
"Apa kau tidak bisa membedakan orang yang sudah mati dan orang yang tidur, hah?!"
Mendengar ucapan Feng Ying, membuat Wang Chen berkedip beberapa kali sambil menatap Feng Ying, "Jadi.. Tadi kau.. Tidur?"
Feng Ying mendengus, "Tentu saja. Karna tak mungkin aku mati begitu saja. Apalagi di tempat seperti ini!"
Wang Chen perlahan mendekat pada Feng Ying yang duduk di lantai. Ia langsung memegang kedua bahu Feng Ying dan memperhatikan tubuh bocah itu, "Apa kau terluka? Banyak darah di tubuhmu" ucapnya khawatir.
Feng Ying melepaskan cengkramn tangan Wang Chen yang ada di bahunya, "Aku baik baik saja. Ini bukan darahku. Ini darah semua musuh yang sudah kubunuh tadi. Karna aku hanya terluka sedikit dan sekarang sudah sembuh" ucap Feng Ying ketus.
Mata Wang Chen membulat, "K- kau.. Kau yang melakukan semua ini? Kau yang membunuh mereka semua? Dan membuat keadaan mereka seperti itu? Kau serius, Ying?" ucapnya dengan tak percaya.
"Bisa dikatakan begitu."
Wang Chen masih tak percaya mendengar ucapan Feng Ying. Bocah itu yang mengacak acak organ dalam musuh? Tapi Feng Ying tetap saja berwajah santai tanpa adanya beban sama sekali.
Feng Ying melihat ke arah pintu. Ia agak terkejut melihat pintu membeku. Ia menoleh ke arah Wang Chen, "Apa kau yang membekukan pintu itu, Chen?"
Wang Chen menoleh ke arah Feng Ying. Ia pun melihat ke belakang, di mana pintu keluar berada, "Iya.. Tapi aku juga tidak tau bagaimana caraku melakukannya. Aku hanya refleks saja melakukan itu."
Feng Ying berdiri dan menghadap Wang Chen, "Kalau begitu.. Kau bisa mencobanya lagi. Bila kau bisa menggunakan elemen es, berarti itu akan sangat membantu."
"Akan kucoba. Tapi aku tak tau ini akan berhasil atau tidak," Wang Chen mengarahkan telapak tangannya ke lantai. Ia memfokuskan fikiran untuk membuat lantai membeku, walaupun tidak tau caranya.
Wang Chen mengalirkan Qi pada telapak tangan dan mengubah Qi itu menjadi udara dingin yang dapat membekukan. Tak lama, lantai mulai membeku karna kekuatan Wang Chen.
Melihat itu, Wang Chen tersenyum bahagia dan mengakhiri kegiatannya.
Feng Ying tersenyum antusias, "Kalau begitu.. Kita bisa mengalahkan mereka sekarang juga!"
Feng Ying tiba tiba saja langsung duduk bersila di lantai, "Tapi setelah aku mengisi kekuatanku kembali" ucapnya dengan nada malas.
"Aku lupa memberitaumu, Ying. Di luar sana, ada banyak musuh. Mereka tidak akan membiarkan kita diam di sini dan memberikan kita waktu untuk bersantai. Mereka pasti akan masuk ke dalam, cepat atau lambat" ucap Wang Chen.
Feng Ying menatap Wang Chen kesal, "Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi?!"
__ADS_1
Wang Chen menggaruk tengkuknya, "Hehe.. Aku lupa memberitaukannya. Karna aku terlalu khawatir denganmu tadi."
"Baiklah.. Aku takkan lama. Kau tunggu saja aku menyelesaikan kultivasiku selama 10 menit."
Wang Chen terkejut, "10 menit?! Kau tidak bercanda?! Singkat sekali. Apa dantianmu akan terisi penuh oleh Qi hanya dengan waktu 10 menit?"
"Jangan banyak bicara. Sekarang kau jaga saja agar es yang membekukan pintu itu tidak pecah. Jangan sampai ada orang masuk dan kau.. menjauhlah dariku, karna aku takkan bisa fokus bila kau masih di dekatku."
Wang Chen mengangguk. Ia berjalan ke arah pintu dan berdiri menghadap pintu. Karna ia tak kuat bila terus melihat keadaan mayat mayat di ruangan ini. Sehingga ia mengalihkan pandangan ke arah pintu.
Feng Ying menutup mata dan menghembuskan nafas. Iapun memulai kultivasi.
Asap asap hitam seakan keluar dari para mayat. Asap hitam itu bergerak menuju Feng Ying secara perlahan dan seakan masuk ke dalam tubuh Feng Ying.
