
"Apa dia dikendalikan? Tidak, dia tidak dikendalikan sama sekali. Tapi dia terlihat sedang menyamar" batin Feng Ying. Iapun lega ketika tau bila senior yang menahan belatinya tadi hanya menyamar. Bila seperti ini, bukankah dirinya bisa mendapatkan informasi darinya? Ini akan jadi lebih cepat.
"Beraninya kau membunuh rekan kami!" teriak salah satu murid senior. Ia langsung menyerang ke arah Feng Ying, kecuali satu orang murid senior tadi.
(Murid senior, maksud author murid dalam. Maaf salah penyebutan di beberapa chapter.)
***
Akhirnya, Feng Ying dan Wang Chen menyelesaikan semua musuh. Mereka memang agak sulit dihadapi, karna jumlah mereka yang banyak dan kekuatan mereka lumayan bila bersama.
Tapi karna Feng Ying unggul dalam hal kecepatan dan Wang Chen memiliki elemen es, membuat mereka dapat mengalahkan orang orang aliran hitam.
Wang Chen tergeletak di lantai dengan nafas terengah engah. Tubuhnya penuh luka karna bertarung dengan banyak orang yang tingkat kultivasinya berada di atasnya. Ia tak bisa membuat es runcing seperti saat tadi dan hanya bisa membekukan langsung tubuh musuh. Yang berarti dia belum menguasai kekuatannya sepenuhnya.
Kini yang tersisa adalah Feng Ying, Wang Chen dan satu orang murid dalam dari sekte aliran hitam. Feng Ying berjalan ke arah pemuda yang masih hidup itu.
"Y- Ying.. Aku serahkan satu orang itu.. Padamu" ucap Wang Chen.
Ketika Feng Ying sudah berdiri tepat di depan pemuda berusia 15 tahun itu, Feng Ying membuka suara, "Kau ternyata ada di sini papan datar. Lama tak bertemu."
"Kenapa kau ada di sini?" ucap pemuda berusia 15 tahun. Ia bernama Tang Shen.
Feng Ying dulu pernah bertemu dengan Tang Shen di kekaisaran Merak. Ia tidak berteman dengan Tang Shen, hanya saling mengenal saja.
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, jawab dulu pertanyaanku. Apa alasanmu menyusup ke tempat ini?" ucap Feng Ying yang malah bertanya.
Tang Shen tetap menatap Feng Ying dengan datar, "Aku kemari untuk mengumpulkan informasi."
"Sudah berapa lama kau berada di sini?"
"Sejak 2 bulan lalu. Aku masuk kemari sebagai salah satu murid yang akan membantu berjaga di istana."
"Kita memiliki tujuan yang hampir sama. Bagaimana bila kau memberitaukan informasi apa saja yang sudah kau dapatkan padaku?"
"Untuk apa aku melakukan itu? Aku tak mau!"
"Ayolah.. Jangan pelit padaku. Aku harus mendapatkan banyak informasi tentang kekaisaran Naga api ini untuk dapat mengalahkan orang orang aliran hitam."
Tang Shen mengangkat sebelah alisnya, "Apa hubunganmu dengan kekaisaran ini? Kau berasal dari benua timur."
"Temanku merupakan anggota keluarga Luo. Dia ingin mengambil kembali kekaisaran dari tangan aliran hitam."
__ADS_1
Tang Shen tetap berwajah datar, walaupun dalam hati terkejut. "Siapa saja yang kau bawa kemari? Tidak mungkin kau datang sendiri."
"Aku hanya datang berdua bersama Chen" ucap Feng Ying dengan santai.
"Apa kau sudah gila? Melawan orang aliran hitam hanya berdua saja? Kau cari mati, ya?"
Feng Ying memutar bola mata dengan kesal, "Tentu saja tidak!"
"Kau takkan bisa mengalahkan semua orang aliram hitam."
"Tapi nyatanya aku dan Chen tadi bisa mengatasinya. Kau lihat sendiri, bukan? Aku unggul dalam kecepatan, sementara Chen memiliki elemen es kuat. Jadi kami bisa mengalahkan mereka."
"Tetap saja, kalian takkan hisa mengambil alih kekaisaran dengan mudah."
"Dengan adanya diriku, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Bahkan bila aku melawan seluruh orang di dunia, aku takkan kalah" ucap Feng Ying dengan percaya diri.
"Kau terlalu percaya diri dan sombong. Suatu saat, kesombonganmu akan menghancurkanmu. Ingat kata kataku."
"Heh, kenapa sekarang kau malah menceramahiku? Aku berbicara padamu bukan untuk diceramahi. Lagi pula, aku juga tau akan hal itu. Aku bukan sombong, hanya saja aku percaya pada diriku."
"Sama saja."
"Tentu saja beda. Ah, sudahlah. Aku sudah mengatakan tujuanku kemari dan aku juga sudah memberitau tentang kekuatan temanku dan kelebihan diriku, jadi sekarang katakan informasi yang kau dapat."
"Ayolah.. Kita bekerja sama saja bagaimana? Kau memang bukan berasal dari kekaisaran ini. Tapi temanmu pasti masuk ke wilayah ini dan terpengaruh oleh jurus area yang dilakukan orang aliran hitam bukan?
Maka dari itu kau kemari untuk mencari informasi dan ingin menyelamatkan temanmu. Karna temanmu sulit diajak kembali ke luar kekaisaran. Apa yang kukatakan benar, bukan?" Feng Ying tersenyum percaya diri.
"Bagaimana dia bisa menebaknya dengan tepat? Seolah dia mengetahui segalanya" batin Tang Shen. "Baiklah, aku setuju" ucap Tang Shen dengan terpaksa.
