Feng Ying

Feng Ying
51 -Jian


__ADS_3

Wang Chen terus menunggu di jarak beberapa meter dari ruangan. Ia menggigit jarinya dan terlihat cemas. "Apa Ying akan baik baik saja?"


Tiba tiba, Wang Chen teringat dengan Wang Feng. "Bagaimana keadaan Wang Feng sekarang? Apa dia baik baik saja?"


"Ini semua salahku. Bila saja aku tak menjadikan Wang Feng sebagai pengalihan, dia tidak akan tertangkap" gumam Wang Chen. Ia berfikir bahwa apa yang dikatakan Feng Ying benar. Wang Feng pasti sudah tertangkap. Biar bagaimanapun, kekuatan harimau bulan itu masih di bawah para tetua yang berjaga.


"Sekarang aku hanya bisa diam di sini. Aku tak bisa membantu apapun. Ying bertarung melawan musuh. Wang Feng ditahan karna diriku. Lalu aku hanya bisa diam di sini, tanpa melakukan apapun. Aku tak berguna! Aku hanya menjadi beban dan masalah bagi mereka berdua. Aku payah, tak bisa diandalkan!", Wang Chen menggertakkan giginya.


Wang Chen merasa sangat tak berguna. Disaat temannya berjuang, dia hanya bisa diam dan menunggu. Lalu untuk apa dia di sini?


***


Belasan menit sudah berlalu, namun Feng Ying tak juga keluar dari kamar tamu. Hal ini membuat Wang Chen cemas. Terlebih, ia tak bisa mendengar suara apapun dari dalam kamar tamu itu.


Ketika Wang Chen menyadari seseorang menuju ke arahnya, ia segera berlari dengan cepat menjauhi kamar tamu dan bersembunyi di balik pilar besar. Ia dari tadi mengalirkan Qi pada kalungnya, jadi tidak ada yang merasakan hawa keberadaannya.


Tiga orang aliran hitam nampak berjalan jalan di dekat kamar tamu. Namun mereka tidak masuk ke dalam dan langsung pergi menjauh setelah melihat bahwa tidak ada yang mencurigakan di sekitar tempat itu.


Wang Chen menghela nafas karna ketiga orang itu langsung pergi dan tak menyadari kehadirannya. Ia masih terus bersembunyi di balik pilar besar karna takut bila ada orang lain yang datang ke tempat ini.


Wang Chen terus menunggu hingga puluhan menit. Semakin lama, ia semakin khawatir dengan Feng Ying. Karna tidak ada tanda tanda bahwa bocah itu akan keluar. "Aku ingin masuk ke sana. Tapi aku tak bisa membuka pintu itu. Ying juga tidak ingin aku berada di sana" gumamnya.

__ADS_1


***


Feng Ying berdiri diantara tumpukan mayat. Kukunya kini sudah kembali normal. Sebenarnya kukunya bisa memanjang karna memakai jurus. Seluruh keluarganya bisa melakukan hal itu, kecuali adiknya yang paling kecil berumur 7 tahun. Karna dia masih terlalu kecil dan karna belum diajarkan jurus ini.


Satu mata Feng Ying yang berwarna hitam berubah menjadi putih kembali. Namun iris matanya masih berwarna merah. Feng Ying menatap sekitar. Semua orang sudah mati dan menjadi mayat dengan berbagai kondisi.


Ada yang semua isi perut mereka keluar, mata yang tercongkel, kepala hancur dan lain sebagainya. Hanya satu kesamaan dari mereka. Yaitu, tidak ada yang mati dengan anggota tubuh utuh. Semua tubuh mereka berantakan dan berserakan di mana mana.


Feng Ying bisa sangat lama bukan hanya karna bersenang senang saja dengan musuhnya. Namun juga karna menunggu musuhnya menyelesaikan ritual jurus mereka. Karna bila Feng Ying menghancurkan ritual itu begitu saja, maka semua penduduk kekaisaran Naga api ini akan memberontak. Bila terjadi, maka masalah akan semakin besar. Namun setelah ritual tadi selesai, Feng Ying membunuh musuhnya.


"Kekuatanmu seperti biasa, Jian. Sangat kuat" ucap Feng Ying sambil tersenyum. Padahal, tidak ada siapapun di ruangan ini selain dirinya.


