
Feng Ying terkejut ketika mengetahui salah satu dari dua orang yang masuk ke dalam kamar. Feng Ying pernah mengerjainya dan membuatnya marah dua kali. Ya, dia adalah Hao Yu.
Hao Yu juga nampak terkejut. Namun, wajahnya perlahan berubah. Wajahnya nampak masam saat ini ketika melihat Feng Ying. Dia dan Feng Ying saling bertatapan.
Wang Chen dan teman Hao Yu hanya memperhatikan bagaimana kedua orang itu. Karna mereka tak mengerti apapun dengan masalah keduanya. Nama teman Hao Yu adalah Lu Tuoli.
"Tck, kenapa aku selalu saja bertemu dengan anak sialan ini!" kesal Hao Yu.
Lu Tuoli terkejut mendengar ucapan Hao Yu yang kesal, "Apa kau mengenalnya? Siapa dia?", Lu Tuoli menunjuk Feng Ying.
Feng Ying sendiri melipat tangannya di dada. Ia tersenyum, "Bagaimana serigala yang aku hadiahkan pada senior? Apa senior sangat suka?"
Hao Yu menjadi geram dengan Feng Ying, "Kau..," Hao Yu berniat memukul Feng Ying. Namun, Feng Ying menghindar ke samping yang membuat Hao Yu terjatuh ke lantai. Karna tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Hahaha," Feng Ying tertawa melihat wajah Hao Yu yang membentur lantai, "Apa rasa lantai sangat enak, ya? Senior. Sampai sampai kau ingin memakannya?", Feng Ying tersenyum mengejek.
Wang Chen terkejut melihat hal itu. Namun iapun langsung menutup mulutnya untuk menutupi suara tawa yang ingin keluar. Lu Tuoli sendiri langsung membantu Hao Yu berdiri, "Apa yang ingin kau lakukan tadi, Yu?! Kau jangan menyerang peserta lain!" ucap Lu Tuoli yang masih memegangi pergelangan tangan Hao Yu untuk membantunya berdiri.
Hao Yu melepaskan cengkraman tangan Lu Tuoli dengan kasar, "Memangnya kenapa?! Dia yang memulainya duluan. Bila saja saat ujian pertama aku tidak bisa mengalahkan semua serigala yang ia arahkan padaku, mungkin aku sudah mati. Jadi, sekarang aku ingin membalas perbuatannya."
"Wah, ternyata murid senior hanya berani pada junior. Semua murid senior di depanku ini pengecut sekali, ya?", Feng Ying tersenyum mengejek.
Hao Yu yang melihat tingkah Feng Ying, ingin sekali memukulnya ratusan kali. Ketika Hao Yu ingin memberikan pukulan pada Feng Ying, tangan yang ingin ia gunakan untuk memukul segera dicengkram oleh Lu Tuoli.
"Apa yang dia katakan benar. Bila kau tidak mau disebut pengecut, jangan melawannya" ucap Lu Tuoli. Sebenarnya ia juga kesal mendengar ucapan Feng Ying yang mengatakan 'semua murid senior di depanku ini pengecut'. Namun, bila ia melawan Feng Ying, maka sama saja apa yang Feng Ying katakan memang benar.
Lu Tuoli langsung menarik Hao Yu untuk keluar dari kamar. Hao Yu menatap Feng Ying dengan tajam, "Lain kali, aku pasti akan membalasmu anak sialan!"
Hao Yu dan Lu Tuoli pun keluar dari dalam kamar. Kini hanya ada Feng Ying dan Wang Chen di dalam kamar.
Wang Chen berdiri dari duduknya. Iapun menghampiri Feng Ying, "Apa menurutmu itu tidak keterlaluan? Bagaimana bila kau mendapatkan masalah dari mereka?"
Feng Ying menatap Wang Chen sambil tersenyum. Ia masih melipat tangannya di dada, "Aku akan baik baik saja. Lagi pula, bila mereka memang bukan seperti apa yang kukatakan, mereka tidak akan menyerang junior sepertiku."
Wang Chen memgang dagunya dan mengangguk setuju, "Kau benar juga. Sepertinya tidak apa. Tapi lain kali jangan membuat masalah seperti itu."
"Huh, biarkan saja. Saat melihat wajah kesal mereka, rasanya sangat puas," Feng Ying memegang dagunya, "Kira kira apa lagi yang akan kulakukan pada mereka, ya?"
"Sudahlah, tidak perlu memikirkan itu."
__ADS_1
"Kau benar juga. Lagi pula, aku sedang tidak ada ide untuk mengerjainya lagi. Mungkin lain kali saja," Feng Ying terkekeh.
"Kau ini nakal sekali. Mereka adalah senior kita. Walaupun belum tentu nanti mereka akan menjadi senior satu sekte bersama kita. Tapi, kita tidak boleh seperti itu pada senior."
"Kau ini membosankan sekali. Sepertinya kau belum pernah mengerjai orang lain, ya? Jadi kau tidak pernah merasakan rasanya berhasil mengerjai orang lain. Tapi, aku akan melatihmu lain kali."
