Feng Ying

Feng Ying
91 -Zhou Yan Dan Zhou Yuan


__ADS_3

Di suatu tempat di dalam hutan dengan pohon pohon tinggi menjulang ke atas. Terdapat seseorang yang menatap ke arah langit yang kini sudah malam. Langit ditaburi bintang bintang dan bulan sabit membuat langit terlihat indah.


Seorang bocah yang berada di atas pohon itu terus menatap ke langit dan tangannya mulai mengepal, "Tunggu saja.. Aku pasti.. Akan membalasmu." Gumamnya dengan tatapan benci.


"Tuan Muda Zhou."


Mendengar suara itu, membuatnya langsung melirik ke belakang dan melihat bahwa di atas permukaan tanah di depan saat ini berdiri sosok yang ia kenal. Orang yang ia kira sudah mati pada waktu itu dan saat kemarin, orang itu datang kembali padanya. Tentu saja ia sangat senang karna mengetahui bahwa selain dirinya, ada orang lain yang masih hidup. Terlebih, dirinya sangat mengenal orang itu dan sudah dekat dengannya. Karna orang itu adalah sahabat ayahnya.


"Paman Yuan." Ucap bocah itu dengan kepala dimiringkan, "Kenapa paman ada di sini?"


Paman Yuan yang dikatakan bocah itu tak lain adalah Zhou Yuan. Orang yang pernah menjadi pelayan pribadi dari Hao Yu. Ia tersenyum, "Tuan Muda sendiri kenapa ada di sini?"


"Aku hanya sedang mencari udara segar saja, tidak lebih dan paman, jangan panggil aku Tuan Muda. Lagi pula, paman adalah sahabat ayahku. Juga, keluarga Zhou sudah musnah sekarang. Jadi tak perlu memanggilku dengan sebutan 'Tuan Muda'."


"Tapi tetap saja, Anda adalah Tuan Muda keluarga Zhou."


"Tck, paman.. Aku tidak mau kau memanggilku seperti itu lagi. Bila tidak, maka aku akan marah pada paman," bocah di hadapan Zhou Yuan adalah Zhou Yan, bocah pengemis yang ditemui Feng Ying dan Wang Chen di dekat pelabuhan.


"Baiklah.. Karna aku tidak mau Anda marah. Maka aku akan memanggilmu dengan Yan'er. Bagaimana?"


Zhou Yan tersenyum dan mengangguk senang. "Seperti itu lebih baik. Dari pada tadi."


Zhou Yuan langsung melompat tinggi dan menapak di dahan pohon yang sama dengan Zhou Yan. Ia menatap langit dan arah hadap tubuhnya berbeda dengan Zhou Yan, "Hah.. Aku tau, kau pasti merindukan orang tuamu."


Zhou Yan tertegun. Ia masih duduk dalam posisi sama, "Kau benar, paman. Aku memang merindukan mereka."


"Jujur, aku juga seperti itu. Aku merindukan keluargaku dan ayahmu itu. Tapi mau bagaimana lagi? Mereka sudah tiada."


"Aku tau," Zhou Yan mengepalkan tangan tanpa memandang Zhou Yuan, "Tapi aku pasti akan membalaskan dendam atas kematian mereka pada orang orang itu.. Orang orang yang sudah menyerang keluarga kita, keluarga Zhou."


Zhou Yuan melirik Zhou Yan yang masih duduk menghadap tempat yang berkebalikan dengannya, "Yang salah adalah orang yang sudah mengirimkan orang orang itu."

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Karna bagiku, mereka tetap saja sama dan harus diberikan perhitungan. Nyawa harus dibayar oleh nyawa."


Zhou Yuan hanya bisa menatap Zhou Yan. Ia mengerti, bahwa walaupun ia sudah mengatakan berkali kali bahwa yang salah adalah orang yang mengirimkan pembunuh bayaran, namun tetap saja itu takkan berhasil. Karna bagi Zhou Yan saat ini, yang salah adalah para pembunuh bayaran itu.


Iapun memilih untuk mengganti topik pembicaraan, "Aku akan mengajarimu jurus pengendali boneka, Yan'er. Namun sebelum itu, aku akan mengambil buku yang ayahmu simpan padamu terlebih dahulu."


Zhou Yan terkejut sekaligus bingung. Zhou Yuan menyuruhnya untuk turun dan akhirnya ia menurut. Mereka pun berdiri di atas permukaan tanah.


"Tahan sedikit," Zhou Yuan langsung melakukan gerakan tangan dan terakhir, ia menempelkan satu telapak tangannya pada dada Zhou Yan.


Awalnya, Zhou Yan tak merasakan apapun. Namun tak lama, ia mulai merasa bahwa ada sesuatu di dalam tubuhnya yang memaksa keluar. Iapun mengerang kesakitan. "Aarrkkh!"


