Feng Ying

Feng Ying
145 -Shan Ming Dan Shan Ai


__ADS_3

"Hoho, kau menantang kami?" Ucap salah satu pria dengan sombong.


Grraaoo


Wang Feng berubah menjadi seukuran harimau biasa lebih. Ia langsung melompat dan menyerang salah satu dari ketiga orang di hadapannya.


Wang Chen tidak hanya diam. Ia tiba tiba menghilang dengan cepat dan muncul dari arah samping seorang pria. Ia menyerang menggunakan pukulan. Namun, serangannya langsung ditangkis lawannya.


Wang Chen melakukan tendangan agar pria yang menjadi lawannya memberi jarak. Lalu ketika lawannya akan melompat mundur, dirinya langsung mencengkram satu tangan lawannya dan membekukannya.


Pria itu terkejut karna tangannya tiba tiba membeku setelah dicengkram beberapa saat oleh Wang Chen tadi. Ia memberikan tendangan pada Wang Chen, namun segera ditangkis oleh tangan Wang Chen.


"Dia memiliki elemen es?" Batin pria itu dengan serius. Ia mencoba mencairkan es yang membekukan tangannya dengan menggunakan elemen api miliknya. Namun, es sangat sulit dicairkan. "Kenapa sulit sekali?!"


Wang Chen tersenyum melihat wajah agak panik dari lawannya. Ia pun memberikan serangan badai salju yang memutari tubuh lawannya. Salju dan udara yang mengelilingi tubuh lawannya sangat dingin, bahkan membuat lawannya yang memiliki elemen api kedinginan.


"Senior!" Seorang wanita yang menjadi teman dari lawan Wang Chen nampak terkejut ketika melihat apa yang sudah dilakukan Wang Chen terhadap seniornya. "Kau..!" Ia menatap Wang Chen dengan marah. Setelah itu, ia melesat ke arah Wang Chen. Ia ingin membuyarkan konsentrasi Wang Chen, agar pemuda itu menghentikan jurusnya.


Pukulan, tendangan dan tebasan dilakukan wanita itu pada Wang Chen. Namun, Wang Chen hanya menangkis dan menghindar saja. Ketika sedang menghindar, wanita itu tak sengaja membuat topi jeraminya terlepas dari kepala Wang Chen. "Cih!" Wang Chen mendecih kesal.


"Aku akan.." Wanita itu tiba tiba terdiam di tempat dan tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat wajah Wang Chen. "Tampan sekali. Dia pria idamanku."


"Apa yang kau lakukan?! Kenapa hanya diam?! Cepat bantu senior kita!" Ucap seorang pria yang sedang melawan Wang Feng.


Wanita itu tersadar dari lamunannya. Namun sudah terlambat. Karna Wang Chen sudah berada di hadapannya dan memukul perutnya hingga ia terdorong beberapa langkah ke belakang.


"Ugh.. Uhuk.." Wanita itu terbatuk. Belum sempat dirinya merespon apa yang baru saja terjadi, belasan pedang yang terbuat dari es melesat ke arahnya dan menusuk tubuhnya. "Ugh.."


Badai salju yang mengelilingi tubuh yang dilawan Wang Chen tadi kini sudah berhenti. Terlihat bila pria itu menjadi beku dan tak bisa bergerak. Ia saat ini seperti patung es.


"Uhuk.." Wanita itu terbatuk dan berlutut di tanah dengan luka di sekujur tubuhnya. "Kau.. K-kau pria yang kasar pada wanita.." Ucapnya dengan agak kesulitan.


Wang Chen tersenyum miring, "Tidak peduli lawanku pria atau wanita, aku akan melawannya!"

__ADS_1


Grraaooo!


Wang Feng bergerak menerkam kepala lawannya, hingga leher dari lawannya patah karna gigitan yang ia lakukan. Ia bahkan langsung mengunyah kepala lawannya.


Krakk Kraakk Kraakk


Tulang yang dikunyah Wang Feng terdengar samar. Tapi ini sudah cukup membuat musuh yang tersisa merasa ketakutan. Tinggal dirinya sekarang. Seniornya sudah membeku. Sementara temannya kini sudah mati dengan kepala yang dimakan oleh Wang Feng.


"Sekarang kau ikutlah dengan teman temanmu!" Wang Chen membuat pedang beku di tangannya. Ia pun menebas kepala wanita itu yang kini sidah ketakutan.


***


Feng Ying melihat poster yang ada di tangannya. "Mungkin sekarang berita ini sudah tersebar di banyak tempat. Bahkan di Ibu kota ini sudah tersebar. Jika seperti ini, ruang untukku bergerak sangat terbatas." Gumamnya dengan kesal. "Semoga saja dia cepat membawakan pil itu." Ia langsung menyimpan kembali poster ke dalam cincin ruangnya.


Beberapa saat setelah Feng Ying berucap demikian, pintu tiba tiba saja terbuka, memperlihatkan sosok Wang Chen yang berjalan masuk bersama Wang Feng.


"Kau lama sekali." Feng Ying berekspresi kesal. Ia pun melihat Wang Chen dari atas sampai bawah. Terdapat beberapa bercak merah di pakaiannya. Begitupun dengan bulu Wang Feng. "Apa yang sudah kalian lakukan? Apa ada seseorang yang berusaha mengambil sesuatu dari kalian?"