Wang Chen hanya memiringkan kepalanya. "Bukankah bila mengerjai orang lain hingga membuat orang marah seperti apa yang kau lakukan tadi adalah hal yang salah?"
"Hm.. Tidak juga. Mengerjai orang lain bukan berarti tindakan yang salah. Itu adalah hal yang benar. Karna kau membuat orang terhibur. Jadi itu tindakan baik."
Wang Chen nampak mengangguk angguk. Ia langsung terpengaruh dan mempercayai omong kosong yang dikatakan Feng Ying tanpa mencurigainya sama sekali. "Aku baru mengetahuinya. Jadi kita harus sering jahil pada orang lain, ya?"
Feng Ying tersenyum, ia mengangguk angguk puas, "Bagus, bila kau mengerti. Jika orang lain mengataimu, maka kau harus membalas ucapan mereka. Hingga mereka tak bisa membalasnya lagi."
Wang Chen mengangguk angguk. Dirinya yang polos mudah sekali dibohongi oleh Feng Ying. Feng Ying terkekeh melihat reaksi Wang Chen.
***
Keesokan harinya, semua peserta yang tersisa berkumpul di sebuah lapangan luas. Di hadapan mereka saat ini ada seorang pria paruh baya yang merupakan salah satu panitia turnamen.
"Ujian tahap kedua dilaksanakan di hutan. Namun kali ini, kalian tidak harus mengumpulkan core demonic beast seperti kemarin. Kali ini, kalian akan menjadi mangsa dan pemangsa."
Melihat kebingungan semua peserta, panitia turnamen mulai menjelaskan, "Setiap orang akan mengambil sebuah nomor di dalam kotak yang ada di depan saya," panitia menunjuk sebuah kotak kayu yang sekarang ada di atas meja.
"Kalian bisa mengambil satu kertas dari dalam sini. Misalnya kalian mendapatkan nomor 4, maka target kalian adalah peserta yang memiliki nomor 4. Kalian harus mengambil token peserta miliknya untuk mendapatkan 3 poin. Token peserta yang kalian miliki juga memiliki nilai 3 poin.
Namun, bila kalian mengambil token peserta selain dari target kalian, maka token peserta hanya akan memiliki nilai 1 poin. Kalian harus mengumpulkan sebanyak 6 poin agar bisa lolos dalam ujian tahap kedua ini. Kalian bisa mengambil token peserta dengan cara apapun bahkan kalian bisa membunuhnya.
Kalian harus mengingat nomor setiap peserta. Karna kemarin kita sudah mengumumkan pemilik setiap nomor, maka sekarang kalian hanya harus mengambil satu kertas dari dalam sini."
Semua peserta agak keberatan dengan ucapan panitia yang mengatakan bisa membunuh peserta lain. Namun, mereka tidak bisa protes. Lagi pula, dalam pengumuman saat itu memang diterangkan bahwa wali dari peserta tidak bisa menuntut bila ada peserta yang tewas karna turnamen ini.
Jadi, semua peserta hanya bisa mengangguk faham ketika mengerti penjelasan panitia. Beberapa diantara mereka ada yang mengingat setiap nomor peserta, ada juga yang tidak mengingatnya. Apalagi Wang Chen. Ia tidak mengetahui satupun nomor setiap peserta. Iapun menjadi bingung harus bagaimana.
"Kalian berbaris dan datang kemari satu persatu untuk mengambil nomor target kalian" ucap panitia.
Semua peserta mulai berbaris. Mereka mengambil kertas di dalam kotak secara bergantian. Setelahnya, mereka kembali ke tempat masing masing dan mulai melihat nomor di dalam kertas. Mereka tentu tidak akan memberitahukan siapa target mereka pada orang lain.
Feng Ying berekspresi dengan santai, "Hehe, aku mengingat orang yang memiliki nomor ini."
__ADS_1
"Siapa peserta bernomor 20 ini? Aku tidak mengetahuinya," Wang Chen melirik ke kanan dan kiri untuk melihat token peserta lain. Namun, tentunya semua peserta menyimpan token mereka agar tidak dilihat oleh orang lain.
Kini, mereka bukan hanya menjadi pemangsa. Namun juga, menjadi mangsa. Mereka tidak tahu siapa orang yang sedang menargetkan mereka. Jadi, semua peserta saling mewaspadai satu sama lain.
"Baiklah, kalian sudah mendapatkan nomor target kalian. Ujian kedua.. Dimulai" ucap panitia.
Empat orang yang berada di titik berbeda membentuk gerakan tangan dan menggumamkan sesuatu. Setelahnya, kedua tangan mereka ditempelkan dalam permukaan tanah.
Seketika, cahaya mulai muncul di bawah setiap kaki peserta turnamen. Kini, para peserta tidak lagi bingung dengan apa yang terjadi. Karna mereka sudah pernah mengalami hal seperti ini saat ujian pertama.
Whhuuss
Para peserta menghilang dari lapangan sekte phoenix api yang berada di area murid dalam. Di sana saat ini hanya ada para tetua dari sekte phoenix api. Sementara para tetua sekte lain yang mengantarkan murid sekte mereka, berada di tempat tetua dan patriarch sekte phoenix api.
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
__ADS_1
*Immortal