
"Ya, aku mencari ini!"
Feng Ying menyambar kalung yang digenggam oleh pria paruh baya di depannya.
"Sepertinya itu berharga bagimu, junior Ying. Sampai sampai kau langsung mengambilnya secara tiba tiba" ucap pria paruh baya itu sambil terkekeh kecil.
"Ini bukan milikku. Tapi milik um.. Teman" ucap Feng Ying dengan sedikit keraguan.
"Ah, begitu."
Feng Ying menggenggam kalung milik Wang Chen di tangannya. Iapun menatap pria paruh baya di depannya itu, "Sejak kapan kau kembali? Dan bagaimana kau bisa ada di kekaisaran Naga api ini? Lalu siapa kau sebenarnya?"
"Haish.. Satu persatu. Pertama, aku baru saja tiba di tempat ini. Kedua, aku adalah pengembara. Jadi aku ke kekaisaran Naga api hanya untuk singgah dan karna mendengar rumor tentang kekaisaran ini."
Feng Ying menaikkan sebelah alisnya dan terlihat tertarik untuk mendengarkan, "Rumor apa memangnya?"
Pria paruh baya itu tersenyum dan menjelaskan, "Dikatakan bahwa siapapun orang luar yang masuk ke dalam kekaisaran Naga api, maka setelah ia kembali ke tempatnya, dia tidak akan mengingat apapun yang dia lakukan di sini.
Seakan seseorang di kekaisaran Naga api tidak mau ada orang luar yang tau akan kondisi kekaisaran ini setelah penyerangan sekte aliran hitam beberapa tahun lalu."
Feng Ying nampak terdiam dan berfikir, "Jadi itu alasan mengapa orang orang aliran putih maupun netral yang ada di luar kekaisaran ini tidak melawan aliran hitam yang menguasai kekaisaran Naga api.
Mereka dibuat patuh saat di kekaisaran ini. Sehingga tidak ada yang menentang. Lalu setelahnya, ingatan mereka seakan dihapus setelah keluar dari kekaisaran ini. Tapi.. Bila orang lain bisa menjadi patuh pada orang orang aliran hitam di sini, maka kenapa aku, Chen, Wang Feng dan pria di depanku seperti tidak terpengaruh? Aku bahkan tak merasakan bahwa aku dihipnotis atau terkena ilusi."
Feng Ying menjadi sangat keheranan. Ia masih menatap permukaan tanah, semenjak dirinya mulai berfikir seperti ini. "Lalu apa yang membuat mereka dapat patuh? Apa semua makanan yang ada di restoran maupun penginapan penyebabnya? Itu mungkin saja.
Pasti banyak orang dari luar kekaisaran yang pergi ke penginapan ataupun restoran untuk istirahat sebentar. Lalu mereka diberikan makanan yang dapat membuat mereka patuh? Tapi apa mungkin?"
Pria paruh baya langsung menjentrikkan jarinya untuk membuyarkan lamunan Feng Ying dan itu berhasil, "Apa yang kau pikirkan junior Ying?" ucapnya dengan nada heran.
Feng Ying menggelengkan kepala. Iapun mengganti topik pembicaraan, "Bagaimana dengan semua warga yang ada di sana tadi?"
"Aku sudah membereskan mereka" ucap pria paruh baya dengan senyumannya yang khas.
"Kau berasal dari aliran hitam bukan?" ucap Feng Ying sambil menatap pria paruh baya di depannya dengan malas.
Pria paruh baya di depan Feng Ying terkejut, "Bagaimana kau bisa tau? Aku sudah memakai pakaian berwarna putih agar terlihat berasal dari sekte aliran putih maupun netral."
"Mudah saja. Kata 'membereskan' yang kau ucapkan tadi dan yang kau ucapkan padaku untuk menyuruhku pergi, mengartikan bahwa kau membunuh mereka. Hanya orang aliran hitam yang akan melakukan itu.
__ADS_1
Walaupun kau sudah tau mereka dikendalikan atau apapun itu, kau tidak mengikat atau membuat mereka pingsan. Tetapi kau langsung membunuhnya. Sama seperti yang dilakukan oleh orang aliran hitam. Tidak peduli dia warga biasa atau kultivator, orang aliran hitam akan membunuh orang itu bila mengganggu dirinya" jelas Feng Ying.
"Dia sepertinya adalah orang yang terliti" batin pria paruh baya. Iapun menatap Feng Ying dengan takjub, "Kau sepertinya tau banyak apa yang akan orang aliran hitam lakukan pada saat saat tertentu?"