Wang Chen tersenyum tipis, "Begitulah. Kami terlibat sedikit pertarungan." Ia terdiam sejenak, kemudian kembali berucap dengan senang, "Ying aku mendapatkan apa yang kau perintahkan. Aku bahkan mendapatkan 10 butir pil itu! Bukan hanya pil, aku juga mendapatkan satu botol darah Phoenix! Dengan darah phoenix, pedang kita bisa menjadi lebih kuat lagi! Uangmu juga masih sisa 3.000 koin emas."


"15.000 koin emas! Lalu pil itu kubeli dengan harga 12.000 koin emas!" Wang Chen tersenyum lebar.


Feng Ying langsung memukul kepala Wang Chen dengan kesal, "Kenapa kau membeli darah phoenix?! Apalagi harganya sebesar itu! Aku hanya butuh pil perubah saja! Tidak yang lain!"


Wang Chen mengelus kepalanya dan merintih kesakitan, "Ssstt.. Tapi 'kan dengan itu kita bisa memperkuat pedang kembar."


Feng Ying mendengus kesal. "Untuk sekarang aku memaafkanmu. Tapi bayaranmu kupotong untuk minggu sekarang, menjadi 50 koin emas saja!"


"He? Kenapa begitu? Ah, Ying.. Jangan seperti itu.." Wang Chen memasang wajah memelas.


"Tidak. Itu salahmu sendiri karna membeli sesuatu memakai uangku tanpa bertanya padaku lebih dulu!" Feng Ying mengulurkan tangannya. "Sekarang berikan kedua benda yang kau beli itu dan kembalikan uangku yang tersisa."


Wang Chen cemberut. Namun ia melakukan apa yang dikatakan Feng Ying. Sementara, Feng Ying langsung memasukkan uang sisa yang diberikan pada Wang Chen tadi dan mengambil kantung kecil lain di dalam cincin ruangnya untuk diberikan pada Wang Chen. "Itu bayaranmu untuk minggu ini." Ucap Feng Ying dengan nada yang masih kesal.

__ADS_1


Wang Chen masih cemberut karna Feng Ying sudah memutuskan memotong bayarannya minggu ini. Namun bila ia protes pun, Feng Ying takkan mempedulikannya. Jadi Wang Chen hanya menerima itu dan memasukkannya ke dalam cincin ruang.


Feng Ying memperhatikan pil yang berada dalam botol kaca yang ia pegang. "Lumayan. Berapa lama efeknya bila aku meminum satu pil ini?"


"1 bulan." Ucap Wang Chen singkat.


"Lalu darah phoenix? Bagaimana cara menggunakannya?" Feng Ying kini memperhatikan cairan merah yang ada di tangan kirinya.


"Kau hanya perlu menumpahkan sebagian darah itu pada pedangmu dan aku juga akan melakukan hal yang sama pada 'kucing' ku."


"Baiklah, akan kucoba terlebih dahulu." Feng Ying mengambil pedang yang tergeletak di atas meja dan membuka tutup dari botol kaca yang berisi cairan merah. Sementara botol kaca yang berisi pil, ia simpan di atas meja.


Tes.. Tes..


Sebagian cairan merah yang ada pada botol kini sudah membasahi besi dari pedang Feng Ying. "Kurasa tak ada yang berubah." Ketus Feng Ying.


"Biar kucoba!" Wang Chen merebut botol kaca dari Feng Ying. Ia pun mengambil pedang miliknya dari dalam cincin ruang dan menumpahkan isi yang tersisa pada pedangnya.


"Tidak ada gunanya. Kita malah membuat lantai jadi kotor!" Kesal Feng Ying.


Belum lama setelah Feng Ying berucap demikian, tiba tiba kedua pedang milik mereka bersinar.


Feng Ying, Wang Chen dan Wang Feng sedikit menutup mata karna cahaya agak silau. Setelah beberapa saat, ketiganya membuka mata kembali dan terkejut melihat adanya dua orang asing.


"Shan Ai?! Bagaimana bisa.." Wang Chen tak bisa berkata kata. Salah satu dari dua orang itu adalah roh pedang miliknya. Seorang wanita yang tampak berumur 20 tahun, memiliki wajah yang cantik, berambut silver panjang dan iris mata biru.


"Kau?!" Feng Ying juga terkejut karna roh pedangnya kini memiliki bentuk manusia. Ukuran tubuhnya yang lebih pendek darinya dan wajahnya yang terlihat seperti anak perempuan. Rambutnya berwarna silver dengan iris mata merah.


"Woah! Akhirnya kita bisa mengambil bentuk tubuh manusia lagi!" Ucap Shan Ming, roh pedang Feng Ying.


Seorang wanita yang merupakan roh pedang Wang Chen ikut tersenyum senang. Kini ia tidak lagi hanya berbentuk roh. Tetapi kini ia memiliki bentuk tubuh fisik.


...~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~...

__ADS_1


Maaf sekarang updatenya suka 2 hari sekali dan setiap chapternya sedikit, soalnya Author lagi ga punya banyak ide🙏 Kalau Author ada banyak ide, nanti mungkin updatenya bakal sehari satu chapter lagi dan satu chapter akan diperpanjang katanya. Sekian, makasih buat yang masih baca novel Author sampe sekarang dan selalu membeeikan dukungannya🙏>_<


__ADS_2