
"Apa kau benar benar tidak mau tinggal lebih lama? Kondisimu mungkin sekarang sudah membaik. Tapi kau masih membutuhkan istirahat." Ucap Kaisar Liu Changhai.
Ia bersama beberapa orang prajurit dan patriarch Lao berada di depan istana untuk mengantar kepergian Feng Ying. Di sana juga bahkan ada putri Liu Mei.
Feng Ying menggelengkan kepala ketika mendengar ucapan Liu Changhai. "Aku tidak bisa terlalu lama di tempat ini. Ada banyak tempat yang ingin ku kunjungi."
"Baiklah kalau itu pilihanmu. Aku tak bisa melarangnya lagi." Liu Changhai menghela nafas. Ia merasa sedikit bersalah tentang kejadian pesta saat itu yang membuat Feng Ying dituduh sebagai penyusup.
Liu Changhai mengeluarkan sesuatu dari dalam cincin ruang miliknya. Itu adalah kantung besar yang berisi uang koin. "Sebagai ucapan terimakasihku, terimalah pemberian kecil dariku ini."
"Heh, aku bukanlah orang miskin yang perlu dikasihani seperti itu. Aku bahkan memiliki uang yang lebih banyak dari ini." Ucap Feng Ying yang terkesan sombong. Namun apa yang ia ucapkan memanglah benar. Ia memiliki banyak sekali uang di dalam cincin ruangnya.
Para prajurit merasa bila Feng Ying telah merendahkan Kaisar. Jadi mereka berniat akan bertindak, namun Liu Changhai langsung berucap, "Baiklah.. Aku mengerti itu. Lagi pula, kau itu seorang pengembara yang pergi ke berbagai tempat dimana ada harta terpendam."
Feng Ying menaikkan satu alisnya, "Kau tahu ternyata. Jadi kau tidak perlu memberikan apapun padaku."
Kaisar menyimpan kembali sekantung besar uang koin yang ia ambil ke dalam cincin ruang. "Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih padamu. Karna sudah menyelamatkan putriku. Bila kau membutuhkan bantuan, maka jangan segan untuk mengatakannya padaku."
"Benarkah? Aku yakin, kau takkan bisa membantuku." Celetuk Feng Ying. "Lagi pula, bila suatu saat identitasku sebagai keluarga Zhang diketahui, maka dia juga akan menjadi musuhku. Mana mungkin dia akan membantuku."
"Kau terlalu sombong pada Yang Mulia! Diberi hati, minta jantung!" Ucap salah satu prajurit yang tersulut emosi.
Feng Ying menatap prajurit itu dengan datar. Ia tidak peduli dengan apa yang dikatakan prajurit itu.
"Jaga bicaramu!" Bentak Liu Changhai yang langsung membuat diam prajuritnya.
"Maafkan ucapannya." Liu Changhai menatap Feng Ying.
Feng Ying mengangkat kedua bahu tak peduli. "Bagaimana dengan dua penyusup yang kuserahkan padamu saat itu? Apa kau menemukan keduanya dan menghabisi mereka?"
Liu Changhai mengangguk, "Aku sudah membereskan kedua penyusup itu."
"Lalu bagaimana dengan tetua yang menyerangku saat itu? Tetua yang menggunakan racun pada senjatanya."
"Aku sudah mencaritau tentangnya. Ternyata dia berkhianat pada sektenya sendiri dan bersekongkol dengan sebuah sekte aliran hitam. Dia memberikan informasi tentang sektenya pada sekte aliran hitam itu agar penyerangan yang akan dilakukan berhasil. Tujuan tetua melakukannya karna berambisi untuk menjadi patriarch di sektenya. Tapi sekarang dia sudah diurus oleh orang orang sektenya sendiri." Jelas Kaisar.
Feng Ying mengangguk paham. "Baiklah, aku mengerti. Sekarang lebih baik aku langsung pergi."
"H-hati hati di.. Jalan.. Kak Y-Ying.." Ucap Liu Mei dengan malu malu. Ia menundukkan kepalanya.
"Jaga dirimu." Ucap patriarch Lao.
"Lain kali mampirlah bila ada waktu." Ucap Liu Changhai.
__ADS_1
Feng Ying mengangguk. Ia menatap satu persatu orang di depannya, "Dia tidak ada. Kemana dia?"
"..Ah, sudahlah.." Feng Ying langsung berbalik. "Selmaat tinggal."
Feng Ying mulai berjalan menjauh dari keramaian orang orang kerajaan itu.
"Sampai.. Jumpa! J-jangan lupa kembali lagi, kak Ying!" Ucap Liu Mei sambil menatap kepergian Feng Ying dengan sedih.
"Semoga berhasil, Chen'er. Kuharap kau bisa menjaga dirimu." Batin patriarch Lao dengan sedih.
***
Feng Ying kini sudah berada cukup jauh dari istana. Dirinya berada di Ibu kota, setelah berjalan puluhan menit. "Hm.. Aku harus kemana setelah ini? Apa mungkin aku mencari tau tentang liontin pengubah waktu itu? Tapi dimana aku bisa mendapatkan informasi tentang benda itu?"
Sebelumnya, Feng Ying pernah mencoba untuk menggunakan liontin pemutar waktu. Hanya saja, tidak terjadi apa apa. Ia sendiri bingung bagaimana cara menggunakannya. Seperti ada sebuah barang yang kurang dari liontin itu. Sehingga membuatnya tak bisa digunakan.
