Feng Ying

Feng Ying
59 -Hati Giok Hitam


__ADS_3

"Apa kau masih tidak mau memberitaukannya pada kami?!"


Tang Shen terengah engah. Di tubuhnya banyak bekas cambukan. Dirinya berada di dalam sebuah penjara. Namun bukan di dalam jeruji besi. Dia memang berada di penjara. Tapi berada di bagian ruangan lainnya yang ada di penjara. Kedua tangan Tang Shen terikat oleh rantai yang ada di dinding.


"Cih, percuma menyiksanya. Dia tidak mau membuka mulut" ucap salah satu patriarch.


"Sebaiknya kita segera ke halaman istana saja. Yang kita nantikan akan segera tiba" ucap patriarch yang satunya. Iapun mulai berlalu pergi menuju pintu dan keluar.


Patriarch yang ada di depan Tang Shen menggertakkan gigi kesal sambil menatap Tang Shen, "Keras kepala! Tidak ada gunanya kami menahanmu!"


Setelah mengatakan itu, patriarch langsung pergi. Kini, hanya ada Tang Shen di dalam ruang penyiksaan itu.


"Halaman.. Istana?" gumamnya.


Tang Shen tadi ditanya tentang tujuan datang ke istana, lalu ditanyakan juga asal usulnya. Namun Tang Shen tak menjawab pertanyaan kedua patriarch itu sama sekali. Jadi, Tang Shen dicambuk hingga puluhan kali.


"Ada apa dengan.. Halaman istana?" batin Tang Shen.


***


Di dalam ruangan tahta, Feng Ying masih tergeletak di lantai. Nafasnya kini sudah stabil. Iapun duduk bersila dan melakukan kultivasi.


Tentunya bukan kultivasi pada umumnya yang menyerap energi alam. Kultivasi yang akan dilakukan Feng Ying adalah menyerap energi negatif pada orang yang sudah mati. Feng Ying menggunakan cara kultuvasi seperti ini bila saat ingin mengisi kembali Qi dengan cepat dan bila saat terdesak. Saat di kamar tamu, ia mengisi Qi dengan cara seperti ini.


Kultivasi menyerap energi negatif dari orang yang sudah mati memang sangat efektif untuk mengembalikan Qi yang habis dan sangat efektif untuk menaikkan tingkat kultivasi dengan cepat.


Namun tentunya, sesuatu yang menakjubkan itu ada harganya. Dari lahir, hati Feng Ying adalah hati giok hitam. Hati yang tak memiliki belas kasihan. Bila Feng Ying menggunakan teknik kultivasi menyerap energi negatif dari orang yang sudah mati, maka hati giok hitam itu akan semakin pekat dan bisa saja membuat Feng Ying menjadi sosok yang berbeda.


Saat kecil, Feng Ying memang menyayangi keluarganya dan mencintai mereka. Namun setelah beberapa kali menggunakan teknik kultivasi seperti ini untuk mengembalikan Qi nya yang habis membuat rasa sayang dan cintanya pada keluarga menghilang. Digantikan dengan rasa hormat. Semua yang ia lakukan pada keluarganya tidak lebih dari rasa hormat saja.


Bila sesuatu yang buruk terjadi pada keluarganya, kemungkinan besar Feng Ying takkan peduli. Hati giok hitam miliknya saat ini sudah sangat pekat dan membuatnya tak memiliki rasa belas kasihan sama sekali.

__ADS_1


Jika ada seseorang yang sudah berbuat baik dan membantu Feng Ying, bukan berarti Feng Ying juga akan melakukan hal demikian pada orang itu. Meski orang tersebut juga sudah dekat dengan Feng Ying, bukan berarti dapat melemahkan hati giok hitam miliknya dan membuat Feng Ying peduli.


Tidak akan mudah menaklukan hati giok hitam Feng Ying. Bahkan bila ketika Feng Ying belum melakukan kultivasi menyerap energi negatif dari orang mati dan ketika dirinya masih menyayangi keluarganya. Pada saat itu, Feng Ying hanya menyayangi keluarganya. Walaupun ada orang yang berbuat banyak kebaikan padanya, tidak membuat Feng Ying memiliki belas kasihan pada orang tersebut.


Kultivasi dengan menyerap energi negatif orang mati hanya bisa dilakukan oleh Feng Ying. Sementara, keluarganya tidak bisa melakukan itu. Bahkan mereka juga tak tau tentang kultivasi ini.