"Hmph! Tentu saja"


"Kau memang dapat diandalkan ketika aku harus melawan orang orang seperti mereka. Tapi kau sangat tak berguna ketika sudah haus akan pembunuhan. Karna kau mengendalikan tubuhku secara paksa dan membunuh orang di sekitarku" ucap Feng Ying dengan ketus.


"Bukankah kau juga menyukainya? Kau sendiri memiliki hasrat membunuh yang kuat."


"Ya, hasrat membunuh itu semakin kuat karna ada dirimu. Saat kau mengendalikanku sepenuhnya karna sudah lama tak membunuh, kau membuatku beberapa kali terkena masalah. Kau juga bahkan membunuh teman lamaku saat itu."


"Heh, tapi kau tak menghentikanku. Kau hanya diam menyaksikan kematiannya di dunia jiwamu. Lalu aku ingin mengatakan padamu, tak perlu berpura pura marah karna kematian temanmu saat itu. Karna itu menyebalkan dan seakan kau tidak bersalah sama sekali."

__ADS_1


"Hmph! Aku memang tak bersalah. Karna kau yang melakukannya."


"Heh, kau selalu menyalahkanku. Sudahlah.. Aku malas berbicara denganmu. Karna aku sudah bersenang senang bersamamu, maka aku takkan mengganggu beberapa waktu dan aku juga takkan membantu apapun. Karna aku meminjamkan kekuatanku padamu juga karna keinginanku sendiri."


Setelah itu, tak ada lagi suara yang terdengar di kepala Feng Ying. Sebenarnya ia bisa mengalahkan semua orang di ruangan ini karna bantuan seseorang yang berada dalam tubuhnya. Tepatnya, sebuah kekuatan yang membentuk wujud menjadi dirinya di dalam ruang jiwa. Namun Feng Ying tak bisa mengendalikan kekuatan yang membentuk wujud itu. Karna wujud itu akan melakukan apapun yang diinginkannya. Feng Ying menamainya dengan Jian.


Jian akan mengambil alih tubuh Feng Ying hanya ketika dirinya maupun Feng Ying sudah lama tak membunuh manusia dan ketika hasrat membunuh Jian muncul. Maka tentunya ketika Jian yang mengambil alih kendali, dirinya akan melakukan pembantaian. Hasrat membunuh Jian, berarti hasrat membunuh Feng Ying juga.


Walaupun Jian mengambil alih kendali, namun Feng Ying masih tetap bisa mengetahui apa yang terjadi di dunia nyata. Feng Ying sendiri tak mencegahnya bahkan ketika orang yang dibunuh saat itu temannya. Ia tak mencegah ataupun memberontak pada Jian.


***


Feng Ying langsung berlutut di tanah dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia merasa lumayan pusing dan energinya juga sudah banyak habis. Walaupun Jian tadi mengendalikan sebagian dirinya saja dan saat bertarung menggunakan kekuatan Jian, namun tetap saja kekuatan Feng Ying juga terkuras.


Bila Jian hanya mengendalikan sebagian tubuh Feng Ying, maka kesadaran Feng Ying pun ada dan apapun yang dipegang/dirasakan oleh tubuh Feng Ying, maka Feng Ying juga merasakannya. Karna dirinya mengendalikan sebagian tubuhnya.


"Hah.. Hah.. Aku tak bisa bertarung lagi. Qi ku sudah habis. Aku memang bisa bertarung dengan kekuatan fisikku, tapi kekuatan lawan berada jauh di atasku. Aku tak bisa mengalahkan mereka untuk saat ini."


Feng Ying langsung duduk di lantai. Ia cukup lelah dan pusing saat ini setelah membagi kendali tubuhnya dengan Jian.


Tangan, wajah dan tubuh Feng Ying terciprat banyak darah. Namun Feng Ying tak mempedulikannya. Ia langsung berbaring di lantai dan tak peduli bila lantai itu kini sudah kotor karna pertarungannya.

__ADS_1


Pelindung kedap suara yang ada di ruangan perlahan menghilang karna Feng Ying kehabisan Qi untuk mempertahankannya.


"Hah.. Hah.. Hah.. Chen sebaiknya tak masuk ke tempat ini. Dia akan langsung bertanya banyak hal dan mungkin dia akan takut. Itu akan merepotkan, hah.."


__ADS_2