"Tapi benda apa?" batin Feng Ying. Ketika sedang berjalan santai, tiba tiba seseorang memeluk lehernya dari belakang. Feng Ying terkejut dengan serangan tiba tiba ini. Iapun melirik ke belakang dan tambah terkejut melihat seseorang yang ia kenal. "K-kau.."
"Ying! Aku ikut denganmu!"
Suara dan wajah yang tidak asing. Seorang pemuda dengan wajah tampan dan iris mata berwarna hitam. Pemuda yang selalu bersama dengan harimaunya.
Nyawn~
"Kau.. Bagaimana kau bisa ada di sini?" Ucap Feng Ying. Iapun melepaskan tangan pemuda itu dari lehernya dan langsung menatapnya.
Pemuda itu tak lain adalah Wang Chen. Ia tersenyum antusias, "Aku ingin ikut denganmu, Ying! Kau sudah mengatakan bahwa aku bisa ikut denganmu bila aku sudah bisa menjaga diriku sendiri! Sekarang aku bisa menjaga diriku sendiri! Berarti, aku bisa ikut denganmu!"
"Kapan aku mengatakan itu? Aku tidak pernah mengatakan itu pada siapapun, terlebih pada orang asing sepertimu. Sebaiknya kau pergi dan jangan mengikutiku terus!" ketus Feng Ying. Ia berbalik dan hendak meninggalkan Wang Chen, beserta Wang Feng. Namun lagi lagi, Wang Chen memeluk lehernya dari belakang.
"Aku ikut denganmu." Rengek Wang Chen.
Feng Ying tak menggubrisnya. Ia malah tetap berjalan dengan tubuh Wang Chen yang terus terseret di belakang. Tangan pemuda itu masih terus melingkar di lehernya. Sementara Wang Feng, ia berjalan di sampingnya.
"Ayolah.. Ying.. Bawa aku.. Jangan tinggalkan aku lagi..!! Aku tidak ingin kau pergi dariku.." Rengek Wang Chen. Saat ini, ia terlihat seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggalkan ibunya.
Orang orang yang berada di sekitar menatap Feng Ying, maupun Wang Chen dengan tatapan aneh. Wang Chen sendiri tidak peduli dengan itu. Ia hanya ingin ikut dengan Feng Ying dan tak mau ditinggalkan lagi oleh pemuda itu.
Feng Ying merasa tak nyaman dengan tatapan tatapan semua orang yang mengarah padanya. Jadi, iapun berhenti berjalan dan memegang tangan Wang Chen yang ada di lehernya, "Lepaskan aku!! Lepaskan tanganmu dariku!"
Feng Ying mencoba melepaskan tangan Wang Chen. Namun, pemuda itu tidak juga mau melepaskannya. "Lepaskan, sialan!"
"Tidak! Bila kau belum menyetujuiku dan Wang Feng untuk ikut denganmu, maka aku tidak akan melepaskanmu!" Ucap Wang Chen yang masih keras kepala.
__ADS_1
Nyawn!
Wang Feng setuju dengan ucapan Wang Chen. Bahkan ia mengangguki ucapan pemuda itu.
"Kenapa kalian keras kepala sekali ingin ikut denganku?! Bahkan kita belum lama ini bertemu. Aku juga tidak kenal denganmu!" Ucap Feng Ying yang mulai kesal.
"Intinya, aku ingin ikut denganmu. Kami tidak memiliki niatan jahat sama sekali padamu! Jadi, izinkan kami ikut!" Wang Chen memasang wajah memelas.
Feng Ying masih terus berusaha melepaskan tangan Wang Chen dari lehernya saat ini dan masih memikirkan ucapan Wang Chen yang ingin ikut dengannya.
"Haish.. Sepertinya dia akan terus bertindak seperti ini, lebih baik kau turuti kemauannya." Ucap Jian dalam kepala Feng Ying.
"Kenapa aku harus membawanya? Aku bahkan tidak mengenalnya!" protes Feng Ying pada Jian.
"Apa kau mau terus ditatap aneh oleh semua orang orang?"
"Tentu saja tidak! Aku sangat terganggu dengan tatapan mereka!"
"Kalau begitu, turuti saja kemauan orang itu. Ajak dia bersamamu. Lagi pula, selama ini kau tidak memiliki teman yang ada di sisimu. Kau jadi kesepian."
"Kenapa kau mengatakannya seolah sedang mengejekku?!" Feng Ying memasang raut wajah kesal.
"Memang begitu. Lalu kenapa, huh?"
"Jian! Kau jadi sangat menyebalkan!"
"Suuttt.. Lebih baik kau mengikuti saranku dan ajak dia pergi bersamamu. Lagi pula, dia sepertinya takkan merugikanmu."
Feng Ying membuang nafas dengan kasar. "Aku mengizinkanmu ikut–"
"Benarkah?!" Ucap Wang Chen antusias dengan mata berbinarnya.
Alis Feng Ying berkedut dan ekspresinya masih terlihat kesal, "Iya! Kau boleh ikut! Tapi jangan menyusahkanku ataupun merugikanku! Apa kau paham?!"
Wang Chen mengangguk antusias.
"Kalau begitu sekarang lepaskan tanganmu dariku!"
Wang Chen langsung melepaskan tangannya dari leher Feng Ying. Ia tersenyum lebar kala menatap Feng Ying. "Aku takkan menyusahkanmu!"
Nyawn!
Wang Feng ikut senang. Bila Wang Chen dibiarkan ikut, maka berarti dirinya juga bisa ikut dengan Feng Ying.
__ADS_1