Feng Ying bisa mengetahui cara kultivasi seperti ini dari Jian. Jian juga mengatakan bila hanya dirinya yang bisa melakukan kultivasi seperti ini. Feng Ying tidak tau kenapa hanya dirinya yang bisa melakukannya.


***


Setelah 1 jam berkultivasi, akhirnya Feng Ying mengakhiri kultivasinya. Qi nya tidak hanya mengisi kekuatan Feng Ying yang habis. Namun kini, Feng Ying naik tingkatan. Awalnya dia hanya berada di tingkat grandmaster bintang 5, sekarang dirinya berada di tingkat prajurit bintang 1.


Kenaikan kekuatannya memang sangat mengerikan. Hanya dalam waktu 1 jam, Feng Ying bisa naik 5 bintang. Energi negatif dari semua mayat mayat kultivator aliran hitam yang di ruangan ini memang cukup pekat. Hingga membuat Feng Ying bisa naik 5 bintang.


Feng Ying menyerap habis seluruh energi negatif dari semua mayat. Tidak seperti saat di ruang tamu, di mana penumbalan dilakukan. Ia tak menyerap energi negatif mereka sampai habis.


Feng Ying melirik ke arah Wang Chen. Bocah itu masih belum sadar juga. "Haish.. Dia ini lama sekali bangun!" gerutunya.


Tempat air yang terbuat dari bambu saat ini sedang dipegang oleh Feng Ying. Iapun berjongkok di samping Wang Chen dan langsung membuka mulut Wang Chen.


Feng Ying memasukkan air yang ada di dalam bambu itu ke mulut Wang Chen yang pingsan.


Gluukk


Glukkk


Glukkk


"Argh, bhuuufftt."


Posisi Wang Chen langsung duduk. Ia juga langsung menyemburkan air dari dalam mulutnya ke arah samping.

__ADS_1


"Hah.. Hah.. Hah.."


Wang Chen terengah engah. Ia tidak bisa menelan air ketika keadaan sedang pingsan. Lalu apa yang akan terjadi padanya bila saja air itu terus dimasukkan ke dalam mulutnya tadi?


Wang Chen terbatuk beberapa kali. Ia seperti baru saja tenggelam dan air masuk ke dalam tubuhnya.


"Chen..!!"


Sebuah suara yang menekan terdengar oleh Wang Chen. Ia menoleh ke samping dengan masih terbatuk. Iapun terkejut ketika melihat wajah Feng Ying basah oleh air.


Feng Ying tampak marah, "Chen..! Kau..! Kenapa menyemburkan air ke wajahku?! Sekarang wajahku basah karnamu!"


Feng Ying langsung membasuh mukanya dengan air yang tersisa di dalam bambu. Ia yang berniat mengerjai Wang Chen, malah dirinya yang terkena imbas dari kejailannya sendiri.


"Uhuk.. Maaf Ying, aku tak senga..," Wang Chen tak melanjutkan ucapannya. Karna ia melihat tempat air dari bambu di tangan Feng Ying. Kini, gilirannya yang marah. "Jadi kau yang memasukkan air ke dalam mulutku, hm?!"


Feng Ying berkedip. Kenapa sekarang yang marah adalah Wang Chen?


"Kau menyebalkan! Aku merasa seperti akan mati. Kau tau? Untung saja aku langsung bangun dan memuntahkan air itu!" ucap Wang Chen kesal.


Wang Chen terus berbicara pada Feng Ying dengan nada marah dan protesan. Hingga akhirnya ia berhenti bicara saat Feng Ying mulai membuka suara, "Berhentilah mengomel seperti itu. Kau seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya saja.


Lihatlah, aku juga basah karnamu! Kau menyemburkan semua air itu ke wajahku! Untung saja pada saat itu aku tak membuka mulutku. Bila tidak, maka air itu akan masuk ke dalam mulutku!" ucapnya kesal.


"Itu salahmu sendiri! Kau yang memulai!" ucap Wang Chen.


Feng Ying mendengus, "Hmph! Lupakan tentang semua kejadian ini. Kita harus segera ke halaman istana!"


Wang Chen mengerutkan kening. "Untuk apa ke sana?"


"Kaisar yang baru itu ada di halaman istana. Dia pasti tak sendiri. Kita harus segera ke tempat itu karna aku merasakan hal yang buruk akan terjadi, bila kita tidak segera datang ke sana!" ucap Feng Ying dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2