


Orang aliran hitam bisa saja melakukan itu. Membunuh orang yang disayangi paman Chen dengan kejam tepat di depan mata paman Chen yang saat itu tak bisa melakukan apapun untuk membantu."

__ADS_1


"Aku juga sering melakukan itu pada targetku. Pasti beberapa orang aliran hitam juga melakukan hal itu untuk lebih menyiksa target mereka" batin Feng Ying sambil tersenyum aneh dalam hati.


Tang Shen menatap ke arah Feng Ying. Memang benar apa yang dikatakan bocah itu. Ini adalah pertama kalinya bagi dirinya menghadapi orang aliran hitam secara langsung.


__ADS_2