Perlahan, Zhou Yuan menjauhkan telapak tangannya dari Zhou Yan. Bersamaan dengan itu, sebuah benda mulai keluar dari dalam tubuh Zhou Yan dan terbang mendekat pada Zhou Yuan.


Hap!


Zhou Yuan langsung menangkapnya dan rasa sakit yang dirasakan Zhou Yan pun tidak terasa lagi. Bocah itu terduduk di tanah sambil memegangi dadanya. Tatapannya mengarah pada Zhou Yuan.


"A- Apa ini?", Zhou Yan kembali menekan dadanya karna masih merasa kesakitan.


"Itu adalah buku yang diincar pengirim pembunuh bayaran pada 1 tahun lalu. Mereka tidak bisa menemukannya. Karna sebelum pembantaian itu terjadi, ayahmu mendapatkan firasat buruk dan langsung mengamankan buku itu pada tubuhmu. Hanya ayahmu, ibumu dan aku yang tau bagaimana cara mengeluarkannya."


***


Kini, Kai sudah sembuh. Ia menundukkan tubuh dan kepalanya pada Feng Ying seakan berterimakasih dan memberikan hormat. Kekuatannya meningkat setelah mendapatkan darah dari Feng Ying, sama seperti saat itu. Awalnya ia berada di tingkat kaisar bintang 3, sekarang kaisar bintang 8. Sungguh peningkatan yang menakjubkan.


Feng Ying mengangguk ketika tahu bahwa darahnya telah menolong Kai, "Berdirilah sekarang."


Kai segera berdiri tegak menghadap Feng Ying. Hingga akhirnya Feng Ying bersuara kembali, "Apa di tempat ini ada griffin lain? Karna aku tadi menemukan seekor griffin dengan ujung sayap abu abu."


Kwaaakk Kwaakk

__ADS_1


"Begitu rupanya," Feng Ying tersenyum miring, seakan sedang merencanakan sesuatu yang jahat. "Jadi griffin itu adalah anak dari griffin tua yang kubunuh dua tahun lalu. Baiklah, sudah kuputuskan. Aku akan membunuhnya juga dan mengambil core miliknya."


Wang Chen yang sedari tadi diam dan masih terkejut akhirnya tersadar ketika mendengar ucapan Feng Ying, "Y- Ying.. Bagaimana mungkin tadi.. Darahmu.. Tadi.. Kenapa.." Wang Chen sulit untuk mengatakan apapun.


Feng Ying menatap Wang Chen, "Inilah yang harus kau jaga rahasianya. Kau tidak boleh memberitaukan tentang darahku ini pada siapapun. Kau sudah berjanji." Ucapnya dengan tatapan dingin.


Wang Chen diam diam menelan ludah. Tatapan dingin Feng Ying begitu menyeramkan. Seperti tatapan seorang pembunuh sejati yang bahkan bisa dikatakan lebih dari itu. Iapun mengangguk angguk cepat, "Aku tak mungkin mengingkari janjiku. Terlebih.. Bila orang lain mengetahui tentang darahmu.. Maka kau akan dalam bahaya.. Ma- Maka dari itu, aku takkan mengatakannya. Karna aku tak ingin.. Kau berada dalam.. Bahaya." Ucap Wang Chen dengan takut takut dan gugup.


Tatapan Feng Ying berubah 180 derajat. Ia tersenyum lebar dan seakan tatapan tadi tak pernah ia tunjukan, "Baiklah.. Kupegang janjimu."


"Kai, bisa kau beritau aku di mana tempat tinggal griffin itu? Aku akan mengunjunginya dan bertamu," Feng Ying tersenyum.


Walaupun Feng Ying tersenyum, Kai maupun Gong merasa bahwa Feng Ying tidak akan bertamu dengan ramah atau sopan. Mereka seperti mengetahui apa yang mungkin akan Feng Ying lakukan.


Kwaaakkk


"Tapi aku akan pergi bersama anakmu saja. Lagi pula, dia juga pasti tau di mana letak rumah griffin itu."


Kwaaakk


Gong langsung menundukkan tubuh dan kepalanya. Feng Ying masih membelakanginya. Namun setelah mendengar suaranya, Feng ying langsung berbalik.


"Baiklah, kau juga setuju. Kai, aku akan berangkat sekarang. Kau di sini bersama dengan Chen dan Wang Feng saja. Sampai jumpa, kalian jangan ikut. Karna akan menghambatku nanti," Feng Ying naik ke atas tubuh Gong dan griffin itu mulai berdiri tegak dan terbang rendah.


"Tapi.. Ying--"


Feng Ying memotong ucapan Wang Chen. "Tidak perlu khawatir. Kami hanya akan mengunjungi griffin itu dan mengambil core miliknya. Bukan menantang bahaya."


Setelah mengatakan itu, Feng Ying dan Gong melesat keluar.


"Tapi kau sedang melakukannya, Ying." Gumam Wang Chen dengan cemas.

__ADS_1


__ADS_2