Ketika kultivasi, tubuh Feng Ying terus dikelilingi oleh asap hitam. Namun dirinya tetap terlihat, karna asapnya tidak tebal. Wang Chen tak mengetahui ini sama sekali. Karna dia menghadap ke arah pintu. Namun selama itu, perasaannya sangat tidak nyaman. Karna dia merasakan energi negatif yang cukup banyak di ruangan ini.
Setelah 10 menit, Feng Ying berhenti berkultivasi. Ia menghembuskan nafas, "Lain kali aku tak akan melakukan kultivasi seperti ini. Bila tidak dalam keadaan terdesak."
Feng Ying berdiri dan berjalan ke arah Wang Chen. "Chen, aku sudah selesai."
Keringat terlihat di pelipis Wang Chen. Ia sedikit kelelahan karna terus mempertahankan es yang membekukan pintu. Apalagi, di luar musuh selalu melakukan serangan pada pintu dan membuat Wang Chen harus ekstra dalam menggunakan kekuatannya.
"Sudah cukup, kita akan keluar saja Chen."
"Apa kau yakin, Ying?" ucap Wang Chen dengan ragu.
Feng Ying mengangguk. Ia berjalan semakin dekat dengan pintu hingga kini berada tepat di depan. Feng Ying mengepalkan tangan dengan kuat dan memukul pintu di depannya.
Krrakk
Praankk
Es yang melapisi pintu langsung pecah seperti kaca. Feng Ying memegang gagang pintu dan membukanya dengan cepat. Sementara Wang Chen berdiri di belakang Feng Ying untuk menghindari hantaman pintu nantinya.
Feng Ying segera keluar dan mengambil belati di balik pakaiannya. Ia langsung menyerang orang yang berada paling dekat di pintu.
__ADS_1
Srraatt
Brrukk
Satu orang murid senior yang ada paling dekat di pintu langsung mati dan tubuhnya jatuh ke bawah. Semua orang yang selamat di dekat pintu langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan yang mungkin akan Feng Ying lakukan lagi.
Setelah Feng Ying keluar, Wang Chen juga ikut keluar. Walaupun Qi nya sudah berkurang lumayan banyak, namun Wang Chen tak akan diam saja. Ia tidak mau menjadi beban dan ingin bisa membantu Feng Ying.
"Lumayan banyak. Tapi mereka lebih lemah dari pada para tetua tadi" batin Feng Ying.
Feng Ying melirik Wang Chen, "Chen.. Kau siap?"
Wang Chen melirik Feng Ying dan mengangguk. Ia berlari ke arah musuh, bersama dengan Feng Ying. Keduanya langsung memisah ke arah yang berbeda.
Feng Ying ke kanan, sementara Wang Chen ke arah kiri musuh. Dengan begini, musuh mengalihkan pandangan ke arah yang berbeda. Ada yang melihat ke arah Feng Ying, namun ada juga yang melihat ke arah Wang Chen.
"Itu dia! Tangkap keluarga Luo itu!" ucap seorang murid senior. Di kakinya terlihat kilatan kilatan petir. Setelahnya, ia bergerak mendekat ke arah Wang Chen dan bersiap menyerang.
Wang Chen menyadari adanya serangan. Ia langsung mengarahkan telapak tangan ke depan dan membuat musuh yang mendekat padanya menjadi beku. "Huft.. Dia sangat cepat. Tapi untungnya aku memiliki kemampuan es."
"Dia.. Dia melakukannya lagi! Tangkap dia secepatnya!" ucap murid inti.
Orang orang yang memandang Feng Ying langsung beralih menatap ke arah Wang Chen. Bersamaan dengan itu, Feng Ying langsung melakukan aksinya.
"Kalian lengah!"
Feng Ying langsung bergerak dengan sangat cepat. Bahkan hampir tak ada yang bisa menghindari serangan bocah itu.
Seorang murid senior menahan serangan belati Feng Ying. Ia juga langsung melakukan tendangan dan hal ini membuat Feng Ying melompat mundur.
Feng Ying hanya dapat membunuh 5 orang saja dalam waktu sepersekian detik ini. Karna seorang murid senior menghentikan pergerakannya tadi.
Beberapa musuh yang ada dihadapan Feng Ying berkurang karna mati dan karna sebagian menyerang ke arah Wang Chen.
Feng Ying menatap senior yang dapat menahan serangannya tadi. "Tatapan tenang, mata hijau dan rambut hitam.. Dia si papan datar itu!" batin Feng Ying dengan terkejut.
__ADS_1