Feng Ying menggelengkan kepala, "Tidak juga," ia terdiam beberapa saat dan menatap mata pria di depannya, "Kau tidak perlu berpura pura takjub pada pemikiranku ini. Jelas sekali bahwa kau sedang waspada."
Pria paruh baya di depan Feng Ying terkejut mendengar ucapan Feng Ying. "Dia bahkan bisa mengetahui keadaanku saat ini. Aku harus berhati hati dengan ucapan maupun tindakanku ketika berada di depannya."
"Ah, siapapun pasti akan menjadi waspada bila bertemu dengan orang yang terliti sepertimu. Karna mereka tak boleh sampai salah berucap sedikitpun agar kau tidak menuduhnya sebagai penjahat," pria paruh baya itu terkekeh kecil.
Feng Ying tersenyum ringan, "Mungkin begitu."
Feng Ying langsung pergi menuju tempat Wang Chen berada. Di belakangnya, pria paruh baya itu mengikuti.
***
Wang Chen menunggu Feng Ying dengan ketidaksabaran. Ketika ia melihat Feng Ying pergi ke arahnya, Wang Chen berkata dengan agak berteriak, "Ying! Bagaimana kalungku?! Apa kau menemukannya?!"
Feng Ying mendekati Wang Chen. Iapun mengulurkan tangan dan memperlihatkan kalung dari temannya itu, "Ini.. Aku sudah menemukannya."
Wang Chen segera merebutnya dari Feng Ying. Ia menatap Feng Ying kesal, "Lain kali jangan mengambil kalungku secara tiba tiba. Untung saja kalung ini tidak hilang. Bagaimana bila ini hilang?!"
"Bila kau tidak menariknya tadi, mungkin kalung ini tidak akan terlempar seperti tadi!"
"Lalu, bila kau tidak keras kepala tadi, maka kalung itu juga takkan terlempar!"
Feng Ying dan Wang Chen kembali berdebat. Mereka bahkan tak menghiraukan pria paruh baya yang datang bersama Feng Ying tadi.
Lumayan lama mereka berdebat, akhirnya Wang Chen mengalah, "Terserah saja. Tidak perlu membahas hal ini."
Feng Ying tertawa penuh kemenangan, "Aku sudah mengatakannya tadi, bila aku tidaklah salah dan sekarang terbukti bila kau yang salah."
Wang Chen memutar bola mata kesal. Iapun menatap ke arah kalung yang sedang dicengkramnya. Kalung itu masihlah kalung yang sama. Ia menghela nafas karna kalungnya bisa ditemukan.
Wang Chen melihat sekitar. Ia baru menyadari bila pria paruh baya yang membantu dirinya dan dua temannya tadi sudah ada di sini. Tapi sejak kapan? Wang Chen bahkan tak menyadarinya sama sekali. Ia terlalu fokus dengan Feng Ying.
Wang Chen tertawa canggung sambil menatap pria paruh baya itu yang kini masih tersenyum. "A-ha-ha-ha, maaf.. Tadi aku tak menyadari anda senior."
Pria paruh baya itu menggelengkan kepala, "Tidak apa. Kalian bisa melanjutkannya lagi."
__ADS_1
Wang Chen menggelengkan kepala, "Sudah cukup. Aku akan tetap kalah bila berdebat dengan Ying."
"Begitu, hm.. Kulihat kau adalah pemilik kalung itu. Apa kau anggota keluarga Luo?"
Wang Chen terkejut. Namun sedetik kemudian mengangguk. Iapun menatap Feng Ying seakan meminta penjelasan, mengapa pria paruh baya di depannya bisa tau bila kalung itu milik anggota keluarga Luo. Apa pria paruh baya itu memperhatikan bentuknya?
Feng Ying mengangguk ketika mendapat tatapan penuh pertanyaan milik Wang Chen, "Dia yang menemukan kalung itu ketika terjatuh. Jadi dia melihat gambar dan bentuk dari kalung itu dari dekat."
Wang Chen mengangguk. Iapun kembali menatap pria paruh baya di depannya. "Um.. Nama senior siapa? Senior berasal dari sekte mana?"
"Ahaha, maaf.. Maaf.. Aku tidak memperkenalkan diri tadi. Namaku Ming Hao. Aku hanyalah pengelana biasa yang kebetulan bertemu kalian di kota ini."
>> Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tingkat kekuatan di dunia ini:
*Pemula\=1-9
*Qi condensation\=1-9
*Qi foundation\=1-9
*Master\=1-9
*Grandmaster\=1-9
*Prajurit\=1-9
*Jenderal\=1-9
*Kaisar\=1-9
*Bumi\=1-7
*Langit\=1-7
*Immortal
__ADS_1