Feng Ying tersenyum penuh kemenangan. "Kalau begitu, jangan membicarakan informasi di tempat ini. Di tempat lain saja, tapi juga jangan di kamar tamu di sana," Feng Ying menunjuk kamar tamu. Ia tidak mau bila Tang Shen melihat keadaan di sana. Karna ia tidak tau apa reaksi yang akan perlihatkan Tang Shen.
Tang Shen berasal dari sekte aliran putih. Ia bisa bertemu Feng Ying, karna pada saat itu dirinya sedang melakukan misi dan tak sengaja bertemu bocah menyebalkan itu.
"Y- Ying? Kau mengenalnya?" ucap Wang Chen dengan posisi duduk. Ia tak percaya ternyata temannya itu mengenal seorang aliran hitam yang merupakan musuh. Apa mungkin Feng Ying mengajaknya kemari untuk menjebaknya?
Wang Chen tak mendengar percakapan Feng Ying dan Tang Shen sama sekali. Sehingga, melihat keduanya berbicara santai seperti itu membuatnya curiga pada Feng Ying.
Feng Ying berjalan mendekat pada Wang Chen. "Dia kenalanku."
Wang Chen langsung berdiri mendengar itu. Ia mendorong tubuh Feng Ying untuk menjauh darinya, "Jadi selama ini.. Kau bekerja sama dengan orang aliran hitam di kekaisaran untuk menjebakku dan membuatku datang ke istana agar kalian bisa menangkapku dengan mudah?!" ucapnya marah sekaligus tak percaya.
__ADS_1
Feng Ying menaikkan sebelah alisnya. Iapun langsung tertawa ketika mengerti pemikiran Wang Chen. Bocah itu pasti berfikir bahwa dirinya berada di pihak musuh.
Wang Chen menatap waspada ke arah Feng Ying. Walupun ia merasa lelah dan Qi nya habis, namun dia tidak akan lengah untuk saat ini. "Kenapa kau tertawa? Apa yang lucu? Apa kau sedang merencanakan sesuatu?"
Feng Ying perlahan menghentikan tawanya dan ia langsung menghilang dari depan Wang Chen.
Wang Chen terkejut dengan hilanganya Feng Ying tiba tiba. Ia melihat sekitar, namun tak menemukannya. Hingga seseorang mendekap lehernya dari belakang, tak lupa sebuah belati yang diarahkan ke lehernya.
Wang Chen terkejut. Bila ia bergerak sedikit saja, maka belati itu pasti akan ditancapkan ke lehernya. Ia melirik sedikit ke belakang dan tau bahwa yang melakukan ini adalah Feng Ying, "Ternyata benar apa yang kukatakan.. Kau adalah musuh dalam selimut, Ying!"
Mata Wang Chen mulai berkaca kaca, "Pertemanan kita selama ini.. Apa hanya kebohongan? Kau mendekatiku hanya karna.. Hanya karna aku keluarga Luo, hiks."
Feng Ying langsung melepaskan dekapannya dari Wang Chen. Ia juga menjauhkan belati dari Wang Chen. "Hahaha.. Kau lucu sekali Chen.."
Wang Chen membalikkan tubuhnya dan mundur beberapa langkah sambil terus menatap Feng Ying, ia nampak tersedu sedu.
Saat melihat langsung muka Wang Chen yang menangis, membuat Feng Ying semakin tertawa. Ia bahkan memegangi perutnya, "Hahaha Chen.. Hentikan.. Jangan terus membuat lelucon.. Hahaha.."
Wang Chen masih diam di tempat. Iapun menghapus air mata yang sedikir keluar dari matanya dan ia juga menatap Feng Ying heran. Kenapa bocah itu tertawa? Apa ada yang lucu?
Feng Ying mencoba untuk menenangkan dirinya. Namun senyuman masih terpampang di wajahnya. "Haish.. Kau ini ada ada saja Chen. Kau pikir aku mau bekerja sama dengan mereka? Tentu saja tidak!"
Feng Ying mulai menjelaskan tentang siapa Tang Shen dan tujuan pemuda itu ke tempat ini.
Mendengar hal itu, membuat Wang Chen malu sendiri. Ia sudah menuduh Feng Ying yang tidak tidak. Padahal bocah itu sudah banyak membantunya dalam melawan aliran hitam. Bahkan bila tak ada Feng Ying, Wang Chen tidak akan sampai seperti ini.
"Apa kalian sudah selesai berbicara?" ucap Tang Shen dengan datar.
Feng Ying dan Wang Chen menatap ke arah Tang Shen. "Um.. Maaf senior Shen.. Aku sudah menuduh hal yang tak baik padamu" ucap Wang Chen menyesal. Ia agak menundukkan kepalanya.
"Aku memaafkanmu" ucap Tang Shen singkat.
"Um.. Ying.. Aku juga minta maaf. Aku tak bermaksud untuk menuduhmu. Tapi apa yang kulihat tadi membuatku yakin dengan pemikiranku tadi. Sekali lagi, maafkan aku.."
Feng Ying memutar bola mata malas, "Iya iya.."
"Kita masih teman 'kan?"
"Terserah kau saja."
Wang Chen tersenyum senang, "Terimakasih.. Kau memang teman terbaikku Ying!"
__ADS_1
"Apa yang kita lihat.. Belum tentu adalah kebenaran" batin Tang Shen. Ia jadi teringat dengan kata kata gurunya pada saat itu. Kini ia bisa menyaksikan kejadian itu secara langsung.